pemula investasi

SRUPUT PAGI, MARKET REVIEW JUM’AT 27 MEI 2016

IHSG pada perdagangan Jumat (27/05) diperkirakan akan bergerak dengan koreksi terbatas. Investor tengah menunggu kepastian keputusan dari The Fed dan isu Brexit. Walaupun kinerja harga minyak dunia mampu menopang sektor komoditas Indonesia, namun hal tersebut hanya akan menyebabkan indeks melemah terbatas, belum mampu menopang penguatan Indeks. Dari data domestik, investor tengah menunggu keputusan S&P yang diperkirakan akan menaikkan rating Indonesia menjadi “Investment Grade”. Indeks akan diperkirakan bergerak pada level 4,750 – 4,800.

Jenis Jenis Investasi Part 4 – Deposito

deposito

deposito

Jenis Jenis Investasi Part 4 – Deposito

Seperti yang kita ketahui deposit atau deposito berarti menaruh atau menempatkan uang kita pada bank dengan bunga sebagai imbal hasilnya. Apakah deposit sama halnya dengan menabung? Perlu diingat bahwa deposito dan menabung adalah hal yang berbeda, karena menabung hanya menyimpan uang kita pada bank dan kemudian dapat langsung kita ambil kembali sewaktu-waktu diperlukan serta biasanya terdapat biaya-biaya administrasi sebagai jasa bank yang telah membantu kita untuk menyimpan dana dengan aman.

Sedangkan deposito termasuk jenis investasi yang memiliki waktu jatuh tempo untuk pengambilan kembali dana plus bunga yang didapat sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, jatuh tempo deposito biasanya selama satu, tiga, enam atau dua belas bulan, kita tidak bisa semena-mena langsung memutuskan untuk mengambil dana (di-break) karena keuntungan yang didapat bisa saja tidak sesuai harapan (bunga yang didapat bisa dibawah bunga yang seharusnya dan dikenai biaya penalty), namun deposito dapat diperpanjang secara otomatis setelah jatuh tempo apabila pemiliknya tidak mencairkan depositonya, perpanjangan deposito ini menggunakan sistem Automatic Roll Over (ARO). Dalam investasi deposito terdapat proteksi bagi investor, dana yang di depositokan dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Deposito dapat dilakukan dalam mata uang rupiah maupun dalam mata uang asing seperti USD, JPY, GBP, SGD, HKD & EUR.

Keuntungan jika melakukan investasi dalam deposito adalah bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa, bunga ini dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya, besar bunga bank berubah-ubah sesuai dengan kebijakan pada hari itu, salah satu faktor besar bunga bank juga dilihat dari sisi inflasi.

Bayaknya masyarakat memilih investasi lewat deposito adalah kepastian keamanan dan keuntungannya. Investor yang ingin berinvestasi tapi mungkin belum terlalu paham mengenai investasi biasanya melakukan deposito terlebih dahulu dengan alasan utama untuk mengantisipasi kebangkrutan, nilai deposito akan tetap, hanya bunganya yang dapat mengalami kenaikan atau penurunan tergantung pada suku bunga.

Misalnya kita mendepositokan dana kita sebesar Rp. 10.000.000.- Ketika periode deposito berakhir, dana Rp. 10.000.000 itu tidak akan berkurang sepeser pun. Tapi bunganya bisa naik dan turun sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan bank.

Terdapat bentuk deposito lain yaitu dalam Sertifikat Deposito, berupa simpanan yang diterbitkan dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan. Sertifikat Deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat tanpa mencantumkan nama pemilik deposito dan sertifikat ini dapat diperjualbelikan kepada pihak lain. Pembayaran bunga sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan atau pada saat jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.

Di Indonesia juga terdapat Deposit On Call (DOC) yang dapat kita gunakan apabila kita butuh dana mendesak, keuntungannya kita dapat mencairkan dana kita kapan saja setelah kita memberitahukan kepada bank penerbit deposito untuk mencairkan dana kita. Bunga DOC biasanya dihitung perbulan dan penentuan jumlah bunganya telah negosiasi di awal antara nasabah dengan pihak Bank.

Ketika kita melakukan deposito ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti memastikan kita menerima surat berharga untuk deposito berjangka ataupun sertifikat deposito sehingga pada saat jatuh tempo kita berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak. Kemudian pada saat pencairan deposito, jangan lupa untuk menandatangani formulir pencairan. Serta yang tak kalah penting untuk selalu memerhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Jenis Jenis Investasi Part 3 – Investasi Emas

Jenis Jenis Investasi Part 3 – Investasi Emas

Jenis Jenis Investasi Part 3 – Investasi Emas

Welcome again rekan-rekan dapur investasi, setelah kemarin kita membahas investasi property dan tanah, mari kita membahas investasi emas hari ini..

Investasi emas sudah sangat familiar dengan masyarakat Indonesia, banyak masyarakat Indonesia yang melakukan investasi ini, mengapa? karena investasi emas mudah dilakukan, dianggap aman dan mudah dijual kembali jika sewaktu-waktu kita memerlukan dana mendadak serta yang tidak kalah penting, harga emas akan bertahan dan akan cenderung naik yang berarti tidak tergerus inflasi.. hmmmm jadi sangat menarik yaaa.. dan ternyata jenis investasi ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu.

Terdapat beberapa macam bentuk investasi emas, seperti bentuk emas batangan, koin emas, perhiasan, saham di perusahaan emas, reksadana emas dll. Ketenaran emas membuat banyak dari kita yang ingin memilikinya, ya memang benar, banyak keuntungannya, contoh saja jika berinvestasi emas yang secara fisik (koin, emas, perhiasan) terlihat, emas memiliki nilai intrinsik yang dimengerti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena itu emas dapat menjadi alat tukar yang paling sempurna di zaman dahulu, dan di zaman sekarang emas juga tetap tenar, menjadi permata yang sangat disukai manusia karena dianggap sangat berharga, anggapan ini tentu saja ada dasarnya, emas sebagai tambang murni yang terbuat di alam secara alami dengan proses yang tentu saja sangat lama, entah sejak nenek moyang kita yang keberapa..

Emas tidak dapat dibuat oleh manusia, manusia hanya merubah bentuk dan tampilan emas sesuai dengan yang diinginkan. Karena itulah harga emas tergolong mahal, jika dilihat dari sisi kenaikan / penurunan harga emas juga bisa membuat manusia semakin ingin memilikinya, harga emas dapat bertahan dan justru akan cenderung naik ketika ekonomi negeri sedang lesu, karena orang-orang akan mengalihkan investasinya ke jenis investasi  yang cenderung lebih aman dan bisa bertahan dari dorongan inflasi.

Tapi disisi lain, resiko jika  berinvestasi emas dalam bentuk nyata ialah penyimpannya yang harus ekstra hati-hati, emas dimiliki perorangan dengan bukti surat kepemilikan, jadi tidak ada pihak ketiga yang terlibat kecuali jika kita menyimpannya di bank atau pihak lain, jika emas disimpan sendiri dan dalam jumlah yang banyak akan menjadi resiko tersendiri bagi pemegang emas.  Emas adalah salah satu bentuk investasi RIIL yang keamanan penyimpanannya harus dipertimbangkan karena tidak seperti investasi RIIL lainnya seperti investasi pada property atau tanah yang tidak mudah dicuri karena jika emas hilang maka pemilik akan sulit untuk menggugat orang lain kecuali dengan bukti yang nyata. Resiko lainnya, ketika kita memegang emas dengan tujuan untuk cepat mendapatkan imbal hasil dengan kondisi ekonomi yang baik, maka terdapat kemungkinan kekecewaan karena harga emas akan stabil jika perekonomian negeri sedang dalam keadaan baik, karena itu jika kondisi sedang stabil, ada baiknya kita melirik investasi emas dalam bentuk NON RIIL yaitu dengan membeli perusahaan emas, karena terdapat peluang dari capital gain dan juga deviden sebagai pemasukan bagi kita.

Sekian pembahasan kali ini, semoga dapat membantu rekan-rekan dapur investasi untuk memilih dan melakukan investasi.

Jenis Jenis Investasi Part 2 – Investasi Property

Jenis Jenis Investasi Part 2 – Investasi Property

Jenis Jenis Investasi Part 2 – Investasi Property

Investasi tanah (property) mungkin adalah investasi yang nilainya tidak pernah jatuh, dan kebanyakan orang-orang Indonesia selalu menyenangi investasi ini di karenakan memberikan return yang cukup tinggi di bandingkan dengan investasi yang lainnya, kenapa sih investasi tanah di Indonesia nilainya selalu meningkat setiap tahunnya? Ini di sebabkan karena jumlah penduduk Indonesia mencapai 200 juta lebih dan inilah yang menyebabkan setiap tahunnya harga tanah di negri kita selalu meningkat. Nah investasi tanah itu sendiri terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, team dapur investasi akan memberikan ulasan-ulasannya, check it out..

  1. Investasi Apartemen

Menurut buku site planning (1984:52) Investasi Apartemen adalah beberapa unit hunian yang yang saling berbagi akses yang sama dan dilingkupi oleh struktur kulit bangunan yang sama.

Beberapa Tipe Klasifikasi :

  1. Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Sistem Kepemilikan :
  • Apartemen dengan system sewa

Pada apertemen ini, penghuni hanya membayar biaya sewa unit yang ditempatinya kepada pemilik apertemen dan biasanya biaya itu dibayarkan per bulan atau per tahun. Biaya utilitas seperti listrik, air, gas, dan telepon di tanggung sendiri oleh penghuni. Sementara biaya maintance dan gaji pegawai pengelola apertemen ditanggung oleh pemilik.

  • Apartemen dengan system beli

Apartemen dengan system kepemilikan bersama (cooperative ownership). Pada apertemen ini, setiap penghuni memiliki saham dalam perusahaan pemilik apartemen serta menempati satu unit tertentu sesuai dengan ketentuan perusahaan. Penghuni hanya bisa menjual unitnya kepada orang yang telah dianggap cocok oleh penghuni apartemen lainnya. Bila terdapat unit apartemen yang kosong, maka sahamnya akan dibagi rata diantara penghuni mereka harus menanggung semua biaya maintence unit yang kosong tersebut, sampai unit tersebut ditempati oleh penghuni baru.

  • Condominium pada apertemen ini, setiap penghuni menjadi pemilik dari unitnya sendiri dan memiliki kepemilikan yang sama dengan penghuni lainnya terhadap fasilitas dan ruang public. Penghuni bebas menjual, menyewakan, ataupun memberikan kepemilikannya kepada orang lain. Jika terdapat unit apartemen yang kosong, maka biaya maintence unit itu di tanggung oleh badan pengelola apartemen tsb.
  1. Klasifikasi Apartemen Bedasarkan Tipe Unit
  • Studio

Unit apartemen yang hanya memiliki satu ruang. Ruang ini sifatnya multifungsi sebagai ruang duduk, kamar tidur, dan dapur yang semula terbuka tanpa partisi. Satu-satunya ruang yang terpisah biasanya hanya kamar mandi. Apartemen tipe studio ini relative kecil. Tipe ini sesuai di huni oleh satu orang atau pasangan tanpa anak. Luas minimal 20-35 m2.

  • Loft

Bangunan bekas gudang atau pabrik yang kemudian dialih fungsikan sebagai apartemen.

  • Penthouse

Unit hunian ini berada dilantai paling atas sebuah bangunan apartemen. Luasnya lebih besar daripada unit-unit dibawahnya bahkan, kadang-kadang satu lantai hanya ada satu atau dua unit. Lebih mewah dan penthouse lebih privat karena memiliki lift khusus untuk penghuninya. Luas minimumnya adalah 300 m2.

  1. Investasi Rumah

Investasi rumah pada umumnya diminati oleh keluarga yang sudah berumur, di bandingkan dengan apartemen atau investasi tanah, rumah biasanya memiliki lahan yang lebih luas dan tempat parkir yang lebih mudah. Rumah juga dapat di permudah dengan mudah diperluas apabila mengingkan ruang tambahan dimasa depan. Para pemilik rumah perlu memperhatikan perawatan dari rumah.

  1. Investasi Tanah

Investasi yang lebih menguntungkan dari diantara keduanya, dan juga untuk tanah juga tidak memerlukan biaya maintence dan jika tanah ini terletak di tempat yang strategis akan memberikan capital gain yang besar bagi pemiliknya, perhatikan fasilitas yang berada disekitarnya karena itu yang akan membuat pengungkit gain . Dan untuk pemilik tanah harus memperhatikan tanahnya agar tidak di salah gunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam investasi property juga terdapat kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya antara lain dapat memberikan capital gain yang tinggi, harganya tidak pernah jatuh dan juga tidak tergerus oleh inflasi. Sedangkan kekurangannya antara lain investor harus memiliki modal yang relative besar untuk mulai berinvestasi property, tidak adanya income atau keuntungan secara rutin dan investasi ini kurang liquid untuk di jual.

Okay, inilah sedikit ulasan mengenai investasi property, semoga membantu teman-teman dapur investasi untuk memilih dan melakukan investasi.

Sumber :paramount land, microgist, materiarsitektur

Jenis Jenis Investasi Part 1 – Investasi RIIL VS Investasi NON RIIL

Jenis Investasi Part 1

Jenis Investasi Part 1

Jenis Jenis Investasi Part 1 – Investasi RIIL VS Investasi NON RIIL

Mungkin selama ini kita sering mendengar istilah yang namanya Investasi. Yaa Investasi yang secara sederhana bisa dibilang mengorbankan sesuatu dimasa sekarang untuk mendapatkan sesuatu dimasa mendatang dengan harapan tentu lebih baik.

Investasi sektor riil pada kenyataannya bukan merupakan versus dari sektor non riil, tetapi merupakan dua konsep yang saling melengkapi.

Yang dimaksud dengan investasi riil secara umum adalah upaya mengelola uang atau asset secara langsung pada jenis atau bidang usaha tertentu misalnya membuat pabrik, membuat kontrakan, membuat ruko atau bisa pula berupa membeli tanah, rumah dan bangunan atau membeli emas dan sebagainya, untuk kemudian di sewakan atau dijual kembali pada kemudian hari. Investai sektor riil berkembang dengan pesat sekitar pada tahun 1970 -1990-an.

Pada waktu tersebut sektor riil benar-benar booming, diminati banyak orang, banyak orang tertarik untuk menginvestasikan uangnya dalam sektor ini.  Mengapa? Pertama, dengan berinvestasi di sektor ini maka para investor akan menikmati banyak profit atau mendapatkan keuntungan investasi relatif banyak. Kedua, para konsumen pun masih terpola dengan pandangan bahwa memiliki property, tanah atau sawah merupakan suatu gengsi tersendiri.

Pengertian selanjutnya yaitu berinvestasi di sektor non riil atau bisa disebut juga sektor financial dimana keuntungan nya bisa cepat dirasakan secara langsung. Walaupun demikian investasi di sektor non riil tidak dapat menggantikan peran sektor riil. Investasi sektor non riil kini hadir untuk melengkapi investasi sektor riil. Contoh Investasi dalam sektor non riil adalah Investasi pada surat berharga seperti saham, obligasi atau sektor non riil lainnya, kita dapat melakukannya dengan cara membeli surat berharga tersebut. Setiap kita membeli atau memiliki surat berharga berarti kita memiliki hak atas perusahaan tersebut.

Investasi pada sektor riil membutuhkan banyak modal dan biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama untuk berkembang, dengan begitu perlu waktu yang cukup panjang untuk mencairkan hasil keuntungan kita dan tidak bisa cepat bila dibutuhkan.

Contohnya seperti Pak Somat mengeluarkan sejumlah uang yang relatif besar untuk membeli sebuah rumah di daerah Pondok Indah.. Faktanya, berinvestasi di property seperti ini, nilainya tidak pernah menurun tetapi bahkan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Persoalannya mulai muncul di sini, setelah beberapa tahun kemudian, Pak Somat hendak menjual rumahnya untuk mendapatkan returnnya dan Pak Somat harus mencari seseorang yang bisa membeli rumahnya. Kemungkinan untuk menjual rumah secara cepat apalagi dengan harga di atas harga pasar sangat sulit sekali. Disnilah salah satu kekurangan pada saat kita berinvestasi di sektor RIIL. Lain halnya dengan investasi di sektor keuangan atau sektor NON RIIL, perputaran uang disini terjadi sangat cepat. Tetapi bukan berarti tidak ada kekurangan dalam berinvestasi di sektor non riil, berinvestasi di sektor non riil ini lebih beresiko karena disini pula terdapat peluang kita untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, atau biasa disebut dengan “HIGH RISK HIGH RETURN”. Maka dari itu edukasi atau pemahaman dalam berinvestasi sangat penting untuk kita.

Sikapilah uang mu dengan bijak karena kelak uang yang kita kelola dengan bijak dapat menghasilkan uang-uang yang lain yang dapat bermanfaat untuk semua.

Ketahui Langkah Awal Untuk Memulai Investasi

Ketahui Langkah Awal Untuk Memulai Investasi

Ketahui Langkah Awal Untuk Memulai Investasi

Tak ada kata terlambat untuk berinvestasi bagi siapapun yang ingin melakukannya. Ada beberapa hal mendasar yang menjadi pertanyaan terbesar bagi pemula ketika hendak terjun ke investasi. Merasa bingung dengan keuangan saat ini dan mulai mempertanyakan masa depan merupakan salah satu dasar pemula untuk terjun ke dunia investasi. Ada berbagai cara berinvestasi bagi pemula yang perlu Anda ketahui sebelum memulainya.

Sebagai pemula, salah satu yang bisa Anda pelajari dalam berinvestasi adalah paham terlebih dulu keuntungan dan kerugian pada investasi. Setelah berhasil menimbang kadar keberhasilan, seorang pemula yang baru saja ingin berinvestasi harus mengalokasikan jenis investasi yang tepat. Ada jenis investasi yang umum dan sering digunakan banyak orang yaitu saham dan obligasi. Namun, tak menutup kemungkinan Anda bisa mengalokasikan bentuk investasi pada properti dan komoditas.

Sebuah penelitian menyebutkan jika Anda suka dengan keuntungan yang didapatkan maka akan semakin dalam pula bentuk investasi yang terus ditanamkan. Cara berinvestasi bagi pemula sangatlah sederhana yaitu jangan pernah menanamkan modal apapun pada sesuatu yang tidak Anda mengerti. Jika merasa sulit untuk mengalokasikan investasi yang tepat, para pemula bisa datang ke perusahaan investasi atau pialang saham yang akan membantu serta membimbing Anda dalam berinvestasi.

Selamat berinvestasi!