pasar modal

260916 IHSG Terkoreksi Kembali

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 36.77 poin (-0.68%) di level 5,352.14 seperti yang telah tertera pada Sruput Pagi 260916 https://goo.gl/jLgLeu bahwa potensi koreksi harian dapat terjadi dipengaruhi oleh pelemahan Bursa Wall Street, pelemahan harga minyak mentah dunia dan adanya aksi profit taking dari Investor Asing.

Total volume perdagangan sebesar 9,394.81 juta lembar saham, dengan total transaksi mencapai Rp6.37 triliun. Secara total, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp335.93 miliar.

Sebanyak 8 dari 10 sektor di tutup melemah. Sektor dengan penurunan terdalam yakni sektor misc-ind (-1.89%), disusul sektor mining (-1.26%) dan sektor consumer (-1.23%). Sedangkan sektor dengan penguatan terbesar yakni sektor infrastructure (+0.41%).

Saham yang masuk dalam jajaran top gainer hari ini yakni saham Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI, Rp4,700) +390, Solusi Tunas Pratama (SUPR, Rp7,500) +300, Multi Bintang Indonesia (MLBI, Rp275) +275. Sedangkan saham dalam jajaran, top loser yakni saham Gudang Garam (GGRM, Rp64,000) -1125, United Tractors (UNTR, Rp17,200) -725, dan Unilever Indonesia (UNVR, Rp44,850) -700.

Cerdaslah dalam berinvestasi
By : dapurinvestasi.com
Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG CERIA DI AKHIR PEKAN, 23 September 2016

Menutup perdagangan akhir pekan ini (23/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup menguat tipis sebesar 8,646 poin atau 0,161% ke level 5.388,908 setelah pada saat pembukaan hari ini dicatat melemah ke level 5375,712. Aksi beli investor asing turut memberikan efek positif pada penutupan perdagangan hari ini.
Tercatat sebesar 117 saham yang bergerak naik, sedangkan 160 saham lainnya bergerak turun, dan 98 saham stagnan atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Perdagangan hari ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 6,363 Milliar dengan nilai transaksi mencapai Rp.7,705 Triliun. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp.181,4 Milliar.
Tercatat empat sektor mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dicatatkan oleh sektor Aneka Industri sebesar -1,80% disusul dengan sektor Konstruksi -0,38%. Sedangkan enam sektor lainnya mengalami penguatan. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor Industri Dasar dengan kenaikan sebesar 1,73% disusul dengan sektor Consumer Goods dengan kenaikan sebesar 0,97%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan antara lain PT Matahari Putra Prima TBK (MPPA) naik 5,31% ke Rp.1.985,-, PT Charoen Pokphand Indonesia TBK (CPIN) naik 4,46% ke Rp.3.510,- dan PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK (INTP) naik 3,27% ke Rp.18.150,-.
Adapun saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) TBK (PTPP) turun -5,56% ke Rp.4.250,-, PT Wiajaya Karya (Persero) TBK (WIKA) turun -5,11% ke Rp.2.600,- dan PT Adhi Karya (Persero) TBK (ADHI) turun -3,27% ke Rp.2.370,-.
Cerdaslah dalam berinvestasi
By : dapurinvestasi.com

Di Topang Sentimen Positif Dari Luar dan Dalam Negeri IHSG Perkasa

Walau asing melakukan penjualan bersih (nett sell) senilai -229,5, IHSG di tutup naik 0,71% menjadi 5.380,26. Sempat mencapai level tertinggi di 5.411,612 atau menguat 69,020 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.368,561.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor aneka industri memimpin penguatan 2,32%, disusul pertambangan 1,30%, keuangan 0,95%, konsumer 0,71%, infrastruktur 0,44%, properti 0,40%, dan perdagangan 0,29%. Di lain sisi, dua sektor saham tertinggal di zona merah seperti saham-saham di sektor perkebunan yang melemah 1,46% dan sektor industri dasar yang turun 0,02%.

Sentimen positif ini di karenakan  pasca ditundanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September ini, karena bagi Indonesia yang termasuk negara Emerging Market, akan berdampak terhadap capital outflow apabila kenaikan suku bunga acuan Amerika diberlakukan kembali, arus dana keluar akan mengganggu perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mencoba untuk berbenah sejak tahun 2015 lalu.

Dari dalam negeri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 September 2016 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate  (BI 7-day RR Rate) sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5,00% , dengan suku bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,75%,berlaku efektif sejak 23 September 2016 dengan ini menambah sentimen positif bagi market.

Dari pasar regional Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,54%, Nikkei mengalamin kenaikan +1,90%.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,… ^   ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG Menguat, Menanti The FED

Pada awal perdagangan hari ini (21/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di buka melemah ke level 5.295,883. Namun akhirnya IHSG berhasil move on ke zona hijau dengan ditutup menguat sebesar 40,099 poin atau sebesar 0,756% ke level 5342,592. Para investor masih menunggu hasil rapat The FED yang akan melakukan kenaikan suku bunga acuan dengan peluang sebesar kurang lebih 20%. Selain itu Bank of Japan (BOJ) telah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga acuan di level -0,1%..

Tercatat sebesar 165 saham yang bergerak naik, sedangkan 126 saham lainnya bergerak turun, dan 90 saham stagnan atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Perdagangan hari ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 8,388 Milliar dengan nilai transaksi mencapai Rp.8,748 Triliun. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp.551,4 Milliar.

Tercatat dua sektor mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dicatatkan oleh sektor Industri Dasar sebesar -0,16% disusul dengan sektor Agrikultur -0,03%. Sedangkan delapan sektor lainnya mengalami penguatan. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor Aneka Industri dengan kenaikan sebesar 2,59% disusul dengan sektor Konstruksi dengan kenaikan sebesar 1,84%.

Saham- saham LQ45 yang mengalami kenaikan antara lain PT Aneka Tambang (Persero) TBK (ANTM) naik 6,40% ke Rp.665,-, PT Bank Tabungan Negara (Persero) TBK (BBTN) naik 4,74% ke Rp.1.990,- dan PT Summarecon Agung TBK (SMRA) naik 3,93% ke Rp.1.720,-.

Adapun saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan antara lain PT Semen Indonesia (Persero) TBK (SMGR) turun -1,75% ke Rp.9.825,-, PT Kalbe Farma TBK (KLBF) turun -1,45% ke Rp.1.700,- dan PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK (INTP) turun -0,86% ke Rp.17.350,-.

#Cerdaslah dalam berinvestasi

By : dapurinvestasi.com

Investor Menanti Rapat FOMC Membuat IHSG Tak Berdaya

Menanti rapat FOMC Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup melemah pada hari ini 20 September 2016. Index hampir sepanjang sesi mengalami di zona merah.  IHSG melemah  19,34 point  atau 0,34% ke level 5.302,49. Pelemahan ini di akabitakan spekulasi adanya kenaikan suku bunga The Fed. Perlu di ketahui hari ini tanggal 20-21 FOMC akan membahas kebijakan tersebut. Aksi ini di respon dengan asing melakukan penjualan bersih (nett sell) sebesar -440,4 Miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan IHSG. Saham-saham di sektor konsumer memimpin penurunan 0,91%, disusul infrastruktur 0,85%, properti 0,81%, perdagangan 0,54%, pertambangan 0,54%, dan perkebunan 0,34%. Sedangkan tiga sektor saham bertahan di zona positif seperti aneka industri yang menguat 0,77%, disusul keuangan 0,26%, dan industri dasar 0,02%.

Pelaku pasar juga diperkirakan juga akan menyikapi keputusan yang akan ditempuh oleh bank sentral Jepang (BoJ) tentang program stimulus ke perbankan.

indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3 % menjadi 138,71 pada pukul 16:01 sore di Hong Kong, dengan volume 85 % dari rata-rata tiga bulan.

Meskipun investor berspekulasi terhadap kenaikan suku bunga, dunia usaha di Indonesia masih terjaga secara moderat. Iklim investasi terus meningkat, terlihat pada Indeks Keyakinan Bisnis dan hasil survei terhadap 25 emiten besar Indonesia. Dibandingkan semester pertama 2016, rencana belanja modal semester kedua 2016 meningkat, terutama di sektor properti, perdagangan (wholesale maupun retail).

By : Dapurinvestasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Walau Harap-Harap Cemas Pertemuan FOMC Besok, IHSG Berkahir Naik (+1,03%)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup menguat di awal pekan ini 19 September 2016 dengan kenaikan pada level +54.07 point atau naik +1.03% menjadi 5321,84. Sepanjang perdagangan Senin, indeks mencapai level tertinggi di 5.331,974 atau menguat 64,205 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.286,136 atau menguat 18,367 poin. Sementara Investor asing melakukan penjualan bersih (nett sell) senilai Rp97,4 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor aneka industri memimpin penguatan 2,69%, disusul saham sektor infrastruktur 1,97%, properti 1,32%, konsumer 0,92%, perkebunan 0,82%, perdagangan 0,78%, industri dasar 0,69%, dan keuangan 0,56%. Sementara itu, saham-saham di sektor pertambangan tertinggal di zona merah 0,53%.

Data penjualan mobil Indonesia tumbuh sebesar 6.4% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12.5% YoY, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar yang sebesar 4.5% YoY. Sentimen inilah yang mengakibatkan saham ASII melompat cukup tinggi +3,13%.

Data Inflasi Amerika Serikat juga mengalami perbaikan pada bulan Agustus, dimana Inflasi tercatat tumbuh 0.2% MoM lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat hanya sebesar 0.00% MoM, dan secara tahunan tercatat sebesar 1.1% YoY, lebih tinggi dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.8% YoY

Kenaikan harga minyak mentah yang berlanjut telah memberikan sentimen positif pada bursa saham Eropa di awal perdagangan Senin (19/9/2016). Investor masih mencermati isyarat dari sikap Fed yang akan melakukan pertemuan dua hari mulai besok.

Penguatan harga minyak terjadi setelah Venezuela mengatakan OPEC dan non-OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk memangkas tingkat produksi minyak sehingga harga di pasar global akan naik.

Indeks FTSE menguat tajam 1,1 persen, indeks DAX naik 0,7%, indeks CAC lebih tinggi 1,1 persen dan indeks IBEX mengumpulkan 0,8%. Indeks acuan Eropa Stoxx 600 naik lebih tinggi sehingga menopang semua sektor saham.

Bursa Eropa seperti halnya bursa global, kian tegang menjelang pertemuan bank sentral AS besok. Spekulasi yang berkembang, hasil keputusan rapat tersebut salah satunya menaikkan suku bunga. Walaupun spekulasi tersebut berkurang setelah data ekonomi AS yang mengecewakan pada akhir pekan lalu

Dari pasar regional di tutup  rata-rata mengalami kenaikan untuk H.S.I +0,92%, Shanghai Composite +0,77% serta STI mengalami kenaikan +0,87%.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG Berhasil di Tutup Menguat Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup menguat tipis pada last minute perdagangan. Index berkonsolidasi di sepanjang hari ini seperti roller coaster. IHSG naik  0,04%  atau 1,95 poin ke level 5.267,76. Penguatan ini jika diperhatikan akibat di kereknya harga sama HMSP yang naik pada sesi pre closing market. Asing melakukan penjualan bersih (nett sell) sebesar -140,4 Miliar.

Penguatan indeks yang tipis ini didukung hanya 138 saham yang menguat dibanding dengan 160 saham yang melemah dan 94 saham yang stagnan. Selama perdagangan indeks bergerak fluktuatif. Untuk level tertinggi berada di 5.305,09 dan level terendah di 5.252.25 yang sempat tergelincir ke area negatif.

Neraca Perdagangan Indonesia bulan Agustus tercatat sebesar $ 0.29 Milyar, lebih rendah dari bulan lalu yang tercatat sebesar $ 0.51 Milyar, bahkan dibawah ekspektasi yang sebesar $ 0.45 Milyar. Tetapi Ekspor mengalami perbaikan pertumbuhan menjadi -0.74% YoY, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -17.02% YoY dan Impor juga mengalami perbaikan menjadi -0.49% YoY, lebih baik dari bulan lalu yang tercatat sebesar -11.56% YoY

BoE pada Kamis mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah 0,25%, karena belum ada indikasi hasil referendum Brexit berdampak buruk terhadap perekonomian.

BoE memperkirakan laju perlambatan produk domestik bruto (PDB) Inggris pada paruh kedua 2016 lebih kecil dari perkiraan. Sebab data-data ekonomi lebih baik dari perkiraan pasca referendum 23 Juni 2016, yang menunjukkan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa (UE).

Dari pasar regional rata-rata mengalami kenaikan untuk Nikkei mengalami kenaikan +0.70% menjadi 16.519,29, HSI mengalami kenaikan +0,63% menjadi 23.335,59 dan SHCOMP -0,68% menjadi 3.002,85.

Have Nice Wekeend Guys..

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Isu Merger Grup Ciputra yang Sudah Lama Tapi Layak di Perhatikan Kembali!!

Rencana mergernya salah satu Grup Properti terbesar akan penulis bahas sedikit di artikel ini. Sebenarnya isu ini sudah lama sih tapi  penulis ingin mengangkat kembali setelah kemarin dapat info dari teman dalam sebuah acara. Apa sih dampaknya atau pentingnya membahas merger grup ciputra tersebut?

Sebelum kita membahas tentang hal di atas, penulis ingin memberikan sedikit gambaran mengenai aksi koorporasi dalam sebuah perusahaan bagi pemula yang ingin tau. Yang di maksud dengan aksi korporasi atau biasa disebut dengan corporate action adalah dimana perusahaan mengambil langkah atau tindakan yang berdampak langsung terhadap investor atau kepemilikan saham. Aksi perusahaan perusahaan tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja atau menunjukkan performance baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Banyak sekali macamnya aksi korporasi perusahaan tersebut seperti, mulai dari pergantian manajemen perusahaan, pembagian dividen, stock split, reverse stock, merger, akuisisi, divestasi, penerbitan saham baru, pembagian saham bonus, dividen saham, share swap, debt share swap, private placement, hingga melakukan penyertaan di perusahaan lain.

Nah Bagaimana ya dampaknya pada grup Properti Ciputra seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Ciputra Properti Tbk  (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS)?

Setiap aksi korporasi memiliki dampak baik ataupun buruk atau malah tidak ada dampaknya, tergantung dari kebijakan perusahaan tersebut alasan melakukan aksi korporasi tersebut untuk apa. Rencana merger tiga emiten grup Ciputra membuat investor mulai memburu saham PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Properti Tbk (CTRP). Rencananya, grup konglomerasi ini akan melebur tiga anak usahanya yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu emiten yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Sebelumnya aksi yang dilakukan grup ciputra ini memilki tujuan  rencana lama atas saran investor dan konsultan yang melihat dengan struktur tiga emiten ini terlalu complicated agar investor tidak kebingungan untuk memilih perusahaan mana yang ingin di investasikan karena ada 3 macam. Dengan adanya merger di harapkan investor lebih mudah menginvestasikannya hanya pada satu saham saja, karena dengan hanya satu saham kapitalisasi pasarnya semakin besar dan membuat lebih likuid dan semakin menarik di mata investor.

Aksi korporasi ini sangat menarik untuk di perhatikan khususnya pada saham CTRP dan CTRS rencana merger tersebut merupakan sentimen positif bagi kedua saham tersebut. Nilai penjualan CTRP dan CTRS pun dapat dikatakan sangat baik terutama CTRS yang fokus kepada bisnis properti Ciputra di daerah Surabaya. Penjualan CTRS di tahun 2015 mencapai 132% dari target yaitu sebesar Rp4.1triliun. Hingga bulan Mei’16, CTRS sendiri telah mencatat penjualan sebesar Rp1.3triliun atau mencapai 42% dari target 2016. Sementara CTRP sendiri merupakan salah satu emiten properti dengan persentasi pendapatan berulang dari sewa yang terbesar (dibandingkan dengan total penjualan dalam setahun). CTRO menyusul PWON yang selama ini dianggap sebagai emiten properti dengan Recurring Income terbesar. Pada Q1 2016 persentasi PWON sebesar 49% sementara  Recurring Income CTRP tercatat sebesar 59% dari penjualan 1Q16.

Seabagai info Kepemilikan saham CTRA saat ini terdiri dari 30% milik PT sang Pelopor, 7,71% digenggam Credit Suisse AG Singapura, 5,42% Fine-C Capital dan 56,24% dimiliki publik. Sedangkan saham CTRS dimiliki oleh CTRA 62,66% dan publik 37,34% serta CTRP dimiliki oleh CTRA 56,28% dan publik 43,72%.

Tetapi kami belum bisa menghitung lebih lanjut seberapa besar dampak rencana tersebut terhadap harga saham CTRP dan CTRS karena mekanisme mergernya pun belum ditetapkan. Tunggu saja tulisan selanjutnya apabila aksi korporasi dari Grup Ciputra ini jadi di realisasikan. Dan infonya bulan oktober nanti aksi tersebut bisa terealisasi.

By : Galuh Lindra L I

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sosialisasi SPRINT OJK

Pada tanggal 31 mei 2016 Otoritas Jasa Keuangan , atau yang lebih familiar kita dengar dengan sebutan OJK meluncurkan Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi atau yang di singkat S-PRINT. Untuk apa sih di launching S-Print ini oleh otoritas jasa keuangan. Adalah untuk mempermudah perizinan bagi para pelaku industri  pasar modal dari yang tadinya harus mengirim by hard copy ke OJK sekarang di permudah dengan hanya menguploadnya pada system S-print dan untuk pemrosesannya bisa langsung di tracking di S-print. Jenis perizinan yang dibuat dalam aplikasi S-print berasal dari 3 subs sector:

  1. Perorangan (dengan sub sector : WMI, WAPERD, WPEE, WPPE)
  2. Produk (dengan sub sector : Reksadana )
  3. Lembaga (dengan Sub Sector : APERD)

Dengan total perizinan ada 23 buah , apa saja jenis perizinannya check this out :

1.Sub sector perorangan

  • Pendaftaran perorangan baru
  • Perpanjangan Izin
  • Perubahan Izin
  • Pengembalian Izin
  • Pencabutan Izin
  • Pelaporan berhenti bekerja
  • Pelaporan mulai Kerja

2. Sub sector produk

  • Pendaftaran reksadana baru
  • Perubahan KIK dan/atau prospektus
  • Pembubaran reksadana

3. Sub sector lembaga

  • Pendaftaran APERD baru
  • Penambahan kantor cabang
  • Pelaporan penambahan PPJ /tenaga pemasaran
  • Pengembalian izin APERD
  • Perubahan nama, alamat, tutup kantor cabang
  • Aktifasi kantor cabang APERD
  • Penambahan gerai APERD
  • Perubahan APERD
  • Pelaporan strategi kepatuhan
  • Pelaporan strategi manajemen resiko
  • Pelaporan kewajiban lanjutan
  • Pelaporan tambah gerai
  • Pengambilan izin

Untuk kalian para insan pasar modal jangan lupa meregistrasikan izin perorangan yang kalian miliki ke system s-print apalagi yang izin perorangannya sudah mendekati masa 2 tahun harus segera di laporkan agar masa aktifasi izin perorangan kalian tidak hangus masa periode perpanjangan agustus-november dan apabila kalian membutuhkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi helpdesk ojk 29600000 ext 7000

Berikut tata cara menggunakan S-PRINT

Langkah pertama adalah buka website OJK www.sprint.ojk.go.id lalu Log In dan lakukan langkah-langkah selanjutnya hingga selesai dan akan ada pemberitahuan seperti gambar dibawah ini

Source : sprint.ojk.go.id

langkah kedua buka email yang telah anda daftarkan akan ada pemberitahuan melalui email seperti gambar di bawah ini.

Langkah ketiga jika sudah menerima email dari OJK maka selanjutnya adalah melakukan aktifasi dengan mengirimkan email ke alamat di bawah ini .

Langkah keempat adalah setelah mengirimkan email aktifasi maka akan mendapatkan email balasan dari OJK seperti dibawah ini.

Berikut email balasan ke 2.

Berikut Email balasan ketiga.

Langkah ke lima adalah masuk ke web OJK www.sprint.ojk.go.id seperti gambar dibawah ini.

Barikut gambar selanjutnya.

Proses registrasi sudah selesai.

Semoga dapat membantu .

By : dapurinvestasi.com

IHSG Masih Dalam Pusaran Penurunan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam pusaran penurunan pada hari ini  (14/9). Indeks terkoreksi 1,33%  atau 69,529 poin ke level 5.146,038 . Pelemahan ini memimpin penurunan terdalam di bursa regional.

Seluruh indeks sektoral memerah. Sektor aneka industri jatuh 2,48% dan sekaligus memimpin penurunan dari 10 indeks sektoral. Asing masih agresif melakukan penjualan walaupun pada sesi 1 tidak begitu deras, malah sebaliknya domestik yang melakukan penjualan pada sesi 1.

indeks MSCI Asia Pacific tenggelam 0,7 % menjadi 136,21 pada 17:10 di Tokyo, dengan pasar saham Indonesia dan Malaysia memimpin kejatuhan. Indeks acuan ini jatuh untuk hari kelima setelah valuasi bulan ini mencapai level tertinggi lebih dari satu tahun dan investor tengah menyesuaikan portofolio yang mencerminkan prospek stimulus moneter. Indeks Topix kehilangan 0,6 % setelah surat kabar Nikkei mengatakan Bank of Japan sedang mempertimbangkan menggali lebih dalam suku bunga negatif, sebuah langkah yang menyakiti saham-saham perbankan awal tahun ini. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,1 % dan indeks komposit Shanghai merosot 0,7 % sebelum pasar ditutup untuk sisa minggu untuk liburan.

 IHSG anjlok karena belum ada kepastiannya kapan tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, akan dinaikkan. Hal ini memberikan sentimen negatif pada perdagangan di dunia, hingga berimbas ke dalam negeri.

Beberapa negara maju megucurkan mengucurkan likuiditas untuk memperbaiki perekonomian negaranya seperti bank sentral Jepang yang juga berencana akan menggelontorkan likuiditas membeli finansial aset . Ini juga merupakan salah satu faktor yang menyeret IHSG

IHSG diperkirakan akan terus berkonsolidasi dengan kecenderungan penurunan hingga adanya kepastian dari pertemuan FOMC yang membahas kepastian suku bunga AS.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.