dapur investasi

Sruput Pagi Rabu 26 Oktober 2016 : IHSG akan ditopang rilis kinerja keuangan emiten, tetapi waspadai sentiment global

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,169.27, S&P 500 tercatat melemah -0.38% pada level 2,143.16 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.50% pada level 5,283.40. EIDO mengalami penurunan sebesar -0.30% pada level 26.30.

Penurunan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya rilis data kinerja keuangan emiten Bursa Wall Street, data Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat dan Investor masih terus mencermati atau bertaruh akan kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik pada bulan Desember 2016.

Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 98.6 pada bulan Oktober, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103.5. Angka tersebut juga lebih rendah dari konsensus yang sebesar 101, hal tersebut disebabkan oleh minimnya optimisme rumah tangga terhadap pasar tenaga kerja.

Data kinerja keuangan perusahaan besar Amerika Serikat tidak terlalu memuaskan, dimana Apple Inc mencatatkan penurunan kinerja, hal tersebut dikarenakan Iphone yang merupakan produk penunjang Apple mengalami penurunan penjualan untuk pertama kalinya sejak tahun 2001, 3M memangkas proyeksi laba untuk tahun 2016, Caterpillar memangkas estimasi penjualan tahun ini. Hampir sebagian besar emiten bursa Wall Street memangkas estimasi kinerjanya.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -1.30% pada level 49.31 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.30% pada level 50.79 USD/barel. Penurunan harga minyak dunia kembali terjadi setelah utusan Rusia, Vladimir Voronkov mengatakan bahwa pemangkasan produksi minyak mentah bukan merupakan pilihan untuk Rusia saat ini, dengan kata lain bahwa Rusia tidak sepenuhnya yakin akan bergabung bersama OPEC untuk menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Selain itu survey Bloomberg juga mencatatkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 2 juta barel minggu lalu, tetapi EIA sendiri belum merilis hasil dari pasokan minyak mentah Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, Pemerintah mengklaim bahwa 13 paket kebijakan ekonomi telah mendorong investasi senilai 300 triliun, salah satu paket kebijakan yang berhasil mengundang investasi adalah penyederhanaan perizinan investasi. Melalui perizinan investasi 3 jam yang terbit melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II, sudah berhasil menyedot investasi Rp 291 triliun dan menyerap sekitar 77 ribu tenaga kerja baru.

Paket Kebijakan Ekonomi VI yang berisi pemberian fasilitas pajak dan kemudahan investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) juga berhasil menyedot investasi sebesar Rp 33,88 triliun sampai September 2016.

Bank dunia juga memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5.3% pada tahun 2017, hal tersebut dipengaruhi oleh RAPBN 2017 lebih realistis dan risiko fiskal telah mereda karena penerimaan dan pengeluaran dalam RAPBN 2017 lebih realistis dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin Selasa, 25 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami pelemahan sebesar -23.177 poin atau -0.428% pada level 5,397.821. pelemahan terjadi ditengah periode rilis kinerja keuangan emiten kuartal III. Tetapi investor asing masih mencatatkan net buy sebesar 118.9 Milyar.

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan dan bersifat terbatas, kenaikan IHSG akan dipengaruhi oleh data kinerja keuangan emiten berkapitalisasi besar seperti TLKM yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III yang sebesar 27.6% YoY dan UNVR mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III sebesar 13% YoY.

Tetapi Investor harus tetap mewaspadai sentiment global, yaitu penurunan Bursa Wall Street dan penurunan harga minyak mentah dunia, Karena sentiment tersebut akan menghambat laju IHSG.

IHSG akan mencoba bergerak menguji level resistance pada area 5,445 – 5,447 secara teknikal, dan apabila level tersebut berhasil ditembus maka penguatan akan berlanjut menuju resistance selanjutnya pada level 5,484.

Stock Pick : TLKM TP 4,400, UNVR TP 46,000

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 12 Oktober 2016 : Konsolidasi IHSG Masih Akan Terjadi, Akumulasi Saham Berkapitalisasi Besar

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tajam setelah mencatatkan kenaikan pada hari perdagangan sebelumnya, Dow Jones tercatat melemah -1.09% pada level 18,128.66, S&P 500 tercatat melemah -1.24% pada level 2,136.73 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -1.54% pada level 5,246.79. EIDO juga mengalami pelemahan sebesar -1.14% pada level 26.03.

Saat ini Investor tengah khawatir dengan meningkatnya Inflasi Amerika Serikat oleh karena kenaikan harga minyak mentah dunia dan hal tersebut akan mengakibatkan perkiraan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat lebih cepat. Selain itu, pelemahan juga dipengaruhi oleh kinerja emiten Bursa Wall Street, dimana sektor kesehatan menjadi pemberat Bursa Wall Street, dipimpin oleh Illumina Inc, setelah perusahaan mengatakan bahwa penjualan lebih rendah dari estimasi. Alcoa Inc juga mengalami penurunan tajam setelah laba perusahaan mengecewakan pasar, sedangkan Apple Inc mengalami kenaikan setelah Samsung Electronics Co berhenti memproduksi note 7 karena terjadinya gagal produksi, yang mana seharusnya mampu menyaingi iphone 7.

Obligasi Pemerintah Amerika Serikat dengan term 10 tahun mengalami penurunan harga seiring permintaan imbal hasil yang lebih tinggi dari Investor untuk mengimbangi ekspektasi peningkatan inflasi secara cepat di Amerika Serikat. Alhasil imbal hasil mengalami kenaikan menjadi +1.76%.

Sedangkan Dollar Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar +0.5% terhadap 10 mata uang negara di dunia, setelah pertaruhan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini meningkat menjadi 67%.

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.99% pada level 50.84 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -1.24% pada level 52.48 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah ketidakpastian muncul, apakah Rusia akan benar – benar bergabung bersama OPEC dalam menyeimbangkan supply minyak, sehingga dapat menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Produsen minyak terbesar di Rusia, yaitu Rosneft PJSC mengatakan bahwa bergabungnya Rusia tidak akan mengurangi output dari minyak mentah dunia. Disisi lain Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam konferensi di Istanbul untuk bersedia bergabung bersama OPEC dalam menstabilkan harga minyak mentah dunia.

Dari Eropa, Poundsterling mengalami pelemahan tajam, lagi – lagi terkait percepatan realisasi Brexit.

Dari dalam negeri, data penjualan Ritel mengalami peningkatan tajam pada bulan Agustus sebesar 14.4% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6.3% YoY.

Source : Trading Economics

Apabila terlihat pada grafik, pertumbuhan penjualan ritel Indonesia telah mengalami perbaikan sejak Oktober 2015 dan masih dalam trend yang cukup positif.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 11 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sebesar +21.169 poin atau +0.395% pada level 5,381.997. Namun apabila dilihat pada grafik perdagangan harian, IHSG sempat menyentuh area positif pada awal perdagangan, setelah itu mengalami penurunan dan berada pada area negatif, tetapi pada akhir sesi berhasil berada pada zona positif. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi akumulasi oleh Investor, walaupun masih relatif rendah, karena pada perdagangan kemarin hanya mencatatkan nilai transaksi sebesar 6,960 Milyar, dengan Investor Asing mencatatkan net sell sebesar 207.4 Milyar. IHSG sudah berada pada level support dan pada perdagangan kemarin sempat menguji level support pada 5,380 dan berhasil menguat setelah level support tersentuh. Hal tersebut merupakan salah satu konfirmasi bahwa IHSG akan mencoba bertahan pada support ini dan diperkirakan mencoba mengalami penguatan pada perdagangan selanjutnya.

Berdasarkan data – data yang rilis diatas baik secara fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami konsolidasi dan masih terjadi pola yang sama dengan perdagangan kemarin. Secara kondisi fundamental dalam negeri akan menopang IHSG untuk mengalami penguatan, namun sentiment negatif manca negara akan menghambat lajut penguatan tersebut. Investor disarankan untuk menunggu terlebih dahulu dalam mengambil keputusan Investasi.

Apabila penurunan IHSG kembali terjadi, maka Investor disarankan segera mengakumulasi saham – saham yang berkapitalisasi besar, karena saham tersebut akan menguat apabila IHSG berbalik arah menjadi menguat.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,340 – 5,400

Stock Pick : TLKM TP 4,230, UNVR TP 46,000, ICBP TP 10,000, SMGR 10,350, ANTM TP 850.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 05 Oktober 2016 : Indeks Harga Saham Gabungan Lebih Dipengaruhi Pernyataan The Fed Dan Spekulasi Pengurangan Stimulus Bank Sentral Eropa

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan lanjutan pasca koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.47% pada level 18,168.45, S&P 500 tercatat melemah -0.50% pada level 2,150.49 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,289.66.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh spekulasi kebijakan dua Bank Sentral, diantaranya The Federal Reserve dan European Central Bank, dimana Gubernur The Fed Richmond Jeffrey Lacker mendesak agar segera menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Presiden The Fed Loretta Mester yang menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat telah siap untuk kenaikan suku bunga acuan.

Disisi lain, European Central Bank diperkirakan akan melakukan pengurangan pembelian obligasi sebesar 10 Milyar Euro atau 11.2 Milyar USD pada akhir periode Maret 2017. Hingga bulan Maret 2017, pembelian Obligasi sebagai langkah stimulus masih sebesar 80 Milyar Euro atau 90 Milyar USD. Sentiment negatif ini lagi – lagi mempengaruhi gejolak bursa global, karena berbagai pihak beranggapan bahwa Uni Eropa belum siap apabila nilai stimulus dipangkas.

Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi setelah terus mengalami penguatan tajam, minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.35% pada level 48.64 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.14% pada level 50.82 USD/barel. Pelemahan dipengaruhi oleh perkiraan cadangan minyak Amerika Serikat yang mengalami peningkatan menjadi 2.062 juta barel, cadangan minyak Amerika akan dirilis pada hari ini. Walaupun begitu, koreksi harga minyak mentah dunia bersifat sehat dan rendah.

Dari dalam negeri, penerimaaan Tax Amnesty pada periode II tercatat sebesar 89.9 Triliun atau 54.42% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Harta yang terdeklarasi telah mencapai 3,654 Triliun atau sebesar 91.35% dari target pemerintah yang sebesar 4,000 Triliun. Sedangkan dana repatriasi masih sebesar 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar 1,000 Triliun.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Selasa, 04 Oktober 2016 Indeks Harga Saham Gabungan tercatat mengalami penguatan sangat tipis +8.402 poin atau +0.154% pada level 5,472.317. Apabila dilihat dari pergerakan harian, IHSG cenderung tertahan pada resistance 5,482 dan selanjutnya berkonsolidasi sehingga tercatat menguat tipis pada akhir sesi perdagangan. Memang belum terlihat katalis positif yang mampu menopang penguatan IHSG lebih lanjut, lebih dari itu Bursa Wall Street juga mengalami pelemahan seiring menguatnya spekulasi akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan Desember 2016.

Berdasarkan data – data diatas baik fundamental maupun teknikal maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan bursa Wall Street dan pelemahan harga minyak mentah dunia, Pernyataan dari Gubernur The Fed dan Bank Sentral Eropa yang berupaya mengurangi stimulus ekonomi akan menjadi fokus investor di Indonesia saat ini. Selain itu dari dalam negeri belum rilis data ekonomi yang cukup positif.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,400 – 5,475

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 04 Oktober 2016 : IHSG Mencoba Untuk Menguji Resistance 5,475

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,253.85, S&P 500 tercatat melemah -0.33% pada level 2,161.20 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,300.88.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan tanda – tanda ekspansi dan hal tersebut akan menguatkan spekulasi bahwa The Fed akan optimis menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada sisa bulan tahun 2016 ini.

Selain itu pelemahan Bursa Wall Street juga bertolak belakang dengan Bursa London Inggris FTSE 100 Index yang mengalami kenaikan sebesar +1.22% pada level 6,983.52 sebagai akibat dari pelemahan mata uang Inggris Pound sterling, karena Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa Inggris akan siap keluar dari Uni Eropa pada tahun depan. Melemahnya Pound sterling membuat sentiment positif bagi eksportir Inggris.

Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat tercatat sebesar 51.5 pada bulan September dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.4.

Harga minyak mentah dunia terus mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.91% pada level 48.68 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +3.55% pada level 50.8 USD/barel. Penguatan masih dipengaruhi oleh sentiment positif dari OPEC yang sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 750,000 barel per hari, hingga pemangkasan mencapai 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final bulan September tercatat 50.4 dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.5.

Dari dalam negeri, data ekonomi tercatat cukup positif, dimana Nikkei Manufacturing PMI bulan September tercatat mengalami penguatan menjadi 50.9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.4. Inflasi bulanan untuk bulan September tercatat sebesar +0.22%, jauh lebih baik dari bulan Agustus yang tercatat deflasi -0.02%, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3.07% YoY, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.79% YoY. Kami memperkirakan hingga akhir tahun 2016 Inflasi Indonesia akan berada dibawah target Bank Indonesia yan sebesar 4%. Data Tourist Arrivals juga cukup positif dan tercatat sebesar 16.14% YoY pada bulan Agustus, walaupun angka tersebut masih lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 20.13% YoY.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Senin, 03 Oktober 2016 tercatat mengalami penguatan +99.111 poin atau +1.847% pada level 5,463.915. walaupun mengalami penguatan yang cukup tinggi, tetapi nilai transaksi cukup rendah dibandingkan perdagangan harian sebelumnya, yaitu hanya sebesar Rp 6,154 Milyar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG tidak kuat dan tidak ditopang dengan volume yang cukup kuat. Tetapi Investor Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 492.4 Milyar.

Berdasarkan data – data diatas maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami koreksi, selain karena aksi profit taking, pelemahan Bursa Wall Street juga akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG, tetapi pelemahan akan bersifat terbatas karena IHSG masih akan ditopang sektor komoditas sebagai imbas dari penguatan harga minyak mentah dunia.

IHSG akan mencoba menguji level resistance pada 5,475 dan apabila resistance tersebut tidak mampu ditembus, maka IHSG akan berbalik arah dan cenderung melemah.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,360 – 5,475

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, PTBA TP 10,300, INCO TP 3,300.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Senin 03 Oktober 2016 : Technical Rebound IHSG Diperkirakan Akan Terjadi Karena Sentiment Positif Dalam Negeri

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan pada akhir pekan lalu, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.91% pada level 18,308.15, S&P 500 tercatat menguat +0.80% pada level 2,168.27 dan Nasdaq tercatat mengalami penguatan +0.81% pada level 5,312.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah kekhawatiran akan permasalahan Deutsche Bank AG mereda, dimana media melaporkan bahwa denda yang dikenakan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat diperkirakan sebesar $ 5.4 Milyar untuk menyelesaikan penyelidikan terkait Efek Beragunan Asset Perumahan. Angka tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan sebelumnya yang sebesar $ 14 Milyar.

Saham Deutsche Bank AG ditutup pada € 11.57 atau mengalami penguatan  harian +6.4%, merupakan penguatan terbesar sejak bulan April.

Disisi lain, data ekonomi Amerika Serikat relatif mengalami pelemahan, dimana Personal Income Amerika Serikat tercatat sebesar 0.2% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% dan data Personal Spending tercatat sebesar 0.0% MoM pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.4% MoM.

Selanjutnya adalah perkembangan Harga minyak mentah dunia yang pada pagi ini tercatat mengalami koreksi, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -0.85% pada level 47.83 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.68% pada level 49.85 USD/barel. Pelemahan bersifat sementara, wajar dan hanya merupakan aksi profit taking, karena pada dasarnya kenaikan harga minyak mentah dunia tercatat cukup tinggi pasca OPEC sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Eropa, Inflasi bulan September tercatat sebesar 0.4% YoY, lebih tinggi dari bulan Agustus yang tercatat sebesar 0.2% YoY, dan Unemployment Rate pada bulan Agustus tercatat stagnan pada level 10.1%.

Dari Jepang, data Industrial Production bulan Agustus tercatat sebesar 1.5% MoM, jauh lebih tinggi dibandingkan bulan Juli yang sebesar -0.4%, dan secara tahunan tercatat sebesar 4.6% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -4.2%. Selain itu data Construction Orders bulan Agustus tercatat sebesar 13.8% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -10.9% YoY, sedangkan pembangunan perumahan hanya tumbuh sebesar 2.5% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8.9% YoY.

Dari China, NBS Manufacturing PMI bulan September tercatat stagnan sebesar 50.4, sedangkan data Caixin Manufacturing PMI bulan September tercatat sebesar 50.1, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.0.

Source : pajak.go.id

Dari dalam negeri, realisasi dana tebusan Tax Amnesty di penghabisan periode pertama pada 30 September 2016 tercatat sebesar Rp 89.2 Triliun dan telah mencapai 54.06% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah lebih tinggi dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 3,612 Triliun atau sebesar 90.30% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Tetapi untuk Repatriasi hingga saat ini baru mencapai Rp 137 Triliun atau sebesar 13.70% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan telah melebihi ekspektasi kami, dimana kami memperkirakan pada periode pertama, pencapaian uang tebusan Tax Amnesty hanya mencapai Rp 60 Triliun. Pencapaian ini terbilang cukup memuaskan karena hanya dengan 1 periode saja, deklarasi harta telah mencapai 90.30%, maka pada sisa dua periode Tax Amnesty, kami memperkirakan target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun untuk dana tebusan akan tercapai, demikian juga untuk deklarasi harta. Tetapi untuk repatriasi seperti yang terlihat akan cukup sulit untuk mencapai target.

Dukungan Masyarakat Indonesia untuk Tax Amnesty ini sangat tinggi, dimana dikabarkan pada sisa periode pertama terjadi antrian yang cukup ramai di berbagai kantor pajak.

Source : IDX, Chart Nexus

Walaupun pencapaian Tax Amnesty pada periode pertama cukup memuaskan, tetapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan tidak merespon positif perkembangan tersebut, dimana pada Jumat, 30 September 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan sebesar -67.153 poin atau -1.236% pada level 5,364.804. Terlihat pada grafik IHSG mengalami pelemahan cukup dalam karena dipengaruhi sentiment negatif dari Bursa Amerika.

Selama bulan September IHSG mencatatkan penurunan sebesar -21.28 poin atau -0.40%, hal ini seolah arus dana yang masuk sebagai dampak dari Tax Amnesty tidak berdampak signifikan terhadap IHSG. Tetapi Investor tidak perlu khawatir, karena kami memperkirakan dana Tax Amnesty telah masuk pada instrument pasar modal melalui Surat Berharga Negara terlebih dahulu dan selanjutnya akan bergerak pada pasar saham. Berdasarkan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per 30 September 2016, rata-rata kinerja obligasi negara (INDOBeX Government Total Return) mencapai 1,21% (MoM) ke level 213,16. Ini membaik jika dibandingkan posisi Agustus 2016 yang koreksi 0,06% (MoM).

Selain itu selama bulan September, Rupiah telah mengalami penguatan sebesar 302 poin atau -2.27% pada level Rp 12,998/USD.

Dari indikasi domestik tersebut mengindikasikan bahwa, sesungguhnya capital inflow memang benar terjadi, tetapi pelaku pasar memasuki pasar saham secara perlahan, karena khawatir akan terjadinya penggelembungan pada IHSG, mengingat saat ini IHSG telah tercatat relatif tinggi. Investor lebih memilih masuk pada instrument surat hutang, khususnya surat hutang negara agar lebih aman.

Kami masih menilai bahwa pergerakan IHSG kedepan akan kembali mengalami penguatan, mengingat IHSG masih berada pada trend bullish. Dan pada hari ini kami memperkirakan technical rebound akan terjadi, tetapi masih cenderung terkonsolidasi sembari menunggu data inflasi Indonesia bulan September yang akan dirilis hari ini, Bulan September diperkirakan akan mengalami Inflasi sebesar 0.18% MoM dan secara tahunan tercatat sebesar 3.04% YoY.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,335 – 5,437

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, HMSP TP 4,100

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 28 September 2016 : Pergerakan IHSG Masih Akan Fluktuatif Namun Positif Karena Pencapaian Tax Amnesty

Investor dapat mencermati saham berikut ini : ANTM TP 830, BBRI TP 12,250, ICBP TP 9,800, UNVR TP 46,000, PGAS TP 3,000, TLKM TP 4,400, WIKA TP 2,800, WSKT TP 2,800 dan AISA TP 2,065.

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street kembali ditutup mengalami penguatan, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.74% pada level 18,228.30, S&P 500 tercatat menguat +0.64% pada level 2,159.93 dan Nasdaq tercatat menguat +0.92% pada level 5,305.71.

Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah Debat Presidensial Pertama diadakan dan berdasarkan polling dari CNN, Hillary Clinton lebih unggul dibandingkan Donald Trump yaitu sebesar 62% mengatakan Hillary Clinton menang dan 27% mengatakan Donald Trump menang. Data tersebut mampu menekan kekhawatiran pasar dan memberikan sentiment positif.

Selain itu data Consumer Confidence Amerika Serikat pada bulan September juga mengalami peningkatan yaitu menjadi 104.1, lebih tinggi dibandingkan bulan Agustus yang tercatat sebesar 101.8. Angka diatas cukup kuat menjadi sentiment positif pergerakan Bursa Wall Street pada perdagangan kemarin.

Harga minyak mentah dunia tercatat kembali mengalami pelemahan, dimana minyak WTI tercatat melemah sebesar -3.00% pada level 44.55 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -3.13% pada level 45.87 USD/barel. Pergerakan minyak mentah dunia memang sangat fluktuatif ditengah pertemuan OPEC di Aljazair dan pelemahan terjadi setelah Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan bahwa Iran tidak memiliki Agenda atau prioritas dalam mencapai kesepakatan pembekuan produksi di Aljazair, dengan kata lain Iran masih enggan untuk menyetujui kesepatakan tersebut. Selain itu Kepala Badan Energi Internasional mengatakan bahwa permintaan dan penawaran dari minyak tidak akan mencapai keseimbangan hingga akhir tahun 2017 dan Goldman Sachs Group Inc. memotong proyeksi harga minyak mentah dunia pada kuartal IV.

Dari dalam negeri, realisasi Tax Amnesty disisa minggu periode pertama tercatat cukup memuaskan, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 7.9 Triliun atau meningkat sebesar 17.06% menjadi Rp 54.2 Triliun dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 46.3 Triliun atau telah mencapai 32.85% dari target pemerintah yang sebesar Rp 165 Triliun. Apabila target sebesar Rp 165 Triliun tersebut dibagi sesuai periode Tax Amnesty yang ada maka target setiap Periode adalah sebesar Rp 55 Triliun, dan sesuai target tersebut maka pencapaian uang tebusan saat ini sudah mencapai 98.55% dari target Rp 55 Triliun dan harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 2,512 Triliun atau sebesar 62.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 4,000 Triliun. Untuk Repatriasi hingga saat ini mencapai Rp 128 Triliun atau sebesar 12.80% dari target pemerintah yang sebesar Rp 1,000 Triliun. Pencapaian Tax Amnesty diatas telah sesuai dengan ekspektasi pemerintah dan hal ini merupakan sentiment positif bagi perekonomian Indonesia. Kami memperkirakan hingga akhir bulan September ini, uang tebusan akan mencapai Rp 60 Triliun, dan apabila hal tersebut tercapai, maka tentunya penerimaan pajak akan lebih positif di sisa tahun 2016.

Source : IDX, Chart Nexus

Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin cukup fluktuatif ditengah sentiment yang cukup positif baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada awal perdagangan hingga akhir sesi I, IHSG berada pada zona merah, namun pada perdagangan sesi II IHSG terus mengalami penguatan hingga ditutup menguat +1.261% di level 5,419.604. Tetapi Investor Asing melakukan net sell dalam jumlah yang cukup besar yaitu Rp 503 Milyar.

Rupiah berhasil menembus dibawah 13,000 yaitu 12,938 per dollar AS pada perdagangan kemarin, selain karena derasnya arus dana dari Tax Amnesty, penguatan Rupiah juga terjadi karena pelemahan dollar AS, imbas dari debat pertama presidensial Amerika Serikat.

Berdasarkan data fundamental yang ada, dimana pencapaian Tax Amnesty pada periode I telah sesuai dengan ekspektasi, maka kami masih memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam range target Pemerintah, dan hal tersebut akan berdampak positif bagi IHSG kedepannya.

Pada hari ini, IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada range harga 5,400 – 5,450. Walaupun perkiraan kami mengenai IHSG cukup positif, Investor perlu tetap mewaspadai pergerakan IHSG yang cenderung sangat fluktuatif, selalu terjadi pelemahan terlebih dahulu sebelum menguat pada perdagangan harian dan perlu diketahui bahwa Investor Asing masih terus melakukan aksi profit taking.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Rabu 21 September 2016 : IHSG Masih Berada Pada Area Resistance Trend Line, Tunggu Konfirmasi Indikator Untuk Keputusan Investasi Selanjutnya

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami penguatan tipis, dimana Dow Jones tercatat menguat +0.05% pada level 18,129.96, S&P 500 tercatat menguat +0.03% pada level 2,139.76 dan Nasdaq tercatat menguat +0.12% pada level 5,241.35.

Pergerakan Bursa Wall Street terlihat cukup fluktuatif mendekati pengumuman keputusan The Fed mengenai kepastian kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat tahap II pada tanggal 22 September ini. Terlihat pada perdagangan sebelumnya, Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tipis, dan semalam ditutup menguat tipis. Tetapi sebenarnya probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan September terbilang relatif kecil, karena rilis data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Amerika belum cukup kuat apabila kenaikan terjadi di bulan September.

Data Pembangunan Perumahan jauh mengalami penurunan yaitu sebesar -5.8% MoM pada bulan Agustus dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.4% MoM, angka tersebut juga jauh dari perkiraan yang hanya turun sebesar -1.7%. Jumlah Pembangunan Perumahan hanya sebesar 1,142,000, dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,212,000.

Selain itu Izin pendirian gedung di Amerika Serikat juga terus mengalami penurunan, dari bulan Juli yang turun sebesar -0.8% dan turun sebesar -0.4% MoM pada bulan Agustus atau tercatat sebesar 1,139,000, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,144,000.

Sentiment lainya juga datang dari Jepang, dimana Yen mengalami penguatan setelah Bank Of Japan terlihat kehabisan cara dalam memberikan stimulus moneter untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jepang. Pada perdagangan hari ini Bank Of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan Jepang.

Harga minyak mentah dunia tercatat bergerak bervariasi, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.32% pada level 43.44 USD/barel dan minyak Brent mengalami pelemahan sebesar -0.17% pada level 45.87 USD/barel. Pergerakan tersebut terjadi setelah Menteri Energi Aljazair mengatakan bahwa 14 anggota group akan melakukan pertemuan secara formal untuk mencari cara memotong pasokan minyak mentah 1 juta barel per hari demi kembali mencapai keseimbangan pasar dan menstabilkan harga.

Dari dalam negeri, belum ada data ekonomi terbaru yang rilis, tetapi pada pekan ini Investor sangat menunggu beberapa data mengenai suku bunga acuan, yaitu The Fed, BOJ dan 7 days reverse repo dari Bank Indonesia. Ketiga sentiment tersebut akan menjadikan acuan Investor dalam memberikan keputusan Investasi selanjutnya.

Dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami peningkatan sebesar Rp 3.1 Triliun atau meningkat sebesar 12.92% menjadi Rp 27.1 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 24 Triliun atau telah mencapai 16.42% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 1,131 Triliun. Menurut Direktur Eskekutif Center for Indonesia Taxation Analisis Yustinus Prastowo, penerimaan sebesar itu sangat jauh dari target dan maka dari itu beliau membuat petisi melalui change.org. Isinya, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang periode pertama tax amnesty. Karena memang kendala periode pertama pengampunan pajak berlaku mulai tanggal 1 Juli 2016 lalu hingga akhir September yaitu karena persiapan yang terbatas, pada tiga bulan pertama tersebut juga pemerintah masih dalam periode sosialisasi dan aturan teknis yang dirilis secara bertahap membuat masyarakat ragu dalam memastikan langkah untuk mengikuti tax amnesty pada awal periode.

Source : Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin yang digambarkan oleh chart paling akhir berwarna hitam, menunjukkan bahwa IHSG tertahan oleh resistance 5,336, dimana sekaligus menjadi resistance trend line. Sejak bulan Agustus, pola down trend telah mulai terbentuk dan pergerakan IHSG pada hari ini akan mengkonfirmasi arah downtrend tersebut. Koreksi IHSG lebih cenderung besar terjadi seiring spekulasi terkait The Fed dan Bank Of Japan. Investor asing juga mengkonfirmasi resistance trend line tersebut dengan melakukan net sell sebesar 440.4 Milyar, marupakan angka yang cukup tinggi untuk mengkonfirmasi pola teknikal. MA 20 juga hampir mendekati MA 50 dan diperkirakan akan berpotongan dan membentuk dead cross, tetapi sekali lagi, pergerakan hari ini sebagai konfirmasi dari indicator tersebut. IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak pada range 5,250 – 5,340.

Lagi – lagi, seiring data fundamental yang belum positif dan indikator teknikal yang menunjukkan ketidakpastian, kami tetap menyarankan agar Investor menunggu terlebih dahulu dalam melakukan transaksi, saran kami adalah lebih baik menunggu dari pada melakukan cut loss.

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Sruput Pagi Selasa 20 September 2016 : Penerimaan Tax Amnesty Akan Membantu IHSG Mengarungi Ketidakpastian The Fed

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan tipis, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.02% pada level 18,120.17, S&P 500 tercatat melemah -0.00% pada level 2,139.12 dan Nasdaq tercatat melemah -0.18% pada level 5,235.03.

Pelemahan tipis Bursa Wall Street dipengaruhi oleh aksi wait and see dari Investor mengenai kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat yang diumumkan pekan ini, probabilitas telah mengalami penurunan yang saat ini tercatat sebesar 20% probabilitas, dibandingkan pada bulan Agustus yang tercatat sebesar 40% Probabiliatas. The Fed diperkirakan akan mempertimbangkan ekonomi global juga dalam keputusan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Data pembangunan perumahan yang akan diumumkan pada hari ini, diperkirakan sebagai data terakhir yang rilis sebagai pertimbangat The Fed pada rapat 20 – 21 September 2016.Pembangunan perumahan diperkirakan mengalami penurunan sebesar -1.7% MoM dengan jumlah sebesar 1,191,000 rumah. Dengan adanya penurunan kinerja dari pembangunan perumahan, maka The Fed diperkirakan akan menunda kenaikan suku bunga acuan tersebut.

Disisi lain sentiment muncul dari Bank Sentral Eropa dan Bank Of Japan, dimana kedua Bank Sentral tersebut tengah mempelajari efektifitas dari kebijakan stimulus yang telah mereka keluarkan, sebelum memutuskan untuk memberikan stimulus tambahan. Untuk Rabu pekan ini, Bank Of Japan juga akan mengumumkan berbagai kebijakan, diantaranya pemotongan suku bunga acuan Jepang lebih rendah lagi, untuk memacu perekonomian Jepang, seperti biasa, hal seperti ini yang ditunggu – tunggu oleh pasar.

Selain sentiment diatas, data Inflasi Amerika Serikat juga mengalami perbaikan pada bulan Agustus, dimana Inflasi tercatat tumbuh 0.2% MoM lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat hanya sebesar 0.00% MoM, dan secara tahunan tercatat sebesar 1.1% YoY, lebih tinggi dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.8% YoY. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi Amerika semakin menguat dan mendekati target dari The Fed, serta bisa menjadi bahan pertimbangan The Fed pada rapat pekan ini.

Harga minyak mentah dunia mengalami teknikal rebound, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.51% pada level 43.25 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +0.22% pada level 45.87 USD/barel. Penguatan harga minyak mentah dunia hanya bersifat jangka pendek dan tertahan, karena pasca konflik yang terjadi di Libya, dimana terjadi bentrok antara Petroleum Facilities Guard Unit dengan tentara militan di bawah pasukan Khalifa Haftar, saat ini kapal tangki minyak telah kembali ke terminal ekspor Ras Lanuf Libya untuk memuat minyak dan akan mengirim minyak mentah ke luar negeri untuk pertama kalinya sejak tahun 2014. Direncanakan kapal Seadelta mengekspor 781.000 barel minyak mentah ke Italia.

Dari China, Indeks Angka Perumahan mengalami pertumbuhan sebesar 9.2% YoY pada bulan Agustus, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7.9% YoY. Disisi lain Bank for International Settlements (BIS) melaporkan bahwa pertumbuhan kredit yang tinggi di China menandakan peningkatan risiko krisis perbankan pada tiga tahun ke depan, dimana jarak atau gap antara kredit terhadap produk domestik bruto (PDB) China telah menyentuh level 30,1 pada kuartal pertama tahun ini dan berada di atas level 10 menandakan krisis yang berpotensi terjadi dalam tiga tahun mendatang.

Dari dalam negeri, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kemungkinan batas defisit APBN-P akan melebar menjadi 2,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan adanya hal tersebut pemerintah harus menambah utang sekitar Rp 37 triliun untuk menambal pelebaran defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2016. Utang untuk menutup defisit tersebut rencananya akan didapat dari penerbitan surat berharga negara (SBN).

Dilain sisi, Utang Indonesia kepada China selama setahun terakhir telah tumbuh 46,09%. Jika pada Juli tahun lalu jumlah utang ke China sebesar US$ 9,69 miliar maka Juli tahun ini naik US$ 4,47 miliar menjadi US$ 14,17 miliar. Berdasarkan rilis Statistik Utang Luar Negeri (Sulni) Bank Indonesia (BI), posisi China sebagai negara kreditor juga mengalami lonjakan. Jika tahun lalu China masih ada di posisi kelima dalam daftar lima kreditor terbesar Indonesia, maka Juli tahun ini sudah ada di tiga besar. Hal tersebut terjadi karena memang sebagian besar proyek Infrastruktur Indonesia merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan China, sekaligus pembiayaan yang dilakukan oleh China, secara tidak langsung Foreign Direct Investment dari China cukup mengalami peningkatan.

dan mengenai perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana sampai hari ini tercatat uang tebusan mengalami pelonjakan tajam sebesar Rp 7.2 Triliun atau meningkat sebesar 42.86% menjadi Rp 24 Triliun dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 16.8 Triliun atau telah mencapai 14.55% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 1,013 Triliun dari 88,983 wajib pajak.

Melihat data ekonomi diatas khususnya pelonjakan tajak pada penerimaan Tax Amnesty, diperkirakan IHSG pada hari ini akan melanjutkan penguatan. Issue The Fed masih tetap menjadi perhatian Investor, namun Investor akan lebih fokus pada penerimaan pajak dalam negeri dan pelebaran deficit APBN P 2016. Apabila pertumbuhan penerimaan Tax Amnesty melonjak secara konsisten setiap harinya, disisa periode tariff 2%, maka penerimaan dana tebusan Tax Amnesty akan menjadi lebih optimis. IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range 5,300 – 5,370.

Investor disarankan dapat melakukan pembelian, namun tetap mewaspadai risiko profit taking dari Investor Asing, karena pada perdagangan kemarin, walaupun IHSG mengalami kenaikan, namun Investor Asing masih mencatatkan net sell sebesar 97.4 Milyar.

Terima kasihh,, sekian baca – bacaan lucuuu pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Ada Apa Dengan The Fed ?? (Part II)

Haii,, Hayy Kawula Investasi Indonesia,, kembali lagi nihh bersama dapurinvestasi.com,, kali ini kami akan membahas kembali ulasan yang berjudul “Ada Apa Dengan The Fed?? Part II”, kenapa Part II?? Karena Ada Apa Dengan Cinta aja sampe Part II, maka dapurinvestasi.com ngga mau kalah,, hehhe.. just kidding,,

Alasan yang benar adalah, karena penulis sudah pernah menulis “Ada Apa Dengan The Fed?? Part I” obviously..

Bisa di cek pada link berikut ini,,

Ada Apa Dengan The Fed ?? (Part I)

Nahh,, jadi di Part I itu, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan Investor, Bagaimana perkembangan The Fed di tahun 2016 ?? Apakah The Fed pantas untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya ?? dan Apakah perekonomian Indonesia siap beradaptasi dengan kenaikan suku bunga The Fed tahap II ??

Okehh mari kita bahas dengan seksama,, perlu pembaca ketahui bahwa The Fed dijadwalkan mengadakan rapat dan memberikan keputusan terkait suku bunga acuan Amerika Serikat pada tanggal 20 – 21 September 2016. Berbagai pro dan kontra kembali terjadi terkait kenaikan suku bunga acuan Amerika tahap II, data terakhir menunjukkan bahwa pertaruhan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan September ini hanya memiliki probabilitas sebesar 20%, karena beberapa pihak masih belum yakin bahwa perekonomian Amerika Serikat mampu bertahan apabila suku bunga dinaikkan kembali.

Tanggal 20 – 21 akan menjadi hari hangat untuk membahas The Fed ini.

Penulis akan menjabarkan beberapa indicator ekonomi Amerika, sehingga pada akhir tulisan ini, pembaca dan Investor dapat mengambil kesimpulan terhadap keputusan Investasinya,,

GDP AMERIKA SERIKAT

Source : Trading Economics

Source : Trading Economics

Pada kuartal II 2016 GDP Amerika Serikat tercatat sebesar 1.1% QoQ, lebih rendah tinggi dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 0.8% QoQ, tetapi secara tahunan hanya tercatat sebesar 1.2% YoY, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 1.6% YoY, walaupun secara tahunan masih melambat, tetapi terlihat bahwa GDP Amerika Serikat berangsur – angsur mengalami perbaikan.

Penulis memberikan point Netral untuk GDP Amerika Serikat.

INFLASI AMERIKA SERIKAT

Source : Trading Economics

Source : Trading Economics

Source : Trading Economics

Inflasi Amerika Serikat untuk bulan Agustus tercatat tumbuh sebesar 0.2% MoM, angka tersebut lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat hanya sebesar 0.0% MoM. Secara tahunan inflasi tercatat tumbuh lumayan sebesar 1.1% YoY, angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.8% YoY.

Dan apabila dilihat secara jangka panjang, inflasi Amerika Serikat telah mengalami perbaikan sejak awal tahun 2015.

Point yang cukup bagus dan positif dari segi inflasi untuk Amerika Serikat.

ANGKA PENGANGGURAN AMERIKA SERIKAT

Source : Trading Economics

Data Initial Jobless Claims pada pekan lalu dirilis sebesar 260,000, memang mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar 259,000, tetapi terlihat pada grafik sebelah kiri, bahwa terjadi trend penurunan angka pengangguran dari yang tercatat sebesar 270,000.

Dalam lima tahun terakhir pun Initial Jobless Claims mengalami trend penurunan yang cukup kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa Amerika Serikat berhasil menekan angka pengangguran.

Point Positif lagi untuk Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Data Continuing Jobless Claims Amerika Serikat tercatat sebesar 2,143,000 pada pekan lalu, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,144,000 dan terlihat pada grafik sebelah kiri terjadi trend penurunan.

Apabila kita perpanjang data hingga lima tahun terakhir, terlihat trend penurunan angka pengangguran Amerika Serikat cukup kuat.

Point positif untuk Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Data Unemployment Rate juga sudah tercatat sebesar 4.9%, sesuai dengan target The Fed yang berada dibawah 5%. Dan apabila dilihat secara jangka panjang, Amerika Serikat telah berhasil menekan angka pengangguran dari sekitar 9% menjadi 4.9% dalam lima tahun terakhir.

Point positif lagi dan lagi untuk Amerika Serikat.

ANGKA KONSUMSI AMERIKA SERIKAT

Source : Trading Economics

Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat tercatat stagnan sebesar 89.8 pada bulan September, walaupun sejak Oktober 2015 tercatat fluktuatif, tetapi dalam lima tahun terakhir Indeks Kepercayaan Konsumen Amerika Serikat mengalami peningkatan.

Point positif lagi untuk Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Tetapi Penjualan Ritel Amerika Serikat tercatat tidak terlalu memuaskan, dimana data terakhir pada bulan Agustus menunjukkan penurunan sebesar -0.3% MoM, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.1% MoM, dan secara tahunan juga tercatat sebesar 1.9% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.4% YoY.

Apabila kita lihat secara jangka panjang, maka terlihat saat ini pertumbuhan penjualan ritel Amerika Serikat mengalami konsolidasi dan cenderung mengalami pelemahan.

Dalam hal ini Amerika Serikat mendapat point negatif.

Source : Trading Economics

Data Personal Income Amerika Serikat pada bulan Juli tercatat tumbuh 0.4% MoM, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.3% MoM. Namun secara jangka panjang tercatat flat, hal ini mengindikasikan bahwa Personal Income Amerika Serikat belum bertumbuh.

Yahh,, kita anggap netral aja yaa untuk indicator ini.

Source : Trading Economics

Selanjutnya adalah data Personal Spending pada bulan Juli tercatat mengalami penurunan menjadi 0.3% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0.5% dan secara jangka panjang tercatat flat.

Dari segi ini Amerika Serikat mendapat point negatif.

Source : Trading Economics

Dari segi Non – Farm Payrolls pada bulan Agustus tercatat sebesar 151,000, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 275,000 dan secara jangka panjang tercatat flat dan cenderung mengalami pelemahan.

Nahh, untuk Non – Farm Payrolls memang kita berikan point negative terlebih dahulu.

Source : Trading Economics

Berdasarkan data Penjualan Rumah baru pada bulan Juli 2016, tercatat sebesar 654,000 jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 582,000 dan secara jangka panjang dalam lima tahun terakhir menunjukkan trend menguatan yang cukup kuat.

Kita kasih point positif untuk Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Data Manufacturing PMI Amerika Serikat bulan Agustus tercatat mengalami penurunan menjadi 52, dari bulan Juli yang tercatat sebesar 52.9, apabila dilihat dari grafik jangka panjang, telah terjadi rebound dari Manufacturing PMI Amerika Serikat, dan saat ini Manufacturing PMI Amerika Serikat masih berada diatas level aman 50.

Yaa,, untuk pencapaian ini kita berikan point positif,,

Source : Trading Economics

Sedangkan untuk pertumbuhan produksi manufaktur Amerika Serikat tercatat -0.4% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -0.1% YoY, dan secara jangka panjang memang trend pertumbuhan produksi manufaktur mengalami penurunan.

Penulis memberikan point negatif untuk pertumbuhan produksi manufaktur Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Industrial Production Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat mengalami penurunan -0.4% MoM, jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0.6% MoM dan secara tahunan masih berada pada zona negatih yaitu -1.1% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -0.6% YoY.

Secara jangka panjang pertumbuhan Intial Production terus mengalami pelemahan, tetapi berhasil membaik pada tahun 2016.

Tetapi berdasarkan rilis data terbaru, maka penulis memutuskan untuk memperikan poin negatif untuk Industrial Production Amerika Serikat.

NERACA PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT

Source : Trading Economics

Apabila diperhatikan dengan seksama, sebenarnya neraca perdagangan Amerika Serikat mengalami perbaikan namun tidak terlalu signifikan, dan masih mengalami deficit neraca perdagangan. Ekspor mengalami penguatan sejak tahun 2012 dan melemah kembali pada 2015 karena USD mengalami penguatan akibat peningkatan suku bunga acuan Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak stimulus diberikan. Import juga cenderung mengalami pelemahan.

Sesungguhnya peningkatan suku bunga The Fed sangat berpengaruh terhadap ekspor Amerika Serikat, dimana barang dari Amerika Serikat akan terlihat lebih mahal karena USD yang mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang negara di dunia.

Penulis memberikat point netral untuk neraca perdagangan Amerika Serikat.

Tetapi Fokus dari The Fed sendiri adalah bagaimana menekan angka pengangguran, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, selanjutnya dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan Inflasi, dan yang terakhir adalah menumbuhkan laju GDP Amerika Serikat.

Source : Trading Economics

Berdasarkan data indikator diatas, dimana data positif sebesar 7 point lebih besar dibandingkan data negatif yang sebesar 5 point dan data netral yang sebesar 3 point.

Maka bagi perkiraan penulis, Kondisi perekonomian Amerika Serikat sudah lebih baik dibandingkan pada tahun 2015 dan tahun – tahun sebelumnya. Amerika Serikat sudah lebih siap untuk menaikkan suku bunga acuan pada tahun 2016 dibandingkan aksi nekat The Fed pada tahun 2015 lalu, tetapi apapun keputusan The Fed pada tanggak 21 September 2016 nanti, sudah mutlak keputusan yang terbaik bagi The Fed dan Amerika Serikat. Penulis hanya memperkirakan bahwa The Fed akan tetap meningkatkan suku bunga pada tahun 2016 ini, namun akan sama polanya seperti tahun 2015, yaitu pada bulan Desember, karena menurut penulis masih ada 5 indikator yang harus dipenuhi untuk benar – benar menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Selain itu Pemilu Amerika Serikat yang akan diselenggarakan pada bulan November akan menjadi pertimbangan The Fed juga.

Wokehhh,, pembahasan The Fed sudah terpenuhi,, tetapi bagaimana dampaknya untuk Indonesia??

Jujur menurut penilaian penulis, hingga bulan Agustus 2016, perekonomian Indonesia cukup baik dibandingkan pada tahun 2015. Pembaca bisa melihat ulasannya pada link berikut ini.

http://dapurinvestasi.com/pahami-indikator-ekonomi-sebelum-khawatir-akan-pelemahan-indeks-harga-saham-gabungan.html

Disisa tahun 2016 ini, Indonesia harus berkutat dengan penerimaan pajak yang terancam tidak mencapai target, apabila hal ini terus terjadi, maka dampak kenaikan suku bunga The Fed tahap II akan cukup besar bagi Indonesia,, walaupuun, walaupunnya di Bold, masih lebih kuat dibandingkan tahun 2015 lalu, karena menurut penulis perekonomian Indonesia pada tahun 2016 ini cukup stabil.

Sekedar Informasi, bahwa Realisasi penerimaan pajak hingga 13 September 2016 sudah mencapai Rp 656,11 triliun. Jumlah itu sekitar 48,41% dari target pajak di APBN-P 2016. Namun, jika dibandingkan dengan outlook penerimaan pajak realistis yang dipatok pemerintah, pencapaian itu sudah  57,6%. Dalam APBN-P target pajak yang ditetapkan sebesar Rp 1.355,2 triliun, sedangkan outlook realistisnya Rp 1.139,2 triliun.

Sekian ulasan kami mengenai Ada Apa Dengan The Fed?? Part II, semoga dapat menjadi panduan Investasi bagi Kawula Investasi,,

Cheers..,,,

By : Putu Wahyu Suryawan

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Derita Cap Kaki Tiga, Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd dan PT Kino Indonesia Tbk,, Lagi – Lagi Soal Logo??!!

Yoo yooo,, apa kabar Kawula Investasi??, semoga makin cerdas dalam berinvestasi yaa,, kembali lagi bersama dapurinvestasi.com dan lagi – lagi membahas mengenai investasi Indonesia,, okehh langsung ajaahh,,

Kenapa sih judul diatas sedikit horor dan ada kata “Derita” dan “Lagi – Lagi”??, karena perlu pembaca ketahui bahwa Cap Kaki Tiga yang kita kenal sebagai merek dagang minuman penyegar telah dua kali mengalami sengketa merek dan logo, sepertinya logo perusahaan gregett banget, sampai nemu masalah berkali – kali.. hehehe.

Okehh mari kita ceritakan sejarahnya,,

Jadi begini, merek Cap Kaki Tiga seperti yang terlihat pada gambar diatas adalah milik Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd yang telah berdiri sejak tahun 1937 di Singapura dan bergerak di bidang kesehatan yang memproduksi berbagai obat kesehatan termasuk minuman penyegar. Tetapi khusus minuman penyegar, lambang yang digunakan adalah MEREK “CAP KAKI TIGA” dengan lukisan badak yang berdiri di atas batu, latar belakang berupa gambar gunung, sungai, dan sawah, serta tulisan larutan penyegar dalam bahasa Indonesia dan Arab bersama-sama dengan logo “Cap Kaki Tiga” sebagai satu kesatuan, seperti gambar berikut ini.

Pendaftaran merek “Cap Kaki Tiga” beserta etiketnya oleh Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd yaitu di Singapura pada 14 Februari 1940 dan Malaysia pada 30 April 1951.

Nahh,, pada tahun 1978 hadirlah Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd di Indonesia dengan memberikan lisensi untuk memproduksi, menjual, memasarkan dan mendistribusikan minuman penyegar “Cap Kaki Tiga” kepada PT Sinde Budi Sentosa yang merupakan perusahaan Farmasi di Indonesia, dan PT Sinde Budi Sentosa memberikan hak pendistribusiannya kepada PT. Duta Lestari (yang kini merupakan anak usaha PT Kino Indonesia Tbk). Menurut data observasi kami, ketiga pihak tersebut memang bersahabat, sehingga kondisi bisnis dapat terjalin kondusif.

Seiring berjalannya waktu ternyata jalinan kasih diantara mereka mengalami masalah, dan persahabatan pun berakhir dengan gugatan di pengadilan.

Kasus yang terjadi adalah ternyata karena “miss komunikasi” antara PT Sinde Budi Sentosa dan Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd, bahwa PT Sinde Budi Sentosa mendaftarkan merek “Cap Kaki Tiga” hanya berupa tulisan “Cap Kaki Tiga” dan logo “Cap Kaki Tiga”. Lukisan badak yang berdiri di atas batu, latar belakang berupa gambar gunung, sungai, dan sawah, serta tulisan larutan penyegar dalam bahasa Indonesia dan Arab bersama-sama dengan logo Cap Kaki Tiga sebagai satu kesatuan tidak dilaporkan atas nama Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd. Jadi singkatnya Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual hanya mengetahui bahwa merek dagang dari Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd yaa hanya tulisan “Cap Kaki Tiga” dan logo “Cap Kaki Tiga”.

Dan pada 25 November 1991 PT Sinde Budi Sentosa sendiri mendaftarkan ke Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual terkait merek dagang minuman penyegar dengan lukisan badak yang berdiri di atas batu, latar belakang berupa gambar gunung, sungai, dan sawah, serta tulisan larutan penyegar dalam bahasa Indonesia dan Arab atas nama PT Sinde Budi Sentosa, dan mendapat perpanjangan pada 12 Juni 2002.

Entah terlambat menyadari atau tidak mengetahui hal tersebut, akhirnya baru pada 12 April 2010 Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd mengajukan gugatan pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, lalu gugatan tersebut ditolak begitu saja, karena berdasakan ketentuan Pasal 69 ayat 1 Jo Pasal 28 Undang- undang No. 15 tahun 2001 tentang Merek yaitu : Gugatan pembatalan sesuatu Merek terdaftar hanya dapat diajukan terhadap Merek yang masa Pendaftarannya belum melebihi batas waktu 5 ( lima) tahun, terhitung sejak tanggal penerimaan Pendaftaran merek yang bersangkutan. Maka berdasarkan putusan pengadilan tersebut, raib sudah logo badak dari “Cap Kaki Tiga”.

Bersamaan setelah peristiwa itu terjadi Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa karena faktor beberapa hal, dan PT Sinde Budi Sentosa memproduksi minuman penyegar terbaru dengan merek “Cap Badak”, tentu saja ada gambar badaknya, seperti gambar berikut.

Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd pun mengalihkan merek dagangnya kepada PT Kino Indonesia Tbk yang merupakan Induk dari PT Dutalestari Sentratama. Jadi dari sebelumnya yang hanya distributor, maka PT Kino Indonesia Tbk saat ini memperoleh lisensi “Cap Kaki Tiga” dan diizinkan untuk memproduksi, menjual, memasarkan, mengiklankan dan melakukan distribusi, tentu saja logonya menjadi lebih sederhana, seperti gambar berikut ini.

Sekedar informasi, bahwa sebelum sengketa diatas terjadi PT Sinde Budi Sentosa sudah tidak bekerja sama lagi dengan PT. Duta Lestari sebagai distributor.

Sejak peristiwa diatas, hubungan masing – masing pihak menjadi tidak kondusif dan masing – masing pihak saling menuduh satu sama lain merusak pangsa pasar minuman penyegar dan menyebabkan kerugian.

Well,, apabila uraian diatas terlihat cenderung memihak, maka perlu pembaca ketahui uraian diatas bukan maksud penulis untuk memihak pihak tertentu, penulis bukan merupakan brand ambassador salah satu pihak diatas dan penulis bukan pengguna setia salah satu produk diatas, yaa kalo penulis lagi sakit panas dalam atau bibir pecah – pecah biasanya minum jamu – jamuan saja sambil nonton iklan minuman penyegar dari CJR (yang dulunya Coboy Junior) ,, hehehe…

Lanjutt,, masalah selanjutnya dan sangat hangat baru baru ini adalah logo “Cap Kaki Tiga” yang merupakan logo Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd digugat karena cenderung mirip logo dalam bendera negara persemakmuran Inggris yaitu Isle of Man.

Yang kiri merupakan “Cap Kaki Tiga” dan yang kanan merupakan bendera dari negara Isle Of Man.

Jadi pada suatu hari datanglah tiba – tiba Russel Vince yang merupakan Warga Negara Inggris melayangkan gugatan kepada pengadilan Indonesia terkait logo “Cap Kaki Tiga” yang sama dengan bendera Isle Of Man, padahal logo Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd tersebut sudah ada sejak tahun 1937.

Alasan Russel Vince melayangkan gugatan di Indonesia karena doi beranggapan bahwa produk minuman dengan merek tersebut hanya dijual di Indonesia, padahal menurut Presiden Direktur Kino Indonesia Harry Sanusi selaku produsen dari minuman penyegar “Cap Kaki Tiga”, produk “Cap Kaki Tiga” sudah di produksi, didistribusikan dan dijual di Malaysia dan Singapura, dan pada 1980 di Indonesia.

Saat ini, Cap Kaki Tiga juga telah dijual di Thailand, Brunei, Srilanka, India, dan negara lain. Menurutnya, pernyataan produk Cap Kaki Tiga hanya dijual di Indonesia adalah tidak benar.

Tetapi ternyata gugatan dari Russel Vince menang dan menurut putusan MA dalam perkara Nomor.85 PK/Pdt.Sus-HKI/2015,  23 September 2015 jo Putusan MA No.582 K/Pdt.Sus-HakI/2013 tanggal  9 Januari 2014  jo  Putusan Pengadilan Niaga No. 66/Merek/2012 PN. Niaga Jakarta Pusat pada 5 Juni 2013, produk apapun yang mirip dengan lambang negara Isle Of Man tidak boleh di distribusikan dan diperjual belikan di Indonesia, serta tidak diperbolehkan pihak manapun untuk mengajukan pendaftaran mengenai logo apapun yang mirip dengan bendera Isle Of Man.

Namun,, perlu diingat juga bahwa dalam putusan tersebut, tidak dilarang untuk melakukan produksi, distribusi dan penjualan akan produk.

Jadii,, yaa sebenarnya yang dipermasalahkan karena logo yang sama dengan bendera Isle Of Man, bukan karena produk yang sama dengan PT Kino Indonesia Tbk.

Bener juga sihh,, jadi nanti kemungkinan besar gambar kaki tiga akan dirubah (menurut asumsi penulis) dan gugatan masalah logo tidak akan terulang kembali, kecuali kalo ternyata lambang bendera Isle Of Man ada gambar kaki tiga dan berisikan “Larutan Cap Kaki Tiga” dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab,, hehe. Sendainya seperti itu wahh, berarti Isle Of Man nya sedang panas dalam.. hahaha.

Okehh,, cukup yaa cerita sejarah dan hukumnya, mengingat bidang dari penulis bukan sejarawan atau pakar hokum, maka kita bahas saja bagai mana dampak peristiwa – peristiwa di atas, nah untuk seluruh permasalahan dari Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd Ltd, mari kita doakan supaya permasalahan cepat teratasi dan bisnis lancar kembali.

PT Kino Indonesia Tbk merupakan emiten yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 11 Desember 2015 dengan kode saham “KINO”. Perseroan merupakan pemegang lisensi dari Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd Ltd untuk merek dagang “Cap Kaki Tiga” pada 28 April 2011, terakhir di addendum pada 15 Januari 2015 dan berlaku sampai 27 April 2026. Perjanjian memiliki jangka waktu 15 tahun dan dapat diperpanjang, untuk pembayaran royalti dihitung berdasarkan formula khusus.

Ini yang menjadi masalah bagi Investor, Investor bertanya – tanya bagaimana nasib KINO apabila penjualan dengan merek “Cap Kaki Tiga” ditarik atau dilarang beredar di Indonesia.

Semenjak tanggal 2 September 2016 saat dihapuskan merek dagang tersebut oleh Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual, saham KINO telah mengalami penurunan sebesar -21.81% pada level 4,750 di tanggal 16 September 2016, pada hari itu juga KINO nyaris mengalami auto reject bawah, karena penurunan harian terlalu dalam sebesar -10.00%. Tetapi memang semenjak menyentuh harga tertinggi pasca IPO, yaitu pada level 7,175 di tanggal 19 Juli 2016, penurunan KINO sudah sebesar -33.80%.

Source : Chart Nexus

Mari kita bahas kegalauan Kawula Investasi yang menyelimuti pikiran dan hari saat ini.

KOMPOSISI PENDAPATAN PT KINO INDONESIA TBK

Source : Dapur Investasi

Gambar grafik diatas merupakan seluruh kontribusi masing – masing divisi bisnis KINO, pembaca bisa lihat pada grafik diatas, yaitu pada garis orange yang merupakan kontribusi penjualan divisi minuman KINO terhadap total penjualan KINO.

Pada kuartal II 2016 kontribusi divisi Minuman KINO tercatat sebesar 34.68% dari total penjualan, merupakan kontribusi penjualan terbesar kedua setelah divisi Pemeliharaan dan Perawatan Tubuh.

Angka 34.68% itu adalah setara dengan Rp 672,389,071,561,- dari total penjualan kuartal II 2016 dan setara dengan Rp 1,344,482,000,000,- dari total penjualan tahun penuh 2015.

Menurut data perseroan, tiga kontribusi terbesar dari divisi minuman adalah “Cap Kaki Tiga”, “Panda” dan “Panther”, tetapi kami belum memiliki data pasti berapa sebenarnya kontribusi dari “Cap Kaki Tiga”.

Apabila penulis boleh berasumsi, maka angka divisi Minuman akan penulis bagi tiga, dan angka yang didapat adalah PT Kino Indonesia Tbk akan kehilangan sekitar Rp  448,160,666,667,- setiap tahunnya berdasarkan setahun penjualan 2015 atau setara dengan 13% dari total kontribusi Penjualan KINO, berdasarkan rata – rata kontribusi sejak tahun 2012 – Kuartal II 2016.

Bagi penulis, kontribusi “Cap Kaki Tiga” yang sebesar 13% dari total penjualan, merupakan angka yang cukup besar dan apabila penjualan “Cap Kaki Tiga” mengalami kendala, maka secara otomatis kinerja keuangan KINO akan cukup mengalami kendala.

Yang kedua adalah dari segi divisi Farmasi, karena memang perlu pembaca ketahui bahwa lisensi dari Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd Ltd, selain untuk minuman penyegar, tapi juga untuk divisi Farmasi dengan segala merek menggunakan “Cap Kaki Tiga”.

Apabila kita lihat, kontribusi rata -rata penjualan Farmasi terhadap seluruh penjualan KINO adalah sebesar 0.25% berdasarkan data dari 2012 – Kuartal II 2016, pada tahun 2015 kontribusi penjualan Farmasi adalah sebesar Rp 6,721,000,000,-, sehingga bisa dibayangkan kontribusi dari Farmasi, walaupun kecil tetapi dapat menghidupi bisnis dari KINO.

Tetapi sekali lagi Investor tidak perlu khawatir, karena Investor harus mencermati isi dari putusan pengadilan yang mana tidak tercantum larangan untuk “memproduksi, mendistribusikan, memasarkan dan melakukan penjualan”. Sekali lagi tidak tercantum larangan diatas. Maka perjanjian kerja sama antara PT Kino Indonesia Tbk dan Wen Ken Drug Co. (Pte.) Ltd Ltd tetap akan berjalan hingga 27 April 2026.

Masyarakat tetap dapat menikmati dan mengkonsumsi kualitas produksi dari “Cap Kaki Tiga”, Cuma mungkin menurut penulis logo “Kaki Tiga” sudah tidak tercantum lagi dalam produk KINO, tetapi tulisan “Cap Kaki Tiga” masih tercantum. (Asumsi penulis).

Nahh,, kekhawatiran akan issue diatas bagi penulis sudah jelas dipaparkan, sehingga Investor tidak perlu panik karena Issue, karena semua sudah ada jalan keluarnya.

Yang ingin penulis sampaikan adalah, Investor sebaiknya fokus pada kinerja keuangan dan fundamental KINO sendiri dan menilai apakah harga saham saat ini sudah mencerminkan kondisi fundamental dari KINO itu sendiri.

Berikut kami tampilkan kembali komposisi penjualan KINO dan pertumbuhan penjualan masing – masih divisi.

Source : Dapur Investasi

Source : Dapur Investasi

Terlihat pada gambar, bahwa kontribusi penjualan dari divisi Minuman mengalami trend penurunan sejak tahun 2012, padahal divisi minuman menopang kontribusi kedua terbesar dari total penjuala KINO dan kontribusi penjualan dari divisi Pemeliharaan dan perawatan tubuh tercatat relatif flat sejak tahun 2012. Nahh ini yang perlu menjadi fokus Investor, malah divisi Makanan dan Farmasi, walaupun kontribusinya terbilang kecil, tetapi secara konsisten bertumbuh menambah kontribusi terhadap penjualan setiap tahunnya.

Dari segi pertumbuhan, malah yang memiliki pertumbuhan tertinggi berasal dari divisi Makanan dan Farmasi, pada kuartal II 2016 divisi farmasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara divisi lainnya, yaitu 96.90% YoY, dibanding kuartal II 2015. Selanjutnya disusul oleh divisi Makanan yang tercatat tumbuh 36.98% YoY.

Dan untuk divisi yang mempunyai kontribusi besar, malah mencatatkan pertumbuhan yang relatif kecil dan cenderung mengalami penurunan pertumbuhan setiap tahunnya. Divisi Pemeliharaan dan perawatan tubuh hanya tumbuh sebesar 7.21% YoY dan divisi Minuman hanya tumbuh sebesar 6.30% YoY.

Apabila dilihat dari trendnya, sepertinya KINO mengalami kesulitan dalam menjangkau pangsa pasar yang lebih luas lagi untuk divisi Minuman dan Perawatan Tubuh.

Source : Dapur Investasi

PT Kino Indonesia Tbk melakukan IPO pada Desember 2015, dan apabila dilihat pada grafik total penjualan KINO, sebelum IPO selalu mencatatkan pertumbuhan diatas 30% YoY, tetapi pasca IPO, yaitu pada 2015 hanya mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7.92%, memang pada tahun 2015 terjadi perlambatan ekonomi baik di Indonesia maupun di Dunia, Karena The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika pada pertama kalinya.

Source : Dapur Investasi

Tetapi KINO secara konsisten memperbaiki margin laba bersih sejak tahun 2010 hingga kuartal II 2016, meskipun marjin laba bersih belum tercatat double digit, tetapi hal tersebut telah mampu menopang pertumbuhan laba bersih dari KINO, perseroan cukup handal dalam melakukan efisiensi.

Source : Dapur Investasi

Pertumbuhan laba bersih KINO secara rata – rata memang cukup tinggi, yaitu sekitar 128% YoY sejak tahun 2010, tetapi pada kuartal II 2016 hanya mampu tumbuh 29.99% YoY dari  kuartal II 2015. Sebenarnya angka 29.99% sudah cukup tinggi, dan terlihat pada tahun 2015, saat ekonomi sedang lesu, KINO mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 152.53% YoY.

Selanjutnya, bagaimana dengan ROA, ROE, DER dan DEA??

Source : Dapur Investasi

Secara rata – rata sejak tahun 2010 hingga tahun penuh 2015, ROA dan ROE dari KINO konsisten mengalami peningkatan, walaupun ROE tertinggi pada tahun 2011, belum mampu dilampaui KINO kembali. Tetapi dari indicator ROA dan ROE kita dapat melihat bahwa KINO cukup efektif dan efisien dalam mengalokasikan Asset dan Ekuitas, sehingga menciptakan ROA dan ROE yang cukup baik.

Source : Dapur Investasi

Dari segi rasio risiko Hutang, yaitu Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DEA), KINO mencatatkan risiko yang minim pasca IPO, hal tersebut cukup wajar karena pada saat IPO akan menambah ekuitas dan asset, sehinggaDER dan DEA dapat terlihat kecil.

Tetapi memang sejak tahun 2010, rasio DEA dan DER sudah terlihat mengalami trend penurunan dan mengindikasikan bahwa KINO cukup handal dalam menggunakan Hutang untuk menumbuhkan Ekuitas dan Asset.

Nahh berdasarkan penilaian sederhana rasio – rasio diatas, kita dapat ketahui bahwa KINO jago dalam melakukan efisiensi dan efektifitas, tetapi KINO harus tetap mencari solusi untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan di masa yang akan datang, strategi pemasaran atau penjangkauan pangsa pasar harus terus diperkuat. Karena kalo hanya modal efisiensi, suatu saat bisnis KINO akan tergerus oleh perubahan jaman.

Sebenarnya menurut Euromonitor, minuman herbal Panda dan minuman penyegar “Cap Kaki Tiga” dari KINO memiliki pangsa pasar masing – masing 35.7% dan 46.2%. selain itu menurut Top Brand Awards, “Cap Kaki Tiga” berada pada urutan pertama dengan pangsa pasar sebesar 46.3%

Source : Top Brand Awards

KINO juga telah melakukan sejumlah ekspansi dengan memperluas jaringan bisnis di regional Asia Tenggara, dengan membuka cucu usaha dibawah Kino International Pte.Ltd di negara Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura. Fokus perseroan adalah pada bisnis Pemeliharaan dan Perawatan Tubuh dan meluncurkan merek pertama pada tahun 2004, yaitu “Ellips Cologne”.

Produk dari KINO saat ini diantaranya :

Produk Pemeliharaan dan Perawatan Tubuh : Ellips dan Sasha (Perawatan Rambut), B&B, Eskulin Kids, Master Kids, Resik-V, Absolute, Ovale.

Produk Makanan : Snackit, Kino Candy, Segar Sari, Chocofun.

Produk Minuman : “Cap Kaki Tiga”, Cap Panda, Panther dan Tampico.

Produk Farmasai : Obat batuk madu “Cap Kaki Tiga” dan Balsem “Cap Kaki Tiga”

Setelah memahami kinerja dari KINO, mari kita lihat wajar atau tidak saham KINO di pasar Bursa Efek Indonesia.

Source : Stock Bit

Dari data Annualized P/E diatas kita bisa lihat bahwa saat ini harga KINO sedikit lebih murah dibandingkan saham sejenis dalam sektornya, tetapi masih lebih menarik AISA dari segi P/E.

Tetapi walaupun P/E KINO tercatat masih wajar, dan KINO mempunyai bisnis yang cukup terdiversifikasi dengan baik dibidang consumer goods, Investor harus tetap memperhatikan lini bisnis Minuman dan Perawatan Tubuh dari KINO yang mencatatkan kinerja tidak terlalu bagus dari segi pertumbuhan, padahal kedua lini tersebut merupakan ujung tombak perusahaan.

Source : Chart Nexus

Saran Penulis

Saran dari penulis berdasarkan kinerja keuangan diatas adalah menunggu penurunan dari saham KINO mereda, dan saat itu terjadi Investor dapat mulai melakukan akumulasi pembelian. Untuk Investor dengan range waktu jangka pendek, dapat mengakumulasi saham KINO pada range 4,500 – 4,600, karena pada support level tersebut diperkirakan akan terjadi rebound rebound lucu, hehe. Tetapi untuk Investor jangka panjang, sebaiknya menunggu akumulasi pada area dibawah 4,500. Karena untuk harga dibawah 4,500 sudah terlihat lebih wajar berdasarkan nilai fundamental, dibandingkan harga saham di Bursa Efek Indonesia saat ini.

Sekian tulisan dan uraian kali ini,, semoga bermanfaat dan bisa dijadikan panduan investasi bagi Kawula Investasi, sehingga tetap berinvestasi dengan cerdas dan tidak menjadikan paradigma bahwa Saham atau Pasar Modal itu adalah Judi,,

Cheers..,,,

By : Putu Wahyu Suryawan

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.