saham

ANALISA PT JASA MARGA (PERSERO) TBK, SENIN 16 MEI 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Berikut di bawah ini adalah Analisa Teknikal untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

BUY  TP 5,700

Short Term Trade (Support Confirm)

Check It Out..

Transaksi & nabung saham itu riba/dilarang agama? kata siapa?

Investasi Syariah

Investasi Syariah

Transaksi & nabung saham itu riba/dilarang agama? kata siapa?

#yuknabungsaham#yuknabungsahamsyariah

Ada 16 Fatwa Fatwa Terkait Investasi Syariah di Pasar Modal

Diantarnya Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011: Penerapan Prinsip Syariah dlm Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di Pasar Reguler Bursa Efek, yang menjelaskan:

1. Transaksi saham dianggap sesuai Syariah apabila:
– Hanya melakukan jual-beli saham Syariah
– Tidak melakukan transaksi yang dilarang secara Syariah
2. Saham yang sudah di beli boleh ditransaksikan kembali meskipun settlement baru dilaksanakan pada T+3 sesuai prinsip Qabdh Hukmi
3. Transaksi efek di Bursa Efek menggunakan akad Bai’ Al-musawamah (sistem continus auction yang sudah dikenal sejak jaman Rasulullah SAW)

Masih bilang transaksi & nabung saham itu riba/dilarang agama? Jangan ragu lagi, karena sudah ada Fatwa Syariah dari DSN-MUI

#yuknabungsaham #yuknabungsahamsyariah

INDEKS DALAM NEGERI PART 6 – INDEKS BISNIS 27

INDEKS DALAM NEGERI PART 6 – INDEKS BISNIS 27

INDEKS DALAM NEGERI PART 6 – INDEKS BISNIS 27

Indeks Bisnis atau yang lebih di kenal dengan Indeks Bisnis-27 adalah hasil kerja sama bursa efek Indonesia dengan harian bisnis Indonesia. Indeks ini pertama kali di luncurkan pada 27 Januari 2009. Untuk bisa tergolong dalam indeks bisnis-27, harian bisnis Indonesia memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut :

  1. Aspek Fundamental

Aspek fundamental yang menjadi penilaian adalah Return On Asset, Laba Usaha, Return On Equity, Laba Bersih, Debt To Equity Rasio, dan untuk emiten perbankan juga di perhatikan CAR dan LDR nya.

  1. Aspek Tehnikal dan likuiditas

Dalam aspek ke dua ini, tehnikal dan likuiditas aspek yang di perhatikan adalah kapitalisasi pasar, Volume transaksi, dan jumlah transaksi harian.

  1. Aspek Akuntabilitas dan Tata kelola perusahaan

Dalam Aspek ketiga akutanbilitas dan tata kelola perusahaan, harian bisnis Indonesia membuat komite yang terdiri dari praktisi pasar modal dan akademisi. Para praktisi dan akademisi inilah yang akan melakukan penilaian dari sisi akutanbilitas dan tata kelola perusahaan.

Evaluasi dan Penggantian saham

Indeks Bisnis-27 selalu di review oleh bursa efek Indonesia dan harian bisnis Indonesia setiap 6 bulan, yaitu di setiap awal bulan mei dan November.

Inilah sekilas tentang indeks bisnis atau yang lebih di kenal dengan indeks bisnis-27, bursa efek melakukan kerja sama dengan harian Indonesia membuat indeks ini bertujuan mempermudah teman-teman atau para investor lain mengenal saham-saham yang berada di bursa efek Indonesia. Apabila teman-teman kesulitan menilai atau mencari saham yang  bagus untuk berinvestasi salah satu alternatifnya bisa melihat emiten-emiten yang masuk dalam indeks bisnis-27. Karena ada tiga aspek penilaian yang di persyaratkan untuk bisa masuk kedalam indeks bisnis-27. Aspek fundamental, aspek tehnikal dan likuiditas, dan akutanbilitas dan tata kelolaan perusahaan memudahkan teman-teman investor melakukan penilaian tanpa harus memilih dari sekian banyak emiten yang ada.

Efisien, keep save, and happy invest 🙂

Semoga bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Indeks Dalam Negeri Part 5 – Indeks Kompas 100

Indeks Dalam Negeri Part 5 – Indeks Kompas 100

Indeks Dalam Negeri Part 5 – Indeks Kompas 100

Hallo Sobat Dapur Investasi,

Saat kita menetukan tujuan tentu kita harus memiliki acuan agar tujuan tersebut tidak melenceng dari yang kita harapkan. Begitu pula dengan tujuan kita dalam berinvestasi. Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks LQ45 dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dll.

Untuk menambah wawasan rekan-rekan dapur investasi, kami dari tim dapur Investasi memberikan alternative Indeks Sebagai acuan rekan-rekan semua dalam pengambilan keputusan berinvestasi, berikut adalah penjelasannya mengenai Indeks Kompas 100.

Indeks Kompas 100 adalah Indeks yang terdiri dari 100 saham perusahaan yang telah terdaftar di BEI yang merupakan saham pilihan menurut kriteria-kriteria yang telah ditentukan serta adanya review penggantian saham yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Nama Indeks Kompas 100 lahir akibat adanya kerjasama antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Koran Kompas yang resmi diterbitkan pada tanggal 10 Agustus 2007. Saham-saham yang memenuhi syarat untuk masuk kedalam daftar Indeks kompas 100 adalah merupakan saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, memiliki kapitalisasi pasar yang besar, serta memiliki fundamental dan kinerja yang baik.

Investor dapat melihat kecenderungan arah pergerkan indeks dengan menggunakan indikator indeks kompas 100, Karena indeks kompas 100 diperkirakan dapat mewakili sekitar 70-80% dari nilai total kapitalisasi pasar pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun bisa pula berlawanan arah dengan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Maupun dengan Indeks lainnya.

Tujuan dan Manfaat

Adapun Tujuan dan Manfaat dari Indeks Kompas 100 sebagai berikut:

1.Penyebarluasan Informasi Pasar Modal kepada masyarakat, baik untuk investasi atau bagi perusahaan yang mencari pendanaan.

2.Sebagai acuan bagi investor untuk melihat kecenderungan pergerakan pasar dan kinerja portofolionya.

Semoga bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Jenis2 Investasi Part 7 – Saham

Jenis2 Investasi Part 7 - Saham

Jenis2 Investasi Part 7 – Saham

Masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak terlalu asing lagi jika mendengar kata-kata tentang saham. Ya, saham adalah salah satu produk investasi dimana investor dapat membeli sebagian dari kepemilikan suatu perusahaan. Namun saham yang dapat dibeli adalah saham dari perusahaan yang telah terlebih dahulu melakukan IPO (Initial Public Offering) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selengkapnya, tim DapurInvestasi akan memaparkan hal-hal yang terkait dengan saham, berikut penjelasannya.

       Saham merupakan penyertaan modal terhadap perusahaan yang membutuhkan dana dengan harapan mendapatkan Capital Gain maupun Deviden. Contohnya seperti kita memberikan modal kepada petani untuk membuka lahan baru, membeli pupuk berkualitas ataupun membeli mesin bajak agar hasil dari panen tersebut maksimal sehingga dapat memberikan penghasilan maksimal dan disaat lahan tersebut telah menghasilkan ada pertimbangan kita sebagai pihak investor untuk mendapatkan keuntungan juga atau keuntungan tersebut belum diambil tetapi untuk melakukan peningkatan kinerja lahan tersebut atau membeli lahan baru.

Sama seperti contoh diatas, dalam berinvestasi pada saham investor juga mengharapkan penghasilan dari dana yang telah diberikan kepada perusahan, kemudian apa yang didapat oleh investor?

  1. Capital Gain, merupakan Pendapatan yang dihasilkan dari selisih harga pembelian saham terhadap harga penjualan saham. Dimana Harga jualnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga belinya.

Hal ini layaknya penjualan lahan atau sawah petani dalam memproduksi padi kepada calon pembeli sawah, dimana harga sawahnya meningkat dari harga pembeliannya. Hal ini disebabkan karena kualitas tanah sawah yang baik sehingga menghasilkan padi yang lebih banyak, rentang waktu panen yang lebih cepat serta kualitas padi yang baik.

Namun, Investasi tentu tidak selalu menguntungkan, karena investor juga dihadapkan kepada permaslahan rugi, atau dapat disebut juga sebagai Gain Loss. Yang artinya dimana harga jualnya lebih rendah jika dibandingkan dengan harga belinya.

Gain Loss ini seperti penjualan lahan atau sawah petani dalam memproduksi padi kepada calon pembeli dimana harga sawahnya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya. Dimana hal ini disebab kan oleh kulaitas tanah yang tidak subur, kering dan tidak menghasilkan padi yang berkualitas serta hasil yang lebih sedikit.

  1. Deviden, merupakan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan yang kemudian dibagikan kepada investor atau pemegang saham. Namun dalam kasus tertentu, perusahaan dapat memberikan deviden berupa saham.

Hal ini seperti keuntungan yang didapat oleh petani dari hasil penjualan padinya, yang kemudian diberikan kepada pemberi modal petani tersebut.

Namun mengenai deviden, dimana hasil keuntungan dari perusahaan tersebut tergantung kondisi serta kebijakan perusahaan yang kita berikan dana investasi tersebut. Apakah perusahaan akan membagikan seluruh keuntungannya kepada investor ataupun menahan sebagian keuntungannya tersebut dalam tujuan tertentu, seperti: pembukaan kantor cabang baru, pembukaan lini usaha baru, penambahan jumlah produksi dan lain-lain.

            Investor yang menginginkan capital gain biasanya adalah investor jangka pendek, sedangkan investor yang menginginkan deviden biasanya adalah investor jangka panjang. Menurut Jenisnya, saham terbagi menjadi 2, Yaitu:

  1. Saham Biasa (Common Stock), merupakan saham yang paling sering diperjual belikan, serta jumlahnya yang lebih banyak beredar dibandingkan dengan saham preferen.

         Saham biasa memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
  • Saat pembagian deviden, pemegang saham biasa akan mendapatkan deviden setelah pemegang obligasi dan saham preferen.
  • Jika terjadi likuidasi atau perusahaannya gulung tikar, maka pemegang saham biasa mendapatkan hasil dari likuidasi perusahaan tersebut pada posisi paling terakhir.
  1. Saham Preferen (Preferen Stock), merupakan saham yang memiliki hak istimewa, Namun jumlah saham preferen jumlahnya lebih sedikit diperdagangkan dibandingkan dengan saham biasa.

         Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki hak claim prioritas atas deviden yang diberikan oleh perusahaan.
  • Memiliki hak claim prioritas jika terjadi likuidasi perusahaan.

            Setelah kita mengetahui jenis-jenis saham, kita juga harus tau bagaimana cara membeli saham, berikut adalah prosedur untuk melakukan transaksi pedagangan saham

  1. Menjadi Nasabah di Perusahaan Efek

Untuk menjadi seorang investor, terlebih dahulu membuka rekening efek disalah satu broker atau Perusahaan efek. Setelah resmi menjadi nasabah, barulah investor dapat melakukan transaksi.

  1. Order dari Nasabah

Nasabah atau investor memberikan instruksi pembelian atau penjualan atas saham yang dimilikinya kepada broker baik dengan secara langsung datang ke kantor broker tersebut, maupun melalui telepon serta melalui media komunikasi lainnya. Order yang telah dilakukan kemudian akan diteruskan kepada broker yang berada di lantai bursa atau sering disebut sebagai floor trader.

  1. Masukan Order ke JATS (Jakarta Automated Trading System)

Floor trader akan memasukkan (entry) semua order yang diterimanya kedalam sistem komputer JATS. Seluruh order yang masuk ke sistem JATS dapat dipantau baik oleh floor trader, petugas di kantor broker dan investor. Pada tahap ini pula, investor dapat melakukan perubahan order, seperti perubahan harga penawaran dan beberapa perubahan lainnya.

  1. Transaksi Terjadi (Matched)

Pada tahap ini order yang dimasukkan ke sistem JATS bertemu dengan harga yang sesuai dan tercatat di sistem JATS sebagai transaksi yang telah terjadi (done), dalam arti sebuah order beli atau jual telah bertemu dengan harga yang cocok. Pada tahap ini pihak floor trader atau petugas di kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order yang disampaikan telah terpenuhi.

  1. Penyelesaian Transaksi (Settlement)

Tahap akhir dari sebuah siklus transaksi adalah penyelesaian transaksi atau sering disebut settlement. Investor tidak otomatis mendapatkan hak-haknya karena pada tahap ini dibutuhkan beberapa proses seperti kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya hak-hak investor terpenuhi, seperti investor yang menjual saham akan mendapatkan uang, sementara investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham. Di BEI, proses penyelesaian transaksi berlangsung selama 3 hari bursa. Artinya jika melakukan transaksi hari ini (T), maka hak-hak kita akan dipenuhi selama 3 hari bursa berikutnya, atau dikenal dengan istilah T + 3.

            Sekian sedikit ulasan mengenai Investasi Saham, semoga dapat membantu sobat Dapurinvestasi untuk menambah wawasan mengenai investasi saham dan memulai untuk berinvestasi saham.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com