market review

IHSG Menguat, Menanti The FED

Pada awal perdagangan hari ini (21/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di buka melemah ke level 5.295,883. Namun akhirnya IHSG berhasil move on ke zona hijau dengan ditutup menguat sebesar 40,099 poin atau sebesar 0,756% ke level 5342,592. Para investor masih menunggu hasil rapat The FED yang akan melakukan kenaikan suku bunga acuan dengan peluang sebesar kurang lebih 20%. Selain itu Bank of Japan (BOJ) telah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga acuan di level -0,1%..

Tercatat sebesar 165 saham yang bergerak naik, sedangkan 126 saham lainnya bergerak turun, dan 90 saham stagnan atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Perdagangan hari ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 8,388 Milliar dengan nilai transaksi mencapai Rp.8,748 Triliun. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp.551,4 Milliar.

Tercatat dua sektor mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dicatatkan oleh sektor Industri Dasar sebesar -0,16% disusul dengan sektor Agrikultur -0,03%. Sedangkan delapan sektor lainnya mengalami penguatan. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor Aneka Industri dengan kenaikan sebesar 2,59% disusul dengan sektor Konstruksi dengan kenaikan sebesar 1,84%.

Saham- saham LQ45 yang mengalami kenaikan antara lain PT Aneka Tambang (Persero) TBK (ANTM) naik 6,40% ke Rp.665,-, PT Bank Tabungan Negara (Persero) TBK (BBTN) naik 4,74% ke Rp.1.990,- dan PT Summarecon Agung TBK (SMRA) naik 3,93% ke Rp.1.720,-.

Adapun saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan antara lain PT Semen Indonesia (Persero) TBK (SMGR) turun -1,75% ke Rp.9.825,-, PT Kalbe Farma TBK (KLBF) turun -1,45% ke Rp.1.700,- dan PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK (INTP) turun -0,86% ke Rp.17.350,-.

#Cerdaslah dalam berinvestasi

By : dapurinvestasi.com

IHSG Mampu Bertenaga di Menit Akhir

Sempat berada di zona merah IHSG akhirnya di tutup hari ini 06/9/2016 dengan kenaikan  +15,14 point  atau +0,28% menjadi 5.372,09. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar 155,2 Miliar.

Sedikit mention jumlah Harta yang telah melaporkan Tax Amnesty sampai saat ini adalah sebesar 223.9 Triliun, dengan uang tebusan sebesar 4.78 Triliun atau hanya sebesar 2.9% dari target sebesar 165 Triliun. Ada sebanyak 31,629 wajib pajak yang telah melaporkan. Repatriasi baru hanya sebesar 13.1 Triliun, deklarasi luar negeri sebesar 35.6 Triliun dan deklarasi dalam negeri sebesar 175 Triliun

Pandangan investor masih tertuju pada kepastian kenaikan suku bunga The Fed dan realisasi Tax Amnesty yang mengakibatkan IHSG berkonsolidasi di sepanjang hari ini.

Bloomberg mencatat, tiga saham utama penyumbang tenaga bagi indeks, yaitu saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan kontribusi 3,76 poin. Lalu, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar 3,25 poin, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan kontribusi 2,62 poin.

Perdagangan sepanjang hari ini melibatkan 6,18 miliar lot saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7,83 triliun.

Penguatan indeks mengekor pergerakan mayoritas bursa Asia, hari ini. Indeks Nikkei 225 berhasil naik 0,26%, lalu Hang Seng reli 0,58%. Indeks Shanghai menguat 0,61%, serta indeks Kospi naik 0,31%.

By: dapurinvestasi.com

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Minim Sentiment IHSG Cenderung Bergerak Terbatas Sembari Menunggu Data Ekonomi Positif

Bursa Wall Street tidak diperdagangkan pada hari kemarin karena libur hari buruh nasional Amerika Serikat.

Harga minyak mentah dunia masih mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat +1.64% pada level 45.17 USD/barel dan minyak Brent menguat sebesar +1.71% pada level 47.63 USD/barel. Penguatan terjadi setelah Menteri Energy Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan bahwa optimis akan terjadi kesepakatan kerjasama pada pertemuan antara OPEC dan negara penghasil minyak lainnya di Algiers pada bulan ini. Hal tersebut didukung oleh Rusia dan Iran yang diperkirakan akan menyetujui proposal pembekuan produksi, dimana pada bulan April lalu proposal tersebut belum disetujui.

Dari Eropa, Data penjualan ritel mengalami kenaikan pada bulan Juli sebesar 1.1% MoM, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -0.1% dan secara tahunan tercatat tumbuh sebesar 2.9% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.7%.

Dari dalam negeri, Rupiah mengalami penguatan terhadap Dollar Amerika sebesar +0.48% menjadi 13,197/USD.

Data Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia mengalami penurunan pada bulan Agustus menjadi 113.3, dari sebelumnya yang tercatat sebesar 114.2.

Jumlah Harta yang telah melaporkan Tax Amnesty sampai saat ini adalah sebesar 223.9 Triliun, dengan uang tebusan sebesar 4.78 Triliun atau hanya sebesar 2.9% dari target sebesar 165 Triliun. Ada sebanyak 31,629 wajib pajak yang telah melaporkan. Repatriasi baru hanya sebesar 13.1 Triliun, deklarasi luar negeri sebesar 35.6 Triliun dan deklarasi dalam negeri sebesar 175 Triliun.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami mengalami konsolidasi dengan kecenderungan melemah, mengingat minimnya sentiment positif yang mendukung pergerakan IHSG. Pandangan investor masih tertuju pada kepastian kenaikan suku bunga The Fed dan realisasi Tax Amnesty. Secara technical memang IHSG selalu mencoba untuk menembus level MA 20, tetapi hal tersebut selalu tertahan dengan aksi profit taking. Investor juga tengah menunggu rilis data ekonomi dalam negeri yang akan dirilis pekan ini, seperti cadangan devisa, penjualan ritel dan neraca perdagangan. Indeks diperkirakan akan bergerak pada range 5,320 – 5,400.

Pada hari bulan ini Investor dapat melakukan akumulasi saham berbasis CPO seperti AALI, LSIP dan SSMS dan dapat melihat data selengkapnya pada artikel kami sebelumnya dengan judul “Outlook Dapur Investasi Untuk Kelapa Sawit Indonesia dan Rekomendasi AALI, LSIP, SSMS (Part I dan Part II)”

Cerdaslah dalam berinvestasi ^_^

By : Dapur Investasi

Sruput Pagi Senin 05 Agustus 2016 : IHSG Rebound Karena Sentiment The Fed, Cermati Saham Berkapitalisasi Pasar Besar!!

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan, Dow Jones tercatat menguat +0.39% pada level 18,491.96, S&P 500 tercatat menguat +0.42% pada level 2,179.98 dan Nasdaq tercatat menguat +0.43% pada level 5,249.90.

Penguatan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh ekspektasi pertimbangan ulang The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September, The Fed diharapkan untuk mempertimbangkan secara matang kebijakan tersebut, mengingat data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat dibawah ekspektasi pasar atau mengalami pelemahan.

Data Average Hourly Earnings Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat hanya tumbuh 0.1% MoM, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 0.3% MoM.

Data Manufacturing Payrolls Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat -14.000 jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6.000 dan Non Farm Payrolls Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat hanya sebesar 151.000, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 225.000.

Unemployment rate Amerika Serikat tercatat stagnan sebesar 4.9% pada bulan Agustus. Kendati data pembayaran tenaga kerja mengalami pelemahan, tetapi data neraca perdagangan Amerika Serikat pada bulan Juli tercatat mengalami perbaikan sebesar $-39.47B, dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar $-44.66B, dengan Ekspor yang tumbuh sebesar 1.9% MoM dan Impor mengalami penurunan sebesar -0.8% MoM.

Harga minyak mentah dunia mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat +2.97% pada level 44.44 USD/barel dan minyak Brent menguat sebesar +3.04% pada level 46.83 USD/barel. Penguatan terjadi seiring spekulasi pertemuan OPEC yang akan membahas tentang pembekuan produksi minyak.

Dari Asia, khususnya Jepang, investor tengah menunggu pidato gubernur BOJ Kuroda mengenai stimulus lanjutan, mengingat perekonomian Jepang semakin melemah pasca stimulus fiskal yang dirilis pada bulan sebelumnya.

Dari dalam negeri, investor tengah menunggu data Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia yang akan dirilis pada pekan ini dan diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 114.5.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami penguatan. Indikator Technical juga mendukung seluruh data positif fundamental ekonomi. Penguatan harga minyak mentah dunia, pertimbangan The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga acuan dan kenaikan bursa Amerika juga bursa Eropa menjadi katalis positif pergerakan IHSG. Selain itu Investor juga tenga menunggu pidato dari gubernur Bank Of Japan mengenai stimulus ekonomi lanjutan, mengingat perekonomian Jepang terus mengalami pelemahan, dan tentunya angka Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia yang akan dirilis pada awal pekan menjadi katalis positif dari dalam negeri. Indeks diperkirakan akan bergerak pada range 5,350 – 5,400.

Nahh apabila IHSG mengalami rebound maka Investor dapat mencermati saham – saham yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar yang besar dan berkaitan dengan sentiment The Fed, Investor dapat mencermati saham – saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI.

Berikut 10 besar saham berkapitalisasi besar pada IHSG : HMSP, TLKM, BBCA, UNVR, ASII, BBRI, BMRI, GGRM, ICBP dan BBNI.

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By: Dapurinvestasi

September Ceria Tidak Membuat IHSG Ceria dan Akan Melanjutkan Pelemahan Hari ini

Bursa Wall Street ditutup mengalami konsolidasi, Dow Jones tercatat menguat tipis +0.10% pada level 18,419.30, S&P 500 tercatat melemah tipis -0.00% pada level 2,170.86 dan Nasdaq tercatat menguat tipis +0.27% pada level 5,227.21.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi beberapa hal, diantaranya pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tercatat tidak sesuai ekspektasi dan cenderng melemah, dengan adanya rilis data ekonomi tersebut maka diharapkan The Fed akan mempertimbangkan kembali keputusan akan menaikkan suku bunga acuan Amerika.

Data Initial Jobless Claims Amerika Serikat pada pekan ini tercatat mengalami peningkatan sebesar 2.000 menjadi 263.000 dibandingkan pekan lalu yang tercatat sebesar 261.000.

Data Markit Manufacturing PMI Final Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat turun pada level 52, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.9, bahkan untuk ISM Manufacturing PMI pada bulan Agustus tercatat sebesar 49.4, dibawah level 50 dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.6.

Harga minyak mentah dunia masih mengalami pelemahan, dimana minyak WTI tercatat melemah -2.73% pada level 43.48 USD/barel dan minyak Brent melemah sebesar -2.76% pada level 45.74 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah EIA merilis data cadangan minyak Amerika yang positif sebesar 2.276 juta barel, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dari data pekan lalu yang tercatat sebesar 2.501 juta barel.

Dari Eropa, Markit Manufacturing PMI Final pada bulan Agustus tercatat turun pada level 51.7, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final pada bulan Agustus tercatat mengalami peningkatan pada level 49.5, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 49.3.

Dari China, NBS Manufacturing PMI pada bulan Agustus tercatat mengalami peningkatan menjadi 50.4, kembali berada diatas level 50 dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 49.4, tetapi Caixin Manufacturing PMI pada bulan Agustus mengalami penurunan pada level 50.0, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.0.

Dari dalam negeri, Nikkei Manufacturing PMI pada bulan Agustus mengalami peningkatan tajam menjadi 50.4, kembali berada pada level 50 dan tercatat lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 48.4. Angka Tourist Arrivals pada bulan juli tumbuh drastis sebesar 20.13% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya tercatat tumbuh sebesar 0.78%. Sedangkan untuk IHK bulan Agustus mengalami deflasi sebesar -0.02%, secara angka kalender tercatat sebesar 1.74% YTD dan secara tahunan tercatat sebesar 2.79% YoY, deflasi terjadi pasca lebaran, seiring kembali normalnya daya beli masyarakat. Dengan adanya rilis data tersebut, maka kami memperkirakan bahwa inflasi tahun penuh 2016 akan berada dibawah 4%.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini masih mengalami pelemahan, Namun pelemahan akan bersifat terbatas, karena tertahan pada level support 5,296. Pelemahan terjadi dipengaruhi pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data IHK yang mencatatkan deflasi pada bulan Agustus. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi pertumbuhan 2017 direvisi 0,1% menjadi 5,2% YoY. Di 2016 pertumbuhan diprediksi hanya 5,1% YoY.

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

IHSG Mixed Cenderung Melemah di Awal Bulan September 2016

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.29% pada level 18,400.88, S&P 500 tercatat melemah -0.24% pada level 2,170.95 dan Nasdaq tercatat melemah -0.19% pada level 5,213.22.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi beberapa hal, diantaranya pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tercatat positif, hal tersebut mengindikasikan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat semakin besar.

Data penambahan tenaga kerja oleh sektor swasta di Amerika Serikat masih tercatat positif 177.000 pada bulan Agustus, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 194.000.

Data Pending Home Sales Amerika Serikat tercatat tumbuh 1.3% MoM pada bulan Juli, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat turun -0.8% dan secara tahunan mengalami pertumbuhan 1.4% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.00% YoY.

Harga minyak mentah dunia kembali mengalami pelemahan tajam, dimana minyak WTI tercatat melemah -3.41% pada level 44.77 USD/barel dan minyak Brent melemah sebesar -2.75% pada level 47.04 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah EIA merilis data cadangan minyak Amerika yang positif sebesar 2.276 juta barel, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dari data pekan lalu yang tercatat sebesar 2.501 juta barel.

Dari Eropa, Angka Inflasi Flash tercatat stagnan sebesar 0.2% YoY pada bulan Agustus dan Unemployment rate juga tercatat stagnan sebesar 10.1% pada bulan Juli.

Dari Asia, khususnya Jepang, Construction Orders tercatat turun dalam sebesar -10.9% YoY pada bulan Juli, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -2.4% YoY dan data pembangunan rumah baru tercatat tumbuh sebesar 8.9% YoY pada bulan Juli, jauh lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -2.5% YoY.

Dari dalam negeri, Pemerintah pemerintah berupaya untuk menenangkan kegaduhan terkait minimnya pencapaian tax amnesty, pemangkasan anggaran belanja negara dan penundaan dana alokasi umum oleh pemerintah RI. Pemerintah tetap meyakinkan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masih tetap optimis dengan target pertumbuhan 5.2% sampai akhir tahun 2016.

Pemerintah juga menegaskan bahwa penundaan dana alokasi umum untuk daerah dilakukan karena di daerah masih memiliki dana yang cukup besar untuk operasional daerah, menurut Menteri Keuangan dana yang mengendap di BPD daerah adalah sebesar Rp 224 Triliun, merupakan angka yang cukup besar, maka dari itu oleh pemerintah daerah dengan posisi saldo sangat tinggi, penyaluran DAU ditunda 50%, saldo kategori tinggi ditunda 40%, cukup tinggi 30%, dan sedang ditunda 20%.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami pelemahan, seiring melemahnya Bursa Amerika dan pelemahan harga minyak mentah dunia, selain kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, investor juga mengkhawatirkan dampak kenaikan suku bunga acuan tersebut terhadap perekonomian dunia, namun saat ini indikator yang ditunggu adalah rilis data tenaga kerja Amerika serikat pada pekan ini, sebagai acuan meningkatnya suku bunga acuan Amerika Serikat. Indeks diperkirakan akan bergerak pada range 5,260 – 5,370.

Chart IHSG

Secara technical, pada perdagangan kemarin IHSG memang mengalami penguatan dan hanya bersifat technical rebound saja karena sebenarnya aksi jual masih melanda IHSG, hal tersebut terbukti dari pergerakan IHSG yang tidak mampu menembus level resistance MA 20 pada level 5,399.16 dan ditutup lebih rendah pada akhir sesi.

Rekomendasi Pagi ini adalah

SMRA Trading BUY Entry: 1700, TP: 1850

CTRA Trading BUY Entry: 1530, TP:1600

EXCL BOW Entry: 2100, TP: 3000

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

IHSG Mencoba Rebound di Akhir Bulan Agustus 2016

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.26% pada level 18,454.30, S&P 500 tercatat melemah -0.20% pada level 2,176.12 dan Nasdaq tercatat melemah -0.18% pada level 5,222.99. Pelemahan terjadi setelah mengalami penguatan pada hari perdagangan sebelumnya, pergerakan Bursa Wall Street menjadi sangat fluktuatif dan penuh ketidakpastian pasca pidato Janet Yellen selaku pimpinan The Fed mengenai kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, semakin membaik data ekonomi Amerika Serikat, maka semakin kuat kemungkinan suku bunga acuan dinaikkan.

Data ekonomi Amerika Serikat yang terbaru adalah rilisnya Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat tercatat sebesar 101.1 pada bulan Agustus, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 96.7, hal tersebut mengindikasikan bahwa data ekonomi Amerika semakin siap untuk kenaikan suku bunga Acuan Amerika Serikat dan Investor saat ini mencermati data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis pada pekan ini.

Dari Eropa, Indeks Kepercayaan Bisnis tercatat sebesar 0.02 pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.38 dan Indeks Kepercayaan Konsumen tercatat sebesar -8.5 pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -7.9.

Dari Asia, khususnya Jepang, Industrial Production tercatat tumbuh 0.0% MoM pada bulan Juli, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.3% MoM dan secara tahunan tercatat sebesar -3.8% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -1.5% YoY.

Dari dalam negeri, Pemerintah menargetkan, RAPBN 2017 akan sebesar Rp 1.737,6 triliun, lebih rendah dari tahun 2016. Meski total lebih rendah dari APBN-P 2016, anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) masih positif, untuk belanja K/L dialokasikan Rp 1.310 triliun dan untuk transfer daerah itu rp 760 triliun. Defisit RAPBN 2017 diperkirakan Rp 332,8 triliun, Kementrian PU masih tertinggi anggaran belanjanya dengan anggaran 105 triliun. Pertumbuhan ekonomi masih ditargetkan 5,3%, lebih optimis ketimbang target 2016 yang sebesar 5,2%, konsumsi rumah tangga ditargetkan tumbuh 5,2% dan konsumsi pemerintah naik 5,4%. Sedangkan investasi ditargetkan naik 6,4%, untuk ekspor dan impor ada dikisaran posistif diperkirakan 1,1% dan 2,2% itu juga dengan catatan kondisi perdagangan dunia masih lemah. Inflasi diperkirakan 4% dalam kisaran 3% sampai 5%, kemudian nilai tukar rupiah masih pada kisaran Rp 13.000 per dollar AS. Harga minyak diperkirakan US$ 45 per barel dalam kisaran US$ 40 – US$ 55. Asumsi lifting minyak sekitar 780.000 barel per hari.  Sedangkan lifting produksi gas 1.100 – 1.200 barrels of oil equivalen per day (BOEPD).

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini masih akan melanjutkan pelemahan namun akan terbatas dan akan mencoba untuk menguji support pada level 5,296. Apabila IHSG kuat bertahan pada level support tersebut maka diperkirakan IHSG akan mengalami technical rebound harian. Tetapi Indikasi technical tidak ditopang dengan sentiment ekonomi yang positif, kenaikan suku bunga The Fed dan pelemahan harga minyak mentah dunia masih membayangi pergerakan IHSG, ditambah lagi pesimisme akan pencapaian dana tebusan Tax Amnesty akan membebani laju IHSG pada hari ini. Belum ada data ekonomi dalam negeri yang mampu menopang IHSG dari pelemahan pasca pemangkasan anggaran belanja negara oleh pemerintah karena pemerintah mulai terlihat realistis dengan target penerimaan negara. Indeks diperkirakan akan bergerak pada range 5,296 – 5,390.

Chart IHSG

Secara technical, dalam dua hari terakhir IHSG memang sudah menebus level bawah (Break Down) dari MA 20, hal tersebut mengindikasikan bahwa secara jangka pendek trend IHSG telah berbalik arah dari Up Trend menjadi Down Trend. Saat ini arah pergerakan IHSG akan menuju level support 5,296 dan setelah itu kemungkinan besar akan mengalami konsolidasi pada area 5,296 – 5,450. Tetapi apabila IHSG tidak mampu bertahan pada level support 5,296 maka target pelemahan IHSG selanjutnya akan berada pada level 5,200. Namun Investor tidak perlu khawatir, karena secara jangka panjang IHSG masih positif dalam trend bullisnya, koreksi yang terjadi akan bersifat wajar mengingat belum adanya sentiment ekonomi yang bersifat positif untuk menopang laju IHSG.

Rekomendasi saham pada pagi ini bisa diperhatikan saham SMGR, SMRA, INCO dan KRAS

Selamat Berinvestasi ^^

by: dapurinvestasi.com

Market Review Selasa 30 Agustus 2016

IHSG terjatuh pada perdagangan kemarin 29/08/16 dampak pidato dari gubernur The Fed Janet Yellen yang mengindikasikan adanya kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada tahun ini, walaupun Janet Yellen tidak secara pasti memberikan statment menginginkan adanya kenaikan suku bunga AS.

Sentimen selanjutnya adalah datang dari dalam negeri yaitu munculnya pesimistis dari program tax amnesty yang sampai sekarang perkembangannya cukup memprihatinkan. Kami memprediksi apabila sampai akhir bulan September target dari tax amnesty tidak sampai dari setengah yang telah di tentukan maka bisa berdampak negatif ke pasar.

Perlu diketahui sampai saat ini uang tebusan baru mencapai Rp. 2.24 Triliun atau baru mencapai 1.4% dari target yang telah ditentukan sebesar Rp.165 Triliun.

Melihat sentimen yang terjadi, pada perdagangan hari ini 30 Agustus 2016 kami memprediksi IHSG akan kembali melanjutkan negatifnya dengan rentan penurunan 5.300-5.380.
Saham yang perlu di cermati KAEF, ADRO, INCO dan EXCL.

Disc : ON

By: admin

SRUPUT PAGI, MARKET REVIEW JUMAT 17 JUNI 2016

IHSG pada perdagangan Jumat (17/06) diperkirakan akan berpotensi menguat, seiiring dengan penguatan bursa global. Keputusan BI yang menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6.50% dan BI 7-day (Reverse) Repo Rate Turun 25 bps menjadi 5,25% (berlaku mulai 17 Juni 2016) ini juga akan mempengaruhi penguatan indeks terutama saham-saham di sektor pertambangan, properti, infrastruktur, dan consumer goods. Indeks akan diperkirakan bergerak pada level 4,800 – 4,870.

SRUPUT PAGI, MARKET REVIEW JUMAT 10 JUNI 2016

IHSG pada perdagangan Jumat (10/06) diperkirakan akan melemah, seiiring dengan pelemahan bursa global, (amerika, eropa, dan beberapa indek asia). Tekanan dari eksternal yang masih akan membayangi indeks hari ini termasuk harga minyak mentah dunia melemah ke 50.47 dollar per barel dan harga komoditi lainnya. Secara teknikal denan stochastic indeks berada dalam area overbought maka Indeks akan diperkirakan bergerak pada level 4,835 – 4,895.