sruput pagi

Sruput Pagi Rabu 26 Oktober 2016 : IHSG akan ditopang rilis kinerja keuangan emiten, tetapi waspadai sentiment global

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,169.27, S&P 500 tercatat melemah -0.38% pada level 2,143.16 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.50% pada level 5,283.40. EIDO mengalami penurunan sebesar -0.30% pada level 26.30.

Penurunan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya rilis data kinerja keuangan emiten Bursa Wall Street, data Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat dan Investor masih terus mencermati atau bertaruh akan kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik pada bulan Desember 2016.

Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 98.6 pada bulan Oktober, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103.5. Angka tersebut juga lebih rendah dari konsensus yang sebesar 101, hal tersebut disebabkan oleh minimnya optimisme rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja.

Data kinerja keuangan perusahaan besar Amerika Serikat tidak terlalu memuaskan, dimana Apple Inc mencatatkan penurunan kinerja, hal tersebut dikarenakan Iphone yang merupakan produk penunjang Apple mengalami penurunan penjualan untuk pertama kalinya sejak tahun 2001, 3M memangkas proyeksi laba untuk tahun 2016, Caterpillar memangkas estimasi penjualan tahun ini. Hampir sebagian besar emiten bursa Wall Street memangkas estimasi kinerjanya.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -1.30% pada level 49.31 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.30% pada level 50.79 USD/barel. Penurunan harga minyak dunia kembali terjadi setelah utusan Rusia, Vladimir Voronkov mengatakan bahwa pemangkasan produksi minyak mentah bukan merupakan pilihan untuk Rusia saat ini, dengan kata lain bahwa Rusia tidak sepenuhnya yakin akan bergabung bersama OPEC untuk menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Selain itu survey Bloomberg juga mencatatkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 2 juta barel minggu lalu, tetapi EIA sendiri belum merilis hasil dari pasokan minyak mentah Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, Pemerintah mengklaim bahwa 13 paket kebijakan ekonomi telah mendorong investasi senilai 300 triliun, salah satu paket kebijakan yang berhasil mengundang investasi adalah penyederhanaan perizinan investasi. Melalui perizinan investasi 3 jam yang terbit melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II, sudah berhasil menyedot investasi Rp 291 triliun dan menyerap sekitar 77 ribu tenaga kerja baru.

Paket Kebijakan Ekonomi VI yang berisi pemberian fasilitas pajak dan kemudahan investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) juga berhasil menyedot investasi sebesar Rp 33,88 triliun sampai September 2016.

Bank dunia juga memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5.3% pada tahun 2017, hal tersebut dipengaruhi oleh RAPBN 2017 lebih realistis dan risiko fiskal telah mereda karena penerimaan dan pengeluaran dalam RAPBN 2017 lebih realistis dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin Selasa, 25 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami pelemahan sebesar -23.177 poin atau -0.428% pada level 5,397.821. pelemahan terjadi ditengah periode rilis kinerja keuangan emiten kuartal III. Tetapi investor asing masih mencatatkan net buy sebesar 118.9 Milyar.

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan dan bersifat terbatas, kenaikan IHSG akan dipengaruhi oleh data kinerja keuangan emiten berkapitalisasi besar seperti TLKM yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III yang sebesar 27.6% YoY dan UNVR mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III sebesar 13% YoY.

Tetapi Investor harus tetap mewaspadai sentiment global, yaitu penurunan Bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah dunia, Karena sentiment tersebut akan menghambat laju IHSG.

IHSG akan mencoba bergerak menguji level resistance pada area 5,445 – 5,447 secara teknikal, dan apabila level tersebut berhasil ditembus maka penguatan akan berlanjut menuju resistance selanjutnya pada level 5,484.

Stock Pick : TLKM TP 4,400, UNVR TP 46,000

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 12 Oktober 2016 : Konsolidasi IHSG Masih Akan Terjadi, Akumulasi Saham Berkapitalisasi Besar

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tajam setelah mencatatkan kenaikan pada hari perdagangan sebelumnya, Dow Jones tercatat melemah -1.09% pada level 18,128.66, S&P 500 tercatat melemah -1.24% pada level 2,136.73 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -1.54% pada level 5,246.79. EIDO juga mengalami pelemahan sebesar -1.14% pada level 26.03.

Saat ini Investor tengah khawatir dengan meningkatnya Inflasi Amerika Serikat oleh karena kenaikan harga minyak mentah dunia dan hal tersebut akan mengakibatkan perkiraan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat lebih cepat. Selain itu, pelemahan juga dipengaruhi oleh kinerja emiten Bursa Wall Street, dimana sektor kesehatan menjadi pemberat Bursa Wall Street, dipimpin oleh Illumina Inc, setelah perusahaan mengatakan bahwa penjualan lebih rendah dari estimasi. Alcoa Inc juga mengalami penurunan tajam setelah laba perusahaan mengecewakan pasar, sedangkan Apple Inc mengalami kenaikan setelah Samsung Electronics Co berhenti memproduksi note 7 karena terjadinya gagal produksi, yang mana seharusnya mampu menyaingi iphone 7.

Obligasi Pemerintah Amerika Serikat dengan term 10 tahun mengalami penurunan harga seiring permintaan imbal hasil yang lebih tinggi dari Investor untuk mengimbangi ekspektasi peningkatan inflasi secara cepat di Amerika Serikat. Alhasil imbal hasil mengalami kenaikan menjadi +1.76%.

Sedangkan Dollar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar +0.5% terhadap 10 mata uang negara di dunia, setelah pertaruhan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini meningkat menjadi 67%.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.99% pada level 50.84 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.24% pada level 52.48 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah ketidakpastian muncul, apakah Rusia akan benar – benar bergabung bersama OPEC dalam menyeimbangkan supply minyak, sehingga dapat menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Produsen minyak terbesar di Rusia, yaitu Rosneft PJSC mengatakan bahwa bergabungnya Rusia tidak akan mengurangi output dari minyak mentah dunia. Disisi lain Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam konferensi di Istanbul untuk bersedia bergabung bersama OPEC dalam menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Dari Eropa, Poundsterling mengalami pelemahan tajam, lagi – lagi terkait percepatan realisasi Brexit.

Dari dalam negeri, data penjualan Ritel mengalami peningkatan tajam pada bulan Agustus sebesar 14.4% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6.3% YoY.

Source : Trading Economics

Apabila terlihat pada grafik, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia telah mengalami perbaikan sejak Oktober 2015 dan masih dalam trend yang cukup positif.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 11 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sebesar +21.169 poin atau +0.395% pada level 5,381.997. Namun apabila dilihat pada grafik perdagangan harian, IHSG sempat menyentuh area positif pada awal perdagangan, setelah itu mengalami penurunan dan berada pada area negatif, tetapi pada akhir sesi berhasil berada pada zona positif. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi akumulasi oleh Investor, walaupun masih relatif rendah, karena pada perdagangan kemarin hanya mencatatkan nilai transaksi sebesar 6,960 Milyar, dengan Investor Asing mencatatkan net sell sebesar 207.4 Milyar. IHSG sudah berada pada level support dan pada perdagangan kemarin sempat menguji level support pada 5,380 dan berhasil menguat setelah level support tersentuh. Hal tersebut merupakan salah satu konfirmasi bahwa IHSG akan mencoba bertahan pada support ini dan diperkirakan mencoba mengalami penguatan pada perdagangan selanjutnya.

Berdasarkan data – data yang rilis diatas baik secara fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami konsolidasi dan masih terjadi pola yang sama dengan perdagangan kemarin. Secara kondisi fundamental dalam negeri akan menopang IHSG untuk mengalami penguatan, namun sentiment negatif manca negara akan menghambat lajut penguatan tersebut. Investor disarankan untuk menunggu terlebih dahulu dalam mengambil keputusan Investasi.

Apabila penurunan IHSG kembali terjadi, maka Investor disarankan segera mengakumulasi saham – saham yang berkapitalisasi besar, karena saham tersebut akan menguat apabila IHSG berbalik arah menjadi menguat.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,340 – 5,400

Stock Pick : TLKM TP 4,230, UNVR TP 46,000, ICBP TP 10,000, SMGR 10,350, ANTM TP 850.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 04 Oktober 2016 : IHSG Mencoba Untuk Menguji Resistance 5,475

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,253.85, S&P 500 tercatat melemah -0.33% pada level 2,161.20 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,300.88.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan tanda – tanda ekspansi dan hal tersebut akan menguatkan spekulasi bahwa The Fed akan optimis menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada sisa bulan tahun 2016 ini.

Selain itu pelemahan Bursa Wall Street juga bertolak belakang dengan Bursa London Inggris FTSE 100 Index yang mengalami kenaikan sebesar +1.22% pada level 6,983.52 sebagai akibat dari pelemahan mata uang Inggris Pound sterling, karena Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa Inggris akan siap keluar dari Uni Eropa pada tahun depan. Melemahnya Pound sterling membuat sentiment positif bagi eksportir Inggris.

Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat tercatat sebesar 51.5 pada bulan September dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.4.

Harga minyak mentah dunia terus mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.91% pada level 48.68 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +3.55% pada level 50.8 USD/barel. Penguatan masih dipengaruhi oleh sentiment positif dari OPEC yang sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 750,000 barel per hari, hingga pemangkasan mencapai 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final bulan September tercatat 50.4 dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.5.

Dari dalam negeri, data ekonomi tercatat cukup positif, dimana Nikkei Manufacturing PMI bulan September tercatat mengalami penguatan menjadi 50.9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.4. Inflasi bulanan untuk bulan September tercatat sebesar +0.22%, jauh lebih baik dari bulan Agustus yang tercatat deflasi -0.02%, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3.07% YoY, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.79% YoY. Kami memperkirakan hingga akhir tahun 2016 Inflasi Indonesia akan berada dibawah target Bank Indonesia yan sebesar 4%. Data Tourist Arrivals juga cukup positif dan tercatat sebesar 16.14% YoY pada bulan Agustus, walaupun angka tersebut masih lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 20.13% YoY.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Senin, 03 Oktober 2016 tercatat mengalami penguatan +99.111 poin atau +1.847% pada level 5,463.915. walaupun mengalami penguatan yang cukup tinggi, tetapi nilai transaksi cukup rendah dibandingkan perdagangan harian sebelumnya, yaitu hanya sebesar Rp 6,154 Milyar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG tidak kuat dan tidak ditopang dengan volume yang cukup kuat. Tetapi Investor Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 492.4 Milyar.

Berdasarkan data – data diatas maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami koreksi, selain karena aksi profit taking, pelemahan Bursa Wall Street juga akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG, tetapi pelemahan akan bersifat terbatas karena IHSG masih akan ditopang sektor komoditas sebagai imbas dari penguatan harga minyak mentah dunia.

IHSG akan mencoba menguji level resistance pada 5,475 dan apabila resistance tersebut tidak mampu ditembus, maka IHSG akan berbalik arah dan cenderung melemah.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,360 – 5,475

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, PTBA TP 10,300, INCO TP 3,300.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Senin 03 Oktober 2016 : Technical Rebound IHSG Diperkirakan Akan Terjadi Karena Sentiment Positif Dalam Negeri

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan pada akhir pekan lalu, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.91% pada level 18,308.15, S&P 500 tercatat menguat +0.80% pada level 2,168.27 dan Nasdaq tercatat mengalami penguatan +0.81% pada level 5,312.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah kekhawatiran akan permasalahan Deutsche Bank AG mereda, dimana media melaporkan bahwa denda yang dikenakan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat diperkirakan sebesar $ 5.4 Milyar untuk menyelesaikan penyelidikan terkait Efek Beragunan Asset Perumahan. Angka tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan sebelumnya yang sebesar $ 14 Milyar.

Saham Deutsche Bank AG ditutup pada € 11.57 atau mengalami penguatan  harian +6.4%, merupakan penguatan terbesar sejak bulan April.

Disisi lain, data ekonomi Amerika Serikat relatif mengalami pelemahan, dimana Personal Income Amerika Serikat tercatat sebesar 0.2% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% dan data Personal Spending tercatat sebesar 0.0% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% MoM.

Selanjutnya adalah perkembangan Harga minyak mentah dunia yang pada pagi ini tercatat mengalami koreksi, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.85% pada level 47.83 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.68% pada level 49.85 USD/barel. Pelemahan bersifat sementara, wajar dan hanya merupakan aksi profit taking, karena pada dasarnya kenaikan harga minyak mentah dunia tercatat cukup tinggi pasca OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Eropa, Inflasi bulan September tercatat sebesar 0.4% YoY, lebih tinggi dari bulan Agustus yang tercatat sebesar 0.2% YoY, dan Unemployment Rate pada bulan Agustus tercatat stagnan pada level 10.1%.

Dari Jepang, data Industrial Production bulan Agustus tercatat sebesar 1.5% MoM, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Juli yang sebesar -0.4%, dan secara tahunan tercatat sebesar 4.6% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -4.2%. Selain itu data Construction Orders bulan Agustus tercatat sebesar 13.8% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -10.9% YoY, sedangkan pembangunan perumahan hanya tumbuh sebesar 2.5% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8.9% YoY.

Dari China, NBS Manufacturing PMI bulan September tercatat stagnan sebesar 50.4, sedangkan data Caixin Manufacturing PMI bulan September tercatat sebesar 50.1, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.0.

Source : pajak.go.id

Dari dalam negeri, realisasi dana tebusan Tax Amnesty di penghabisan periode pertama pada 30 September 2016 tercatat sebesar Rp 89.2 Triliun dan telah mencapai 54.06% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah lebih tinggi dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 3,612 Triliun atau sebesar 90.30% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Tetapi untuk Repatriasi hingga saat ini baru mencapai Rp 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan telah melebihi ekspektasi kami, dimana kami memperkirakan pada periode pertama, pencapaian uang tebusan Tax Amnesty hanya mencapai Rp 60 Triliun. Pencapaian ini terbilang cukup memuaskan karena hanya dengan 1 periode saja, deklarasi harta telah mencapai 90.30%, maka pada sisa dua periode Tax Amnesty, kami memperkirakan target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun untuk dana tebusan akan tercapai, demikian juga untuk deklarasi harta. Tetapi untuk repatriasi seperti yang terlihat akan cukup sulit untuk mencapai target.

Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Tax Amnesty ini sangat tinggi, dimana dikabarkan pada sisa periode pertama terjadi antrian yang cukup ramai di berbagai kantor pajak.

Source : IDX, Chart Nexus

Walaupun pencapaian Tax Amnesty pada periode pertama cukup memuaskan, tetapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan tidak merespon positif perkembangan tersebut, dimana pada Jumat, 30 September 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan sebesar -67.153 poin atau -1.236% pada level 5,364.804. Terlihat pada grafik IHSG mengalami pelemahan cukup dalam karena dipengaruhi sentiment negatif dari Bursa Amerika.

Selama bulan September IHSG mencatatkan penurunan sebesar -21.28 poin atau -0.40%, hal ini seolah arus dana yang masuk sebagai dampak dari Tax Amnesty tidak berdampak signifikan terhadap IHSG. Tetapi Investor tidak perlu khawatir, karena kami memperkirakan dana Tax Amnesty telah masuk pada instrument pasar modal melalui Surat Berharga Negara terlebih dahulu dan selanjutnya akan bergerak pada pasar saham. Berdasarkan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per 30 September 2016, rata-rata kinerja obligasi negara (INDOBeX Government Total Return) mencapai 1,21% (MoM) ke level 213,16. Ini membaik jika dibandingkan posisi Agustus 2016 yang koreksi 0,06% (MoM).

Selain itu selama bulan September, Rupiah telah mengalami penguatan sebesar 302 poin atau -2.27% pada level Rp 12,998/USD.

Dari indikasi domestik tersebut mengindikasikan bahwa, sesungguhnya capital inflow memang benar terjadi, tetapi pelaku pasar memasuki pasar saham secara perlahan, karena khawatir akan terjadinya penggelembungan pada IHSG, mengingat saat ini IHSG telah tercatat relatif tinggi. Investor lebih memilih masuk pada instrument surat hutang, khususnya surat hutang negara agar lebih aman.

Kami masih menilai bahwa pergerakan IHSG kedepan akan kembali mengalami penguatan, mengingat IHSG masih berada pada trend bullish. Dan pada hari ini kami memperkirakan technical rebound akan terjadi, tetapi masih cenderung terkonsolidasi sembari menunggu data inflasi Indonesia bulan September yang akan dirilis hari ini, Bulan September diperkirakan akan mengalami Inflasi sebesar 0.18% MoM dan secara tahunan tercatat sebesar 3.04% YoY.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,335 – 5,437

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, HMSP TP 4,100

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 28 September 2016 : Pergerakan IHSG Masih Akan Fluktuatif Namun Positif Karena Pencapaian Tax Amnesty

Investor dapat mencermati saham berikut ini : ANTM TP 830, BBRI TP 12,250, ICBP TP 9,800, UNVR TP 46,000, PGAS TP 3,000, TLKM TP 4,400, WIKA TP 2,800, WSKT TP 2,800 dan AISA TP 2,065.

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street kembali ditutup mengalami penguatan, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.74% pada level 18,228.30, S&P 500 tercatat menguat +0.64% pada level 2,159.93 dan Nasdaq tercatat menguat +0.92% pada level 5,305.71.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah Debat Presidensial Pertama diadakan dan berdasarkan polling dari CNN, Hillary Clinton lebih unggul dibandingkan Donald Trump yaitu sebesar 62% mengatakan Hillary Clinton menang dan 27% mengatakan Donald Trump menang. Data tersebut mampu menekan kekhawatiran pasar dan memberikan sentiment positif.

Selain itu data Consumer Confidence Amerika Serikat pada bulan September juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 104.1, lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus yang tercatat sebesar 101.8. Angka diatas cukup kuat menjadi sentiment positif pergerakan Bursa Wall Street pada perdagangan kemarin.

Harga minyak mentah dunia tercatat kembali mengalami pelemahan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -3.00% pada level 44.55 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -3.13% pada level 45.87 USD/barel. Pergerakan minyak mentah dunia memang sangat fluktuatif ditengah pertemuan OPEC di Aljazair dan pelemahan terjadi setelah Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan bahwa Iran tidak memiliki Agenda atau prioritas dalam mencapai kesepakatan pembekuan produksi di Aljazair, dengan kata lain Iran masih enggan untuk menyetujui kesepatakan tersebut. Selain itu Kepala Badan Energi Internasional mengatakan bahwa permintaan dan penawaran dari minyak tidak akan mencapai keseimbangan hingga akhir tahun 2017 dan Goldman Sachs Group Inc. memotong proyeksi harga minyak mentah dunia pada kuartal IV.

Dari dalam negeri, realisasi Tax Amnesty disisa minggu periode pertama tercatat cukup memuaskan, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.9 Triliun atau meningkat sebesar 17.06% menjadi Rp 54.2 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 46.3 Triliun atau telah mencapai 32.85% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah mencapai 98.55% dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 2,512 Triliun atau sebesar 62.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Untuk Repatriasi hingga saat ini mencapai Rp 128 Triliun atau sebesar 12.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan hal ini merupakan sentiment positif bagi perekonomian Indonesia. Kami memperkirakan hingga akhir bulan September ini, uang tebusan akan mencapai Rp 60 Triliun, dan apabila hal tersebut tercapai, maka tentunya penerimaan pajak akan lebih positif di sisa tahun 2016.

Source : IDX, Chart Nexus

Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin cukup fluktuatif ditengah sentiment yang cukup positif baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada awal perdagangan hingga akhir sesi I, IHSG berada pada zona merah, namun pada perdagangan sesi II IHSG terus mengalami penguatan hingga ditutup menguat +1.261% di level 5,419.604. Tetapi Investor Asing melakukan net sell dalam jumlah yang cukup besar yaitu Rp 503 Milyar.

Rupiah berhasil menembus dibawah 13,000 yaitu 12,938 per dollar AS pada perdagangan kemarin, selain karena derasnya arus dana dari Tax Amnesty, penguatan Rupiah juga terjadi karena pelemahan dollar AS, imbas dari debat pertama presidensial Amerika Serikat.

Berdasarkan data fundamental yang ada, dimana pencapaian Tax Amnesty pada periode I telah sesuai dengan ekspektasi, maka kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam range target Pemerintah, dan hal tersebut akan berdampak positif bagi IHSG kedepannya.

Pada hari ini, IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada range harga 5,400 – 5,450. Walaupun perkiraan kami mengenai IHSG cukup positif, Investor perlu tetap mewaspadai pergerakan IHSG yang cenderung sangat fluktuatif, selalu terjadi pelemahan terlebih dahulu sebelum menguat pada perdagangan harian dan perlu diketahui bahwa Investor Asing masih terus melakukan aksi profit taking.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 27 September 2016 : Profit Taking Investor Asing Masih Terjadi dan Fokus Akhir Bulan Akan Tertuju Pada Penerimaan Tax Amnesty Periode I

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street kembali ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.91% pada level 18,094.83, S&P 500 tercatat melemah -0.86% pada level 2,146.10 dan Nasdaq tercatat melemah -0.91% pada level 5,257.49.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi karena beberapa faktor, diantaranya penantian debat calon Presiden untuk pertama kalinya dan penurunan saham Deutsche Bank AG karena spekulasi bahwa bank terbesar dari Jerman tersebut sangat membutuhkan penambahan modal, tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa pasar tidak perlu berspekulasi atas bantuan pemerintah dalam penambahan modal Deutsche Bank AG, karena pada dasarnya Pemerintah Jerman akan mengesampingkan usul bantuan tersebut.

Faktor yang menjadi pemicu turunnya Bursa Wall Street juga datang dari data Penjualan Rumah Baru Amerika Serikat tercatat sebesar 609,000 pada bulan Agustus dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 659,000. Penurunan penjualan kembali terjadi yaitu sebesar -7.6% MoM, jauh lebih rendah dari bulan Juli yang tumbuh sebesar 13.8% MoM.

Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penguatan atau teknikal rebound, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +2.65% pada level 45.66 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +2.53% pada level 47.05 USD/barel. Tetapi apabila dilihat sejak akhir pekan lalu, harga minyak tercatat stagnan, karena pada akhir pekan lalu mencatat penurunan tajam dan pada perdagangan kemarin, kembali pada posisi semula. Penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin didukung oleh Arab Saudi yang menawarkan untuk memotong output poduksi pada rapat OPEC pekan ini, walaupun Arab Saudi sendiri tidak berekspektasi lebih bahwa kesepatakan akan terjadi.

Dari dalam negeri, Penerimaan pajak hingga 25 September 2016 baru mencapai 52,3% yaitu sebesar Rp 729.7 triliun dari total target penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 1,355.2 triliun. Hasil tersebut lebih baik dari bulan September 2015 yang tercatat sebesar Rp 660.12 Triliun, tetapi angka yang diraih hingga bulan September ini merupakan penambahan dari hasil Tax Amnesty, artinya penerimaan pajak normal tanpa Tax Amnesty sangat kecil dan jauh dibawah ekspektasi Pemerintah.

Hal ini terlihat wajar, mengingat sejak awal tahun pemerintah memberikan berbagai stimulus fiskal berupa pemangkasan pajak, sehingga berimbas pada penerimaan pajak Negara, tetapi kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi daya beli masyarakat, sehingga dapat menopang sektor konsumsi dan memacu pertumbuhan GDP.

Dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 4.1 Triliun atau meningkat sebesar 9.72% menjadi Rp 46.3 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 42.2 Triliun atau telah mencapai 28.06% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun.

Source : Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin yang digambarkan oleh chart paling akhir berwarna hitam, menunjukkan bahwa, walaupun IHSG mengalami penurunan tetapi mampu bertahan pada level support pada level 5,337, tetapi Investor Asing masih mencatatkan net sell sebesar -335.9 Milyar.

Berdasarkan data fundamental ekonomi dalam negeri yang belum menunjukkan pandangan positif, maka kami menilai bahwa Investor akan menunggu hasil akhir periode pertama dari Tax Amnesty hingga akhir bulan September.

Indikasi teknikal menunjukkan bahwa IHSG tertahan pada support level 5,336 dan kami memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi sembari menunggu hasil akhir Tax Amnesty, IHSG akan bergerak pada range harga 5,336 – 5,411 dan hari ini teknikal rebound diperkirakan akan terjadi.

Cermati saham PGAS, TINS, ADRO, LSIP

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Kamis 22 September 2016 : The Fed, Bank Of Japan, Tax Amnesty dan 7 Days Reverse Repo Akan Lengkapi Stimulus IHSG Hari Ini, Cermati Si Kapitalisasi Pasar Besar…

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.90% pada level 18,293.70, S&P 500 tercatat menguat +1.09% pada level 2,163.12 dan Nasdaq tercatat menguat +1.03% pada level 5,295.18.

Penguatan Bursa Wall Street tercatat signifikan setelah The Federal Reserve memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan pada bulan September ini atau tetap pada range 0.25% – 0.50%, tetapi The Fed mengisyaratkan bahwa kesempatan terakhir dan kemungkinan kesempatan terbaik untuk menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat adalah pada bulan Desember, sama seperti tahun 2015 lalu. The Fed harus memastikan berbagai indicator ekonomi dan politik dalam kondisi kondusif, dimana saat ini memang terlihat risiko masih selalu muncul dan sangan fluktuatif.

Harga minyak mentah dunia tercatat bergerak mengalami penguatan tajam, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +4.86% pada level 45.55 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +2.55% pada level 47.05 USD/barel. Penguatan signifikan ini merupakan imbas dari ditundanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan November, dimana akibat dari Dollar Amerika yang mengalami pelemahan, mengingat pergerakan harga minyak dunia dan Dollar Amerika memiliki korelasi yang negatif. Selain itu The U.S Energy Information Administration (EIA) mencatat bahwa pada pekan ini cadangan minyak Amerika kembali mengalami penurunan menjadi -6.2 Juta barel dari pekan lalu yang turun hanya sebesar -0.559 juta barel.

Dari Jepang, Bank Of Japan memutuskan suku bunga acuan Jepang tetap pada level -0.10% dan memperkenalkan upaya stimulus “Yield Curve Control”, dimana Bank Of Japan menargetkan agar yield dari  Obligasi Pemerintah Jepang dengan jatuh tempo 10 tahun sebesar 0%, mungkin hal tersebut terlihat rendah, namun masih lebih baik dibandingkan Instrument Investasi saat ini yang tercatat negatif, dimana salah satunya Indeks Nikkei mengalami pelemahan -11.70% pada level 16,807.62. Dengan adanya acuan yield Obligasi Pemerintah Jepang yang sebesar 0%, juga diperkirakan akan memperbaiki marjin dari Perbankan, dimana Perbankan Jepang akan mendapatkan dan pihak ketiga dengan cost sesuai suku bunga -0.10% dan mendapatkan yield sebesar 0% apabila di investasikan pada Obligasi Pemerintah 10 Tahun. Hal ini diharapkan akan memperbaiki kinerja perbankan yang mengalami kinerja buruk pasca diberlakukan kebijakan suku bunga negatif. Dengan adanya perbaikan dari sisi perbankan, maka diharapkan perekonomian Jepang akan mengalami perbaikan juga.

Dari dalam negeri, Ketidakpastian ekonomi menjadi lebih terurai pasca ditundanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September ini, karena bagi Indonesia yang termasuk negara Emerging Market, akan berdampak terhadap capital outflow apabila kenaikan suku bunga acuan Amerika diberlakukan kembali, arus dana keluar akan mengganggu perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mencoba untuk berbenah sejak tahun 2015 lalu.

Pada hari ini Investor akan menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai 7 Days Reverse Repo, yang diperkirakan akan diturunkan kembali menjadi 5% dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5.25%. Apabila hal tersebut benar dilakukan oleh Bank Indonesia, maka stimulus terhadap pasar keuangan Indonesia akan semakin lengkap dan positif.

Dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.9 Triliun atau meningkat sebesar 14.39% menjadi Rp 31 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 27.1 Triliun atau telah mencapai 18.79% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 1,290 Triliun.

Source : Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin yang digambarkan oleh chart paling akhir berwarna putih, menunjukkan bahwa IHSG mampu menembus resistance pada level 5,336, dimana sekaligus menjadi resistance trend line. Pada perdagangan kemarin, Investor asing juga mencatatkan net buy sebesar 551.4 Milyar, dan angka tersebut cukup mengkonfirmasi break out sementara down trend jangka pendek dan sentiment ekonomi yang rilis saat ini akan mampu menopang penguatan lanjutan dari IHSG, dimana The Fed menunda kenaikan suku bunga acauan Amerika pada bulan September ini. Apabila Bank Indonesia merestui untuk kembali menurunkan rate dari 7 Days Reverse Repo, maka akan melengkapi stimulus ekonomi hari ini. Perkembangan dari penerimaan Tax Amnesty juga terbilang cukup positif untuk menjadi penggerak IHSG hari ini. IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak pada range 5,350 – 5,420.

Berdasarkan data fundamental ekonomi positif yang rilis dan indikasi teknikal yang cukup positif pula, maka hari ini Investor dapat melakukan pembelian. Seperti ulasan kami sebelumnya, saat ini sebagian besar indicator telah terkonfirmasi, maka Investor dapat mengakumulasi saham dengan kapitalisasi pasar besar, seperti BBCA, UNVR, HMSP, TLKM, BMRI, ASII, BBRI, GGRM, BBNI, ICBP.

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,… ^   ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 21 September 2016 : IHSG Masih Berada Pada Area Resistance Trend Line, Tunggu Konfirmasi Indikator Untuk Keputusan Investasi Selanjutnya

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan tipis, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.05% pada level 18,129.96, S&P 500 tercatat menguat +0.03% pada level 2,139.76 dan Nasdaq tercatat menguat +0.12% pada level 5,241.35.

Pergerakan Bursa Wall Street terlihat cukup fluktuatif mendekati pengumuman keputusan The Fed mengenai kepastian kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat tahap II pada tanggal 22 September ini. Terlihat pada perdagangan sebelumnya, Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tipis, dan semalam ditutup menguat tipis. Tetapi sebenarnya probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan September terbilang relatif kecil, karena rilis data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Amerika belum cukup kuat apabila kenaikan terjadi di bulan September.

Data Pembangunan Perumahan jauh mengalami penurunan yaitu sebesar -5.8% MoM pada bulan Agustus dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.4% MoM, angka tersebut juga jauh dari perkiraan yang hanya turun sebesar -1.7%. Jumlah Pembangunan Perumahan hanya sebesar 1,142,000, dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,212,000.

Selain itu Izin pendirian gedung di Amerika Serikat juga terus mengalami penurunan, dari bulan Juli yang turun sebesar -0.8% dan turun sebesar -0.4% MoM pada bulan Agustus atau tercatat sebesar 1,139,000, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,144,000.

Sentiment lainya juga datang dari Jepang, dimana Yen mengalami penguatan setelah Bank Of Japan terlihat kehabisan cara dalam memberikan stimulus moneter untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jepang. Pada perdagangan hari ini Bank Of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan Jepang.

Harga minyak mentah dunia tercatat bergerak bervariasi, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.32% pada level 43.44 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.17% pada level 45.87 USD/barel. Pergerakan tersebut terjadi setelah Menteri Energi Aljazair mengatakan bahwa 14 anggota group akan melakukan pertemuan secara formal untuk mencari cara memotong pasokan minyak mentah 1 juta barel per hari demi kembali mencapai keseimbangan pasar dan menstabilkan harga.

Dari dalam negeri, belum ada data ekonomi terbaru yang rilis, tetapi pada pekan ini Investor sangat menunggu beberapa data mengenai suku bunga acuan, yaitu The Fed, BOJ dan 7 days reverse repo dari Bank Indonesia. Ketiga sentiment tersebut akan menjadikan acuan Investor dalam memberikan keputusan Investasi selanjutnya.

Dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.1 Triliun atau meningkat sebesar 12.92% menjadi Rp 27.1 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 24 Triliun atau telah mencapai 16.42% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 1,131 Triliun. Menurut Direktur Eskekutif Center for Indonesia Taxation Analisis Yustinus Prastowo, penerimaan sebesar itu sangat jauh dari target dan maka dari itu beliau membuat petisi melalui change.org. Isinya, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang periode pertama tax amnesty. Karena memang kendala periode pertama pengampunan pajak berlaku mulai tanggal 1 Juli 2016 lalu hingga akhir September yaitu karena persiapan yang terbatas, pada tiga bulan pertama tersebut juga pemerintah masih dalam periode sosialisasi dan aturan teknis yang dirilis secara bertahap membuat masyarakat ragu dalam memastikan langkah untuk mengikuti tax amnesty pada awal periode.

Source : Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin yang digambarkan oleh chart paling akhir berwarna hitam, menunjukkan bahwa IHSG tertahan oleh resistance 5,336, dimana sekaligus menjadi resistance trend line. Sejak bulan Agustus, pola down trend telah mulai terbentuk dan pergerakan IHSG pada hari ini akan mengkonfirmasi arah downtrend tersebut. Koreksi IHSG lebih cenderung besar terjadi seiring spekulasi terkait The Fed dan Bank Of Japan. Investor asing juga mengkonfirmasi resistance trend line tersebut dengan melakukan net sell sebesar 440.4 Milyar, marupakan angka yang cukup tinggi untuk mengkonfirmasi pola teknikal. MA 20 juga hampir mendekati MA 50 dan diperkirakan akan berpotongan dan membentuk dead cross, tetapi sekali lagi, pergerakan hari ini sebagai konfirmasi dari indicator tersebut. IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak pada range 5,250 – 5,340.

Lagi – lagi, seiring data fundamental yang belum positif dan indikator teknikal yang menunjukkan ketidakpastian, kami tetap menyarankan agar Investor menunggu terlebih dahulu dalam melakukan transaksi, saran kami adalah lebih baik menunggu dari pada melakukan cut loss.

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 13 September 2016 : IHSG Masih Mencatatkan Penurunan Lanjutan,, Wait For The Great Moment..

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan, dimana Dow Jones tercatat menguat +1.32% pada level 18,325.07, S&P 500 tercatat menguat +1.47% pada level 2,159.04 dan Nasdaq tercatat menguat +1.68% pada level 5,211.89.

Tidak ada data ekonomi yang rilis sebagai sentiment positif dari lonjakan Bursa Wall Street, penguatan Indeks terjadi dikarenakan setelah Gubernur The Fed Lael Brainard berkata dalam pidatonya yaitu The Fed harus lebih berhati – hati dalam menaikkan suku bunga, walaupun perekonomian Amerika Serikat saat ini sudah berangsur –angsur naik mengikuti target The Fed sebagai acuan menaikkan suku bunga Amerika Serikat. Ada beberapa poin yang menjadi fokus dari Lael Brainard, diantaranya Inflasi kurang responsif terhadap pasar tenaga kerja yang saat ini tengah membaik, artinya walaupun angka pengangguran mengalami penurunan, tetapi hal tersebut tidak mampu menciptakan demand dan meningkatkan Inflasi. Yang kedua adalah gejolak ekonomi dunia masih menjadi fokus dari Lael Brainard, dan yang terakhir adalah menurut Lael Brainard, kebijakan moneter kurang mampu merespon pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Menurut survey, probablitas kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September mengalami penurunan menjadi hanya 20%

Harga minyak mentah dunia mengalami penguatan tipis, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.41% pada level 46.07 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +0.27% pada level 48.14 USD/barel. Penguatan tipis terjadi setelah pada hari sebelumnya harga minyak dunia mengalami pelemahan tajam dikarenakan rilis data Baker Hughes Inc yang mencatatkan adanya aktivitas peningkatan rig menjadi 414, tertinggi sejak Februari dan negara pengekspor minyak OPEC memprediksi terjadi peningkatan produksi dari produsen minyak selain OPEC pada tahun 2017. Selain itu Investor masih menunggu kepastian hasil meeting OPEC mengenai pembekuan produksi minyak dunia.

Dari China, data terakhir menunjukkan bahwa Inflasi China pada bulan Agustus tercatat sebesar 0.1% MoM, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.2% MoM dan secara tahunan tercatat sebesar 1.3% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.8% YoY, tetapi data Angka Produksi mengalami perbaikan menjadi -0.8% YoY pada bulan Agustus, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -1.7%. Data diatas menjadi pemberat Indeks Hang Seng yang melemah -3.36% pada level 23,290.60. Pada hari ini Investor tengah menunggu data penjualan ritel China.

Dari Jepang, Angka Produksi mengalami penurunan pada bulan Agustus sebesar -0.3% MoM, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.0% MoM, tetapi secara tahunan tercatat lebih baik sebesar -3.6% YoY, dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -3.9% YoY.

Dari dalam negeri, data penjualan ritel bulan Juli Indonesia mengalami penurunan menjadi 6.7% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 16.4% YoY, dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana pada pada libur akhir pekan terjadi penambahan dana tebusan sebesar Rp 1.57 Triliun menjadi Rp 8.93 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 7.36 Triliun atau telah mencapai 5.4% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 388.5 Triliun dari 49.270 wajib pajak dan dana repatriasi mengalami peningkatan menjadi Rp 18.8 Triliun.

Melihat dari data diatas, kami melihat bahwa IHSG masih terus mengalami pelemahan. Selain data ekonomi dalam negeri yang belum cukup baik, dimana penjualan ritel mengalami pelemahan, secara teknikal IHSG telah menembus support kuat pada range 5,296 – 5,300 dengan net sell Investor Asing sebesar Rp 914 Milyar. Tetapi pelemahan hari ini akan bersifat terbatas dan arah selanjutnya adalah konsolidasi sembari menunggu kepastian keputusan The Fed dan data ekonomi selanjutnya yang diekspektasikan akan positif. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada range 5,220 – 5,320.

Kami menyarankan agar investor menunggu terlebih dahulu dari pola pergerakan IHSG, amankan posisi kas anda dan tunggu moment terbaik untuk melakukan average pembelian. Penurunan IHSG baru saja dimulai dan masih bersifat wajar.

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucu hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi… ^ ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 07 September 2016 : Rebound IHSG Bersifat Terbatas Karena Sentiment Bursa Wall Street!! Cermati Saham SMRA, TLKM, BSDE, BBRI dan BBNI

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan, Dow Jones tercatat menguat +0.25% pada level 18,538.12, S&P 500 tercatat menguat +0.30% pada level 2,186.48 dan Nasdaq tercatat menguat +0.50% pada level 5,275.91.

Penguatan Bursa Wall Street kembali dipengaruhi oleh melemahnya data ekonomi Amerika Serikat dan probabilitas The Fed menaikkan suku bunga acuan pada bulan September hanya sebesar 24%. Investor masih berekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, Karena memang sejak Jumat pekan lalu, data ekonomi Amerika Serikat mengalami pelemahan dan setelah hari libur buruh nasional Amerika Serikat, data ekonomi Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan, diantaranya :

Data Indeks Tenaga Kerja yang dirilis oleh The Fed sendiri mengalami kenjatuhan menjadi -0.7 pada bulan Agustus, padahal pada bulan sebelumnya mampu tercatat sebesar 1.00.

Data Indeks Optimis dari Ekonomi Amerika Serikat juga mengalami penurunan menjadi 46.7 pada bulan September, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 48.4

ISM Non-Manufacturing Business Activity pada bulan Agustus mengalami pelemahan menjadi 51.8, dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 59.3 dan ISM Non-Manufacturing PMI pada bulan Agustus tercatat hanya sebesar 51.4, dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 55.5.

Sebagian data diatas merupakan suatu konfirmasi bahwa pasar berharap agar The Fed menjaga suku bunga acuan pada level 0.50% dalam jangka waktu yang relatif lebih lama.

Harga minyak mentah dunia mengalami konsolidasi, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.92% pada level 44.85 USD/barel, tetapi minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.78% pada level 47.26 USD/barel. Konsolidasi terjadi dikarenakan Investor sedikit mengambila nafas panjang setelah kenaikan harga minyak yang cukup tinggi sejak pekan lalu, dan Investor masih menunggu fakta kesepatakan dari pertemuan negara – negara OPEC dan negara – negara Non-Opec mengenai pembekuan produksi untuk menjaga agar harga minyak mentah dunia tetap stabil. Saat ini masih muncul perdebatan, dimana Rusia mendukung untuk memberikan periode pemangkasan produksi, tetapi juga masih menunggu kepastian statement dari Iran dan Arab Saudi.

Dari Eropa, pertumbuhan GDP pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 0.3% QoQ, sesuai estimasi pasar namun lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 0.5% dan secara tahunan pertumbuhan GDP tercatat sebesar 1.6% YoY, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 1.7%. Dengan adanya rilis data tersebut maka kita bisa melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Eropa masih dalam kondisi melemah. Disisi lain Retail PMI Eropa tercatat sebesar 51 pada bulan Agustus, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 48.9.

Dari dalam negeri, Investor tengah menunggu data cadangan devisa bulan Agustus yang akan diumumkan pada hari ini, positif atau tidaknya data tersebut akan menjadi sentiment pergerakan IHSG, dimana pada data sebelumnya, yaitu data Indeks Kepercayaan Konsumen bulan Agustus telah mengalami pelemahan menjadi 113.3 lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 114.2.

Investor juga terus mengamati perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana terlihat bahwa perkembangan Tax Amnesty terlihat cukup lambat. Tetapi data terakhir tercatat dana tebusan saat ini sudah sebesar Rp 5.28 Triliun atau 3.2% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 245.9 Triliun dari 34,859 wajib pajak, tetapi dana repatriasi belum juga mengalami peningkatan signifikan dan masih sebesar Rp 13.9 Triliun.

Melihat dari data diatas, dimana Bursa Wall Street tercatat positif dan spekulasi atau probabilitas The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September hanya sebesar 24%, maka kami memperkirakan bahwa pergerakan IHSG pada hari ini ikut terimbas sentiment tersebut dan IHSG dapat mengalami penguatan namun bersifat terbatas, karena memang kami melihat pergerakan IHSG masih sangat fluktuatif, apabila dilihat dari pergerakan kemarin, IHSG hampir pada seluruh jam perdagangan berada pada zona merah, namun pada akhir sesi kembali ditarik menguat pada zona positif dengan net buy Investor asing sebesar Rp 155.2 Milyar. Fluktuasi IHSG yang terjadi masih dikarenakan kuatnya aksi profit taking dan Investor memilih menunggu data ekonomi yang cukup stabil untuk memastikan kembali berinvestasi pada IHSG. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada range 5,340 – 5,400.

Kami menyarankan dalam kondisi ini, Investor dapat memanfaatkan momentum dengan trading jangka pendek saja yaitu strategi buy on weakness.

Saham pilihan kami hari ini adalah SMRA, TLKM, BSDE, BBRI dan BBNI

Cerdaslah dalam berinvestasi ^_^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.