lembaga keuangan

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Sebelumya udah pernah denger kaan Bursa Efek itu apa? Ada kata “efek” nya, kaya semacam saham2 gitu laah yaaa..

Bursa semacam tempat jual beli, efek adalah saham, jadi Bursa Efek Indonesia adalah tempat dimana orang-orang melakukan jual beli (transaksi) saham di Indonesia, ibarat pasar yang menjual berbagai macam barang kebutuhan kita, mulai dari sayur mayur, buah buahan, berbagai macam ikan, daging, pakaian, detergen dan berbagai alat serta kebutuhan kita lainnya.

Dalam Bursa Efek Indonesia tidak jauh berbeda dengan pasar tersebut, yang membedakan hanya barang yang diperjual belikan di Bursa Efek tidak terlihat atau tidak diperjual belikan secara fisik. Dahulu memang semua transaksi masih manual, bukti kepemilikan kita atas perusahaan juga masih berbentuk script (warkat) dalam lembaran kertas berisi nama perusahaan dan jumlah saham dalam perusahaan yang kita miliki, pada waktu itu kepemilikan perusahaan ini masih bisa terlihat secara fisik ketika diperdagangkan, saat ini semuanya sudah serba elektronik tak terkecuali perdagangan saham di Bursa Efek. Perlu diketahui yang di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia bukan hanya saham, tapi warrant dan right juga diperdagangkan disini. Kalau kita lihat sistem yang tersambung dengan perdagangan di Bursa Efek, kita juga bisa lihat transaksi jual beli saham terjadi dalam waktu hitungan detik.. Huu ramenyaa 😀

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan efek di Indonesia dan setiap Negara memiliki pusat perdagangan efek mereka sendiri-sendiri, contohnya seperti pusat perdagangan efek di Amerika Serikat bernama NYSE (Bursa Efek New York) yang berada di Wall Street, New York City.

Penasaran gak kenapa sih harus ada Bursa Efek?? Penting gitu??

Bursa Efek didirikan untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia yang juga ingin memiliki perusahaan, jadi tidak hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memiliki perusahaan, bukan hanya orang yang memiliki dana besar saja yang dapat mempunyai saham, anak kuliahan juga sudah bisa membeli saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, karena BEI sudah mengubah jumlah minimal beli yang tadinya 1 lot berisi 500 lembar saham sekarang menjadi 100 lembar saham, jadi kalau dahulu dana Rp. 100.000 tidak bisa membeli saham seharga Rp. 900/lembar, sekarang sudah bisa,, waah ini benar-benar menguntungkan masyarakat menengah ke bawah bukan? Tinggal kita saja yang harus cerdas dalam mengambil kesempatan yang ada, peminimalan jumlah lembar saham dalam 1 lot ini benar-benar membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memulai berinvestasi dengan memasukkan dananya dalam perusahaan alias membeli saham, bukankah keren anak muda memiliki perusahaan? hanya dengan minimal seratus ribu rupiah, yang biasanya dihabiskan hanya untuk bermain, bisa digunakan untuk hal yang jauh lebih bermanfaat lainnya untuk kepentingan kita di masa depan, sayang sekali kaan kalau kita melewatkan kesempatan ini..

Disisi lain dengan adanya Bursa Efek Indonesia, perusahaan juga tertolong karena perusahaan mendapatkan dana segar yang digunakan untuk keperluan perusahaan, biasanya digunakan untuk ekspansi suapaya perusahaannya menjadi lebaih besar, bisa untuk mendirikan pabrik baru, atau sebagai modal tambahan agar produksi perusahaan tersebut makin bertambah, kalau perusahaan-perusahaan makin besar, siapa yang terkena dampaknya? Tentu masyarakat Indonesia sendiri seperti yang pernah kita jelaskan dalam Pentingnya Investasi Part 2 di link http://dapurinvestasi.com/pentingnya-investasi-part-2-bagaimana-suatu-investasi-berdampak-positif-bagi-perekonomian-suatu-negara.html

Bursa Efek Indonesia sendiri berada dalam pengawasan Bapepam LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) yang sekarang sudah bergabung dengan BI (Bank Indonesia) menjadi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi kita tidak perlu terlalu resah jika terdapat penyelewengan tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sangat berbeda jauh dengan investasi bodong yang notabennya tidak dalam pengawasan OJK. Semua orang yang bekerja dalam lingkup Pasar Modal di Indonesia biasanya sudah mendapat pengakuan dari OJK dan sudah terdaftar di OJK dengan harus melalui ujian yang diadakan sebagai salah satu syarat bekerja di lingkungan Pasar Modal Indonesia, jadi ketika ada penyimpangan yang terjadi baik dilakukan oleh orang pribadi atau oleh Perusahaan yang sudah listing di Bursa pasti akan di tindak lanjuti oleh OJK. Bisa kita bayangkan bagaimana kompleksnya perUndang-Undangan sebagai perlindungan terhadap investor? Marilah banyak belajar untuk meminimalisir resiko yang ada.

Cerdaslah kita dalam erinvestasi^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Hari ini kita akan mengulas tentang lembaga yang membantu kita merasa aman jika kita memilih berinvestasi di Bank, pasti udah kebayang kan lembaga apaa,, yuk kita liat pembahasannya…

 Siapa dari kita yang tidak memiliki Tabungan di Bank saat ini? Pasti hampir dari kita semua mempunyai tabungan di Bank dan bahkan kita mempunyai lebih dari satu tabungan dari berbagai Bank yang berbeda. Kita tahu bahwa Perbankan merupakan salah satu industri yang memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi nasional. Kinerja yang baik dari sektor perbankan sangat  diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa dengan adanya Bank kita lebih mudah dan aman untuk menyimpan dana kita dibanding kita menaruhnya di rumah yang resikonya lebih tinggi karena dengan menabung di Bank, dana kita aman dari kebakaran atau pencurian serta resiko kehilangan lainnya. Dan fasilitas yang diberikan Bank kepada kita adalah kita dapat mengambil dana kita  kapan saja dan dimana saja dengan adanya mesin ATM yang sudah tersebar dimana-mana serta buka 24 jam. Dan dijaman yang modern ini hampir setiap kita membeli barang, pembayaran dari transaksi tersebut menggunakan pembayaran elektoronik atau Transfer menggunakan ATM dengan maksud untuk mempermudah transaksi apapun dan kapanpun tanpa harus bertemu dengan penjualnya.

Kita tak bisa hanya diam namun harus mengikuti zaman yang sudah serba teknologi ini. Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah menyimpan dananya di Bank karena lebih mudah dan aman, namun dengan adanya krisis moneter pada tahun 1998, krisis global pada tahun 2008 dan kasus Bank Century beberapa waktu lalu membuat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di Bank sedikit menurun karena masyarakat takut jika dananya tidak dapat dikembalikan atau Bank yang tempat kita menyimpan mengalami kebangkrutan.

Dengan kejadian krisis moneter 1998, krisis global tahun 2008 dan Bank century tersebut maka Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melakukan kesepakatan dengan Lembaga Penjaminan Simpanan atau dikenal dengan LPS dalam pemeriksaan Bank bersama OJK, khususnya penanganan Bank-Bank yang bermasalah.

LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah suatu lembaga independen yang memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya serta melakukan penyelesaian atau penanganan Bank yang tidak berhasil disehatkan atau Bank gagal.

LPS dibentuk berdasarkan UU RI Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada tanggal 22 September tahun 2004. Kemudian LPS mulai beroperasi dan efektif pada 22 September 2005 sehingga setiap Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia yang melakukan kegiatan usahanya wajib menjadi peserta penjaminan LPS. Adapun Jenis simpanan di Bank yang dijamin meliputi tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka serta jenis simpanan lainnya. Nilai simpanan dana yang dijamin LPS sebelumnya Pada tanggal 22 Maret 2007 adalah maksimum sebesar Rp. 100 juta per nasabah per Bank, jika nasabah memiliki simpanan lebih dari Rp. 100 juta maka sisanya akan dibayarkan dari hasil likuidasi Bank tersebut. Namun sejak terjadi krisis global tahun 2008 lah akhirnya pemerintah mengeluarkan Perpu No. Tahun 2008 tentang perubahan atas UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang mengubah nilai simpanan yang dijamin LPS menjadi maksimum sebesar Rp. 2M. Sehinggan nasabah dijamin oleh LPS sapai dengan Rp. 2M.

Dengan adanya LPS inilah semoga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan karena jika masyarakatnya percaya untuk menyimpan dana di Bank maka akan mampu meningkatkan kinerja perbankan serta akan mampu meningkatkan ekonomi Indonesia, karena negara yang kuat adalah negara yang masyarakatnya mau bersama-sama memajukan negaranya dengan salah satunya adalah ikut andil dalam meningkatkan kinerja industri perbankan di Indonesia yang merupakan Jantung ekonomi Indonesia. Jadi sekarang masyarakat tak perlu takut lagi dan resah menyimpan dananya di Bank karena sudah ada LPS sebagai penjamin dana nasabah sampai Rp. 2M.

Nah sobat Dapurinvestasi udah tau kaan gimana dana kita terjamin kalo nabung di Bank. Ayo mulai menabung sejak dini dan ikut serta memajukan ekonomi Indonesia. Nabung siapa takut 😀

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com