IHSG

Sruput Pagi Rabu 26 Oktober 2016 : IHSG akan ditopang rilis kinerja keuangan emiten, tetapi waspadai sentiment global

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,169.27, S&P 500 tercatat melemah -0.38% pada level 2,143.16 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.50% pada level 5,283.40. EIDO mengalami penurunan sebesar -0.30% pada level 26.30.

Penurunan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya rilis data kinerja keuangan emiten Bursa Wall Street, data Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat dan Investor masih terus mencermati atau bertaruh akan kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik pada bulan Desember 2016.

Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 98.6 pada bulan Oktober, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103.5. Angka tersebut juga lebih rendah dari konsensus yang sebesar 101, hal tersebut disebabkan oleh minimnya optimisme rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja.

Data kinerja keuangan perusahaan besar Amerika Serikat tidak terlalu memuaskan, dimana Apple Inc mencatatkan penurunan kinerja, hal tersebut dikarenakan Iphone yang merupakan produk penunjang Apple mengalami penurunan penjualan untuk pertama kalinya sejak tahun 2001, 3M memangkas proyeksi laba untuk tahun 2016, Caterpillar memangkas estimasi penjualan tahun ini. Hampir sebagian besar emiten bursa Wall Street memangkas estimasi kinerjanya.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -1.30% pada level 49.31 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.30% pada level 50.79 USD/barel. Penurunan harga minyak dunia kembali terjadi setelah utusan Rusia, Vladimir Voronkov mengatakan bahwa pemangkasan produksi minyak mentah bukan merupakan pilihan untuk Rusia saat ini, dengan kata lain bahwa Rusia tidak sepenuhnya yakin akan bergabung bersama OPEC untuk menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Selain itu survey Bloomberg juga mencatatkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 2 juta barel minggu lalu, tetapi EIA sendiri belum merilis hasil dari pasokan minyak mentah Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, Pemerintah mengklaim bahwa 13 paket kebijakan ekonomi telah mendorong investasi senilai 300 triliun, salah satu paket kebijakan yang berhasil mengundang investasi adalah penyederhanaan perizinan investasi. Melalui perizinan investasi 3 jam yang terbit melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II, sudah berhasil menyedot investasi Rp 291 triliun dan menyerap sekitar 77 ribu tenaga kerja baru.

Paket Kebijakan Ekonomi VI yang berisi pemberian fasilitas pajak dan kemudahan investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) juga berhasil menyedot investasi sebesar Rp 33,88 triliun sampai September 2016.

Bank dunia juga memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5.3% pada tahun 2017, hal tersebut dipengaruhi oleh RAPBN 2017 lebih realistis dan risiko fiskal telah mereda karena penerimaan dan pengeluaran dalam RAPBN 2017 lebih realistis dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin Selasa, 25 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami pelemahan sebesar -23.177 poin atau -0.428% pada level 5,397.821. pelemahan terjadi ditengah periode rilis kinerja keuangan emiten kuartal III. Tetapi investor asing masih mencatatkan net buy sebesar 118.9 Milyar.

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan dan bersifat terbatas, kenaikan IHSG akan dipengaruhi oleh data kinerja keuangan emiten berkapitalisasi besar seperti TLKM yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III yang sebesar 27.6% YoY dan UNVR mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III sebesar 13% YoY.

Tetapi Investor harus tetap mewaspadai sentiment global, yaitu penurunan Bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah dunia, Karena sentiment tersebut akan menghambat laju IHSG.

IHSG akan mencoba bergerak menguji level resistance pada area 5,445 – 5,447 secara teknikal, dan apabila level tersebut berhasil ditembus maka penguatan akan berlanjut menuju resistance selanjutnya pada level 5,484.

Stock Pick : TLKM TP 4,400, UNVR TP 46,000

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 12 Oktober 2016 : Konsolidasi IHSG Masih Akan Terjadi, Akumulasi Saham Berkapitalisasi Besar

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tajam setelah mencatatkan kenaikan pada hari perdagangan sebelumnya, Dow Jones tercatat melemah -1.09% pada level 18,128.66, S&P 500 tercatat melemah -1.24% pada level 2,136.73 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -1.54% pada level 5,246.79. EIDO juga mengalami pelemahan sebesar -1.14% pada level 26.03.

Saat ini Investor tengah khawatir dengan meningkatnya Inflasi Amerika Serikat oleh karena kenaikan harga minyak mentah dunia dan hal tersebut akan mengakibatkan perkiraan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat lebih cepat. Selain itu, pelemahan juga dipengaruhi oleh kinerja emiten Bursa Wall Street, dimana sektor kesehatan menjadi pemberat Bursa Wall Street, dipimpin oleh Illumina Inc, setelah perusahaan mengatakan bahwa penjualan lebih rendah dari estimasi. Alcoa Inc juga mengalami penurunan tajam setelah laba perusahaan mengecewakan pasar, sedangkan Apple Inc mengalami kenaikan setelah Samsung Electronics Co berhenti memproduksi note 7 karena terjadinya gagal produksi, yang mana seharusnya mampu menyaingi iphone 7.

Obligasi Pemerintah Amerika Serikat dengan term 10 tahun mengalami penurunan harga seiring permintaan imbal hasil yang lebih tinggi dari Investor untuk mengimbangi ekspektasi peningkatan inflasi secara cepat di Amerika Serikat. Alhasil imbal hasil mengalami kenaikan menjadi +1.76%.

Sedangkan Dollar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar +0.5% terhadap 10 mata uang negara di dunia, setelah pertaruhan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini meningkat menjadi 67%.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.99% pada level 50.84 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.24% pada level 52.48 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah ketidakpastian muncul, apakah Rusia akan benar – benar bergabung bersama OPEC dalam menyeimbangkan supply minyak, sehingga dapat menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Produsen minyak terbesar di Rusia, yaitu Rosneft PJSC mengatakan bahwa bergabungnya Rusia tidak akan mengurangi output dari minyak mentah dunia. Disisi lain Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam konferensi di Istanbul untuk bersedia bergabung bersama OPEC dalam menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Dari Eropa, Poundsterling mengalami pelemahan tajam, lagi – lagi terkait percepatan realisasi Brexit.

Dari dalam negeri, data penjualan Ritel mengalami peningkatan tajam pada bulan Agustus sebesar 14.4% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6.3% YoY.

Source : Trading Economics

Apabila terlihat pada grafik, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia telah mengalami perbaikan sejak Oktober 2015 dan masih dalam trend yang cukup positif.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 11 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sebesar +21.169 poin atau +0.395% pada level 5,381.997. Namun apabila dilihat pada grafik perdagangan harian, IHSG sempat menyentuh area positif pada awal perdagangan, setelah itu mengalami penurunan dan berada pada area negatif, tetapi pada akhir sesi berhasil berada pada zona positif. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi akumulasi oleh Investor, walaupun masih relatif rendah, karena pada perdagangan kemarin hanya mencatatkan nilai transaksi sebesar 6,960 Milyar, dengan Investor Asing mencatatkan net sell sebesar 207.4 Milyar. IHSG sudah berada pada level support dan pada perdagangan kemarin sempat menguji level support pada 5,380 dan berhasil menguat setelah level support tersentuh. Hal tersebut merupakan salah satu konfirmasi bahwa IHSG akan mencoba bertahan pada support ini dan diperkirakan mencoba mengalami penguatan pada perdagangan selanjutnya.

Berdasarkan data – data yang rilis diatas baik secara fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami konsolidasi dan masih terjadi pola yang sama dengan perdagangan kemarin. Secara kondisi fundamental dalam negeri akan menopang IHSG untuk mengalami penguatan, namun sentiment negatif manca negara akan menghambat lajut penguatan tersebut. Investor disarankan untuk menunggu terlebih dahulu dalam mengambil keputusan Investasi.

Apabila penurunan IHSG kembali terjadi, maka Investor disarankan segera mengakumulasi saham – saham yang berkapitalisasi besar, karena saham tersebut akan menguat apabila IHSG berbalik arah menjadi menguat.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,340 – 5,400

Stock Pick : TLKM TP 4,230, UNVR TP 46,000, ICBP TP 10,000, SMGR 10,350, ANTM TP 850.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 05 Oktober 2016 : Indeks Harga Saham Gabungan Lebih Dipengaruhi Pernyataan The Fed Dan Spekulasi Pengurangan Stimulus Bank Sentral Eropa

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan lanjutan pasca koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.47% pada level 18,168.45, S&P 500 tercatat melemah -0.50% pada level 2,150.49 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,289.66.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh spekulasi kebijakan dua Bank Sentral, diantaranya The Federal Reserve dan European Central Bank, dimana Gubernur The Fed Richmond Jeffrey Lacker mendesak agar segera menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Presiden The Fed Loretta Mester yang menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat telah siap untuk kenaikan suku bunga acuan.

Disisi lain, European Central Bank diperkirakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi sebesar 10 Milyar Euro atau 11.2 Milyar USD pada akhir periode Maret 2017. Hingga bulan Maret 2017, pembelian Obligasi sebagai langkah stimulus masih sebesar 80 Milyar Euro atau 90 Milyar USD. Sentiment negatif ini lagi – lagi mempengaruhi gejolak bursa global, karena berbagai pihak beranggapan bahwa Uni Eropa belum siap apabila nilai stimulus dipangkas.

Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi setelah terus mengalami penguatan tajam, minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.35% pada level 48.64 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.14% pada level 50.82 USD/barel. Pelemahan dipengaruhi oleh perkiraan cadangan minyak Amerika Serikat yang mengalami peningkatan menjadi 2.062 juta barel, cadangan minyak Amerika akan dirilis pada hari ini. Walaupun begitu, koreksi harga minyak mentah dunia bersifat sehat dan rendah.

Dari dalam negeri, penerimaaan Tax Amnesty pada periode II tercatat sebesar 89.9 Triliun atau 54.42% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Harta yang terdeklarasi telah mencapai 3,654 Triliun atau sebesar 91.35% dari target pemerintah yang sebesar 4,000 Triliun. Sedangkan dana repatriasi masih sebesar 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar 1,000 Triliun.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 04 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sangat tipis +8.402 poin atau +0.154% pada level 5,472.317. Apabila dilihat dari pergerakan harian, IHSG cenderung tertahan pada resistance 5,482 dan selanjutnya berkonsolidasi sehingga tercatat menguat tipis pada akhir sesi perdagangan. Memang belum terlihat katalis positif yang mampu menopang penguatan IHSG lebih lanjut, lebih dari itu Bursa Wall Street juga mengalami pelemahan seiring menguatnya spekulasi akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016.

Berdasarkan data – data diatas baik fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan bursa Wall Street dan pelemahan harga minyak mentah dunia, Pernyataan dari Gubernur The Fed dan Bank Sentral Eropa yang berupaya mengurangi stimulus ekonomi akan menjadi fokus investor di Indonesia saat ini. Selain itu dari dalam negeri belum rilis data ekonomi yang cukup positif.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,400 – 5,475

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 04 Oktober 2016 : IHSG Mencoba Untuk Menguji Resistance 5,475

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,253.85, S&P 500 tercatat melemah -0.33% pada level 2,161.20 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,300.88.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan tanda – tanda ekspansi dan hal tersebut akan menguatkan spekulasi bahwa The Fed akan optimis menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada sisa bulan tahun 2016 ini.

Selain itu pelemahan Bursa Wall Street juga bertolak belakang dengan Bursa London Inggris FTSE 100 Index yang mengalami kenaikan sebesar +1.22% pada level 6,983.52 sebagai akibat dari pelemahan mata uang Inggris Pound sterling, karena Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa Inggris akan siap keluar dari Uni Eropa pada tahun depan. Melemahnya Pound sterling membuat sentiment positif bagi eksportir Inggris.

Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat tercatat sebesar 51.5 pada bulan September dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.4.

Harga minyak mentah dunia terus mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.91% pada level 48.68 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +3.55% pada level 50.8 USD/barel. Penguatan masih dipengaruhi oleh sentiment positif dari OPEC yang sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 750,000 barel per hari, hingga pemangkasan mencapai 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final bulan September tercatat 50.4 dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.5.

Dari dalam negeri, data ekonomi tercatat cukup positif, dimana Nikkei Manufacturing PMI bulan September tercatat mengalami penguatan menjadi 50.9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.4. Inflasi bulanan untuk bulan September tercatat sebesar +0.22%, jauh lebih baik dari bulan Agustus yang tercatat deflasi -0.02%, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3.07% YoY, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.79% YoY. Kami memperkirakan hingga akhir tahun 2016 Inflasi Indonesia akan berada dibawah target Bank Indonesia yan sebesar 4%. Data Tourist Arrivals juga cukup positif dan tercatat sebesar 16.14% YoY pada bulan Agustus, walaupun angka tersebut masih lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 20.13% YoY.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Senin, 03 Oktober 2016 tercatat mengalami penguatan +99.111 poin atau +1.847% pada level 5,463.915. walaupun mengalami penguatan yang cukup tinggi, tetapi nilai transaksi cukup rendah dibandingkan perdagangan harian sebelumnya, yaitu hanya sebesar Rp 6,154 Milyar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG tidak kuat dan tidak ditopang dengan volume yang cukup kuat. Tetapi Investor Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 492.4 Milyar.

Berdasarkan data – data diatas maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami koreksi, selain karena aksi profit taking, pelemahan Bursa Wall Street juga akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG, tetapi pelemahan akan bersifat terbatas karena IHSG masih akan ditopang sektor komoditas sebagai imbas dari penguatan harga minyak mentah dunia.

IHSG akan mencoba menguji level resistance pada 5,475 dan apabila resistance tersebut tidak mampu ditembus, maka IHSG akan berbalik arah dan cenderung melemah.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,360 – 5,475

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, PTBA TP 10,300, INCO TP 3,300.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Senin 03 Oktober 2016 : Technical Rebound IHSG Diperkirakan Akan Terjadi Karena Sentiment Positif Dalam Negeri

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan pada akhir pekan lalu, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.91% pada level 18,308.15, S&P 500 tercatat menguat +0.80% pada level 2,168.27 dan Nasdaq tercatat mengalami penguatan +0.81% pada level 5,312.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah kekhawatiran akan permasalahan Deutsche Bank AG mereda, dimana media melaporkan bahwa denda yang dikenakan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat diperkirakan sebesar $ 5.4 Milyar untuk menyelesaikan penyelidikan terkait Efek Beragunan Asset Perumahan. Angka tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan sebelumnya yang sebesar $ 14 Milyar.

Saham Deutsche Bank AG ditutup pada € 11.57 atau mengalami penguatan  harian +6.4%, merupakan penguatan terbesar sejak bulan April.

Disisi lain, data ekonomi Amerika Serikat relatif mengalami pelemahan, dimana Personal Income Amerika Serikat tercatat sebesar 0.2% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% dan data Personal Spending tercatat sebesar 0.0% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% MoM.

Selanjutnya adalah perkembangan Harga minyak mentah dunia yang pada pagi ini tercatat mengalami koreksi, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.85% pada level 47.83 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.68% pada level 49.85 USD/barel. Pelemahan bersifat sementara, wajar dan hanya merupakan aksi profit taking, karena pada dasarnya kenaikan harga minyak mentah dunia tercatat cukup tinggi pasca OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Eropa, Inflasi bulan September tercatat sebesar 0.4% YoY, lebih tinggi dari bulan Agustus yang tercatat sebesar 0.2% YoY, dan Unemployment Rate pada bulan Agustus tercatat stagnan pada level 10.1%.

Dari Jepang, data Industrial Production bulan Agustus tercatat sebesar 1.5% MoM, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Juli yang sebesar -0.4%, dan secara tahunan tercatat sebesar 4.6% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -4.2%. Selain itu data Construction Orders bulan Agustus tercatat sebesar 13.8% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -10.9% YoY, sedangkan pembangunan perumahan hanya tumbuh sebesar 2.5% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8.9% YoY.

Dari China, NBS Manufacturing PMI bulan September tercatat stagnan sebesar 50.4, sedangkan data Caixin Manufacturing PMI bulan September tercatat sebesar 50.1, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.0.

Source : pajak.go.id

Dari dalam negeri, realisasi dana tebusan Tax Amnesty di penghabisan periode pertama pada 30 September 2016 tercatat sebesar Rp 89.2 Triliun dan telah mencapai 54.06% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah lebih tinggi dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 3,612 Triliun atau sebesar 90.30% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Tetapi untuk Repatriasi hingga saat ini baru mencapai Rp 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan telah melebihi ekspektasi kami, dimana kami memperkirakan pada periode pertama, pencapaian uang tebusan Tax Amnesty hanya mencapai Rp 60 Triliun. Pencapaian ini terbilang cukup memuaskan karena hanya dengan 1 periode saja, deklarasi harta telah mencapai 90.30%, maka pada sisa dua periode Tax Amnesty, kami memperkirakan target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun untuk dana tebusan akan tercapai, demikian juga untuk deklarasi harta. Tetapi untuk repatriasi seperti yang terlihat akan cukup sulit untuk mencapai target.

Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Tax Amnesty ini sangat tinggi, dimana dikabarkan pada sisa periode pertama terjadi antrian yang cukup ramai di berbagai kantor pajak.

Source : IDX, Chart Nexus

Walaupun pencapaian Tax Amnesty pada periode pertama cukup memuaskan, tetapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan tidak merespon positif perkembangan tersebut, dimana pada Jumat, 30 September 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan sebesar -67.153 poin atau -1.236% pada level 5,364.804. Terlihat pada grafik IHSG mengalami pelemahan cukup dalam karena dipengaruhi sentiment negatif dari Bursa Amerika.

Selama bulan September IHSG mencatatkan penurunan sebesar -21.28 poin atau -0.40%, hal ini seolah arus dana yang masuk sebagai dampak dari Tax Amnesty tidak berdampak signifikan terhadap IHSG. Tetapi Investor tidak perlu khawatir, karena kami memperkirakan dana Tax Amnesty telah masuk pada instrument pasar modal melalui Surat Berharga Negara terlebih dahulu dan selanjutnya akan bergerak pada pasar saham. Berdasarkan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per 30 September 2016, rata-rata kinerja obligasi negara (INDOBeX Government Total Return) mencapai 1,21% (MoM) ke level 213,16. Ini membaik jika dibandingkan posisi Agustus 2016 yang koreksi 0,06% (MoM).

Selain itu selama bulan September, Rupiah telah mengalami penguatan sebesar 302 poin atau -2.27% pada level Rp 12,998/USD.

Dari indikasi domestik tersebut mengindikasikan bahwa, sesungguhnya capital inflow memang benar terjadi, tetapi pelaku pasar memasuki pasar saham secara perlahan, karena khawatir akan terjadinya penggelembungan pada IHSG, mengingat saat ini IHSG telah tercatat relatif tinggi. Investor lebih memilih masuk pada instrument surat hutang, khususnya surat hutang negara agar lebih aman.

Kami masih menilai bahwa pergerakan IHSG kedepan akan kembali mengalami penguatan, mengingat IHSG masih berada pada trend bullish. Dan pada hari ini kami memperkirakan technical rebound akan terjadi, tetapi masih cenderung terkonsolidasi sembari menunggu data inflasi Indonesia bulan September yang akan dirilis hari ini, Bulan September diperkirakan akan mengalami Inflasi sebesar 0.18% MoM dan secara tahunan tercatat sebesar 3.04% YoY.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,335 – 5,437

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, HMSP TP 4,100

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 28 September 2016 : Pergerakan IHSG Masih Akan Fluktuatif Namun Positif Karena Pencapaian Tax Amnesty

Investor dapat mencermati saham berikut ini : ANTM TP 830, BBRI TP 12,250, ICBP TP 9,800, UNVR TP 46,000, PGAS TP 3,000, TLKM TP 4,400, WIKA TP 2,800, WSKT TP 2,800 dan AISA TP 2,065.

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street kembali ditutup mengalami penguatan, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.74% pada level 18,228.30, S&P 500 tercatat menguat +0.64% pada level 2,159.93 dan Nasdaq tercatat menguat +0.92% pada level 5,305.71.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah Debat Presidensial Pertama diadakan dan berdasarkan polling dari CNN, Hillary Clinton lebih unggul dibandingkan Donald Trump yaitu sebesar 62% mengatakan Hillary Clinton menang dan 27% mengatakan Donald Trump menang. Data tersebut mampu menekan kekhawatiran pasar dan memberikan sentiment positif.

Selain itu data Consumer Confidence Amerika Serikat pada bulan September juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 104.1, lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus yang tercatat sebesar 101.8. Angka diatas cukup kuat menjadi sentiment positif pergerakan Bursa Wall Street pada perdagangan kemarin.

Harga minyak mentah dunia tercatat kembali mengalami pelemahan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -3.00% pada level 44.55 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -3.13% pada level 45.87 USD/barel. Pergerakan minyak mentah dunia memang sangat fluktuatif ditengah pertemuan OPEC di Aljazair dan pelemahan terjadi setelah Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan bahwa Iran tidak memiliki Agenda atau prioritas dalam mencapai kesepakatan pembekuan produksi di Aljazair, dengan kata lain Iran masih enggan untuk menyetujui kesepatakan tersebut. Selain itu Kepala Badan Energi Internasional mengatakan bahwa permintaan dan penawaran dari minyak tidak akan mencapai keseimbangan hingga akhir tahun 2017 dan Goldman Sachs Group Inc. memotong proyeksi harga minyak mentah dunia pada kuartal IV.

Dari dalam negeri, realisasi Tax Amnesty disisa minggu periode pertama tercatat cukup memuaskan, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.9 Triliun atau meningkat sebesar 17.06% menjadi Rp 54.2 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 46.3 Triliun atau telah mencapai 32.85% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah mencapai 98.55% dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 2,512 Triliun atau sebesar 62.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Untuk Repatriasi hingga saat ini mencapai Rp 128 Triliun atau sebesar 12.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan hal ini merupakan sentiment positif bagi perekonomian Indonesia. Kami memperkirakan hingga akhir bulan September ini, uang tebusan akan mencapai Rp 60 Triliun, dan apabila hal tersebut tercapai, maka tentunya penerimaan pajak akan lebih positif di sisa tahun 2016.

Source : IDX, Chart Nexus

Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin cukup fluktuatif ditengah sentiment yang cukup positif baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada awal perdagangan hingga akhir sesi I, IHSG berada pada zona merah, namun pada perdagangan sesi II IHSG terus mengalami penguatan hingga ditutup menguat +1.261% di level 5,419.604. Tetapi Investor Asing melakukan net sell dalam jumlah yang cukup besar yaitu Rp 503 Milyar.

Rupiah berhasil menembus dibawah 13,000 yaitu 12,938 per dollar AS pada perdagangan kemarin, selain karena derasnya arus dana dari Tax Amnesty, penguatan Rupiah juga terjadi karena pelemahan dollar AS, imbas dari debat pertama presidensial Amerika Serikat.

Berdasarkan data fundamental yang ada, dimana pencapaian Tax Amnesty pada periode I telah sesuai dengan ekspektasi, maka kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam range target Pemerintah, dan hal tersebut akan berdampak positif bagi IHSG kedepannya.

Pada hari ini, IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada range harga 5,400 – 5,450. Walaupun perkiraan kami mengenai IHSG cukup positif, Investor perlu tetap mewaspadai pergerakan IHSG yang cenderung sangat fluktuatif, selalu terjadi pelemahan terlebih dahulu sebelum menguat pada perdagangan harian dan perlu diketahui bahwa Investor Asing masih terus melakukan aksi profit taking.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 27 September 2016 : Profit Taking Investor Asing Masih Terjadi dan Fokus Akhir Bulan Akan Tertuju Pada Penerimaan Tax Amnesty Periode I

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street kembali ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.91% pada level 18,094.83, S&P 500 tercatat melemah -0.86% pada level 2,146.10 dan Nasdaq tercatat melemah -0.91% pada level 5,257.49.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi karena beberapa faktor, diantaranya penantian debat calon Presiden untuk pertama kalinya dan penurunan saham Deutsche Bank AG karena spekulasi bahwa bank terbesar dari Jerman tersebut sangat membutuhkan penambahan modal, tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa pasar tidak perlu berspekulasi atas bantuan pemerintah dalam penambahan modal Deutsche Bank AG, karena pada dasarnya Pemerintah Jerman akan mengesampingkan usul bantuan tersebut.

Faktor yang menjadi pemicu turunnya Bursa Wall Street juga datang dari data Penjualan Rumah Baru Amerika Serikat tercatat sebesar 609,000 pada bulan Agustus dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 659,000. Penurunan penjualan kembali terjadi yaitu sebesar -7.6% MoM, jauh lebih rendah dari bulan Juli yang tumbuh sebesar 13.8% MoM.

Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penguatan atau teknikal rebound, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +2.65% pada level 45.66 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +2.53% pada level 47.05 USD/barel. Tetapi apabila dilihat sejak akhir pekan lalu, harga minyak tercatat stagnan, karena pada akhir pekan lalu mencatat penurunan tajam dan pada perdagangan kemarin, kembali pada posisi semula. Penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin didukung oleh Arab Saudi yang menawarkan untuk memotong output poduksi pada rapat OPEC pekan ini, walaupun Arab Saudi sendiri tidak berekspektasi lebih bahwa kesepatakan akan terjadi.

Dari dalam negeri, Penerimaan pajak hingga 25 September 2016 baru mencapai 52,3% yaitu sebesar Rp 729.7 triliun dari total target penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 1,355.2 triliun. Hasil tersebut lebih baik dari bulan September 2015 yang tercatat sebesar Rp 660.12 Triliun, tetapi angka yang diraih hingga bulan September ini merupakan penambahan dari hasil Tax Amnesty, artinya penerimaan pajak normal tanpa Tax Amnesty sangat kecil dan jauh dibawah ekspektasi Pemerintah.

Hal ini terlihat wajar, mengingat sejak awal tahun pemerintah memberikan berbagai stimulus fiskal berupa pemangkasan pajak, sehingga berimbas pada penerimaan pajak Negara, tetapi kebijakan tersebut akan berdampak positif bagi daya beli masyarakat, sehingga dapat menopang sektor konsumsi dan memacu pertumbuhan GDP.

Dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 4.1 Triliun atau meningkat sebesar 9.72% menjadi Rp 46.3 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 42.2 Triliun atau telah mencapai 28.06% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun.

Source : Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin yang digambarkan oleh chart paling akhir berwarna hitam, menunjukkan bahwa, walaupun IHSG mengalami penurunan tetapi mampu bertahan pada level support pada level 5,337, tetapi Investor Asing masih mencatatkan net sell sebesar -335.9 Milyar.

Berdasarkan data fundamental ekonomi dalam negeri yang belum menunjukkan pandangan positif, maka kami menilai bahwa Investor akan menunggu hasil akhir periode pertama dari Tax Amnesty hingga akhir bulan September.

Indikasi teknikal menunjukkan bahwa IHSG tertahan pada support level 5,336 dan kami memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi sembari menunggu hasil akhir Tax Amnesty, IHSG akan bergerak pada range harga 5,336 – 5,411 dan hari ini teknikal rebound diperkirakan akan terjadi.

Cermati saham PGAS, TINS, ADRO, LSIP

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Senin 26 September 2016 : Profit Taking Investor Asing dan Kondisi Fundamental Perekonomian Indonesia Akan Menjadi Fokus Pasca Drama Bank Sentral

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Berbagai sentiment dan drama telah mengiringi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada perdagangan minggu kemarin, diantaranya The Fed dengan Fed Ratenya, Bank Of Japan dengan Suku Bunganya dan Bank Indonesia dengan 7 Days Reverse Repo.

Patut disyukuri bahwa IHSG menanggapi sentiment diatas dengan positif, dimana hingga akhir pekan IHSG ditutup mengalami penguatan mingguan sebesar +121.139 poin atau +2.30% pada level 5,388.908.

The Federal Reserve memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan pada bulan September ini atau tetap pada range 0.25% – 0.50%, tetapi The Fed mengisyaratkan bahwa kesempatan terakhir dan kemungkinan kesempatan terbaik untuk menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat adalah pada bulan Desember, sama seperti tahun 2015 lalu.

Bank Of Japan memutuskan suku bunga acuan Jepang tetap pada level -0.10% dan memperkenalkan upaya stimulus “Yield Curve Control”, dimana Bank Of Japan menargetkan agar yield dari  Obligasi Pemerintah Jepang dengan jatuh tempo 10 tahun sebesar 0%, hal tersebut diharapkan akan memperbaiki kinerja perbankan yang mengalami kinerja buruk pasca diberlakukan kebijakan suku bunga negatif. Dengan adanya perbaikan dari sisi perbankan, maka diharapkan perekonomian Jepang akan mengalami perbaikan juga.

Bank Indonesia menurunkan rate dari 7 Days Reverse Repo setelah The Fed menunda kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, 7 Days Reverse Repo diturunkan menjadi 5% dari sebelumnya yang tercatat sebesar 5.25%, Deposit Facility Rate diturunkan menjadi 4.25% dan Lending Facility Rate diturunkan menjadi 5.75%. Dengan adanya penurunan rate dari Bank Indonesia diharapkan akan mampu menopang konsumsi masyarakat Indonesia, sehingga menstimulus pertumbuhan GDP Indonesia di sisa akhir tahun 2016 ini.

Ketiga sentiment diatas menurut dapurinvestasi.com merupakan sentiment positif yang mampu menopang perekonomian Indonesia tetap pada kata “Stabil”, sehingga pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang menurut konsesus sebesar 5.1% dapat tercapai.

Tetapi walaupun pergerakan IHSG pada minggu lalu tercatat positif menanggapi sentiment yang ada, namun Investor Asing melakukan net sell mingguan sebesar Rp 44.01 Milyar. Mengapa hal tersebut penting?? Karena Investor Asing masih memiliki porsi yang besar dalam perdagangan IHSG, yaitu sekitar 40%, maka gerak – gerik Investor Asing cepat atau lambat akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Source : Dapur Investasi

Grafik diatas merupakan grafik akumulasi pembelian saham oleh Investor Asing dan return IHSG sejak awal tahun 2016 (Merupakan data mingguan IHSG). Terlihat sejak Agustus 2016 bahwa Investor Asing telah mengurangi pembelian dan cenderung melakukan aksi profit taking, dan penguatan IHSG pada minggu lalu tidak ditopang oleh akumulasi pembelian Asing. Nahh Investor disarankan agar sedikit waspada, sekali lagi yang ditekankan oleh dapurinvestasi.com adalah “Waspada” bukan takut, resah dan gelisah, karena faktor fundamental ekonomi Indonesia masih baik baik saja, bahkan diperkirakan jauh lebih baik karena The Fed menunda kenaikan suku bunga pada bulan September, sehingga capital outflow tidak signifikan terjadi.

Berdasarkan data yang dapurinvestasi.com hitung, rata – rata akumulasi pembelian oleh Investor Asing berada pada harga 5,163 dengan nilai akumulasi net buy sejak Januari 2016 hingga September 2016 mencapai Rp 34.6 Triliun. Nahh Investor dapat mengawasi dan mencermati level 5,163 tersebut, selama IHSG tidak bergerak kearah level tersebut, maka IHSG masih dalam kondisi yang aman.

Sentiment selanjutnya yang menjadi kekhawatiran dari Investor kedepan adalah penerimaan pajak Pemerintah yang diperkirakan akan mengganggu dari anggaran belanja Pemerintah, khususnya Tax Amnesty masih sampai saat ini menjadi concern utama Investor.

Source : pajak.go.id

Berdasarkan data statistik Tax Amnesty, perkembangan uang tebusan mengalami peningkatan yang sangat signifikan di bulan September, dimana merupakan periode akhir untuk tarif tebusan sebesar 2%. Hingga 25 September 2016, tarif tebusan telah mencapai Rp 42.2 Triliun atau mencapai 25.58% dari total target penerimaan Pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila dibandingkan dengan 23 September 2016 yang baru mencapai Rp 36.1 Triliun, maka peningkatan terjadi sebesar Rp 6.1 Triliun hanya dalam 2 hari atau meningkat sebesar 16.90%. Jumlah harta yang dilaporkan adalah sebesar Rp 1,769.8 Triliun dan dana repatriasi mencapai Rp 92.6 Triliun.

Hasil Tax Amnesty diatas akan tercermin dalam pergerakan IHSG pada sisa bulan di tahun 2016, perspektif investor mengenai penerimaan pajak Pemerintah akan tercermin dalam keputusan Investasinya. Tetapi menurut dapurinvestasi.com, apabila penerimaan dan belanja Negara tidak mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di sisa tahun 2016, maka sektor Konsumsi dan Investasi dapat menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan hal tersebut akan terealisasi mengingat berbagai stimulus telah dikeluarkan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan Ekspor dan Impor Indonesia juga berangsur – angsur mengalami perbaikan walaupun belum tercatat positif.

Yapp,, kami tetap optimis akan pergerakan IHSG di sisa tahun 2016, tetapi koreksi kecil akan tetap terjadi mengingat indikasi profit taking dari Investor Asing dan tetap cermati level 5,163.

Sekedar informasi, Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan pada akhir pekan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.71% pada level 18,261.45, S&P 500 tercatat melemah -0.57% pada level 2,164.69 dan Nasdaq tercatat melemah -0.63% pada level 5,305.75.

Pelemahan Bursa Wall Street sebagian besar dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dunia. Selain itu Apple Inc. dan Facebook Inc. juga menjadi pemberat Bursa Wall Street, dimana perusahaan riset asal Jerman yaitu GFK melaporkan penjualan iphone 7 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan pejualan produk Apple tahun lalu, hal tersebut didasari data dari Eropa dan Asia. Facebook mengalami pelemahan setelah mengungkapkan bahwa terjadi mark up terhadap rata – rata durasi tayang iklan video sebesar 60% – 80% yang menurut perseroan disebabkan oleh kesalah matrik dan hal tersebut telah diperbaiki oleh perseroan, perlu diketahui bahwa 90% pendapatan perseroan berasal dari periklanan.

Harga minyak mentah dunia tercatat bergerak mengalami pelemahan tajam pada akhir pekan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -3.97% pada level 44.48 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -3.69% pada level 45.89 USD/barel. Pelemahan terjadi karena adanya spekulasi bahwa pertemuan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Algeria pada 26-28 September mendatang tidak akan mencapai kata sepakat untuk membekukan produksi.

Pada hari ini Senin, 26 September 2016 kami memperkirakan bahwa IHSG mengalami pelemahan jangka pendek pada range 5,340 – 5,400. Potensi koreksi harian dapat terjadi dipengaruhi oleh pelemahan Bursa Wall Street dan pelemahan harga minyak mentah dunia.

Adapun pilihan saham dari kami adalah sebagai berikut : NRCA TP 620, WSBP TP 590, CTRP TP 750, TINS TP 850, LPPF TP 20100.

Note : TP = Target Price

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Putu Wahyu Suryawan, Hendri Prasetyo Utomo, Galuh Lindra Lazuardi Imani

Cerdaslah dalam berinvestasi,,…. ^   ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG CERIA DI AKHIR PEKAN, 23 September 2016

Menutup perdagangan akhir pekan ini (23/9) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup menguat tipis sebesar 8,646 poin atau 0,161% ke level 5.388,908 setelah pada saat pembukaan hari ini dicatat melemah ke level 5375,712. Aksi beli investor asing turut memberikan efek positif pada penutupan perdagangan hari ini.
Tercatat sebesar 117 saham yang bergerak naik, sedangkan 160 saham lainnya bergerak turun, dan 98 saham stagnan atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Perdagangan hari ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 6,363 Milliar dengan nilai transaksi mencapai Rp.7,705 Triliun. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp.181,4 Milliar.
Tercatat empat sektor mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dicatatkan oleh sektor Aneka Industri sebesar -1,80% disusul dengan sektor Konstruksi -0,38%. Sedangkan enam sektor lainnya mengalami penguatan. Penguatan tertinggi dicatatkan oleh sektor Industri Dasar dengan kenaikan sebesar 1,73% disusul dengan sektor Consumer Goods dengan kenaikan sebesar 0,97%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan antara lain PT Matahari Putra Prima TBK (MPPA) naik 5,31% ke Rp.1.985,-, PT Charoen Pokphand Indonesia TBK (CPIN) naik 4,46% ke Rp.3.510,- dan PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK (INTP) naik 3,27% ke Rp.18.150,-.
Adapun saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) TBK (PTPP) turun -5,56% ke Rp.4.250,-, PT Wiajaya Karya (Persero) TBK (WIKA) turun -5,11% ke Rp.2.600,- dan PT Adhi Karya (Persero) TBK (ADHI) turun -3,27% ke Rp.2.370,-.
Cerdaslah dalam berinvestasi
By : dapurinvestasi.com

Di Topang Sentimen Positif Dari Luar dan Dalam Negeri IHSG Perkasa

Walau asing melakukan penjualan bersih (nett sell) senilai -229,5, IHSG di tutup naik 0,71% menjadi 5.380,26. Sempat mencapai level tertinggi di 5.411,612 atau menguat 69,020 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.368,561.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor aneka industri memimpin penguatan 2,32%, disusul pertambangan 1,30%, keuangan 0,95%, konsumer 0,71%, infrastruktur 0,44%, properti 0,40%, dan perdagangan 0,29%. Di lain sisi, dua sektor saham tertinggal di zona merah seperti saham-saham di sektor perkebunan yang melemah 1,46% dan sektor industri dasar yang turun 0,02%.

Sentimen positif ini di karenakan  pasca ditundanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September ini, karena bagi Indonesia yang termasuk negara Emerging Market, akan berdampak terhadap capital outflow apabila kenaikan suku bunga acuan Amerika diberlakukan kembali, arus dana keluar akan mengganggu perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mencoba untuk berbenah sejak tahun 2015 lalu.

Dari dalam negeri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 September 2016 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate  (BI 7-day RR Rate) sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5,00% , dengan suku bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,75%,berlaku efektif sejak 23 September 2016 dengan ini menambah sentimen positif bagi market.

Dari pasar regional Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,54%, Nikkei mengalamin kenaikan +1,90%.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,… ^   ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.