Sruput Pagi Rabu 05 Oktober 2016 : Indeks Harga Saham Gabungan Lebih Dipengaruhi Pernyataan The Fed Dan Spekulasi Pengurangan Stimulus Bank Sentral Eropa

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan lanjutan pasca koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.47% pada level 18,168.45, S&P 500 tercatat melemah -0.50% pada level 2,150.49 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,289.66.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh spekulasi kebijakan dua Bank Sentral, diantaranya The Federal Reserve dan European Central Bank, dimana Gubernur The Fed Richmond Jeffrey Lacker mendesak agar segera menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Presiden The Fed Loretta Mester yang menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat telah siap untuk kenaikan suku bunga acuan.

Disisi lain, European Central Bank diperkirakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi sebesar 10 Milyar Euro atau 11.2 Milyar USD pada akhir periode Maret 2017. Hingga bulan Maret 2017, pembelian Obligasi sebagai langkah stimulus masih sebesar 80 Milyar Euro atau 90 Milyar USD. Sentiment negatif ini lagi – lagi mempengaruhi gejolak bursa global, karena berbagai pihak beranggapan bahwa Uni Eropa belum siap apabila nilai stimulus dipangkas.

Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi setelah terus mengalami penguatan tajam, minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.35% pada level 48.64 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.14% pada level 50.82 USD/barel. Pelemahan dipengaruhi oleh perkiraan cadangan minyak Amerika Serikat yang mengalami peningkatan menjadi 2.062 juta barel, cadangan minyak Amerika akan dirilis pada hari ini. Walaupun begitu, koreksi harga minyak mentah dunia bersifat sehat dan rendah.

Dari dalam negeri, penerimaaan Tax Amnesty pada periode II tercatat sebesar 89.9 Triliun atau 54.42% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Harta yang terdeklarasi telah mencapai 3,654 Triliun atau sebesar 91.35% dari target pemerintah yang sebesar 4,000 Triliun. Sedangkan dana repatriasi masih sebesar 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar 1,000 Triliun.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 04 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sangat tipis +8.402 poin atau +0.154% pada level 5,472.317. Apabila dilihat dari pergerakan harian, IHSG cenderung tertahan pada resistance 5,482 dan selanjutnya berkonsolidasi sehingga tercatat menguat tipis pada akhir sesi perdagangan. Memang belum terlihat katalis positif yang mampu menopang penguatan IHSG lebih lanjut, lebih dari itu Bursa Wall Street juga mengalami pelemahan seiring menguatnya spekulasi akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016.

Berdasarkan data – data diatas baik fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan bursa Wall Street dan pelemahan harga minyak mentah dunia, Pernyataan dari Gubernur The Fed dan Bank Sentral Eropa yang berupaya mengurangi stimulus ekonomi akan menjadi fokus investor di Indonesia saat ini. Selain itu dari dalam negeri belum rilis data ekonomi yang cukup positif.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,400 – 5,475

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.