investasi masa depan

IHSG Tak Berdaya Turun -0,19%

Pada perdagangan hari ini IHSG tidak berdaya  di tutup pada level 5.371,07 turun -10,27 point atau -0,19%. Sepanjang perdagangan Kamis, indeks mencapai level tertinggi di 5.383,536 atau menguat 2,182 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.364,610 atau melemah 16,744 poin. investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,30 triliun dan penjualan saham senilai Rp2,55 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (net foreign sell) senilai Rp253,1 miliar

Perlu diketahui The Fed juga tengah merilis Beige Book yang berisikan laporan ekonomi dan merupakan indicator penting bagi The Fed dalam mengambil keputusan. Dalam Beige Book  tersebut tertulis bahwa kegelisahan bisnis semakin tinggi menjelang pemilu Amerika Serikat pada tahun ini, hal tersebut sedikit lebih tinggi tensinya dibandingkan saat pemilu periode lalu yang dimenangkan oleh Presiden Barack Obama. Dalam Beige Book juga tertulis bahwa The Fed menyatakan perekonomian Amerika Serikat telah tumbuh moderat pada bulan Juli dan Agustus dan terjadi tekanan gaji yang dirasakan oleh tenaga kerja ahli. The Fed juga melihat, mayoritas dari 12 cabang bank sentral di AS melaporkan adanya tekanan terhadap tingkat upah meski tipis dan diperkirakan tekanan tersebut akan tetap berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Adanya issue kenaikan Fed Rate semakin menambah kebingungan para pelaku pasar yang ada. Semua mengamati kejadian-kejadian dan beberapa indikator yang mendukung untuk di naikan Fed Rate. Hal ini menyebabkan pasar akan terus konsolidasi sampai menunggu adanya kepastian tersebut.

Hari ini, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,32% atau 53,67 poin pada 16.958,77 karena yen tetap relatif kuat. Indeks S & P / ASX 200 berakhir turun 0,71 %, atau 38,45 poin pada 5.385,8.

Sedangkan, indeks Shanghai komposit ditutup naik 0,15 %, atau 4,674 poin pada 3.096,602 dan komposit Shenzhen berakhir naik 0,27 %, atau 5,527 poin pada 2.050,8.

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Yuk Nabung Saham

Yuk Nabung Saham

Yuk Nabung Saham

Hallo Sahabat DapurInvestasi, tau gga sih bagaimana Cara Nabung Saham ??

Caranya mudah, yuk ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Buka Rekening Efek di Perusahaan Sekuritas Pilihan Sahabat
  2. Tentukan nominal dana yang ingin sahabat sisihkan untuk Nabung Saham
  3. Tentukan saham yang ingin Sahabat tabung secara rutin
  4. Setor dana secara rutin setiap period eke Rekening Dana Nasabah sahabat
  5. Beli sahamnya secara rutin setiap periode

Mudah kan, Yuk Nabung Saham

by : dapurinvestasi.com

Indeks Dalam Negeri Part 2 – Indeks LQ45

Indeks Dalam Negeri Part 2 - Indeks LQ45

Indeks Dalam Negeri Part 2 – Indeks LQ45

Hallo Sobat DapurInvestasi,

Dari pembelajaran kita tentang jenis investasi dan perbandingan investasi kita tahu bahwa dengan berinvestasi di pasar saham jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan hanya menyimpan dana di bank. Investasi pasar saham memberikan earning yang lebih tinggi dibandingkan dengan menyimpan uang di bank misalnya dalam bentuk deposito yang rata-rata hanya 6 % per tahun. Akan tetapi kita sebagai investor harus pintar memilih saham mana yang memiliki kinerja yang baik sehingga akan memberikan keuntungan di masa yang akan datang. Untuk mengetahui saham mana saja yang memiliki tingkat likuiditas tinggi, Bursa Efek Indonesia memiliki Indeks LQ45 yang berisikan 45 perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi yang telah diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.

Sebelumnya, kita telah mempelajari tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), jika sobat Dapur Investasi saat ini sebagai investor pemula tentu akan merasa sulit dan bingung untuk memilih saham apa yang sebaiknya dibeli, untuk mempermudah sobat Dapur Investasi, Tim dapurinvestasi.com akan mensharingkan satu tips pemilihan saham yaitu dengan memilih saham yang berada pada Indeks LQ45 karena Indeks LQ45 adalah Indeks yang terdiri dari 45 emiten yang telah disaring berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Indeks LQ45 merupakan perwakilan lebih dari 70 persen total kapitalisasi Bursa Efek Indonesia dan mencakup 60 saham yang paling banyak diperdagangkan setiap harinya dalam hitungan nilai selama periode 12 bulan. Saham perusahaan yang tercatat dalam Indeks ini dipilih secara seksama, dengan likuiditas menjadi indikator utama karena dianggap sebagai penunjuk kinerja yang solid dan mencerminkan nilai pasar sebenarnya. Saham yang likuiditasnya tinggi memberikan kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan return dibandingkan saham yang likuiditasnya rendah, sehingga tingkat likuiditas saham biasanya akan mempengaruhi harga saham. Jadi suatu saham dikatakan likuid apabila saham tersebut tidak sulit dibeli atau dijual kembali. Begitu terpilih, saham-saham tersebut dipantau dengan ketat serta kinerja kuartalan perusahaan pun selalu dievaluasi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, untuk dapat masuk ke dalam Indeks LQ45 harus memenuhi kriteria tertentu dan melewati seleksi utama sebagai berikut :

  1. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.
  2. Masuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi di pasar reguler.
  3. Dari 60 saham tersebut, 30 saham dengan nilai transaksi terbesar secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks LQ45.
  4. Untuk mendapatkan 45 saham akan dipilih 15 saham lagi dengan menggunakan kriteria Hari Transaksi di Pasar Reguler, Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler dan Kapitalisasi Pasar. Metode pemilihan 15 saham tersebut adalah:
    • Dari 30 sisanya, dipilih 25 saham berdasarkan Hari Transaksi di Pasar Reguler;
    • Dari 25 saham tersebut akan dipilih 20 saham berdasarkan Frekuensi Transaksi di Pasar Reguler;
    • Dari 20 saham tersebut akan dipilih 15 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar, sehingga akan didapat 45 saham untuk perhitungan indeks LQ45.
  5. Selain melihat kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar tersebut di atas, akan dilihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.

Berikut dibawah ini adalah Emiten yang termasuk dalam Indeks LQ45 Periode Agustus 2015 – Januari 2016.

Kode

Nama Perusahaan Tanggal IPO Kapitalisasi Pasar 

Per 28-Jul-2015

AALI

Astra Agro Lestari Tbk 09-Des-97

32.242.903.875.000

ADHI

Adhi Karya (Persero) Tbk 18-Mar-04

4.665.418.800.000

ADRO

Adaro Energy Tbk 16-Jul-08 19.191.577.200.000
AKRA AKR Corporindo Tbk 03-Okt-94 23.736.768.258.350
ASII Astra International Tbk 04-Apr-90 257.070.562.439.000
ASRI Alam Sutera Realty Tbk 18-Des-07 10.021.200.062.880
BBCA Bank Central Asia Tbk 31-Mei-00 317.309.968.560.000
BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 25-Nop-96 87.602.996.142.285
BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10-Nop-03 229.571.221.572.000
BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 17-Des-09 12.554.184.600.000
BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 14-Jul-03 216.562.499.990.625
BMTR Global Mediacom Tbk 17-Jul-95 16.328.406.010.300
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 06-Jun-08 32.238.216.121.600
CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk 18-Mar-91 40.667.040.000.000
EXCL Excelcomindo Pratama Tbk 29-Sep-05 23.787.747.950.950
GGRM Gudang Garam Tbk 27-Ags-90 92.308.121.800.000
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 07-Okt-10 70.262.995.700.000
INCO Vale Indonesia Tbk 16-Mei-90 21.859.945.184.000
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 14-Jul-94 52.902.069.662.500
INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 05-Des-89 77.029.773.301.575
ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 18-Des-07 11.468.738.750.000
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 12-Nop-07 37.570.000.000.000
KLBF Kalbe Farma Tbk 30-Jul-91 77.578.327.092.050
LPKR Lippo Karawaci Tbk 28-Jun-96 26.077.789.269.470
LPPF Matahari Department Store Tbk 10-Ook-89 48.948.075.792.000
LSIP PP London Sumatera Indonesia Tbk 05-Jul-96 9.176.752.032.925
MNCN Media Nusantara Citra Tbk 22-Jun-07 29.265.981.425.000
MPPA Matahari Putra Prima Tbk 15-Des-03 15.596.092.120.000
PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 15-Des-03 95.390.334.751.260
PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk 23-Des-02 14.804.047.136.250
PTPP Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 09-Feb-10 18.982.351.080.000
PWON Pakuwon Jati Tbk 9-Oct-89 19.456.479.369.600
SCMA Surya Citra Media Tbk 16-Jul-02 42.110.211.553.920
SILO Siloam International Hospitals Tbk 12-Sep-03 18.150.770.000.000
SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 08-Jul-91 59.908.352.000.000
SMRA Summarecon Agung Tbk 7-May-90 24.669.796.672.800
SRIL Sri Rejeki Isman Tbk *) 17-Jun-13 8.366.799.618.000
SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk 12-Des-13 18.430.875.000.000
TBIG Tower Bersama Infrastructure Tbk 26-Okt-10 40.290.820.071.600
TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 14-Nop-95 286.775.989.758.000
UNTR United Tractors Tbk 19-Sep-89 66.955.925.691.200
UNVR Unilever Indonesia Tbk 11-Jan-82 305.200.000.000.000
WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk 29-Okt-07 17.402.306.750.000
WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk 19-Des-12 23.539.566.626.600
WTON Wijaya Karya Beton Tbk *) 08-Apr-14

8.933.353.265.000

Sekian informasi mengenai Indeks LQ45 hari ini, semoga dapat membantu Sobat Dapur Investasi sebagai pertimbangan investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Indeks Dalam Negeri Part 1 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Dalam Negeri Part 1 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Dalam Negeri Part 1 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Welcome Back Sobat Dapur Investasi, gak bosen kan sama dapur investasi, masih semangat kan yaa, tema hari ini Indeks Harga Saham Gabungan nih. Udah gak asing dong apa itu Indeks Harga Saham Gabungan atau yang sering di sebut IHSG , kita langsung aja yuk memperdalam pengetahuan kita.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham yang tercatat di bursa sahabat. Hari dasar perhitungan indeks adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Sedangkan jumlah emiten yang tercatat pada waktu itu adalah sebanyak 13 emiten.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menggunakan semua emiten yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks. Saat ini beberapa emiten tidak dimasukkan dalam perhitungan IHSG, misalnya emiten-emiten eks Bursa Efek Surabaya karena alasan tidak (atau belum ada) aktivitas transaksi sehingga belum tercipta harga di pasar.

Indeks harga saham mempunyai tiga manfaat utama. Yaitu: sebagai penanda arah pasar, pengukur tingkat keuntungan, dan tolok ukur kinerja portofolio.

Sekian informasi mengenai Indeks Harga Saham Gabungan semoga dapat bermanfaat bagi sobat Dapur Investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 4 – Jenis-Jenis Investasi Syariah

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 4 - Jenis-Jenis Investasi Syariah

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 4 – Jenis-Jenis Investasi Syariah

Halo sobat Dapur Investasi, kali ini kita bakalan ngebahas tentang jenis-jenis investasi syariah. Tapi sebelum kita membahas tentang jenis-jenis syariah, ada beberapa hal yang perlu temen-temen tau, let’s go check this out..

Prinsip-prinsip syariah di pasar modal (Peraturan Bapepam-LK no. IX.A tentang penerbitan efek syariah).

Prinsip-prinsip hukum Islam dalam kegiatan di bidang pasar modal didasarkan pada fatwa DSN-MUI, baik fatwa yang ditetapkan dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan maupun fatwa yang telah diterbitkan sebelum ditetapkannya peraturan ini. Sepanjang fatwa di maksud tidak bertentangan dengan peraturan ini dan atau peraturan Otoritas Jasa Keuangan lain yang didasarkan pada fatwa DSN-MUI

Peraturan no. IX.A.14 Akad-akad yang di gunakan dalam penerbitan efek syariah (Kep-430/BL/2012)

Isi pokok peraturan, jenis akad-akad di pasar modal syariah:

  1. Akad Ijarah (sewa menyewa)
  2. Akad Kafalah (Memberikan Jaminan)
  3. Akad Mudharabah (Kerjasama)
  4. Akad Wakalah (Memberikan Kuasa)
  5. Akad Musyarakah (Kerjasama)
  6. Akad Istishna (Pemesanan)

Efek Syariah 

Efek sebagaimana dimaksud dalam UU pasar modal dan peraturan pelaksanaannya yang akad, cara, dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.

  1. Saham Syariah
  2. Sukuk Negara
  3. Sukuk Korporasi
  4. Reksadana Syariah
  5. ETF Syariah

Nah kita sudah melihat sekilas mengenai prinsip, akad dan yang tergolong efek syariah. Dan kita akan membahas satu persatu beberapa instrument Syariah, check this out..

  1. Saham Syariah

Proses seleksi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan adalah sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No. II.K.1 yang mengatur kriteria dan penerbitan efek syariah.

  • Tidak melakukan kegiatan usaha yang dilarang secara syariah dan tercatat di Bursa Efek Indonesia
  • Rasio utang berbasis bunga dibandingkan total asset < 45%
  • Rasio pendapatan non halal terhadap pendapatan < 10%
  1. Sukuk

Peraturan yang mengatur tentang sukuk goverment dan corporate adalah peraturan Bapepam dan LK no. IX A 13 yang berisi tentang penerbitan efek syariah, sukuk seperti obligasi konvensional dan untuk definisi sukuk sendiri adalah sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak tertentu atas :

  • A’yan maujudat (asset berwujud tertentu)
  • Manafiul A’yan (nilai manfaat atas asset berwujud)
  • Al khadmat (jasa yang sudah ada maupun yang aka ada)
  • Maujudat masyru’ mu’ayyan (asset proyek tertentu)
  • Nasyath ististmarin khashah (kegiatan investasi yang telah di tentukan)
  1. ETF Syariah

Exchange Trade Syariah yang diterbitkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di bursa efek Indonesia. Fatma MUI tentang ETF syariah adalah fatwa No.80/DSN-MUIIII/2011. ETF syariah sendiri adalah reksadana yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang pada dasarnya sama dengan ETF konvesional, yang membedakan hanya dari segi portofolio, pada ETF Syariah dikomposisikan dengan instrument Syariah yang lebih banyak.

Sekian pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi sobat Dapur Investasi..

Cerdaslah kita dalam berinestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 3

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 3

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 3

Hallo sobat Dapur Investasi.. Hari ini kita akan mereview tentang investasi konvensional dan investasi syariah..

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya mengenai investasi konvensional dan investasi syariah.. Hari ini kita sedikit meriview yang sudah kita bahas dua hari yang lalu ya.. Investasi konvensional ialah investasi yang mengabaikan aspek hukum syariah Islam, jadi pelaku investasinya itu menganut sistem konvensional dengan hanya menanamkan modalnya dengan tujuan keuntungan semata dengan memperhitungkan resiko yang ada. Berbagai macam investasi konvensional bisa jumpai secara mudah, contoh yang paling sederhana yaitu dengan menabung deposito di Bank konvensional. Contoh yang lainnya investasi konvensional bisa kita jumpai dalam pasar modal Indonesia, Bursa efek Indonesia menyediakan berbagai fasilitas investasi dimana menampung seluruh perusahaan tanpa mengindahkan aspek haram dan halal. Perusahaan yang tercatat sahamnya di Bursa efek Indonesia yang masuk dalam kategori konvensioal biasanya memiliki komposisi hutang yang tidak terjaga dan akan memiliki pertumbuhan yang  fluktuatif, jadi pada dasarnya investasi di konvesional bisa di anggap lebih bebas.

Berbeda dengan investasi konvensional, investasi syariah memiliki hukum-hukum syariah yang sudah di tetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) dimana kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah antara lain :

  • Kegiatan perjudian dan segala macam permainan yang tergolong judi
  • Perdagangan yang dilarang menurut syariah Islam
  • Jasa keuangan ribawi yaitu bank berbasis bunga atau perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
  • Jual beli ketidakpastian risiko seperti asuransi konvensional
  • Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan atau menyediakan barang atau jasa yang haram zatnya seperti perusahaan bir
  • Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap

Apabila perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia telah lolos dalam kategori-kategori yang disebutkan sebelumnya diatas ditambah memenuhi rasio keuangan yaitu :

  • Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total assets tidak lebih dari 45%
  • Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10%,

maka perusahaan tersebut masuk dalam kategori Daftar Efek Syariah atau bisa disebut juga dengan saham-saham syariah. Dan ternyata saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagian besar merupakan masuk dalam kategori Daftar Efek Syariah yaitu sebanyak 317 perusahaan.

 Sekian pembahasan kali ini semoga dapat membantu sobat Dapur Investasi dalam memilih Investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 1 – Investasi Konvensional

 

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 1 - Investasi Konvensional

Perbedaan Investasi Konvensional & Syariah Part 1 – Investasi Konvensional

Haloo sobat Dapur Investasi, mari kita mulai senin ini dengan materi baru dari Tim Dapur Investasi.. Sudah bisa dilihat dari judulnya, kita akan membahas tentang Investasi Konvensional dan Investasi Syariah yang dituang dalam Part 1 sampai Part 4, simak terus yaahh..

Investasi konvensional bisa dikatakan merupakan jenis investasi yang mengabaikan aspek hukum syariah Islam. Seperti pembahasan sebelumnya pengertian investasi adalah “penanaman modal untuk meraih hasil atau keuntungan di masa depan”, nahh jadi pelaku investasi yang menganut sistem konvensional ini hanya menanamkan modalnya dengan tujuan keuntungan semata dengan memperhitungkan resiko yang ada. Mereka akan berinvestasi pada instrument yang mengandung bunga atau riba. Investor konvensional juga akan menanamkan modalnya pada perusahaan – perusahaan yang  memiliki bidang bisnis tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti perusahaan rokok, minuman keras, jasa perhotelan dan perbankan.

Dalam pasar modal Indonesia, Bursa efek Indonesia menyediakan fasilitas investasi dimana menampung seluruh perusahaan tanpa mengindahkan aspek haram dan halal yang disebut dengan Indeks Konvensional. Pertumbuhan perusahaan dalam kategori konvensional pun terbilang sangat agresif secara keseluruhan, hal tersebut terjadi karena perusahaan konvensional menggunakan pendanaan melalui  hutang yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Seperti kita ketahui, pendanaan melalui hutang dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan atau dapat juga membebani pertumbuhan perusahaan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga, maka dari itu perusahaan konvensional yang memiliki komposisi hutang yang tidak terjaga akan memiliki pertumbuhan yang  fluktuatif. Skema diatas sangat diminati oleh investor konvensional, karena apabila investor dapat mengukur resiko suatu  perusahaan konvensional, maka investor konvensional akan mendapat tingkat imbal hasil yang maksimal atas pertumbuhan investasi.

Walaupun terlihat lebih agresif namun investasi konvensional tidak menyalahi aturan pokok investasi itu sendiri. Instrument investasi konvensional dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan memiliki dasar hukum yang jelas dan sangat layak untuk dijadikan sarana investasi dan bukan merupakan suatu sarana penipuan. Saham konvensional, obligasi konvensional, reksadana konvensional dan instrument konvensional lainnya dapat dijadikan sarana investasi apabila investor hanya memperhitungkan keuntungan dan resiko.

Namun apabila investor memiliki dasar prinsip syariah yang kuat maka lebih cocok menanamkan modalnya pada instrument-instrument pada investasi syariah yang akan kami bahas pada artikel selanjutnya.

Sekian pembahasan kali ini, semoga dapat membantu Sobat Dapur Investasi dalam memilih instrument yang tepat untuk investasi..

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

 

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

Lembaga Keuangan Part 6 – BAPMI ( Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia)

Hallo sobat Dapur Investasi, kembali lagi nih dengan daily education, hari ini Dapur Investasi akan membahas mengenai “BAPMI”, ada yang tau BAPMI itu singkatan dari apa ?

Ya, BAPMI adalah Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia. Apa sih BAPMI itu? BAPMI merupakan salah satu lembaga yang menyediakan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) yang mengkhususkan diri pada sengketa perdata di bidang Pasar Modal.

Tapi perlu kita ketahui sahabat,, tidak semua persengketaan dapat diselesaikan melalui BAPMI. Adapun persengketaan yang bisa diselesaikan oleh BAPMI harus memenuhi syarat , Simak ya sahabat apa saja syaratnya..

Pertama, hanya pihak-pihak yang terkait dengan bidang Pasar Modal yang menimbulkan persengketaan perdata; Kedua, persengketaan akan diselesaikan melalui BAPMI apabila telah terdapat kesepakatan di antara para pihak yang bersengketa bahwa melalui BAPMI lah persengketaan diselesaikan; Ketiga, pihak-pihak yang bersengketa melakukan pendaftaran perkara dengan permohonan secara tertulis kepada BAPMI, serta yang terakhir, ruang lingkup hukum pidana atau administrative tidak termasuk ke dalam perkara yang ada.

Kemudian yuk kita kenalan macam-macam bentuk APS. Ada beberapa macam bentuk APS yang disediakan oleh BAPM, diantaranya yaitu Pendapat MengikatMediasi dan Arbitrase. Apa sih bedanya? Nih dibaca hati-hati yaa…

Pendapat Mengikat adalah pendapat untuk memberikan penafsiran yang valid ketika tedapat perjanjian yang kurang jelas sehingga perbedaan penafsiran di antara para pihak yang bersengketa tidak ada lagi, pendapat ini yang mengeluarkan adalah BAPMI.

Mediasi adalah para pihak yang bersengketa memilih mediator sebagai pihak ke tiga yang bersifat netral dan independen, mediator yang telah ditunjuk ini membantu para pihak yang bersengketa dengan melakukan perundingan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dan sepert yang telah disinggung sebelumnya, para pihak harus membuat kesepakatan kemudian mengajukan permohonan perkara secara tertulis untuk mengajukan sengketa ke Media BAPMI serta para pihak yang bersengketa harus mematuhi kesepakatan damai yang telah di putuskan.

Arbitrase adalah pemeriksaan sengketa dan diadili oleh arbiter (pihak yang telah diberikan wewenang) di tingkat pertama dan terakhir kepada pihak ketiga yang netral dan independen dalam menyelesaikan persengketaan.

Info lagi nih sobat Dapur Investasi, Dewan Kehormatan BAPMI yang telah diangkat akan menjabat dengan masa jabatan 3 tahun, Dewan Kehormatan BAPMI ini diangkat pada Rapat Umum Anggota. BAPMI menjalankan kegiatannya dengan independen alias tidak ada control dan pengaruh dari pihak lain, serta organisasi ini bersifat swasta murni dan nirlaba.

Cukup sekian pembahasan kali ini, sengaja ga banyak-banyak takut bikin pusing sobat Dapur Investasi 😀 Semoga dapat membantu sobat Dapur Investasi dalam mengetahui Lembaga-Lembaga Keuangan yang ada di Indonesia.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

LEMBAGA KEUANGAN PART 4 – KPEI dan KSEI

KSEI dan KPEI

KSEI dan KPEI

Hallo sahabat DapurInvestasi, kembali lagi dengan daily education tentang invetsasi, dari konten yang petama tentang lembaga investasi kita tahu bahwa tugas dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) salah satunya adalah mengeluarkan izin usaha untuk Lembaga Pasar Modal yaitu :

  1. Bursa Efek
  2. Perusahan Efek
  3. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
  4. Kustodia Sentral Efek Indonesia (KSEI)

Nah kita sudah membahas tentang Bursa Efek, sekarang kita akan membahas ke lembaga pasar modal selanjutnya yaitu, Klirig Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Klirig Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merupakan Self Regulatory Organization (SRO) yang turut berperan menentukan arah perkembangan pasar modal Indonesia.  KPEI menyediakan layanan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.  Kehadiran KPEI diperlukan untuk lebih meningkatkan efisiensi dan kepastian dalam penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia. Jadi untuk para investor jangan takut akan terjadi gagal serah atau gagal bayar karena transaksi efek telah dijamin kpeastiannya oleh PT. Kliring Penjaminan Efe Indonesia.

Sedangkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat melakukan penyimpanan atas berbagai macam Efek, seperti: Saham, Obligasi Korporasi, Rights danWarrants, Medium Term Notes, Negotiable Certificate of Deposits, Promissory Notes, Commercial Paper, Surat Utang Negara, Sertifikat Bank Indonesia, Sukuk dan Reksa Dana. KSEI memberikan perlindungan bagi aset milik investor, baik keamanan, kerahasiaan maupun transparansi informasi atas Efek milik investor yang tersimpan di KSEI melalui Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) KSEI.

 Fasilitas AKSes KSEI adalah sarana akses informasi melalui jaringan internet yang diperuntukkan bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Efek miliknya yang tersimpan pada Sub Rekening Efek di KSEI. Setiap Investor berhak untuk memperoleh akses atas fasilitas ini melalui Pemegang Rekening KSEI, dimana investor terdaftar sebagai nasabah. KSEI tidak mengenakan biaya apapun, baik kepada Pemegang Rekening KSEI atau investor.

Hubungan Bursa Efek dengan KPEI dan KSEI, Bursa Efek adalah tempat berdagang para anggota bursa, sedangkan KSEI adalah tempat penyimpanan efek. Transaksi jual beli efek yang dilakukan oleh setiap anggota bursa dari menit ke menit selama jam perdagangan harus diketahui oleh KPEI dan KSEI agar setiap anggota bursa mengetahui secara harian jumlah saham yang harus diterima dan uang yang harus dibayar, atau jumlah saham yang harus diserahkan dan uang yang harus diterima. Oleh karena itu, sistem perdagangan yang ada di bursa efek harus berada dalam satu jaringan sistem pembayaran di KPEI dan sistem penyimpanan di KSEI.

Hubungan Anggota Bursa (AB) dan KPEI-KSEI, AB tidak dapat lagsung membayar uang kepada AB jual dan AB jual tidak dapat langsung menyerahkan saham kepada AB bei. Dalam transaksi di bursa AB beli dianggap membeli dari KPEI/KSEI dan AB jual menjual kepda KPEI/KSEI. Apabila AB beli membayar uang kepada KPEI dan menerima saham dari KSEI, AB jual menyerahkan saham kepada KSEI dan menerima uang dari KPEI. Untuk melancarkan penyelesaian dan pembayaran saham, AB wajib menjadi anggota kliring. Pembayaran dan penyerahan dilaksanakan dengan pemindahbukuan rekening (overbooking). Hal ini berarti setiap AB wajib memuka rekening dana dan rekening efek di KPEI/KSEI.

Dengan adanya Klirig Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ini diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih terhadap investor dan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Lembaga Keuangan Part 3 – Bursa Efek Indonesia

Hallo Sobat Dapurinvestasi… Sebelumya udah pernah denger kaan Bursa Efek itu apa? Ada kata “efek” nya, kaya semacam saham2 gitu laah yaaa..

Bursa semacam tempat jual beli, efek adalah saham, jadi Bursa Efek Indonesia adalah tempat dimana orang-orang melakukan jual beli (transaksi) saham di Indonesia, ibarat pasar yang menjual berbagai macam barang kebutuhan kita, mulai dari sayur mayur, buah buahan, berbagai macam ikan, daging, pakaian, detergen dan berbagai alat serta kebutuhan kita lainnya.

Dalam Bursa Efek Indonesia tidak jauh berbeda dengan pasar tersebut, yang membedakan hanya barang yang diperjual belikan di Bursa Efek tidak terlihat atau tidak diperjual belikan secara fisik. Dahulu memang semua transaksi masih manual, bukti kepemilikan kita atas perusahaan juga masih berbentuk script (warkat) dalam lembaran kertas berisi nama perusahaan dan jumlah saham dalam perusahaan yang kita miliki, pada waktu itu kepemilikan perusahaan ini masih bisa terlihat secara fisik ketika diperdagangkan, saat ini semuanya sudah serba elektronik tak terkecuali perdagangan saham di Bursa Efek. Perlu diketahui yang di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia bukan hanya saham, tapi warrant dan right juga diperdagangkan disini. Kalau kita lihat sistem yang tersambung dengan perdagangan di Bursa Efek, kita juga bisa lihat transaksi jual beli saham terjadi dalam waktu hitungan detik.. Huu ramenyaa 😀

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan efek di Indonesia dan setiap Negara memiliki pusat perdagangan efek mereka sendiri-sendiri, contohnya seperti pusat perdagangan efek di Amerika Serikat bernama NYSE (Bursa Efek New York) yang berada di Wall Street, New York City.

Penasaran gak kenapa sih harus ada Bursa Efek?? Penting gitu??

Bursa Efek didirikan untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia yang juga ingin memiliki perusahaan, jadi tidak hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memiliki perusahaan, bukan hanya orang yang memiliki dana besar saja yang dapat mempunyai saham, anak kuliahan juga sudah bisa membeli saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, karena BEI sudah mengubah jumlah minimal beli yang tadinya 1 lot berisi 500 lembar saham sekarang menjadi 100 lembar saham, jadi kalau dahulu dana Rp. 100.000 tidak bisa membeli saham seharga Rp. 900/lembar, sekarang sudah bisa,, waah ini benar-benar menguntungkan masyarakat menengah ke bawah bukan? Tinggal kita saja yang harus cerdas dalam mengambil kesempatan yang ada, peminimalan jumlah lembar saham dalam 1 lot ini benar-benar membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memulai berinvestasi dengan memasukkan dananya dalam perusahaan alias membeli saham, bukankah keren anak muda memiliki perusahaan? hanya dengan minimal seratus ribu rupiah, yang biasanya dihabiskan hanya untuk bermain, bisa digunakan untuk hal yang jauh lebih bermanfaat lainnya untuk kepentingan kita di masa depan, sayang sekali kaan kalau kita melewatkan kesempatan ini..

Disisi lain dengan adanya Bursa Efek Indonesia, perusahaan juga tertolong karena perusahaan mendapatkan dana segar yang digunakan untuk keperluan perusahaan, biasanya digunakan untuk ekspansi suapaya perusahaannya menjadi lebaih besar, bisa untuk mendirikan pabrik baru, atau sebagai modal tambahan agar produksi perusahaan tersebut makin bertambah, kalau perusahaan-perusahaan makin besar, siapa yang terkena dampaknya? Tentu masyarakat Indonesia sendiri seperti yang pernah kita jelaskan dalam Pentingnya Investasi Part 2 di link http://dapurinvestasi.com/pentingnya-investasi-part-2-bagaimana-suatu-investasi-berdampak-positif-bagi-perekonomian-suatu-negara.html

Bursa Efek Indonesia sendiri berada dalam pengawasan Bapepam LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) yang sekarang sudah bergabung dengan BI (Bank Indonesia) menjadi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jadi kita tidak perlu terlalu resah jika terdapat penyelewengan tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sangat berbeda jauh dengan investasi bodong yang notabennya tidak dalam pengawasan OJK. Semua orang yang bekerja dalam lingkup Pasar Modal di Indonesia biasanya sudah mendapat pengakuan dari OJK dan sudah terdaftar di OJK dengan harus melalui ujian yang diadakan sebagai salah satu syarat bekerja di lingkungan Pasar Modal Indonesia, jadi ketika ada penyimpangan yang terjadi baik dilakukan oleh orang pribadi atau oleh Perusahaan yang sudah listing di Bursa pasti akan di tindak lanjuti oleh OJK. Bisa kita bayangkan bagaimana kompleksnya perUndang-Undangan sebagai perlindungan terhadap investor? Marilah banyak belajar untuk meminimalisir resiko yang ada.

Cerdaslah kita dalam erinvestasi^^

By : dapurinvestasi.com