keuangan

ASPEK TERPENTING DALAM INVESTASI

Selama ini, saya penasaran dengan jawaban para investor pemula tentang aspek terpenting dalam investasi. Karena jujur saya jarang bahkan hampir tidak pernah mendapat pertanyaaan ini. Pengalaman saya, orang lebih sering bertanya tentang apa investasi terbaik saat ini?  Dan akibat dari pertanyaan ini, banyak sekali tulisan atau seminar yang hanya fokus pada jenis-jenis investasi yang mengaku terbaik.

Kenapa pemahaman tentang aspek terpenting dalam investasi ini menjadi krusial? Selain untuk menjawab jenis investasi terbaik, juga karena investasi adalah hal yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Sayangnya masih banyak yang menghindari berinvestasi karena berbagai alasan, terutama karena takut ataupun tidak mengerti.

 PEMAHAMAN SALAH TENTANG INVESTASI

Beberapa saudara atau teman sekolah saya suka terkagum-kagum dengan kata investasi. Menurut mereka jika ada yang menyebtkan kata “investasi”, kesannya orang pintar dan kelas atas. Benarkah demikian? Mari kita bahas.

Setidaknya ada 3 pemahaman yang salah mengenai investasi antara lain:

  1. INVESTASI = INSTRUMEN KEUANGAN

Ini adalah pemahaman yag salah. Instrumen keuangan seperti saham, produk perbankan, surat utang (ORI, sukuk), reksadana adalah jenis instrumen keuangan yang digunakan untuk investasi. Namun selain itu masih banyak instrumen/alat lain yang bisa dijadikan alat investasi. Contohnya properti, emas, atau barang-barang hobi lainnya.

  1. INVESTASI = JUDI

Salah lagi. Investasi membutuhkan pemahaman dan perhitungan/analisa yang matang akan instrumen yang digunakan. Ada peluang untuk untung besar, untung sedang, untung kecil dan bahkan rugi. Sedangkan judi lebih bersifat spekulasi tanpa menggunakan perhitungan dan analisa, dengan hasil akhir berupa menang atau kalah. Ini akan kita bahas di tulisan tersendiri karena cukup panjang.

  1. INVESTASI HANYA UNTUK ORANG PINTAR

Ini biasanya dikaitkan dengan poin no 1 di atas. Pada kenyataannya? Semua orang bisa melakukan investasi. Tidak peduli pada latar belakang pendidikan, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, dll.

Setiap orang yang melakukan investasi, pasti punya pemahaman akan instrumen yang mereka gunakan dan punya harapan keuntungan dan toleransi risiko yang berbeda-beda juga. Lebih jelasnya kita bahas dibawah.

ASPEK TERPENTING DALAM BERINVESTASI

Ada 3 hal mendasar yang harus diketahui oleh setiap orang sebelum mulai memutuskan instrumen investasi terbaik yang akan anda investasikan.

  1. PEMAHAMAN ATAS INSTRUMEN INVESTASI YANG DIGUNAKAN

Buat saya, ini aspek yang paling terpenting. Tanpa pemahaman mengenai instrumen/alat investasi yang kita gunakan, maka apa yang kita lakukan cenderung menjadi spekulasi dan lebih mengarah ke judi. Contoh di instrumen saham. Ini jelas-jelas produk investasi, diatur juga dengan khusus oleh Undang-Undang Pasar Modal dan dikenal juga ada istilah pasar modal syariah yang sah dan halal. Tapi banyak orang yang memberi cap “judi” atau “spekulasi” terhadap saham. Kenapa? Karena pengalaman dari orang-orang yang merugi di investasi saham sebagai akibat dari ketidakpahaman atas saham itu sendiri.

Balik ke pertanyaan di atas: jadi investasi apa yang paling bagus sekarang ini? Nah disini relasinya. Karena kriteria “terbaik” harus timbul dari pemahaman yang baik juga.

Imbal Hasil vs Risiko

Selain paham atas karakter alat investasi, kita juga harus paham akan potensi imbal hasil yang bisa diperoleh dan risiko yang kemungkinan terjadi. Dalam investasi, ini dua hal yang selalu ada. Semakin tinggi imbal hasil yang bisa dicapai, semakin tinggi juga risiko yang harus kita hadapi. Jika sampai ada yang menawarkan instrumen investasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah, hati-hati, anda sedang masuk dalam percobaan penipuan

Kenali Pasar Instrumen Investasi

Trus apa saja yang termasuk instrumen investasi? Jawabannya: semua alat yang ada pasarnya. Pasar disini maksudnya bukan bentuk pasar fisik saja, tapi semua alat yang memiliki permintaan dan penawaran di sana. Tanpa paham mengenai alat investasi, anda mustahil paham mengenai harga wajar alat tersebut di pasarnya. Kalau produk keuangan, pasar modal, emas atau property semua pasti tahu jika itu investasi. Gimana kalau batu akik yang sempat ngetrend tahun lalu? Apakah itu alat investasi? Buat saya batu akik pun bisa jadi instrumen investasi. Tetapi kalau saya memaksa untuk investasi disini, jelas saya akan jadi sasaran empuk untuk ditipu dan besar kemungkinan untuk gagal karena saya tidak mengerti dengan pasarnya. Tapi ada seorang teman baik saya yang menghasilkan banyak uang dari perdagangan batu akik ini. Sistemnya buy low sell high atau buy high sell higher. Mengapa? Karena dia sangat paham tentang dunia batu akik, termasuk permintaan dan penawaran yang ada. Contoh lain yaitu lukisan. Buat saya lukisan-lukisan mahal dan murah sama saja keliahatannya. Tapi buat pencinta seni, itu sangat berbeda. Lukisan ini bisa menjadi investasi yang menguntungkan, yang berangkat dari hobi dan pemahaman yang kuat akan instrumen tersebut.

intinya, pahami pasar dari alat investasi yang akan digunakan. Pemahaman ini yang menentukan “investasi terbaik” untuk kita.

  1. KENALI IMBAL HASIL YANG DIPEROLEH

Sebelum memulai investasi pasti kita memiliki tujuan untuk apa kita berinvestasi. Biasanya, dasar dari semua tujuan itu pasti satu hal yaitu inflasi, kenaikan harga barang atau jasa yang kita butuhkan dimasa depan. Jadi, hasil investasi yang kita lakukan setidaknya harus lebih tinggi dari inflasi. Hasil investasi harus lebih besar dari kenaikan uang pangkal di sekolah incaran. Harus lebih tinggi juga dari kenaikan harga tahunan paket liburan ke Eropa. Memahami imbal hasil investasi juga penting untuk menentukan instrumen investasi yang kita pilih yang sesuai dengan tujuan kita. Jadi jangan mengejar tujuan tinggi dengan alat investasi berimbal hasil rendah.

  1. PAHAMI JANGKA WAKTU INVESTASI

Instrumen investasi yang tepat juga ditentukan oleh jangka waktu investasi yang diinginkan. Ini terkait dengan tujuan investasi di awal. Jika uangnya akan digunakan satu tahun kedepan, uangnya jangan diinvestasikan di properti. Karena properti adalah investasi yang tidak likuid dan lebih bersifat jangka panjang. Instrumen investasi itu harus disesuaikan dengan jangka waktu tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuannya masih lama, boleh saja menggunakan instrumen investasi dengan fluktuasi lebih tinggi, karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang tidak rendah. Demikian juga jika dana yang diinvestasikan ingin digunakan dalam jangka pendek. Akan lebih bijaksana anda berinvestasi di instrumen dengan imbal hasil stabil seperti deposito perbankan ataupun reksadana pasar uang.

KESIMPULAN

Jadi, apa instrumen investasi terbaik buat anda? Intinya, pahamilah semua aspek dalam instrumen investasi sejelas mungkin sebelum anda menjatuhkan pilihan di salah satu instrumen investasi. Jangan cuma sekedar ikut-ikutan trend atau kata-kata orang lain. Mengapa demikian? Karena instrumen investasi terbaik berbeda untuk setiap orang. Investasi terbaik buat saya belum tentu terbaik buat anda, demikian pula sebaliknya.

Jadi, pahami dengan baik, dan selamat berinvestasi!!!

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^   ^

By : Hendri Prasetyo Utomo

Ada Apa Dengan The Fed ?? (Part I)

Federal Reserve atau The Fed kembali membawa kekhawatiran bagi pasar keuangan di dunia. Janet Yellen selaku pimpinan The Fed pada pertemuan Jackson Hole Jumat (26/8) pukul 11.00 waktu New York menegaskan akan menaikkan suku bunga acuan pada beberapa bulan terakhir di 2016 seiring data ekonomi Amerika yang membaik.

Pasar memang sedikit bertingkah manja terhadap gejolak ekonomi, sejak Amerika memberikan quantitative easing (pelonggaran moneter dengan cara pengucuran dana oleh Bank Sentral melalui pembelian asset, dalam hal ini Obligasi) pada tahun 2008 karena krisis subprime motgage, pasar menjadi candu akan stimulus moneter, pergerakan pasar keuangan seolah sejalan dengan besar atau kecilnya stimulus moneter yang dikucurkan oleh Bank Sentral di berbagai Negara termasuk Amerika. Pasar terus berharap agar pelonggaran moneter terus diberikan sehingga tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang kondusif.

Pada tahun 2013 pasar kembali bergejolak karena The Fed memastikan untuk mengurangi quantitative easing atau dikenal dengan istilah tapering off, dimana The Fed mulai mengurangi pembelian Obligasi dan pasar berpandangan bahwa pengurangan stimulus moneter tersebut dapat membuat pertumbuhan ekonomi Amerika dan pertumbuhan ekonomi Dunia mengalami kontraksi.

Setelah tahun 2013 berlalu, ekonomi mulai pulih kembali dan seolah olah pasar berpandangan bahwa “gapapa The Fed ngga ngasih quantitative easing lagi, asalkan Amerika Serikat tetap menganut suku bunga rendah yaitu sebesar 0.25%”, sehingga dengan adanya suku bunga rendah maka daya beli masyarakat akan tumbuh, permintaan tenaga kerja akan stabil dan perekonomian akan meningkat kembali.

Tetapi pada tahun 2015 The Fed kembali mengguncang pasar keuangan, dengan memastikan untuk menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kali sebesar 25 bps menjadi 0.50% dari sebelumnya yang sebesar 0.25%. Hal tersebut sontak membuat dollar Amerika Serikat menguat dibandingkan mata uang negara di dunia, mata uang negara emerging market mengalami depresiasi yang cukup dahsyat, terutama bagi negara yang tidak memiliki fundamental yang cukup baik.

Indikator utama yang menjadi acuan dalam menaikkan suku bunga Amerika Serikat adalah target pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan sebesar 2.1% – 2.2%, target Inflasi yang diperkirakan mencapai 2% dan target angka pengangguran yang diperkirakan berada pada level 5%.

Fakta yang terjadi ketika suku bunga acuan Amerika Serikat dinaikkan pada Desember 2015 adalah sebagai berikut :

Source : Trading Economic

Pertumbuhan GDP pada Kuartal IV 2015 hanya mencapai 1.9% lebih rendah dari target The Fed yang sebesar 2.1% – 2.2%.

Source : Trading Economic

Inflasi Amerika Serikat hanya tercatat sebesar 0.7% pada bulan Desember, jauh dibawah target The Fed yang sebesar 2%.

Source : Trading Economic

Data Unemployment rate Amerika Serikat tercatat sebesar 5% pada bulan Desember 2015, sesuai dengan target The Fed.

Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa keputusan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada akhir tahun 2015 relatif terburu – buru dan cenderung nekat, mengingat dua dari tiga indikator ekonomi belum tercapai. Pada saat kenaikan tersebut terjadi, tentu perekonomian Amerika Serikat belum cukup kuat dalam beradaptasi terhadap keadaan tersebut. Apalagi perekonomian dunia yang kembali mengalami turbulence karena kebijakan kenaikan suku bunga The Fed.

Source : World Bank

Terlihat pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan dan tercatat hanya tumbuh sebesar 2.47%.

Bagaimana dengan tahun 2016 ?? Apakah The Fed pantas untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya ?? Apakah perekonomian Indonesia siap beradaptasi dengan kenaikan suku bunga The Fed tahap II ??

Pertanyaan diatas akan kami paparkan pada tulisan selanjutnya Part II..

Cerdaslah dalam berinvestasi ^__^

By : Putu Wahyu Suryawan

Bisakah Tax Amnesty Mencapai Target??

Mulai bermunculan rasa pesimistis dari pelaku pasar dengan program tax amnesty yang di buat oleh pemerintah beberapa bulan yang lalu. Tapi sampai sekarang perkembangan program tersebut cukup mengkhawatirkan.
Permasalah utama yang dihadapi adalah masih banyak petugas pajak yang belum memahami aturan tax amnesty. Padahal, mereka dituntut untuk bisa menjelaskannya kepada masyarakat mengenai program tersebut.

Ditambah adanya petugas pajak yang masih tidak sinkron mengenai penerapan tax amnesty dan bermunculan kebingungan di kalangan masyarakat yang menilai dimana pada awalnya program tax amnesty ini dibuat untuk menjaring pengusaha besar yang melarikan hartanya keluar negeri, namun pada kenyataannya sekarang masyarakat biasapun menjadi sasaran pemerintah.

Kendala lain yang muncul adalah, masih rendahnya warga negara yang memiliki aset besar ikut tax amnesty . Para konglomerat ini masih belum yakin dengan program tax amnesty dengan berbagai alasan.

Bahkan ancaman terbesar juga datang dari negara tetangga, Singapura. Dalam beberapa kesempatan sejumlah pihak dari Singapura bertemu dengan pengusaha Indonesia, mereka membujuk agar tidak merepatriasi hartanya.
Perlu diketahui sampai bulan ini uang tebusan baru mencapai Rp. 2.42 Triliun atau baru mencapai 1.5%. Dengan komposisi uang tebusan Badan UMKM Rp. 6,86 Miliar, Badan Non UMKM Rp. 235 Miliar, Orang Perseorangan Non UMKM Rp.2,04 Triliun dan Orang Perseorangan UMKM sebesar Rp. 145 Miliar.

Statistik Amnesti Pajak

Kami memprediksi apabila sampai akhir  bulan September target dari tax amnesty tidak sampai dari setengah yang telah di tentukan maka bisa berdampak negatif kepadan Pendapatan Negara. Target Pendapatan Negara dalam APBN tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp1.822,5 triliun, atau Rp25,6 triliun lebih rendah dari yang diusulkan dalam RAPBN Tahun Anggaran 2016.

realisasi penerimaan pajak hingga Senin (29/8) baru mencapai 44% dari target dalam APBN-P 2016. Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak telah mencapai sekitar Rp 596 triliun dari target penerimaan pajak  setengah dari jumlah yang ditargetkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 1.355,2 triliun.

Sebaiknya investor tetap mengikuti dinamika perkembangan tax amnesty tersebut agar selalu bisa mengambil keputusan dalam berinvestasi dengan baik dan cermat.

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

Market Review Selasa 30 Agustus 2016

IHSG terjatuh pada perdagangan kemarin 29/08/16 dampak pidato dari gubernur The Fed Janet Yellen yang mengindikasikan adanya kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada tahun ini, walaupun Janet Yellen tidak secara pasti memberikan statment menginginkan adanya kenaikan suku bunga AS.

Sentimen selanjutnya adalah datang dari dalam negeri yaitu munculnya pesimistis dari program tax amnesty yang sampai sekarang perkembangannya cukup memprihatinkan. Kami memprediksi apabila sampai akhir bulan September target dari tax amnesty tidak sampai dari setengah yang telah di tentukan maka bisa berdampak negatif ke pasar.

Perlu diketahui sampai saat ini uang tebusan baru mencapai Rp. 2.24 Triliun atau baru mencapai 1.4% dari target yang telah ditentukan sebesar Rp.165 Triliun.

Melihat sentimen yang terjadi, pada perdagangan hari ini 30 Agustus 2016 kami memprediksi IHSG akan kembali melanjutkan negatifnya dengan rentan penurunan 5.300-5.380.
Saham yang perlu di cermati KAEF, ADRO, INCO dan EXCL.

Disc : ON

By: admin

PEMBAGIAN DEVIDEN

Hallo para pembaca setia Dapurinvestasi.com..

                Ada kabar gembira ni buat para investor dan calon investor, pada tanggal 31  Maret  lalu seluruh emiten atau perusahaan go public sudah mengeluarkan  laporan keuangan tahunan nya, laporan tersebut sudah di publish dan dapat dilihat di

 http://www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspx

Nah berita gembiranya adalah ketika setiap laporan keuangan terbit para emiten tersebut akan melakukan Corporate Action salah satunya adalah pembagian deviden, dalam pasar modal terdapat beberapa emiten yang biasanya rutin membagikan deviden kepada para pemegang saham. Selain capital gain yang di dapat oleh para investor, keuntungan lainnya dalam berinvestasi saham adalah mendapatkan deviden. Biasanya pembagian deviden disesuaikan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan, jika pendapatan perusahaan mengalami pertumbuhan maka jumlah pembayaran deviden dapat dinaikkan dan ini akan menarik para investor untuk berinvetasi pada perusahaan tersebut..

Yuk sedikit membahas apa itu deviden? Deviden adalah laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham  secara proposional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki.  Ada beberapa jenis deviden yaitu :

  1. Deviden Tunai, yaitu deviden yang dibayarkan dalam bentuk tunai atau uang cash dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya. Biasanya para emiten paling umum membagikan keuntungan perusahaan dalam bentuk deviden tunai.
  2. Deviden saham, yaitu deviden yang dibayarkan dalam bentuk saham perusahaan sehingga jumalah saham yamg dimiliki investor bertambah. Pembagian deviden saham ini cukup sering dilakukan oleh para emiten.
  3. Deviden Properti yaitu deviden yang dibayarkan dalam bentuk aset selain kas atau saham. Pembagian deviden ini jarang dilakukan oleh para emiten.
  4. Deviden Interim, yaitu deviden yang dibagikan sebelum berakhirnya tahun buku perseroan.

Adapun jadwal dan tata cara pembagian deviden akan diputuskan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), para pemegang saham akan diundang pada RUPS untuk membahas besarnya deviden yang akan dibagikan, jadwal dan tata cara pembagian deviden. Selama pengumuman pembagian deviden yang akan dilakukan oleh perusahaan akan berpengaruh pada harga saham perusahaan tersebut.

Secara umum harga saham akan bergerak naik sesuai dengan besarnya deviden yang akan dibagikan perusahaan sampai dengan cum devidend date atau tanggal terakhir transaksi dimana pembeli saham memperoleh hak atas deividen ini dikarenakan investor mengharapkan deviden dari emiten tersebut sehingga para investor berlomba-lomba mengkoleksi saham perusahaan tersebut hingga Ex-date. Dan harga saham akan turun kembali pada tingkat wajarnya pada ex-devidend date atau tanggal dimana investor sudah memiliki hak memperoleh deviden dan sudah boleh menjual saham yang dimilikinya. Kita akan membahas jadwal pembayaran deviden sebagai berikut:

  1. Declaration Date : tanggal pengumuman resmi dari emiten untuk melakukan pembagian deviden.
  2. Cum-Devidend Date : tanggal terakhir transaksi saham dimana pembeli saham mendapatkan hak atas deviden yang dibagikan emiten.
  3. EX-Deviden Date : tanggal dimana investor sudah memiliki hak untuk memperoleh deviden dan sudah dijual kembali sahamnya.
  4. Date Of Record :  tanggal dimana investor harus terdaftar atau menentukan daftar nama dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan.
  5. Payment Date/Distribution Date : tanggal dimana perusahaan membagikan deviden kepada para pemegang saham.

Untuk mengetahui jadwal pembagian deviden tahun 2016 oleh emiten dapat di lihat di web KSEI sebagai berikut http://www.ksei.co.id/publications/corporate-action-schedules/cash-dividend agar mempermudah investor dan calon investor.

Namun tidak semua emiten melakukan Corporate Action dengan membagikan keuntungan atau laba bersih perusahaan dengan membagikan deviden kepada para pemegang saham, beberapa perusahaan akan menahan laba bersih perusahaan sebagai laba ditahan atau modal untuk membiayai operasional perusahaan selanjutnya atau untuk mengembangkan usahanya.

Tapi dengan membagikan deviden kepada para pemegang saham akan menarik daya beli investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut dan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut, dengan tingkat kepercayaan yang tinggi akan mampu meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut. Ini seperti sistem mutualisme saling membutuhkan satu sama lain.

So, buat kalian yang belum berinvestasi di pasar modal yuk mulai berinvestasi di pasar modal.. Bukan hanya perusahaannya saja yang kalian punya tapi kalian akan merasakan laba dari perusahaan tersebut..

Masih takut untuk berinvestasi di pasar modal?? Orang lain sudah berlari mengapa kita masih terdiam??? 😀

Selamat berinvestasi jadilah investor cerdas 🙂

Cerdaslah kita dalam berinvestasi..

By : dapurinvestasi.com

Bahas PDB Indonesia??

Heyy guys,, selamat membaca kembali di website kita “dapurinvestasi.com”..

Website kita kembali aktif nihh, setelah sebelumnya mengalami perbaikan, biar lebih keren lagii yaa guys.. hehehe.

Artikel kali ini, kita akan membahas GDP (Gross Domestic Product) atau dalam Bahasa Indonesia PDB (Produk Domestik Bruto). Secara simplenya sihh PDB itu salah satunya metode untuk menghitung pendapatan suatu negara, dimana didalamnya ada pengeluaran dari konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor juga impor.

So, didapat Rumus PDB atau GDP adalah,,

Rumus GDP

Nahh,, postur GDP Indonesia didominasi oleh konsumsi masyarakatnya, dimana data terakhir pada kuartal I 2016 menunjukkan konsumsi masyarakat mendominasi sebesar 56.25 %, seperti Tabel berikut ini,,

Tabel 1. GDP Proportion Q1 2016

Tabel 1. GDP Proportion Q1 2016

Porsi kedua di peroleh oleh Investasi yang sebesar 34.61%, selanjutnya ekspor memperoleh porsi 21.18%, sedangkan ekspor 19.83%. Untuk pemerintah hanya memiliki porsi sebesar 6.09%.

Porsi masing-masing sektor pada postur GDP Indonesia menjadi penting, karena pertumbuhan masing-masing sektor yang mempunyai porsi besar akan mempengaruhi pertumbuhan GDP secara signifikan. Dan saat ini GDP Indonesia masih bergantung pada konsumsi masyarakatnya. Jumlah penduduk yang besar menjadi senjata ampuh untuk menopang pertumbuhan GDP Indonesia.

Sekarang mari kita lihat pergerakan proporsi GDP Indonesia dari tahun 2000..

Tabel 2. Pergerakan GDP Proportion dari Tahun 2000

Tabel 2. Pergerakan GDP Proportion dari Tahun 2000

Dari tabel tersebut dapat kita lihat trendnya dari tahun 2000, ternyata walaupun Konsumer masih mendominasi dalam postur GDP, namun secara trend proporsi mengalami penurunan, hal tersebut dikarenakan sejak krisis tahun 1998, pemerintah telah mulai memangkas subsidi BBM, dimana tingkat konsumsi masyarakat sangat bergantung pada murahnya harga BBM, apabila subsidi dikurangi perlahan, maka pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak akan terlalu signifikan. Ekspor Impor Indonesia pun secara signifikan mengalami penurunan secara proporsional pada postur GDP Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh ekspor Indonesia yang bergantung pada komoditas pertambangan, saat ini harga komoditas telah jatuh dalam karena melambatnya perekonomian dunia. Maka dari itu pendapatan Indonesia dari Ekspor berdampak signifikan dan mengalami penurunan.

Nah dari segi impor, mengapa mengalami penurunan yang signifikan juga, hal tersebut disebabkan pemerintah telah memangkas subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak), bahkan di era pemerintahan Joko Widodo, subsidi sudah sama sekali dihapuskan. Apabila subsidi dihapuskan, maka harga BBM dalam negeri akan meningkat tajam dan akan menyebabkan permintaan akan BBM mengalami penurunan. BBM juga memiliki porsi yang lumayan besar dalam impor Indonesia, maka kinerja impor juga signifikan menurun karena hal itu. Kurs rupiah juga yang telah melemah terhadap dollar Amerika mempengaruhi kinerja Impor Indonesia, dimana barang barang luar negeri mengalami penurunan permintaan di dalam negeri.

Untuk Porsi pemerintah seperti terlihat pada gambar mengalami peningkatan, namun tidak terlalu signifikan, sedangkan dari segi Investasi mengalami peningkatan yang signifikan dari porsi GDP. Hal ini karena pemerintah sangat konsisten dalam menciptakan iklim investasi yang baik di Indonesia, sehingga Investor Asing dan Investor Domestik telah optimis dalam penanaman modal di Indonesia.

Selanjutnya kita akan menunjukkan data pertumbuhan GDP dari tahun 2000..

Tabel 3. Pertumbuhan GDP dari Tahun 2000

Tabel 3. Pertumbuhan GDP dari Tahun 2000

GDP Indonesia secara konsisten tumbuh pada frame 2001 – Q1 2016. Menurut perhitungan kami, secara YoY GDP Indonesia tumbuh dengan rata-rata 5.32% YoY, secara Annualized GDP Indonesia tumbuh dengan rata-rata 5.33% YoY dan secara QoQ GDP Indonesia tumbuh dengan rata-rata 1.31%.

Berikut adalah tabel komposisi dan pertumbuhan GDP Indonesia dari Q1 2000 sampai Q1 2016,,

Tabel 4. Komposisi GDP Q1 2000 - Q1 2016

Tabel 4. Komposisi GDP Q1 2000 – Q1 2016

Tabel 5. Pertumbuhan Komposisi GDP Q1 2000 - Q1 2016

Tabel 5. Pertumbuhan Komposisi GDP Q1 2000 – Q1 2016

Dapat kita lihat, walaupun GDP Indonesia secara konsisten tumbuh namun pertumbuhan GDP Indonesia mengalami trend penurunan sejak tahun 2007 yang tercatat sebesar 6.35% Annualized, hingga pada Annualized tahun 2015 tercatat dibawah 5.0% yaitu sebesar 4.79% Annualized. hal tersebut merupakan imbas dari perlambatan ekonomi dunia setelah krisis Amerika dan Eropa terjadi.

Tetapi, pembaca tidak perlu khawatir, karena menurut data terakhir yaitu Kuartal I 2016 GDP Indonesia tumbuh sebesar 4.92% lebih tinggi dari Kuartal I 2015 yang tumbuh hanya 4.73%, hal tersbut jelas mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mengalami perubahan trend menjadi trend kenaikan.

GDP Indonesia pada Kuartal I 2016 tercatat sebesar 2,262 Triliun tumbuh 4,92% YoY. Konsumsi masyarakat tumbuh 4,97% YoY lebih tinggi dari Kuartal I 2015 yang sebesar 4,72% YoY dan tumbuh tinggi dari Kuartal I 2011 yang sebesar 4,13%. Hal ini menunjukkan konsumsi masyarakat secara perlahan telah mengalami perbaikan seiring kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sejak awal 2016, seperti penurunan harga BBM, Penurunan Bi Rate, Penguatah kurs Rupiah, Penurunan Lending Rate dan Deposit Rate, peningkatan Upah Minimum Masyarakat dan peningkatan PTKP ( Penghasilan Tidak Kena Pajak). Semua unsur tersebut sangat berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat, dan secara otomatis akan berpengaruh pada pertumbuhan GDP, mengingat porsi konsumsi masyarakat sangat tinggi pada GDP Indonesia.

Dari segi Pemerintah, hanya tumbuh tipis yaitu sebesar 2,93% pada Kuartal I 2016, dimana angka tersebut hanya lebih tinggi tipis disbanding Kuartal I 2015 yang sebesar 2,91%. Belanja pemerintah memang sudah mulai digenjot pada Kuartal I 2016, namun Pemerintah masih memiliki kendala dalam realisasi belanja pemerintah, hal tersebut dikarenakan pendapatan Pemerintah dari pajak sangat minim. Pemerintah masih memperbaiki infrastruktur dan regulasi dalam Pajak. Berbagai paket kebijakan untuk menarik pajak sudah dikeluarkan dan diperkirakan efektif pada pertengahan tahun 2016.

Nahhh, untuk Investasi tumbuh lumayan nihh guys, pada Kuartal I 2016 Investasi tumbuh 5,57% YoY lebih tinggi disbanding Kuartal I 2015 yang sebesar 4,63% YoY. Hal ini mengindikasikan bahwa regulasi dan paket kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah untuk mempermudah Investasi dan kegiatan usaha di Indonesia mulai berhasil diterapkan. Pemerintah telah mempermudah pembuatan izin usaha dan izin-izin lainnya untuk Investasi.

Namun Ekspor dan Impor Indonesia masih mengalami penurunan, masih dipengaruhi perlambatan ekonomi dunia. Pemerintah diharapkan mengalihkan pendapatan ekspor dari yang semula bergantung pada ekspor komoditas, menjadi kuat pada sector pariwisata yang dapat menopang devisa negara. Penarikan dana investasi asing juga dapat digunakan untuk mengimbangi kinerja ekspor yang terus mengalami penurunan.

Okehhh,, paragraph mendekati terakhir nihh, dapurinvestasi.com akan mencoba untuk memberikan satu pandangan. Hal simple yang bisa diperoleh dari data diatas adalah “Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan sejalan dengan membaiknya iklim Investasi di negara tersebut”.. Acuan sederhana, apabila GDP tumbuh maka IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia) juga akan tumbuh.

Kita telah mengetahui bahwa komponen utama dalam GDP Indonesia, yaitu Konsumsi Masyarakat dan Investasi telah tumbuh pada Kuartal I 2016 lebih tinggi dibandingkan Kuartal I 2015, maka hal itu mengindikasikan kebijakan pemerintah terkait tingkat konsumsi masyarakat dan terkait regulasi Investasi telah berhasil, dan Investor sangat tertarik berinvestasi di Indonesia. Masalah yang harus diperbaiki adalah Ekspor dan Impor Indonesia serta realisasi belanja pemerintah yang harus ditingkatkan lagi agar Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi diatas 5% lagii.

Tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi di Indonesia apabila kita melihat indikator GDP Kuartal I 2016. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global mungkin tetap menjadi pertimbangan, namun apabila Indonesia bisa atau mampu dan sanggup tumbuh dalam keadaan ekonomi dunia yang sedang melambat. Menurut kami hal tersebut cukup aman untuk menanamkan dana investasi di Indonesia.

Sektor dalam IHSG yang dapat di koleksi sampai akhir tahun 2016 adalah Sektor Konsumsi, Sektor Infrastruktur, Sektor Property, Sektor Perbankan dan Sektor Manufaktur..

Sekian dan terimakasih..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

 

Reksa Dana Alternatif Pendanaan Pembangunan Indonesia !

Reksa Dana Alternatif Pendanaan Pembangunan Indonesia !

Reksa Dana Alternatif Pendanaan Pembangunan Indonesia !

Seperti yang kita ketahui, selama ini produk reksa dana hanya terfokus pada 3 produk reksa dana yaitu, reksa dana saham, reksa dana campuran (yang komposisinya mix antara saham, obligasi dan pasar uang) dan reksa dana pendapatan tetap ( yang komposisinya obligasi dan instrument pasar uang lainnya). Lalu mana dari ketiga produk reksa dana ini yang bisa membantu memberikan pendanaan untuk pembagunan Indonesia? Ternyata masih banyak produk-produk reksa dana yang masih belum kita ketahui salah satunya yaitu RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas).

Lalu, apa itu RDPT?

RDPT adalah reksa dana yang berbentuk kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas, adalah wadah yang di gunakan untuk menghimpun dana dari pemodal professional yang selanjutnya diinvestasikan oleh manajer investasi pada portofolio efek yang berbasis pada sektor rill. Jadi nantinya dana dari para investor ini akan di kelola oleh manajer investasi yang portofolio efeknya adalah proyek-proyek sektor rill yang membutuhkan pendanaan.

Lalu apa hubungnya RDPT dengan pembangunan di Indonesia?

Tentu sangat erat hubungannya dengan pembagunan di Indonesia karena RDPT bisa menjadi alternative pendanaan, selain mengandalkan pendanaan dari pinjaman Bank atau penerbitan obligasi.

Seperti kita ketahui setelah terpilihnya Bpk. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia beliau mencanangkan percepatan pembagunan di negeri Indonesia dan ini berarti memberikan peluang yang baik bagi perusahaan konstruksi baik perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta, akan tetapi untuk memulai itu semua para perusahaan konstruksi tersebut membutuhkan pendanaan karena dana untuk pembangunan tersebut sangat besar yang berarti harus banyak alternative sumber pendanaan tidak hanya mengandalkan bank saja, salah satunya adalah RDPT seperti yang di kutip dalam berita di harian Bisnis Indonesia basis pendanaan infrastruktur melalui pasar modal lebih luas menyusul di luncurkannya RDPT berbasis proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 megawatt senjilai 1 triliun, langkah itu di awali dengan penandatanganan MoU antara Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D.Hadad dengan Mentri ESDM Sudirman Said. Dan dalam kesempatan tersebut di hadiri pelaku IKNB menandatangani perjanjian menajdai stand by buyer RDPT ini. Hal ini menunjukan dalam pembagunan di negara Indonesia banyak alternatif pendanaan yang bisa di gunakan, seperti yang di lihat dalam artikel di atas antara satu lembaga ke lembaga yang lainnya saling berkaitan, apabila masyarakat di Indonesia sadar akan pentingnya berinvestasi sejak dini maka masyarakat Indonesia bisa bahu membahu untuk terwujudnya pembagunan di Indonesia, seperti halnya kita sadar akan proteksi diri melalui asuransi dan juga pentingnya proteksi di masa tua kita dengan menggunakan dana pensiun dari dana yang telah kita sisihkan untuk proteksi diri dan masa tua kita yang kemudian dana tersebut akan di investasikan kembali oleh lembaga IKNB ke dalam RDPT karena lembaga tersebut di anggap investor professional. Jadi ketika satu orang penduduk Indonesia sadar akan pentingnya investasi maka akan sangat berarti bagi negeri kita ini, bagaimana kalau seluruh penduduk Indonesia sadar akan pentingnya investasi? Pembagunan yang kita harapkan akan terwujud J

Sekian ulasan kali ini semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Hot News – Pengaruh Bom Sarinah Terhadap Pasar Modal Indonesia

Hot News - Pengaruh Bom Sarinah Terhadap Pasar Modal Indonesia

Hot News – Pengaruh Bom Sarinah Terhadap Pasar Modal Indonesia

Sebelumnya Indonesia pernah beberapa kali mengalami situasi seperti yang terjadi di Sarinah (14 Januari 2016), beberapa diantaranya yaitu peristiwa Bom JW Marriotts dan Ritz-Carlton yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2009, Peristiwa Bom Bali II pada tanggal 1 Oktober 2005 dan peristiwa Bom di tahun 2002 yaitu Legian Bali 12 Oktober 2002. Tentu hal ini memberi dampak negatif terhadap kondisi ekonomi Indonesia termasuk pasar modal, tetapi hal yang perlu dianalisa lagi adalah seberapa besar pengaruh dari situasi ini terhadap ekonomi Indonesia terkhususnya pasar modal ?

Kita akan mulai dengan menganalisa peristiwa Bom di Legian Bali tanggal 12 Oktober 2002, kejadian ini berdampak cukup buruk pada kondisi perekonomian Indonesia. IHSG mengalami penurunan setelah peritiwa bom ini, terlihat dari banyaknya posisi jual yang mengakibatkan IHSG tanggal 11 Oktober 2002 turun dari Rp 376,466 menjadi Rp 337,475 pada tanggal 14 Oktober 2002 atau turun sebesar 10,36%. Pada kondisi ekonomi lainnya, yaitu di sisi pasar uang juga mengalami dampak negatif nilai tukar Rupiah terhadap Dollars US Rp9.010/USD pada tanggal 11 Oktober 2002 menjadi Rp9.313/USD pada tanggal 14 Oktober 2002 atau turun 3,36%. Dari data ini dapat di analisa bahwa pasar modal lebih responsif dibandingkan dengan pasar uang saat peristiwa Bom di tahun 2002 yang dibuktikan dengan penurunan lebih besar terjadi pada IHSG BEI dibandingkan dengan penurunan Kurs Rupiah di Pasar Uang.

Peristiwa Bom JW Marriotts dan Ritz-Carlton yang terjadi pada tanggal 17 Juli 2009 membawa pengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Kurs IDR/USD pada tanggal 16 Juli 2009 adalah Rp10.101/USD melemah menjadi Rp10.240/USD tanggal 17 Juli 2009 atau turun 1,38%. Sedangkan IHSG turun dari Rp 2.117,95 pada tanggal 16 Juli menjadi Rp 2.106,35 tanggal 17 Juli atau turun 0,548%. Dampak Bom JW Marriot dibandingkan dengan Bom Bali terhadap kurs dan IHSG lebih rendah. Hal ini terkait dengan kekuatan bom di Bali jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bom JW Marriot. Dampak Bom JW Marriot terhadap IHSG jauh lebih rendah dibandingkan dengan Bom Bali.

Kendati terrorisme memberikan dampak yang negatif kepada perekonomian namun jika negara mampu mengatasinya dengan baik maka efek dari terrorisme itu sendiri hanyalah sementara. Mungkin dalam beberapa hari kedepan pasar masih akan mengalami penurunan karena beritanya yang masih hot “hangat” di media-media. Namun hal tersebut tidak akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama seiring meredupnya berita tentang aksi tersebut dan alasan yang lain adalah negara tidak akan membiarkan hal tersebut terulang kembali dan beruasaha maksimal untuk menghancurkan jaringan terroris yang ada. Kayaknya lebih bagus “penangkapan jaringan” bukan serangan balik, kalo serangan balik itu kayak PARIS kemarin.

Dan terbukti baru-baru ini terjadi Ledakan di Sarinah Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat hari Kamis tanggal 14 Januari 2016 dimana pada sesi I IHSG mengalami penurunan sebesar 0,81% di level Rp 4,456.47 pada hari yang sama, tetapi IHSG sempat rebound di level terkuat Rp 4.526,5, hal ini dikarenakan pengumumuan penurunan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia yang membuat investor optimis terhadap pasar, walaupun akhir penutupan IHSG melemah sebesar 0,52% dari harga pembukaan ke level Rp 4.513,18  di hari terjadinya ledakan Bom Sarinah.

Analisa mengapa IHSG sempat mengalami kenaikan, padahal di hari yang sama terdapat peristiwa ledakan di Sarinah yang cukup membuat banyak masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jakarta panik dan ketakutan? jawabannya adalah pada hari itu ternyata juga bertepatan dengan pengumumuan penurunan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia. Artinya investor lebih memilih memperhatikan fundamental daripada panik sesaat dan belum lagi Indonesia juga pernah mengalami kejadian aksi terror dan dapat memulihkan keadaan dengan cepat, hal ini merupakan faktor lain yang membuat investor masih beranggapan positif dengan investasi di Indonesia, hal ini terbukti dengan penurunan persentase IHSG yang semakin mengecil ketika terjadi BOM di tahun 2002 (-10,36%), tahun 2009 (-0,548%) dan terakhir di tahun 2016 (-0,52%). Dan jika kita dapat menganalisa kembali alasan mengapa IHSG ditutup melemah dikarenakan respon negatif investor atas pergerakan market global seiring dengan terus turunnya harga komoditas minyak terbukti dengan melemahnya mayoritas bursa saham di Asia Pasifik. Artinya, ledakan di Sarinah pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2016 sejatinya tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap IHSG atau pasar modal Indonesia.

So, sebagai investor kita jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk menjual atau mencairkan investasi, karena dengan kondisi fundamental ekonomi makro Indonesia yang sudah cukup kuat saat ini sehingga pelemahan ini berlangsung sementara dan keyakinan terhadap prospek ekonomi juga muncul dari para pebisnis. Sehingga hal ini dapat dijadikan peluang bagi investor untuk menambah portofolio investasi.

Gimana Sobat Dapur Investasi? Yuk tambah portofolio kita ^^

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Hari ini kita akan mengulas tentang lembaga yang membantu kita merasa aman jika kita memilih berinvestasi di Bank, pasti udah kebayang kan lembaga apaa,, yuk kita liat pembahasannya…

 Siapa dari kita yang tidak memiliki Tabungan di Bank saat ini? Pasti hampir dari kita semua mempunyai tabungan di Bank dan bahkan kita mempunyai lebih dari satu tabungan dari berbagai Bank yang berbeda. Kita tahu bahwa Perbankan merupakan salah satu industri yang memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi nasional. Kinerja yang baik dari sektor perbankan sangat  diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa dengan adanya Bank kita lebih mudah dan aman untuk menyimpan dana kita dibanding kita menaruhnya di rumah yang resikonya lebih tinggi karena dengan menabung di Bank, dana kita aman dari kebakaran atau pencurian serta resiko kehilangan lainnya. Dan fasilitas yang diberikan Bank kepada kita adalah kita dapat mengambil dana kita  kapan saja dan dimana saja dengan adanya mesin ATM yang sudah tersebar dimana-mana serta buka 24 jam. Dan dijaman yang modern ini hampir setiap kita membeli barang, pembayaran dari transaksi tersebut menggunakan pembayaran elektoronik atau Transfer menggunakan ATM dengan maksud untuk mempermudah transaksi apapun dan kapanpun tanpa harus bertemu dengan penjualnya.

Kita tak bisa hanya diam namun harus mengikuti zaman yang sudah serba teknologi ini. Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah menyimpan dananya di Bank karena lebih mudah dan aman, namun dengan adanya krisis moneter pada tahun 1998, krisis global pada tahun 2008 dan kasus Bank Century beberapa waktu lalu membuat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di Bank sedikit menurun karena masyarakat takut jika dananya tidak dapat dikembalikan atau Bank yang tempat kita menyimpan mengalami kebangkrutan.

Dengan kejadian krisis moneter 1998, krisis global tahun 2008 dan Bank century tersebut maka Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melakukan kesepakatan dengan Lembaga Penjaminan Simpanan atau dikenal dengan LPS dalam pemeriksaan Bank bersama OJK, khususnya penanganan Bank-Bank yang bermasalah.

LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah suatu lembaga independen yang memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya serta melakukan penyelesaian atau penanganan Bank yang tidak berhasil disehatkan atau Bank gagal.

LPS dibentuk berdasarkan UU RI Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada tanggal 22 September tahun 2004. Kemudian LPS mulai beroperasi dan efektif pada 22 September 2005 sehingga setiap Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia yang melakukan kegiatan usahanya wajib menjadi peserta penjaminan LPS. Adapun Jenis simpanan di Bank yang dijamin meliputi tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka serta jenis simpanan lainnya. Nilai simpanan dana yang dijamin LPS sebelumnya Pada tanggal 22 Maret 2007 adalah maksimum sebesar Rp. 100 juta per nasabah per Bank, jika nasabah memiliki simpanan lebih dari Rp. 100 juta maka sisanya akan dibayarkan dari hasil likuidasi Bank tersebut. Namun sejak terjadi krisis global tahun 2008 lah akhirnya pemerintah mengeluarkan Perpu No. Tahun 2008 tentang perubahan atas UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang mengubah nilai simpanan yang dijamin LPS menjadi maksimum sebesar Rp. 2M. Sehinggan nasabah dijamin oleh LPS sapai dengan Rp. 2M.

Dengan adanya LPS inilah semoga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan karena jika masyarakatnya percaya untuk menyimpan dana di Bank maka akan mampu meningkatkan kinerja perbankan serta akan mampu meningkatkan ekonomi Indonesia, karena negara yang kuat adalah negara yang masyarakatnya mau bersama-sama memajukan negaranya dengan salah satunya adalah ikut andil dalam meningkatkan kinerja industri perbankan di Indonesia yang merupakan Jantung ekonomi Indonesia. Jadi sekarang masyarakat tak perlu takut lagi dan resah menyimpan dananya di Bank karena sudah ada LPS sebagai penjamin dana nasabah sampai Rp. 2M.

Nah sobat Dapurinvestasi udah tau kaan gimana dana kita terjamin kalo nabung di Bank. Ayo mulai menabung sejak dini dan ikut serta memajukan ekonomi Indonesia. Nabung siapa takut 😀

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com