Potensi koreksi IHSG

Sruput Pagi Jumat 09 September 2016 : Wall Street, Minyak, The Fed dan Tax Amnesty Menjadi Katalis Beragam IHSG!! Cermati Saham Berbasis Komoditas…

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.25% pada level 18,479.91, S&P 500 tercatat melemah -0.22% pada level 2,181.30 dan Nasdaq tercatat melemah -0.46% pada level 5,259.48.

Pelemahan terjadi setelah data penganguran Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 259.000 pada 3 September, lebih rendah dari pekan lalu yang tercatat sebesar 263.000, angka tersebut juga lebih rendah dari perkiraan konsensus yang sebesar 265.000.

Penurunan angka pengangguran diatas seiring dengan meningkatnya data pembukaan lapangan kerja yang dirilis pada hari kemarin dan hal ini bisa menjadi kunci pertimbangan The Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan Amerika lebih cepat. Investor terlihat tidak mau mengambil langkah spekulasi dan cenderung menunggu fakta dari kenaikan suku bunga acuan Amerika yang akan diumumkan pada 20 – 21 September nanti.

Harga minyak mentah dunia mengalami penguatan yang cukup tajam, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +4.24% pada level 47.43 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +3.75% pada level 49.78 USD/barel. Penguatan harga minyak mentah dunia terjadi setelah EIA merilis data cadangan minyak Amerika yang jauh mengalami penurunan menjadi -14.513 juta barel, dari periode sebelumnya yang tercatat positif 2.276 juta barel.

Dari Eropa, Bank Sentral Eropa mengumumkan suku bunga acuan tetap pada level 0%, dengan suku bunga deposito tetap pada -0.4% dan suku bunga pinjaman juga tetap pada level 0.25%. Selain itu Bank Sentral Eropa juga menetapkan kebijakan untuk tetap melakukan pembelian Asset sejumlah 80 Milyar Euro tiap bulannya hingga bulan Maret 2017.

Dari dalam negeri, mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana pada hari kemarin dan hanya dalam satu hari terjadi penambahan dana tebusan sebesar Rp 0.9 Triliun menjadi Rp 7.36 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6.46 Triliun atau telah mencapai 4.5% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 325.5 Triliun dari 42.497 wajib pajak dan dana repatriasi mengalami peningkatan menjadi Rp 15.7 Triliun. Sejak awal bulan September, perkembangan Tax Amnesty terbilang cukup pesat, dimana setiap harinya penambahan dari uang tembusan dan penambahan dana repatriasi selalu tercatat pada kisaran 1 Triliun.

Melihat dari data diatas, walaupun Tax Amnesty terbilang cukup positif berdasarkan data kemarin, tetapi kami masih melihat bahwa pergerakan IHSG akan cenderung terbebani oleh pelemahan Bursa Amerika dan kepastian akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat akan masih membuat Investor berhati – hati dalam mengambil keputusan. Indeks kami perkirakan akan mengalami pelemahan namun bersifat terbatas, karena kami memperkirakan sektor komoditas terutama yang berbasis minyak akan mengalami penguatan terdorong penguatan harga minyak mentah dunia. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada range 5,340 – 5,400.

Kami masih menyarankan dalam kondisi ini, Investor dapat memanfaatkan momentum dengan trading jangka pendek saja yaitu strategi buy on weakness. Dalam kondisi seperti ini memang pola IHSG akan cenderung bergerak pada saham – saham berkapitalisasi kecil, maka saham rekomendasi kami adalah saham berbasis komoditas dengan kapitalisasi kecil.

Tetapi perlu diingat dan dipahami, bahwa saham yang memiliki kapitalisasi kecil sangat berisiko untuk dijadikan sarana Investasi dan hanya bersifat jangka pendek.

Saham pilihan kami hari ini adalah NIKL, ELSA, PTBA, AKRA

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^ ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Outlook Teknikal Indeks Harga Saham Gabungan Jangka Pendek dan Menengah

Review IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia (IHSG) telah mengalami penguatan sebesar 763.946 poin atau 16.63% sejak akhir tahun 2015 yaitu 30 Desember 2015 sampai pada perdagangan kemarin 05 September 2016 dan Indeks LQ 45 tercatat mengalami penguatan sebesar 128.11 poin atau 16.17%.

Source : Tim Dapur Investasi

Lima sektor yang mencatat penguatan tertinggi dalam IHSG adalah :
– Sektor Pertambangan yang tercatat menguat sebesar 46.30% Ytd
– Sektor Aneka Industri yang tercatat menguat sebesar 30.07%
– Sektor Industri dasar yang telah menguat sebesar 24.70%
– Sektor Konsumsi yang telah menguat sebesar 18.87%
– Sektor Property yang telah menguat sebesar 16.03%

Source : Tim Dapur Investasi

IHSG Secara Jangka Pendek

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di tahun 2016 pada level 5,476.22 yaitu pada tanggal 9 Agustus 2016. Tetapi sejak level tertinggi itu tersentuh, IHSG mulai mengalami konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Source : Chart Nexus

Pelemahan yang terjadi pasca menyentuh level tertinggi (no : 1) cenderung tertahan pada garis MA 20 ditandai dengan (huruf : a), setelah itu penguatan kembali terjadi tetapi kembali tertahan pada level 5,470.979 ditandai dengan (no : 2). Pelemahan selanjutnya terjadi hingga kembali tertahan pada garis MA 20 ditandai dengan (huruf : b) dan lagi – lagi menguat, namun tertahan pada level 5,456.638 ditandai dengan (no : 3).

Nahh setelah tertahan pada fase no 3 IHSG terus mengalami pelemahan hingga akhirnya menembus garis MA 20 sebagai level support jangka pendek. Dengan tertembusnya  garis MA 20 maka bisa dipastikan bahwa dalam jangka pendek IHSG berada pada kondisi down trend. Setelah itu IHSG mencoba untuk rebound kembali, namun selalu tertahan resistance garis MA 20 tersebut, ditandai dengan garis biru. Hal tersebut menandakan bahwa IHSG belum mampu melawan derasnya koreksi atau aksi profit taking Investor.

Pada perdagangan 05 September 2016, IHSG mengalami penguatan, namun kembali tertahan pada garis MA 20. Dengan kuatnya level resistance MA 20 tersebut maka kami memperkirakan dalam jangka pendek IHSG akan terus mengalami pelemahan dengan target jangka pendek pada level 5,296 – 5,300.

IHSG Secara Jangka Panjang

Source : Chart Nexus

Secara jangka panjang IHSG masih berada pada trend bullis sejak periode 29 September 2015 dan saat ini memang berada pada area tertingginya. Koreksi sehat sangat mungkin terjadi mengingat saat ini belum rilis sentiment fundamental ekonomi yang positif dan Investor masih menunggu kepastian atau fakta dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Kami memperkirakan berdasarkan indicator technical, bahwa IHSG secara jangka pendek dan menengah akan mencatatkan koreksi, mengingat pergerakan IHSG saat ini cukup fluktuatif dan selalu tertahan hingga membentuk triple top. Apabila koreksi terjadi dan suppor pada area 5,296 – 5,300 berhasil ditembus, maka target pelemahan selanjutnya akan berada pada level 5,200.

Tetapi Investor tidak perlu khawatir, karena apabila berkaca pada range jangka panjang, maka bisa dipastikan saat ini IHSG berada pada kondisi bullish, pelemahan jangka pendek yang terjadi dapat dijadikan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dan tetap melakukan strategi Average Down, sehingga pada saat IHSG mencapai pelemahan terendahnya maka Investor mendapatkan nilai akumulasi yang optimal dan ketika IHSG kembali mengalami kenaikan maka keuntungan maksimal akan diperkirakan mampu diraih.

Kami menyarankan Investor agar tetap mempertahankan kemampuan keuangan perusahaan dan melakukan akumulasi saham – saham yang memiliki kondisi fundamental yang cukup baik.

Sebagai Review pada tulisan ini dirilis 06 September 2016 IHSG tercatat mengalami pelemahan -4.57 poin atau -0.09% pada level 5,352.57.

Sekian tulisan kali ini,, terima kasihhhh….

Cerdaslah dalam berinvestasi ^_^

By : Putu Wahyu Suryawan

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.