investasi pemula

Indeks Luar Negeri Part 6 – Indeks Nikkei 225

Indeks Luar Negeri Part 6 - Indeks Nikkei 225

Indeks Luar Negeri Part 6 – Indeks Nikkei 225

Hallo Sobat Dapur Investasi,, sampai saat ini tentu kita telah mengenal apa itu Indeks Hang Seng, kami dari tim Dapur Investasi akan memberikan informasi tambahan mengenai Indeks Luar Negeri lainnya yaitu Indeks Nikkei 225..

Apa itu Indeks Nikkei 225??

Indeks Nikkei 225 adalah merupakan indeks Bursa Saham yang berkedudukan di Tokyo Stock Exchange (TSE) Jepang yang terdiri dari 225 perusahaan terpilih dengan kriteria tertentu, seperti memiliki nilai asset yang besar dan memiliki kredibilitas tinggi di market. Indeks Nikkei 225 pertama kali dihitung sejak tahun 1950 oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun yang pada awalnya mnggunakan metode kalkulasi yang sama dengan menghitung stock indeks Dow Jones yang ada di Amerika.

Namun seiring berjalannya waktu, pada tahun 1970 Nihon Keizai Shimbun membuat sistem kalkulasi yang lebih baik dan sehingga kini namanya menjadi Nikkei 225 yang memiliki harga rata-rata tertimbangnya dalam satuan yen dan setiap komponen ditinjau setahun sekali. Pada 29 Desember 1989 Indeks Nikkei 225 pernah mencapai indeks rata-rata tertinggi harian yaitu 38,957.44 sebelum akhirnya indeks tutup pada 38,915.87.

Ekonomi negara Jepang sangat mempengaruhi perputaran ekonomi dunia. Jepang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Karenanya, indeks saham di Jepang juga sangat mempengaruhi pergerakan bursa di kawasan Asia.  Indeks Nikkei merupakan indeks yang paling diperhatikan oleh investor-investor saham di Asia.

Hubungan Nikkei 225 (N225) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Perusahaan yang tercatat di Indeks Nikkei 225 merupakan perusahaan besar yang telah beroperasi secara global, termasuk di Indonesia. Dengan naiknya Indeks Nikkei 225 ini berarti kinerja perekonomian Jepang ikut membaik. Sebagai salah satu negara tujuan ekspor Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jepang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kegiatan ekspor maupun aliran modal masuk baik investasi langsung maupun melalui pasar modal.

Tetapi seiring dengan mengeratnya hubungan Jepang dan Indonesia dengan lebih dari 1000 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia menunjukan bahwa bursa Jepang jelas di pengaruhi bursa Indonesia, karena setiap terjadi gejolak ataupun peningkatan daya beli di Indonesia akan berdampak langsung pada perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi bursa Jepang.

Sekian informasi mengenai Indeks Nikkei kali ini semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Yuk Nabung Saham

Yuk Nabung Saham

Yuk Nabung Saham

Hallo Sahabat DapurInvestasi, tau gga sih bagaimana Cara Nabung Saham ??

Caranya mudah, yuk ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Buka Rekening Efek di Perusahaan Sekuritas Pilihan Sahabat
  2. Tentukan nominal dana yang ingin sahabat sisihkan untuk Nabung Saham
  3. Tentukan saham yang ingin Sahabat tabung secara rutin
  4. Setor dana secara rutin setiap period eke Rekening Dana Nasabah sahabat
  5. Beli sahamnya secara rutin setiap periode

Mudah kan, Yuk Nabung Saham

by : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

 

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

Hallo sobat Dapur Investasi, kembali lagi nih dengan daily education, hari ini Dapur Investasi akan membahas mengenai “BAPMI”, ada yang tau BAPMI itu singkatan dari apa ?

Ya, BAPMI adalah Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia. Apa sih BAPMI itu? BAPMI merupakan salah satu lembaga yang menyediakan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) yang mengkhususkan diri pada sengketa perdata di bidang Pasar Modal.

Tapi perlu kita ketahui sahabat,, tidak semua persengketaan dapat diselesaikan melalui BAPMI. Adapun persengketaan yang bisa diselesaikan oleh BAPMI harus memenuhi syarat , Simak ya sahabat apa saja syaratnya..

Pertama, hanya pihak-pihak yang terkait dengan bidang Pasar Modal yang menimbulkan persengketaan perdata; Kedua, persengketaan akan diselesaikan melalui BAPMI apabila telah terdapat kesepakatan di antara para pihak yang bersengketa bahwa melalui BAPMI lah persengketaan diselesaikan; Ketiga, pihak-pihak yang bersengketa melakukan pendaftaran perkara dengan permohonan secara tertulis kepada BAPMI, serta yang terakhir, ruang lingkup hukum pidana atau administrative tidak termasuk ke dalam perkara yang ada.

Kemudian yuk kita kenalan macam-macam bentuk APS. Ada beberapa macam bentuk APS yang disediakan oleh BAPM, diantaranya yaitu Pendapat MengikatMediasi dan Arbitrase. Apa sih bedanya? Nih dibaca hati-hati yaa…

Pendapat Mengikat adalah pendapat untuk memberikan penafsiran yang valid ketika tedapat perjanjian yang kurang jelas sehingga perbedaan penafsiran di antara para pihak yang bersengketa tidak ada lagi, pendapat ini yang mengeluarkan adalah BAPMI.

Mediasi adalah para pihak yang bersengketa memilih mediator sebagai pihak ke tiga yang bersifat netral dan independen, mediator yang telah ditunjuk ini membantu para pihak yang bersengketa dengan melakukan perundingan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dan sepert yang telah disinggung sebelumnya, para pihak harus membuat kesepakatan kemudian mengajukan permohonan perkara secara tertulis untuk mengajukan sengketa ke Media BAPMI serta para pihak yang bersengketa harus mematuhi kesepakatan damai yang telah di putuskan.

Arbitrase adalah pemeriksaan sengketa dan diadili oleh arbiter (pihak yang telah diberikan wewenang) di tingkat pertama dan terakhir kepada pihak ketiga yang netral dan independen dalam menyelesaikan persengketaan.

Info lagi nih sobat Dapur Investasi, Dewan Kehormatan BAPMI yang telah diangkat akan menjabat dengan masa jabatan 3 tahun, Dewan Kehormatan BAPMI ini diangkat pada Rapat Umum Anggota. BAPMI menjalankan kegiatannya dengan independen alias tidak ada control dan pengaruh dari pihak lain, serta organisasi ini bersifat swasta murni dan nirlaba.

Cukup sekian pembahasan kali ini, sengaja ga banyak-banyak takut bikin pusing sobat Dapur Investasi 😀 Semoga dapat membantu sobat Dapur Investasi dalam mengetahui Lembaga-Lembaga Keuangan yang ada di Indonesia.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Sebelumya udah pernah denger kaan Bursa Efek itu apa? Ada kata “efek” nya, kaya semacam saham2 gitu laah yaaa..

Bursa semacam tempat jual beli, efek adalah saham, jadi Bursa Efek Indonesia adalah tempat dimana orang-orang melakukan jual beli (transaksi) saham di Indonesia, ibarat pasar yang menjual berbagai macam barang kebutuhan kita, mulai dari sayur mayur, buah buahan, berbagai macam ikan, daging, pakaian, detergen dan berbagai alat serta kebutuhan kita lainnya.

Dalam Bursa Efek Indonesia tidak jauh berbeda dengan pasar tersebut, yang membedakan hanya barang yang diperjual belikan di Bursa Efek tidak terlihat atau tidak diperjual belikan secara fisik. Dahulu memang semua transaksi masih manual, bukti kepemilikan kita atas perusahaan juga masih berbentuk script (warkat) dalam lembaran kertas berisi nama perusahaan dan jumlah saham dalam perusahaan yang kita miliki, pada waktu itu kepemilikan perusahaan ini masih bisa terlihat secara fisik ketika diperdagangkan, saat ini semuanya sudah serba elektronik tak terkecuali perdagangan saham di Bursa Efek. Perlu diketahui yang di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia bukan hanya saham, tapi warrant dan right juga diperdagangkan disini. Kalau kita lihat sistem yang tersambung dengan perdagangan di Bursa Efek, kita juga bisa lihat transaksi jual beli saham terjadi dalam waktu hitungan detik.. Huu ramenyaa 😀

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan efek di Indonesia dan setiap Negara memiliki pusat perdagangan efek mereka sendiri-sendiri, contohnya seperti pusat perdagangan efek di Amerika Serikat bernama NYSE (Bursa Efek New York) yang berada di Wall Street, New York City.

Penasaran gak kenapa sih harus ada Bursa Efek?? Penting gitu??

Bursa Efek didirikan untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia yang juga ingin memiliki perusahaan, jadi tidak hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memiliki perusahaan, bukan hanya orang yang memiliki dana besar saja yang dapat mempunyai saham, anak kuliahan juga sudah bisa membeli saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, karena BEI sudah mengubah jumlah minimal beli yang tadinya 1 lot berisi 500 lembar saham sekarang menjadi 100 lembar saham, jadi kalau dahulu dana Rp. 100.000 tidak bisa membeli saham seharga Rp. 900/lembar, sekarang sudah bisa,, waah ini benar-benar menguntungkan masyarakat menengah ke bawah bukan? Tinggal kita saja yang harus cerdas dalam mengambil kesempatan yang ada, peminimalan jumlah lembar saham dalam 1 lot ini benar-benar membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memulai berinvestasi dengan memasukkan dananya dalam perusahaan alias membeli saham, bukankah keren anak muda memiliki perusahaan? hanya dengan minimal seratus ribu rupiah, yang biasanya dihabiskan hanya untuk bermain, bisa digunakan untuk hal yang jauh lebih bermanfaat lainnya untuk kepentingan kita di masa depan, sayang sekali kaan kalau kita melewatkan kesempatan ini..

Disisi lain dengan adanya Bursa Efek Indonesia, perusahaan juga tertolong karena perusahaan mendapatkan dana segar yang digunakan untuk keperluan perusahaan, biasanya digunakan untuk ekspansi suapaya perusahaannya menjadi lebaih besar, bisa untuk mendirikan pabrik baru, atau sebagai modal tambahan agar produksi perusahaan tersebut makin bertambah, kalau perusahaan-perusahaan makin besar, siapa yang terkena dampaknya? Tentu masyarakat Indonesia sendiri seperti yang pernah kita jelaskan dalam Pentingnya Investasi Part 2 di link http://dapurinvestasi.com/pentingnya-investasi-part-2-bagaimana-suatu-investasi-berdampak-positif-bagi-perekonomian-suatu-negara.html

Bursa Efek Indonesia sendiri berada dalam pengawasan Bapepam LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) yang sekarang sudah bergabung dengan BI (Bank Indonesia) menjadi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi kita tidak perlu terlalu resah jika terdapat penyelewengan tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sangat berbeda jauh dengan investasi bodong yang notabennya tidak dalam pengawasan OJK. Semua orang yang bekerja dalam lingkup Pasar Modal di Indonesia biasanya sudah mendapat pengakuan dari OJK dan sudah terdaftar di OJK dengan harus melalui ujian yang diadakan sebagai salah satu syarat bekerja di lingkungan Pasar Modal Indonesia, jadi ketika ada penyimpangan yang terjadi baik dilakukan oleh orang pribadi atau oleh Perusahaan yang sudah listing di Bursa pasti akan di tindak lanjuti oleh OJK. Bisa kita bayangkan bagaimana kompleksnya perUndang-Undangan sebagai perlindungan terhadap investor? Marilah banyak belajar untuk meminimalisir resiko yang ada.

Cerdaslah kita dalam erinvestasi^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Lembaga Keuangan Part 2 – Lembaga Penjamin Simpanan

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Hari ini kita akan mengulas tentang lembaga yang membantu kita merasa aman jika kita memilih berinvestasi di Bank, pasti udah kebayang kan lembaga apaa,, yuk kita liat pembahasannya…

 Siapa dari kita yang tidak memiliki Tabungan di Bank saat ini? Pasti hampir dari kita semua mempunyai tabungan di Bank dan bahkan kita mempunyai lebih dari satu tabungan dari berbagai Bank yang berbeda. Kita tahu bahwa Perbankan merupakan salah satu industri yang memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi nasional. Kinerja yang baik dari sektor perbankan sangat  diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa dengan adanya Bank kita lebih mudah dan aman untuk menyimpan dana kita dibanding kita menaruhnya di rumah yang resikonya lebih tinggi karena dengan menabung di Bank, dana kita aman dari kebakaran atau pencurian serta resiko kehilangan lainnya. Dan fasilitas yang diberikan Bank kepada kita adalah kita dapat mengambil dana kita  kapan saja dan dimana saja dengan adanya mesin ATM yang sudah tersebar dimana-mana serta buka 24 jam. Dan dijaman yang modern ini hampir setiap kita membeli barang, pembayaran dari transaksi tersebut menggunakan pembayaran elektoronik atau Transfer menggunakan ATM dengan maksud untuk mempermudah transaksi apapun dan kapanpun tanpa harus bertemu dengan penjualnya.

Kita tak bisa hanya diam namun harus mengikuti zaman yang sudah serba teknologi ini. Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah menyimpan dananya di Bank karena lebih mudah dan aman, namun dengan adanya krisis moneter pada tahun 1998, krisis global pada tahun 2008 dan kasus Bank Century beberapa waktu lalu membuat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di Bank sedikit menurun karena masyarakat takut jika dananya tidak dapat dikembalikan atau Bank yang tempat kita menyimpan mengalami kebangkrutan.

Dengan kejadian krisis moneter 1998, krisis global tahun 2008 dan Bank century tersebut maka Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melakukan kesepakatan dengan Lembaga Penjaminan Simpanan atau dikenal dengan LPS dalam pemeriksaan Bank bersama OJK, khususnya penanganan Bank-Bank yang bermasalah.

LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah suatu lembaga independen yang memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya serta melakukan penyelesaian atau penanganan Bank yang tidak berhasil disehatkan atau Bank gagal.

LPS dibentuk berdasarkan UU RI Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada tanggal 22 September tahun 2004. Kemudian LPS mulai beroperasi dan efektif pada 22 September 2005 sehingga setiap Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia yang melakukan kegiatan usahanya wajib menjadi peserta penjaminan LPS. Adapun Jenis simpanan di Bank yang dijamin meliputi tabungan, giro, sertifikat deposito dan deposito berjangka serta jenis simpanan lainnya. Nilai simpanan dana yang dijamin LPS sebelumnya Pada tanggal 22 Maret 2007 adalah maksimum sebesar Rp. 100 juta per nasabah per Bank, jika nasabah memiliki simpanan lebih dari Rp. 100 juta maka sisanya akan dibayarkan dari hasil likuidasi Bank tersebut. Namun sejak terjadi krisis global tahun 2008 lah akhirnya pemerintah mengeluarkan Perpu No. Tahun 2008 tentang perubahan atas UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang mengubah nilai simpanan yang dijamin LPS menjadi maksimum sebesar Rp. 2M. Sehinggan nasabah dijamin oleh LPS sapai dengan Rp. 2M.

Dengan adanya LPS inilah semoga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan karena jika masyarakatnya percaya untuk menyimpan dana di Bank maka akan mampu meningkatkan kinerja perbankan serta akan mampu meningkatkan ekonomi Indonesia, karena negara yang kuat adalah negara yang masyarakatnya mau bersama-sama memajukan negaranya dengan salah satunya adalah ikut andil dalam meningkatkan kinerja industri perbankan di Indonesia yang merupakan Jantung ekonomi Indonesia. Jadi sekarang masyarakat tak perlu takut lagi dan resah menyimpan dananya di Bank karena sudah ada LPS sebagai penjamin dana nasabah sampai Rp. 2M.

Nah sobat Dapurinvestasi udah tau kaan gimana dana kita terjamin kalo nabung di Bank. Ayo mulai menabung sejak dini dan ikut serta memajukan ekonomi Indonesia. Nabung siapa takut 😀

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Investasi Part 1 – Mengenal Otoritas Jasa Keuangan

Mengenal Otoritas Jasa Keuangan

Mengenal Otoritas Jasa Keuangan

Hallo sobat Dapurinvestasi, supaya kita dapat berinvestasi dengan aman kita harus mengenal lembaga yang dapat melindungi kita dari risiko investasi bodong (dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab), berikut ulasannya..

Sebagian dari kita semua pasti belum terlalu banyak mengenal yang namanya Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa disingkat menjadi OJK, supaya kita lebih mengenal lembaga Negara yang satu ini apa aja tugas dan fungsinya, yuuuk check this out………..

Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan UU no 21 Tahun 2011 yang berfungsi untuk menyelenggarakan system pengaturan dan pengawasan terintegrasi terhadap seluruh kegiatan sector jasa keuangan (perbankan, pasar modal, industry keuangan non-bank) serta memberikan perlindungan terhadap konsumen industri jasa keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan :

  1. Terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel.
  2. Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
  3. Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat

Berikut adalah kegiatan dan peranan Otoritas Jasa Keuangan dalam sektor jasa keuangan :

  1. Perbankan
  2. Pasar Modal
  3. Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
  4. Edukasi dan Perlindungan Konsumen
  5. Industri Keuangan Syariah
  6. Lembaga Keuangan Mikro (LKM)

Itu tadi adalah tujuan, kegiatan, dan perananan dari Otoritas Jasa Keuangan. Kalau dilihat dari uraian diatas salah satu peranan dari Otoritas Jasa Keuangan hadir untuk memberikan perlindungan dan edukasi bagi masyarakat agar terhindar dari investasi bodong, nah bagaimana sih supaya kita tidak terhindar dari investasi bodong Otoritas Jasa Keuangan memberikan kita tips waspada investasi. Pastikan bahwa orang/perusahaan yang melakukan penawaran tersebut telah memiliki izin sesuai dengan peruntukannya dari salah satu lembaga yang berwenang seperti :

  1. Otoritas Jasa Keuangan
  2. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), Kementrian Perdagangan
  3. Dan selalu ingat bahwa :
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) BUKAN IZIN untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi
  • Jangan tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar

Dan bila teman-teman dapur investasi mengetahui tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi illegal atau mencurigakan, segera laporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan :

  • Telp : 1-500-655 (layanan konsumen OJK)
  • E-mail : konsumen@ojk.go.id

Inilah sekilas dari Otoritas Jasa Keuangan lembaga independen negara yang bertugas menyelenggarakan system pengaturan dan pengawasan di sektor jasa keuangan. Untuk lebih lanjutnya pantengin terus yaa karena satu per satu dari lembaga sektor jasa keuangan akan dikupas oleh Tim Dapurinvestasi. Happy Invest and keep Save

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Review Perbandingan Instrumen Investasi

Perbandingan Investasi

Perbandingan Investasi

Hallo Sobat Dapurinvestasi, hari ini adalah sesi terakhir pembahasan tentang jenis-jenis investasi. Untuk Anda yang masih bingung mau milih investasi yang mana, ulasan mengenai Jenis Jenis Investasi dari Part 1 sampai part 7 kemarin akan diringkas lebih lanjut oleh Tim Dapurinvestasi.. Check It Out ^^

Dalam artikel sebelumnya, Kita telah mengetahui berbagai jenis instrumen investasi. Mulai dari yang paling sederhana, yaitu deposito, obligasi, saham, tanah, emas dan reksadana. Namun ternyata tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Ada kelebihan dan kekurangan dalam masing-masing investasi. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap instrumen investasi, Anda akan dapat menentukan instrumen investasi mana yang paling cocok untuk Anda. Apa saja keuntungan dan kerugian serta cocok untuk siapakah masing-masing investasi ini? Berikut ulasannya.

No.

Jenis Investasi Kelebihan Kekurangan

Desarankan

1.

Tanah

· Nilai akan meningkat setiap tahunnya

· Resiko kecil

· Dapat disewakan sehingga menjadi  penghasilan tambahan

· Memerlukan dana yang besar untuk  membeli tanah

· Tidak mudah menjualnya kembali jika  suatu saat membutuhkan uang

· Bagi Anda yang punya modal  cukup

2.

Emas

· Merupakan asset yang sangat likuid dan  mudah untuk dijual kembali · Sulit dalam penyimpanan karena bila  tidak hati-hati dapat dengan mudah  dicuri.

· Tidak ada bukti kepemilikan

· Bagi Anda yang ingin simpanan  masa depan

3.

Deposito

· Nilai awal investasi tidak akan berkurang.

· Bunga yang diterima lebih besar bila  dibandingkan dengan tabungan biasa.

· Risiko kecil

· Tidak liquid, tergantung jangka waktu  penempatan deposit

· Kena denda, bila diambil sebelum jatuh  tempo.

· Bagi Anda yang tidak mau  ambil risiko

4.

Reksadana

· Tidak perlu memiliki banyak  pengetahuan untuk menjalankannya  karena dikelola oleh Manajer Investasi.

· Bisa dengan modal sedikit

· Resiko berkurangnya unit penyertaan  jika harga efek turun.

· Adanya resiko human error pada  manajer investasi.

· Bagi Anda yang  mau masuk ke  pasar modal, tapi tidak punya  waktu untuk terjun sendiri

5.

Obligasi

· Bunga yang diperoleh lebih besar bila  dibandingkan deposito.

· Hak secara jelas di atur dalam Perjanjian

· Jangka waktunya yang panjang  sehingga tidak dapat dicairkan bila  diperlukan

· Likuiditas rendah

· Resiko kecurangan

· Bagi Anda yang tidak mau  ambil risiko dan punya modal  cukup

6.

Saham

· Keuntungan (yield) lebih tinggi diatas  bunga bank.

· Dengan modal sedikit, dapat diperoleh  hasil berkali-kali lipat.

· Bisa menjadi passive income dengan  mengharapkan dividen

· Resiko besar

· Deviden hilang bila defisit anggaran  atau bangkrut.

· Pergerakan harga sangat fluktuatif

 

· Bagi Anda mau untung besar,  dan siap ambil risiko.

Dengan perbandingan tersebut, secara keseluruhan investasi mana yang paling baik untuk Anda?

Sangat tergantung dari target anda dalam berinvestasi, sikap anda terhadap risiko dan faktor-faktor lain yang tidak sepenuhnya bisa dibandingkan. Misalnya kalau orientasi Anda adalah hasil investasi dengan return yang tinggi, maka tidak ada yang lebih baik daripada Saham. Memang investasi saham ini bukan tanpa kelemahan yaitu antara lain di aspek risiko yang tinggi. Tetapi ini semua bisa diatasi apabila anda memang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan investasi tersebut.

Mekanisme jual beli reksa dana, saham, obligasi, dan surat berharga lainnya (kecuali emas dan tanah) diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK bertugas mengawasi dan melindungi kepentingan investor dari penipuan atau pencurian. Akan tetapi, naik turunnya nilai investasi kita tidak dijamin oleh OJK atau siapa pun. Anda bisa saja kehilangan sejumlah uang-atau dalam kasus yang sangat ekstrim: kehilangan seluruh uang Anda.

Karena itu.. Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Jenis2 Investasi Part 7 – Saham

Jenis2 Investasi Part 7 - Saham

Jenis2 Investasi Part 7 – Saham

Masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak terlalu asing lagi jika mendengar kata-kata tentang saham. Ya, saham adalah salah satu produk investasi dimana investor dapat membeli sebagian dari kepemilikan suatu perusahaan. Namun saham yang dapat dibeli adalah saham dari perusahaan yang telah terlebih dahulu melakukan IPO (Initial Public Offering) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selengkapnya, tim DapurInvestasi akan memaparkan hal-hal yang terkait dengan saham, berikut penjelasannya.

       Saham merupakan penyertaan modal terhadap perusahaan yang membutuhkan dana dengan harapan mendapatkan Capital Gain maupun Deviden. Contohnya seperti kita memberikan modal kepada petani untuk membuka lahan baru, membeli pupuk berkualitas ataupun membeli mesin bajak agar hasil dari panen tersebut maksimal sehingga dapat memberikan penghasilan maksimal dan disaat lahan tersebut telah menghasilkan ada pertimbangan kita sebagai pihak investor untuk mendapatkan keuntungan juga atau keuntungan tersebut belum diambil tetapi untuk melakukan peningkatan kinerja lahan tersebut atau membeli lahan baru.

Sama seperti contoh diatas, dalam berinvestasi pada saham investor juga mengharapkan penghasilan dari dana yang telah diberikan kepada perusahan, kemudian apa yang didapat oleh investor?

  1. Capital Gain, merupakan Pendapatan yang dihasilkan dari selisih harga pembelian saham terhadap harga penjualan saham. Dimana Harga jualnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga belinya.

Hal ini layaknya penjualan lahan atau sawah petani dalam memproduksi padi kepada calon pembeli sawah, dimana harga sawahnya meningkat dari harga pembeliannya. Hal ini disebabkan karena kualitas tanah sawah yang baik sehingga menghasilkan padi yang lebih banyak, rentang waktu panen yang lebih cepat serta kualitas padi yang baik.

Namun, Investasi tentu tidak selalu menguntungkan, karena investor juga dihadapkan kepada permaslahan rugi, atau dapat disebut juga sebagai Gain Loss. Yang artinya dimana harga jualnya lebih rendah jika dibandingkan dengan harga belinya.

Gain Loss ini seperti penjualan lahan atau sawah petani dalam memproduksi padi kepada calon pembeli dimana harga sawahnya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya. Dimana hal ini disebab kan oleh kulaitas tanah yang tidak subur, kering dan tidak menghasilkan padi yang berkualitas serta hasil yang lebih sedikit.

  1. Deviden, merupakan keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan yang kemudian dibagikan kepada investor atau pemegang saham. Namun dalam kasus tertentu, perusahaan dapat memberikan deviden berupa saham.

Hal ini seperti keuntungan yang didapat oleh petani dari hasil penjualan padinya, yang kemudian diberikan kepada pemberi modal petani tersebut.

Namun mengenai deviden, dimana hasil keuntungan dari perusahaan tersebut tergantung kondisi serta kebijakan perusahaan yang kita berikan dana investasi tersebut. Apakah perusahaan akan membagikan seluruh keuntungannya kepada investor ataupun menahan sebagian keuntungannya tersebut dalam tujuan tertentu, seperti: pembukaan kantor cabang baru, pembukaan lini usaha baru, penambahan jumlah produksi dan lain-lain.

            Investor yang menginginkan capital gain biasanya adalah investor jangka pendek, sedangkan investor yang menginginkan deviden biasanya adalah investor jangka panjang. Menurut Jenisnya, saham terbagi menjadi 2, Yaitu:

  1. Saham Biasa (Common Stock), merupakan saham yang paling sering diperjual belikan, serta jumlahnya yang lebih banyak beredar dibandingkan dengan saham preferen.

         Saham biasa memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
  • Saat pembagian deviden, pemegang saham biasa akan mendapatkan deviden setelah pemegang obligasi dan saham preferen.
  • Jika terjadi likuidasi atau perusahaannya gulung tikar, maka pemegang saham biasa mendapatkan hasil dari likuidasi perusahaan tersebut pada posisi paling terakhir.
  1. Saham Preferen (Preferen Stock), merupakan saham yang memiliki hak istimewa, Namun jumlah saham preferen jumlahnya lebih sedikit diperdagangkan dibandingkan dengan saham biasa.

         Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki hak claim prioritas atas deviden yang diberikan oleh perusahaan.
  • Memiliki hak claim prioritas jika terjadi likuidasi perusahaan.

            Setelah kita mengetahui jenis-jenis saham, kita juga harus tau bagaimana cara membeli saham, berikut adalah prosedur untuk melakukan transaksi pedagangan saham

  1. Menjadi Nasabah di Perusahaan Efek

Untuk menjadi seorang investor, terlebih dahulu membuka rekening efek disalah satu broker atau Perusahaan efek. Setelah resmi menjadi nasabah, barulah investor dapat melakukan transaksi.

  1. Order dari Nasabah

Nasabah atau investor memberikan instruksi pembelian atau penjualan atas saham yang dimilikinya kepada broker baik dengan secara langsung datang ke kantor broker tersebut, maupun melalui telepon serta melalui media komunikasi lainnya. Order yang telah dilakukan kemudian akan diteruskan kepada broker yang berada di lantai bursa atau sering disebut sebagai floor trader.

  1. Masukan Order ke JATS (Jakarta Automated Trading System)

Floor trader akan memasukkan (entry) semua order yang diterimanya kedalam sistem komputer JATS. Seluruh order yang masuk ke sistem JATS dapat dipantau baik oleh floor trader, petugas di kantor broker dan investor. Pada tahap ini pula, investor dapat melakukan perubahan order, seperti perubahan harga penawaran dan beberapa perubahan lainnya.

  1. Transaksi Terjadi (Matched)

Pada tahap ini order yang dimasukkan ke sistem JATS bertemu dengan harga yang sesuai dan tercatat di sistem JATS sebagai transaksi yang telah terjadi (done), dalam arti sebuah order beli atau jual telah bertemu dengan harga yang cocok. Pada tahap ini pihak floor trader atau petugas di kantor broker akan memberikan informasi kepada investor bahwa order yang disampaikan telah terpenuhi.

  1. Penyelesaian Transaksi (Settlement)

Tahap akhir dari sebuah siklus transaksi adalah penyelesaian transaksi atau sering disebut settlement. Investor tidak otomatis mendapatkan hak-haknya karena pada tahap ini dibutuhkan beberapa proses seperti kliring, pemindahbukuan, dan lain-lain hingga akhirnya hak-hak investor terpenuhi, seperti investor yang menjual saham akan mendapatkan uang, sementara investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham. Di BEI, proses penyelesaian transaksi berlangsung selama 3 hari bursa. Artinya jika melakukan transaksi hari ini (T), maka hak-hak kita akan dipenuhi selama 3 hari bursa berikutnya, atau dikenal dengan istilah T + 3.

            Sekian sedikit ulasan mengenai Investasi Saham, semoga dapat membantu sobat Dapurinvestasi untuk menambah wawasan mengenai investasi saham dan memulai untuk berinvestasi saham.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Jenis Jenis Investasi Part 6 – Obligasi

Obligasi

Obligasi

Hi Sobat Dapurinvestasi, Jenis Investasi selanjutya yaitu Obligasi.

Salah satu wahana investasi di pasar modal yang sebenarnya menguntungkan tetapi sering kurang dieksplorasi investor ritel adalah instrumen pendapatan tetap (fixed income) atau surat utang.

Instrumen pendapatan tetap mempunyai beragam jenis yang berbeda, dari yang mempunyai waktu jangka pendek hingga jangka panjang. Salah satu contoh dari surat utang jangka pendek (dengan jangka waktu kurang dari setahun) yang paling populer di Indonesia adalah sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta surat perbendaharaan negara (SPN). Sementara itu, instrumen jangka menengah dan panjang yang banyak diperdagangkan, yakni obligasi yang biasanya diterbitkan pemerintah atau korporasi.

Obligasi adalah surat hutang jangka menengah dan panjang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi dengan nilai nominal dan waktu jatuh tempo tertentu. Nah, karena anda meminjamkan uang kepada pemerintah atau korporasi, maka peminjam akan mengembalikan pinjaman ditambah dengan bunga selama jangka waktu tertentu.

Contoh obligasi yang paling populer di Indonesia saat ini adalah surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah. Dari segi bunganya, obligasi terdiri atas dua jenis,yaitu obligasi yang membayarkan kupon bunga dan obligasi yang tidak membayarkan kupon bunga (zero coupon bonds). Obligasi yang membayarkan kupon akan membayarkan bunga secara periodik, misalnya enam bulan sekali. Besaran kupon yang dibayar ditentukan dengan menggunakan dua cara: ditetapkan sejak awal dengan besaran bunga yang tetap, atau berbunga mengambang dengan mengikuti suku bunga acuan tertentu, misalnya suku bunga SBI.

Sementara itu, zero coupon bonds dijual pada harga diskonto terhadap nilai pokoknya. Semakin jauh tanggal jatuh temponya, semakin besar diskonto yang dikenai terhadap obligasi tersebut. Masing-masing obligasi mempunyai tingkat senioritas tersendiri relatif terhadap utang yang dimiliki penerbit. Obligasi yang dijamin dengan aset yang dimiliki penerbit biasanya mempunyai peringkat yang lebih senior daripada obligasi yang tidak memiliki jaminan (unsecured). Selain itu, ada pula obligasi junior dan obligasi subordinasi yang mempunyai peringkat yang lebih rendah daripada obligasi unsecured biasa.

Di Indonesia, penerbit surat utang yang dominan adalah pemerintah. Namun,banyak perusahaan swasta yang telah menggunakan penerbitan obligasi sebagai sarana untuk memperoleh pinjaman dari investor untuk mendanai operasi maupun ekspansi yang dilakukannya tanpa harus meminjam ke bank. Obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder seperti juga saham. Namun, berbeda dengan saham, pasar sekunder atas obligasi didominasi lembaga keuangan besar terutama bank, reksa dana, sekuritas, dana pensiun, dan asuransi.

Hanya sedikit individu yang bermain langsung di pasar obligasi. Apa penyebabnya? Karena selama ini obligasi diperdagangkan dengan nominal yang cukup besar, yaitu kelipatan Rp1 miliar. Obligasi dengan nominal ratusan juta umumnya dianggap odd lot dan agak sulit diperdagangkan. Tidak heran kalau pemain di instrumen ini merupakan institusi keuangan yang mempunyai kekuatan likuiditas keuangan yang besar.

Untuk memungkinkan investor perorangan yang tidak mempunyai dana miliaran rupiah berinvestasi di obligasi, sejak 2006 pemerintah menerbitkan obligasi ritel Indonesia (ORI), yaitu surat utang pemerintah yang dapat diterbitkan dan dipasarkan pada pecahan mulai dari Rp5 juta sehingga terjangkau bagi investor ritel. ORI memperoleh tanggapan yang baik dari investor ritel sehingga saat ini sudah diterbitkan sebanyak enam seri dengan jumlah nominal yang beredar saat ini sebesar Rp40 triliun.

Sebagai alternatif lain,investor ritel dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap yang masih akan memperoleh keringanan pembayaran pajak hingga 2013. Keuntungan yang dapat diperoleh lewat berinvestasi di obligasi berasal dari dua sumber,yaitu pendapatan bunga periodik serta keuntungan lewat selisih harga jual dan beli yang disebut capital gain. Meskipun secara keseluruhan fluktuasi harga obligasi tidak sebesar saham, kenaikan harga obligasi dapat memberikan tingkat keuntungan yang baik. Selain itu, bunga obligasi rata-rata lebih tinggi daripada suku bunga deposito sehingga menarik bagi investor jangka menengah dan panjang.

Satu hal yang penting, pajak atas bunga dan diskonto obligasi ditetapkan sebesar 15 persen, lebih rendah daripada pajak atas deposito yang 20 persen. Harga obligasi dinyatakan sebagai persentase atas nilai pokok atau nominalnya. Bila harga obligasi sama seperti nilai pokok, harga tersebut disebut harga par atau 100 persen . Bila harga obligasi turun, misalnya menjadi 92 persen, artinya kita dapat membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar cukup dengan membayar Rp920 juta.

Obligasi ini disebut obligasi yang diperdagangkan pada diskon. Sebaliknya,bila harga obligasi 109 persen dari nilai par, kita membeli obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar dengan harga Rp1.090.000.000. Obligasi ini disebut sebagai obligasi yang diperdagangkan dengan harga premium. Apabila seseorang membeli obligasi dengan nominal Rp100 juta dengan harga 100 persen atau Rp100 juta kemudian menjualnya di pasar sekunder pada harga 105 persen atau Rp105 juta, berarti dia mengantongi keuntungan Rp5 juta.

Selama sebuah obligasi tidak default atau gagal bayar, saat jatuh tempo penerbit obligasi wajib untuk membayar kembali pokok obligasi pada nilai nominal. Karena itu, banyak investor yang membeli obligasi kemudian menyimpannya sampai jatuh tempo tanpa memedulikan harga pergerakan harga pasarnya karena dia tetap akan menikmati bunga atau diskonto yang menjadi haknya. Tentu saja berinvestasi di obligasi mengandung beberapa risiko. Risiko yang paling penting adalah risiko default, yakni penerbit obligasi gagal membayar bunga atau pokok.

Kemudian ada risiko suku bunga, yaitu harga obligasi akan dipengaruhi suku bunga di mana harga akan turun saat suku bunga naik dan sebaliknya. Penurunan harga tersebut sering cukup signifikan. Risiko inflasi juga perlu diperhatikan karena bila inflasi meningkat, pendapatan yang diperoleh tidak dapat menutupi penurunan nilai riil dari investasi. Risiko lain yang penting ialah risiko likuiditas. Penerbitan obligasi yang nominal totalnya terlalu sedikit sering tidak likuid sehingga bila investor harus menjual obligasi tersebut secara tiba-tiba,akan timbul kerugian karena harus dijual di bawah nilai pasar.

Selain itu, masih ada beragam risiko lain seperti risiko kurs bagi pembelian obligasi mata uang asing serta risiko bahwa obligasi dapat ditarik penerbitnya atau dicall bagi obligasi yang diterbitkan dengan fitur callable. Seluruh risiko yang ada dalam berinvestasi di obligasi perlu dipahami dan dihitung agar investor dapat memperoleh investasi yang menguntungkan dengan risiko yang terkendali.

Sekian pembahasan kali ini semoga dapat membantu Sobat Dapurinvestasi dalam memilih investasi..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 - Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Jenis2 Investas Part 5 – Reksadana

Hallo sobat dapur investasi

            Hari ini kembali kita memperkenalkan salah satu jenis investasi, kali ini kita akan membahas mengenai Reksadana. Sobat DapurInvestasi  mungkin pernah mendengar kata reksadana, atau bahkan sudah mengenal reksadana?

            Ya, reksadana merupakan salah satu pilihan investasi yang ada pada saat ini. Reksadana berasal dari dua kata yaitu reksa yang berarti jaga atau pelihara, dan dana yang berarti kumpulan uang sehingga secara bahasa reksadana berarti kumpulan uang yang di jaga atau di pelihara. Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27); “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi”.

            Mungkin ketika sekolah dulu sobat DapurInvestasi pernah menabung setiap hari pada saat sekolah, terutama ketika masih di sekolah dasar. Saat itu kita selalu menyisihkan uang kita untuk menabung pada guru/wali kelas kita. Tidak hanya kita, seluruh siswa berbondong-bondong untuk menabung (walaupun ada juga siswa yang malas untuk menabung), pada kondisi ini kita tidak tahu dana dari hasil tabungan kita dikelola atau tidak, yang kita tahu hanya pada saat akhir tahun ketika kenaikan kelas kita akan mengambil kembali dana yang sudah kita tabung namun tidak dengan bunga atau keuntungannya.

            Sama halnya dengan kita menabung pada saat kecil dulu, reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang sangat terjangkau untuk semua masyarakat. Yang membedakan reksadana dengan menabung adalah pada reksadana dana yang terkumpul akan di kelola dan di investasikan oleh manajer investasi kedalam portofolio efek. Portofolio tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa diantaranya dengan tingkat resiko investasi yang beragam yang diikuti dengan tingkat imbal hasil investasi yang beragam pula. Bagi masyarakat yang masih awam tentang investasi, reksadana merupakan sarana investasi yang tidak merepotkan, karena kita hanya menyetorkan dana tanpa harus mengelolanya.

            Reksadana mulai diperkenalkan di Indonesia ketika PT. Danareksa didirikan pada tahun 1976 dimana perusahaan ini dapat menerbitkan sertifikat yang dikenal dengan sertifikat Danareksa I dan II. Setiap hari harga unit reksadana ini di umumkan dan di dengarkan melalui siaran radio bersamaan dengan harga sembilan bahan pokok. Kemudian pada tahun 1995 berdiri sebuah reksadana tertutup yaitu PT. BDNI Reksadana dengan menawarkan 600 juta saham dengan nilai satu saham Rp. 500,- sehingga terkumpul dana sebesar Rp. 300 miliar.

            Berdirinya reksadana ini merupakan cikal bakal semaraknya reksadana di Indonesia. Pendirian reksadana terus berkembang dimana pada tahun 1996 berdiri sebanyak 25 reksadana terbuka dan 25 reksadana ini dikelola oleh 12 manajer investasi. Total asset reksadana yang dikenal dengan total Nilai Aktiva Bersih sebesar Rp. 2,8 triliun. Kemudian, total nilali aktiva bersih meningkat menjadi sekitar Rp. 8 triliun pada Juni 1997. Peningkatan tersebut karena reksadana mulai dikenal dan masyarakat merasakan tingkat pengembalian yang lebih baik dibandingkan instrumen yang lain.

            Mengapa reksadana sebagai salah satu solusi investasi? Pada pertengahan tahun 2007, seperti yang kita ketahui bersama terjadi krisis subprime morgage atau macetnya kredit perumahan di Amerika Serikat yang memicu jatuhnya seluruh pasar saham dunia, namun ditengah-tengah kepanikan sebagian pelaku pasar dan penarikan dana besar-besaran, justru para investor reksadana memanfaatkan situasi tersebut untuk menambah investasinya atau melakukan pembelian baru. Itu artinya investasi reksadana dapat sebagai salah satu solusi investasi dan investor reksadana sekarang sudah lebih berorientasi jangka panjang serta lebih memahami resiko sehingga tidak mudah panik dan lebih rasional dalam bertindak.

            Reksadana memberikan keuntungan bagi investor karena tidak perlu memonitor investasinya dalam Reksadana setiap saat karena pengelolaan investasinya sepenuhnya dikelola dan menjadi tanggung jawab dari Manajer Investasi, jenis-jenis Reksadana yang dapat disesuaikan dengan karakteristik investasi dari masing-masing investor dan tingkat imbal hasil investasi yang bebas pajak.

            Ada beberapa jenis reksadana yang dapat sobat DapurInvestasi pilih. Jenis-jenis  reksadana yang dapat kita pilih yaitu

  1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang yaitu reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Umumnya investasi kategori reksadana pasar uang meliputi sertifikat deposito, surat berharga komersial, dan SBI.

  1. Reksadana Pendapatan Tetap / Obligasi

Reksadana Pendapatan Tetap yaitu reksadana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktiva) dalam bentuk efek bersifat hutang, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, agen pemerintah, maupun korporasi. Tujuan reksadana ini adalah memberikan laju pendapatan tetap kepada pemodal.  Reksadana obligasi memberikan imbal balik yang lebih tinggi daripada suku bunga di pasar uang , baik dalam investasi jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Reksadana ini dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, dimana harga obligasi dapat turun seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga. Biasanya jangka waktu dari reksadana pendapatan tetap ini antara 1-5 tahun.

  1. Reksadana Saham

Reksadana Saham  menempatkan sedikitnya 80% dari keseluruhan investasi pada saham yang terdaftar. Umumnya, fokus reksadana ini adalah apresiasi modal jangka panjang. Reksadana saham merupakan pilihan yang sesuai untuk investasi jangka panjang  karena dapat memberikan imbal hasil yang tinggi dengan ketentuan dana awal yang rendah.

Banyak perspeksi yang menganggap bahwa berinvensti pada saham sebih cenderung spekulatif, atau berudi. Namun secara teori dan pengalaman dilapangan mengatakan bahwa investasi pada saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan.

  1. Reksadana Campuran

Reksadana Campuran merupakan Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya. Reksadana campuran dalam orientasinya lebih fleksibel dalam menjalankan investasi. Fleksibel diartikan, pengelolaan investasi dapat digunakan untuk berpindah-pindah dari saham, ke obligasi, maupun ke deposit. Atau tergantung pada kondisi pasar dengan melakukan aktivitas trading.

            Sebelum menentukan jenis Reksadana yang harus dipilih, sobat DapurInvestasi disarankan untuk terlebih dahulu mengenali karakteristik investasinya, seperti kebutuhan akan likuiditas, jangka waktu investasi, tingkat resiko dan tingkat imbal hasil investasi yang diinginkan. Lalu manajer investasi seperti apa yang arus kita pilih? Pemilihan Manajer Investasi yang baik dapat dilakukan berdasarkan reputasi yang dimilikinya di Pasar Modal, pengalamannya di bidang Pasar Modal, dan kinerjanya dalam mengelola Reksadana pada periode-periode sebelumnya.

            Dari paparan yang sudah dijelaskan diatas, kita dapat memahami keuntungan berinvestasi pada reksadana, diantaranya

  1. Investasi dikelola oleh manajer investasi (MI)
  2. Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi objek pajak
  3. Tidak diperlukan dana yang besar, jadi terjangkau oleh semua kalangan
  4. Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau di jual kembali setiap hari bursa melalui manajer investasi
  5. Diversifikasi investasi, dimaksudkan agar ketika terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa atau dapat di cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian maksimal
  6. Transparan dalam memberikan informasi kepada investor

            Dengan adanya keuntungan dari investasi bukan berarti kita melupakan resiko pada investasi tersebut. Dalam pengelolaannya, Manajer Investasi diatur sesuai dengan UU Pasar Modal yang berlaku dan telah melakukan diversifikasi dalam investasinya namun demikian berinvestasi di Reksadana tidak berarti bebas dari resiko, resiko-resiko itu dapat berupa resiko pengelolaan mapun resiko-resiko yang dimiliki pada masing-masing instrument investasi yang ada. Seperti turunnya harga saham (jika kita memilih Reksadana Saham), turunnya nilai obligasi, dan lain sebagainya.

            Didalam dunia investasi, banyak jenis atau bentuk investasi, jika kita memilih berinvestasi langsung pada ekuitas (saham), kita perlu telaah terlebih dahulu tingkat resiko yang terkandung (high risk high return) sesuai dengan tingkat resiko yang bisa kita tanggung, jangan sampai berinvestasi dalam bentuk saham memberikan kita rasa khawatir yang mengakibatkan susah tidur dan stres, selain itu resiko yang harus dihadapi yaitu resiko apabila suatu saham di suspen atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek. Dengan demikian pemodal tidak dapat menjual sahamnya. Sedangkan jika kita memilih berinvestasi langsung di instrumen pasar uang, biasanya memerlukan dana yang cukup besar, tidak dapat dicairkan setiap saat, adanya pengendapan dana selama jangka waktu tertentu dan hasil investasi menjadi objek pajak.

            Sebagai penutup, cara terbaik berinvestasi di reksadana adalah membuat rencana jangka panjang, displin, hilangkan pikiran kapan saat yang tepat untuk masuk, jangan panik dan terpancing euforia pasar.

            Memilih reksadana yang tepat kelihatannya merupakan proses yang rumit, namun dengan mengetahui dan mendefinisikan tujuan investasi serta toleransi resiko, maka dapat dikatakan bahwa kita sudah meningkatkan tingkat keberhasilan kita dalam melakukan investasi pada produk reksadana.

By : dapurinvestasi.com