reksadana

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 - Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Hallo sobat dapur investasi

            Hari ini kembali kita memperkenalkan salah satu jenis investasi, kali ini kita akan membahas mengenai Reksadana. Sobat DapurInvestasi  mungkin pernah mendengar kata reksadana, atau bahkan sudah mengenal reksadana?

            Ya, reksadana merupakan salah satu pilihan investasi yang ada pada saat ini. Reksadana berasal dari dua kata yaitu reksa yang berarti jaga atau pelihara, dan dana yang berarti kumpulan uang sehingga secara bahasa reksadana berarti kumpulan uang yang di jaga atau di pelihara. Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27); “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi”.

            Mungkin ketika sekolah dulu sobat DapurInvestasi pernah menabung setiap hari pada saat sekolah, terutama ketika masih di sekolah dasar. Saat itu kita selalu menyisihkan uang kita untuk menabung pada guru/wali kelas kita. Tidak hanya kita, seluruh siswa berbondong-bondong untuk menabung (walaupun ada juga siswa yang malas untuk menabung), pada kondisi ini kita tidak tahu dana dari hasil tabungan kita dikelola atau tidak, yang kita tahu hanya pada saat akhir tahun ketika kenaikan kelas kita akan mengambil kembali dana yang sudah kita tabung namun tidak dengan bunga atau keuntungannya.

            Sama halnya dengan kita menabung pada saat kecil dulu, reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang sangat terjangkau untuk semua masyarakat. Yang membedakan reksadana dengan menabung adalah pada reksadana dana yang terkumpul akan di kelola dan di investasikan oleh manajer investasi kedalam portofolio efek. Portofolio tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa diantaranya dengan tingkat resiko investasi yang beragam yang diikuti dengan tingkat imbal hasil investasi yang beragam pula. Bagi masyarakat yang masih awam tentang investasi, reksadana merupakan sarana investasi yang tidak merepotkan, karena kita hanya menyetorkan dana tanpa harus mengelolanya.

            Reksadana mulai diperkenalkan di Indonesia ketika PT. Danareksa didirikan pada tahun 1976 dimana perusahaan ini dapat menerbitkan sertifikat yang dikenal dengan sertifikat Danareksa I dan II. Setiap hari harga unit reksadana ini di umumkan dan di dengarkan melalui siaran radio bersamaan dengan harga sembilan bahan pokok. Kemudian pada tahun 1995 berdiri sebuah reksadana tertutup yaitu PT. BDNI Reksadana dengan menawarkan 600 juta saham dengan nilai satu saham Rp. 500,- sehingga terkumpul dana sebesar Rp. 300 miliar.

            Berdirinya reksadana ini merupakan cikal bakal semaraknya reksadana di Indonesia. Pendirian reksadana terus berkembang dimana pada tahun 1996 berdiri sebanyak 25 reksadana terbuka dan 25 reksadana ini dikelola oleh 12 manajer investasi. Total asset reksadana yang dikenal dengan total Nilai Aktiva Bersih sebesar Rp. 2,8 triliun. Kemudian, total nilali aktiva bersih meningkat menjadi sekitar Rp. 8 triliun pada Juni 1997. Peningkatan tersebut karena reksadana mulai dikenal dan masyarakat merasakan tingkat pengembalian yang lebih baik dibandingkan instrumen yang lain.

            Mengapa reksadana sebagai salah satu solusi investasi? Pada pertengahan tahun 2007, seperti yang kita ketahui bersama terjadi krisis subprime morgage atau macetnya kredit perumahan di Amerika Serikat yang memicu jatuhnya seluruh pasar saham dunia, namun ditengah-tengah kepanikan sebagian pelaku pasar dan penarikan dana besar-besaran, justru para investor reksadana memanfaatkan situasi tersebut untuk menambah investasinya atau melakukan pembelian baru. Itu artinya investasi reksadana dapat sebagai salah satu solusi investasi dan investor reksadana sekarang sudah lebih berorientasi jangka panjang serta lebih memahami resiko sehingga tidak mudah panik dan lebih rasional dalam bertindak.

            Reksadana memberikan keuntungan bagi investor karena tidak perlu memonitor investasinya dalam Reksadana setiap saat karena pengelolaan investasinya sepenuhnya dikelola dan menjadi tanggung jawab dari Manajer Investasi, jenis-jenis Reksadana yang dapat disesuaikan dengan karakteristik investasi dari masing-masing investor dan tingkat imbal hasil investasi yang bebas pajak.

            Ada beberapa jenis reksadana yang dapat sobat DapurInvestasi pilih. Jenis-jenis  reksadana yang dapat kita pilih yaitu

  1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang yaitu reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Umumnya investasi kategori reksadana pasar uang meliputi sertifikat deposito, surat berharga komersial, dan SBI.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap / Obligasi

Reksadana Pendapatan Tetap yaitu reksadana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktiva) dalam bentuk efek bersifat hutang, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, agen pemerintah, maupun korporasi. Tujuan reksadana ini adalah memberikan laju pendapatan tetap kepada pemodal.  Reksadana obligasi memberikan imbal balik yang lebih tinggi daripada suku bunga di pasar uang , baik dalam investasi jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Reksadana ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, dimana harga obligasi dapat turun seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga. Biasanya jangka waktu dari reksadana pendapatan tetap ini antara 1-5 tahun.

  1. Reksadana Saham

Reksadana Saham  menempatkan sedikitnya 80% dari keseluruhan investasi pada saham yang terdaftar. Umumnya, fokus reksadana ini adalah apresiasi modal jangka panjang. Reksadana saham merupakan pilihan yang sesuai untuk investasi jangka panjang  karena dapat memberikan imbal hasil yang tinggi dengan ketentuan dana awal yang rendah.

Banyak perspeksi yang menganggap bahwa berinvensti pada saham sebih cenderung spekulatif, atau berudi. Namun secara teori dan pengalaman dilapangan mengatakan bahwa investasi pada saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan.

  1. Reksadana Campuran

Reksadana Campuran merupakan Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. Reksadana campuran dalam orientasinya lebih fleksibel dalam menjalankan investasi. Fleksibel diartikan, pengelolaan investasi dapat digunakan untuk berpindah-pindah dari saham, ke obligasi, maupun ke deposit. Atau tergantung pada kondisi pasar dengan melakukan aktivitas trading.

            Sebelum menentukan jenis Reksadana yang harus dipilih, sobat DapurInvestasi disarankan untuk terlebih dahulu mengenali karakteristik investasinya, seperti kebutuhan akan likuiditas, jangka waktu investasi, tingkat resiko dan tingkat imbal hasil investasi yang diinginkan. Lalu manajer investasi seperti apa yang arus kita pilih? Pemilihan Manajer Investasi yang baik dapat dilakukan berdasarkan reputasi yang dimilikinya di Pasar Modal, pengalamannya di bidang Pasar Modal, dan kinerjanya dalam mengelola Reksadana pada periode-periode sebelumnya.

            Dari paparan yang sudah dijelaskan diatas, kita dapat memahami keuntungan berinvestasi pada reksadana, diantaranya

  1. Investasi dikelola oleh manajer investasi (MI)
  2. Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi objek pajak
  3. Tidak diperlukan dana yang besar, jadi terjangkau oleh semua kalangan
  4. Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau di jual kembali setiap hari bursa melalui manajer investasi
  5. Diversifikasi investasi, dimaksudkan agar ketika terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa atau dapat di cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian maksimal
  6. Transparan dalam memberikan informasi kepada investor

            Dengan adanya keuntungan dari investasi bukan berarti kita melupakan resiko pada investasi tersebut. Dalam pengelolaannya, Manajer Investasi diatur sesuai dengan UU Pasar Modal yang berlaku dan telah melakukan diversifikasi dalam investasinya namun demikian berinvestasi di Reksadana tidak berarti bebas dari resiko, resiko-resiko itu dapat berupa resiko pengelolaan mapun resiko-resiko yang dimiliki pada masing-masing instrument investasi yang ada. Seperti turunnya harga saham (jika kita memilih Reksadana Saham), turunnya nilai obligasi, dan lain sebagainya.

            Didalam dunia investasi, banyak jenis atau bentuk investasi, jika kita memilih berinvestasi langsung pada ekuitas (saham), kita perlu telaah terlebih dahulu tingkat resiko yang terkandung (high risk high return) sesuai dengan tingkat resiko yang bisa kita tanggung, jangan sampai berinvestasi dalam bentuk saham memberikan kita rasa khawatir yang mengakibatkan susah tidur dan stres, selain itu resiko yang harus dihadapi yaitu resiko apabila suatu saham di suspen atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek. Dengan demikian pemodal tidak dapat menjual sahamnya. Sedangkan jika kita memilih berinvestasi langsung di instrumen pasar uang, biasanya memerlukan dana yang cukup besar, tidak dapat dicairkan setiap saat, adanya pengendapan dana selama jangka waktu tertentu dan hasil investasi menjadi objek pajak.

            Sebagai penutup, cara terbaik berinvestasi di reksadana adalah membuat rencana jangka panjang, displin, hilangkan pikiran kapan saat yang tepat untuk masuk, jangan panik dan terpancing euforia pasar.

            Memilih reksadana yang tepat kelihatannya merupakan proses yang rumit, namun dengan mengetahui dan mendefinisikan tujuan investasi serta toleransi resiko, maka dapat dikatakan bahwa kita sudah meningkatkan tingkat keberhasilan kita dalam melakukan investasi pada produk reksadana.

By : dapurinvestasi.com

Reksadana 39 tahun berkiprah tak juga populer !

Reksadana 39 tahun berkiprah tak juga populer

Reksadana 39 tahun berkiprah tak juga populer

Dari awal kemunculannya di tahun 1976 hingga tahun 2015 tidak membuat investasi reksa dana banyak di kenal luas oleh masyarakat Indonesia, ini membuktikan dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 240.000.000 juta lebih penduduk Indonesia, investor perorangan reksadana hanya 0,1% atau sekitar 250.000 orang.
Bagi kalian yang belum tahu, tentang investasi reksa dana yuuk kita kenalan dengan instrument investasi yang satu ini. Undang-undang no . 8 tahun 1995 tentang pasar modal, menyebutkan, reksa dana adalah wadah menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan dalam portofolio efek yang di kelola oleh manajer investasi. Manajer investasi adalah professional dan lembaga resmi yang memiliki lisensi serta di awasi oleh otoritas jasa keuangan (OJK) .Manajer investasi inilah yang nantinya akan mengelola uang teman-teman sekalian dalam bentuk portofolio efek. Jadi bagi teman-teman yang ingin memulai investasi tapi tidak punya waktu untuk mengelolanya sendiri atau pun masih awam dengan investasi reksa dana cocok untuk kalian.
Macam-macam produk reksa dana :
Reksadana saham : reksa dana yang komposisinya 80% assetnya beupa saham dan 20% nya lagi instrument pasar uang.
Reksadana Pendapatan Tetap : reksa dana yang komposisi assetnya 80% pada surat utang atau obligasi yang memberikan pendapatan tetap.
Reksadana Campuran : reksa dana yang komposisinya merupakan campuran atau kombinasi dari saham, surat hutang, dan pasar uang
Reksadana pasar uang : reksa dana yang 80% assetnya berisikan instrument pasar keuangan

Itulah perkenalan dengan produk reksa dana, teman-teman bisa memilih produk mana yang cocok untuk teman-teman untuk berinvestasi, tapi yang perlu di ingat, kembalikan semuanya terhadap tujuan investasi teman-teman karena resiko bisa ditolerir sesuai dengan tujuan teman-teman berinvestasi. Happy Invest