bursa efek indonesia

Di Topang Sentimen Positif Dari Luar dan Dalam Negeri IHSG Perkasa

Walau asing melakukan penjualan bersih (nett sell) senilai -229,5, IHSG di tutup naik 0,71% menjadi 5.380,26. Sempat mencapai level tertinggi di 5.411,612 atau menguat 69,020 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.368,561.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor aneka industri memimpin penguatan 2,32%, disusul pertambangan 1,30%, keuangan 0,95%, konsumer 0,71%, infrastruktur 0,44%, properti 0,40%, dan perdagangan 0,29%. Di lain sisi, dua sektor saham tertinggal di zona merah seperti saham-saham di sektor perkebunan yang melemah 1,46% dan sektor industri dasar yang turun 0,02%.

Sentimen positif ini di karenakan  pasca ditundanya kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat pada bulan September ini, karena bagi Indonesia yang termasuk negara Emerging Market, akan berdampak terhadap capital outflow apabila kenaikan suku bunga acuan Amerika diberlakukan kembali, arus dana keluar akan mengganggu perekonomian Indonesia yang saat ini sedang mencoba untuk berbenah sejak tahun 2015 lalu.

Dari dalam negeri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 September 2016 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate  (BI 7-day RR Rate) sebesar 25 bps dari 5,25% menjadi 5,00% , dengan suku bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility turun sebesar 25 bps menjadi 5,75%,berlaku efektif sejak 23 September 2016 dengan ini menambah sentimen positif bagi market.

Dari pasar regional Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,54%, Nikkei mengalamin kenaikan +1,90%.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,… ^   ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Investor Menanti Rapat FOMC Membuat IHSG Tak Berdaya

Menanti rapat FOMC Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup melemah pada hari ini 20 September 2016. Index hampir sepanjang sesi mengalami di zona merah.  IHSG melemah  19,34 point  atau 0,34% ke level 5.302,49. Pelemahan ini di akabitakan spekulasi adanya kenaikan suku bunga The Fed. Perlu di ketahui hari ini tanggal 20-21 FOMC akan membahas kebijakan tersebut. Aksi ini di respon dengan asing melakukan penjualan bersih (nett sell) sebesar -440,4 Miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan IHSG. Saham-saham di sektor konsumer memimpin penurunan 0,91%, disusul infrastruktur 0,85%, properti 0,81%, perdagangan 0,54%, pertambangan 0,54%, dan perkebunan 0,34%. Sedangkan tiga sektor saham bertahan di zona positif seperti aneka industri yang menguat 0,77%, disusul keuangan 0,26%, dan industri dasar 0,02%.

Pelaku pasar juga diperkirakan juga akan menyikapi keputusan yang akan ditempuh oleh bank sentral Jepang (BoJ) tentang program stimulus ke perbankan.

indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3 % menjadi 138,71 pada pukul 16:01 sore di Hong Kong, dengan volume 85 % dari rata-rata tiga bulan.

Meskipun investor berspekulasi terhadap kenaikan suku bunga, dunia usaha di Indonesia masih terjaga secara moderat. Iklim investasi terus meningkat, terlihat pada Indeks Keyakinan Bisnis dan hasil survei terhadap 25 emiten besar Indonesia. Dibandingkan semester pertama 2016, rencana belanja modal semester kedua 2016 meningkat, terutama di sektor properti, perdagangan (wholesale maupun retail).

By : Dapurinvestasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Walau Harap-Harap Cemas Pertemuan FOMC Besok, IHSG Berkahir Naik (+1,03%)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup menguat di awal pekan ini 19 September 2016 dengan kenaikan pada level +54.07 point atau naik +1.03% menjadi 5321,84. Sepanjang perdagangan Senin, indeks mencapai level tertinggi di 5.331,974 atau menguat 64,205 poin dan mencapai level terendahya di angka 5.286,136 atau menguat 18,367 poin. Sementara Investor asing melakukan penjualan bersih (nett sell) senilai Rp97,4 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung penguatan IHSG. Saham-saham di sektor aneka industri memimpin penguatan 2,69%, disusul saham sektor infrastruktur 1,97%, properti 1,32%, konsumer 0,92%, perkebunan 0,82%, perdagangan 0,78%, industri dasar 0,69%, dan keuangan 0,56%. Sementara itu, saham-saham di sektor pertambangan tertinggal di zona merah 0,53%.

Data penjualan mobil Indonesia tumbuh sebesar 6.4% YoY pada bulan Agustus, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12.5% YoY, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan estimasi pasar yang sebesar 4.5% YoY. Sentimen inilah yang mengakibatkan saham ASII melompat cukup tinggi +3,13%.

Data Inflasi Amerika Serikat juga mengalami perbaikan pada bulan Agustus, dimana Inflasi tercatat tumbuh 0.2% MoM lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat hanya sebesar 0.00% MoM, dan secara tahunan tercatat sebesar 1.1% YoY, lebih tinggi dari bulan Juli yang tercatat sebesar 0.8% YoY

Kenaikan harga minyak mentah yang berlanjut telah memberikan sentimen positif pada bursa saham Eropa di awal perdagangan Senin (19/9/2016). Investor masih mencermati isyarat dari sikap Fed yang akan melakukan pertemuan dua hari mulai besok.

Penguatan harga minyak terjadi setelah Venezuela mengatakan OPEC dan non-OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk memangkas tingkat produksi minyak sehingga harga di pasar global akan naik.

Indeks FTSE menguat tajam 1,1 persen, indeks DAX naik 0,7%, indeks CAC lebih tinggi 1,1 persen dan indeks IBEX mengumpulkan 0,8%. Indeks acuan Eropa Stoxx 600 naik lebih tinggi sehingga menopang semua sektor saham.

Bursa Eropa seperti halnya bursa global, kian tegang menjelang pertemuan bank sentral AS besok. Spekulasi yang berkembang, hasil keputusan rapat tersebut salah satunya menaikkan suku bunga. Walaupun spekulasi tersebut berkurang setelah data ekonomi AS yang mengecewakan pada akhir pekan lalu

Dari pasar regional di tutup  rata-rata mengalami kenaikan untuk H.S.I +0,92%, Shanghai Composite +0,77% serta STI mengalami kenaikan +0,87%.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG Masih Dalam Pusaran Penurunan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam pusaran penurunan pada hari ini  (14/9). Indeks terkoreksi 1,33%  atau 69,529 poin ke level 5.146,038 . Pelemahan ini memimpin penurunan terdalam di bursa regional.

Seluruh indeks sektoral memerah. Sektor aneka industri jatuh 2,48% dan sekaligus memimpin penurunan dari 10 indeks sektoral. Asing masih agresif melakukan penjualan walaupun pada sesi 1 tidak begitu deras, malah sebaliknya domestik yang melakukan penjualan pada sesi 1.

indeks MSCI Asia Pacific tenggelam 0,7 % menjadi 136,21 pada 17:10 di Tokyo, dengan pasar saham Indonesia dan Malaysia memimpin kejatuhan. Indeks acuan ini jatuh untuk hari kelima setelah valuasi bulan ini mencapai level tertinggi lebih dari satu tahun dan investor tengah menyesuaikan portofolio yang mencerminkan prospek stimulus moneter. Indeks Topix kehilangan 0,6 % setelah surat kabar Nikkei mengatakan Bank of Japan sedang mempertimbangkan menggali lebih dalam suku bunga negatif, sebuah langkah yang menyakiti saham-saham perbankan awal tahun ini. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,1 % dan indeks komposit Shanghai merosot 0,7 % sebelum pasar ditutup untuk sisa minggu untuk liburan.

 IHSG anjlok karena belum ada kepastiannya kapan tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, akan dinaikkan. Hal ini memberikan sentimen negatif pada perdagangan di dunia, hingga berimbas ke dalam negeri.

Beberapa negara maju megucurkan mengucurkan likuiditas untuk memperbaiki perekonomian negaranya seperti bank sentral Jepang yang juga berencana akan menggelontorkan likuiditas membeli finansial aset . Ini juga merupakan salah satu faktor yang menyeret IHSG

IHSG diperkirakan akan terus berkonsolidasi dengan kecenderungan penurunan hingga adanya kepastian dari pertemuan FOMC yang membahas kepastian suku bunga AS.

By : Dapur Investasi

Cerdaslah dalam berinvestasi,, ^  ^

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Clossing Market 9 September 2016 : IHSG TURUN TAHTA KE 5.200

Pada perdangan akhir pekan ini (9/9), IHSG tidak mampu bangkit dari tekanan jual para investor. Pasalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup melemah sebesar -89,161 point atau -1,660%  ke level 5.281,917 setelah pada pembukaan pagi tadi dibuka turun di level 5.355,343.

Tercatat hanya sebesar 74 saham yang bergerak naik, sedangkan 231 saham lainnya bergerak turun, dan 81 saham stagnan atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya. Perdagangan hari ini melibatkan volume perdagangan sebanyak 6,263 Milliar dengan nilai transaksi mencapai Rp.7,701 Triliun. Investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp.914 Milliar.

Tercatat seluruh sektor mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dicatatkan oleh sektor Consumer Goods sebesar -2,40% disusul dengan sektor Manufaktur -1,84% dan sektor Keuangan sebesar -1,76.

Saham- saham LQ45 yang mengalami kenaikan antara lain PT Sri Rejeki Isman TBK (SRIL) naik 2,38% ke Rp.258,-, PT Matahari Department Store TBK (LPPF) naik 0,28% ke Rp.18.075,- dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) TBK (PTBA) naik 0,25% ke Rp.10.125,-.

Adapun saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan antara lain PT Matahari Putra Prima TBK (MPPA) turun -4,78% ke Rp.1.695,-, PT Media Nusantara Citra TBK (MNCN) turun -4,35% ke Rp.1.980,- dan PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK (ICBP) turun -3,83% ke Rp.9.425,-.

By: Dapurinvestasi.com

Menanti Bangkitnya Tambang Batubara (Part I)

Ada rasa penasaran yang hinggap di kepala untuk menulis kenaikan pergerakan harga Batubara yang dari beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan.

Hitsnya komoditas pada era 2000-an sampai 2008 menghasilkan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di dalam ekspor batubara. Kenaikan harga komoditas ini sebagian besar dipicu oleh pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Tetapi pada tahun 2008 terjadi krisis global yang mengakibatkan jatuhnya harga komoditas termasuk batubara merosot sangat tajam. Penurunan aktivitas ekonomi global telah menurunkan permintaan batubara, sehingga menyebabkan penurunan harga batubara yang dimulai dari awal tahun 2011 sampai saat ini. Bukan hanya dari krisis global penurunan harga batubara di akibatkan kelebihan suplai yang terjadi, perusahaan-perusahaan batu bara yang ada di Indonesia berlomba lomba untuk terus memproduksi batu bara.

Source : ABPI, Kementerian Energy dan Sumber Daya Mineral

Indonesia merupakan negara eksportir terbesar di dunia. Ekspor batubara Indonesia berkisar antara 70 sampai 80 persen dari total produksi batubara, sisanya dijual di pasar domestik. Fungsi dari batubara sendiri adalah penggunaan dalam pembangkit tenaga listrik terbesar. 27 persen dari total output energi dunia dan lebih dari 39 persen dari seluruh listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batubara.

Source : Minerba, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral

Indonesia merupakan negara kawasan asia tenggara yang sangat sangat strategis, sehingga banyak negara-negara yang berada di sekitarnya membutuhkan akan batubara.  Negara tujuan utama untuk ekspor batubara Indonesia adalah China, India, Jepang dan Korea.

Bagaimana yah Prospek batubara dan perusahaanya kedepan?

Kenaikan penggunaan batubara di Asia serta pemangkasan produksi China melambungkan harga batubara dalam delapan bulan pertama di tahun ini. Harga batubara kontrak pengiriman Oktober 2016 di ICE Futures Exchange melejit 7,2% dari hari sebelumnya ke level US$ 69,75 per metrik ton (bloomberg). Rekor harga tertinggi sejak Oktober 2014. Selama delapan bulan pertama tahun ini, harga batubara sudah melambung hingga 49,6%. Selama bulan Agustus batubara juga mencatat kenaikan sebesar 0,50%.

Dari tahun 2014-an pengurangan produksi batubara dilakukan oleh banyak perusahaan batubara di Indonesia, upaya ini dilakukan untuk menekan cost yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan ini bagus untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara.

Source : Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral

Ada beberapa katalis positif kedepannya untuk kita bisa perhatikan. Yang Pertama, peningkatan kebutuhan impor batubara dari China menjadi salah  satu penyebabnya, karena produksi batu bara Negeri Tirai Bambu  itu diperkirakan akan terun turus. China juga berencana menutup lebih dari 1.000 tambangnya tahun  ini serta mengurangi kapasitas produksinya sebanyak 500 juta ton  selama tiga hingga lima tahun ke depan. Langkah tersebut diharapkan  mampu menekan surplus pasokan yang diperkirakan mencapai 2 miliar ton  per  tahun. Yang kedua adalah aktivitas industri seperti tekstil dan sepatu di Bangladesh terus bertumbuh. Ketiga peningkatan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik di Pakistan. Dan faktor positif yang terakhir adalah Proyek dari pemerintah yang akan membuat Proyek Listrik 35Ribu Megawatt, alasan Pemerintah masih mengandalkan PLTU batubara adalah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi karena harga beli listriknya jauh lebih murah.  Konsumsi batubara diperkirakan akan meningkat pesat seiring dengan proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas total 35 ribu Mega Watt (MW). Peningkatannya bahkan bisa mencapai 90 persen dalam tiga tahun ke depan. Maka dari itu Pemerintah ingin meningkatkan konsumsi domestik batubara sehingga batubara mensuplai sekitar 30% dari pencampuran energi nasional pada tahun 2025.

Source : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Di harapkan dengan adanya beberapa faktor positif tersebut bisa membuat perusahan-perusahaan yang berbasis tambang batubara semakin membaik, baik dari hulu ataupun hilir bisa memaksimalkan momen tersebut. Ada 20 perusahaan yang merupakan produksi batubara terbanyak dari tahun 2015-2016.

Source : Minerba, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Pembahasan mengenai perusahaan apa saja yang menurut penulis bisa menjadi pilihan investasi di sektor pertambangan batubara nantikan pembahasan selanjutnya di part II. Ditunggu yaah ^^

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By : Galuh Lindra Lazuardi Imani

Masih Minim Sentimen IHSG Naik Tipis

Minim Sentimen IHSG di tutup pada level 5.381,35 naik tipis +9,25 point atau +0,17%, walau sempat mengalami kenaikan pada sesi pertama dan sempat terperosok ke zona merah. Hari ini Asing melakukan penjualan bersih sebanyak -237,5 miliar.

Investor tengah menunggu data cadangan devisa bulan Agustus yang akan diumumkan pada sore ini. dimana pada data sebelumnya, yaitu data Indeks Kepercayaan Konsumen bulan Agustus telah mengalami pelemahan menjadi 113.3 lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 114.2.  Investor juga terus mengamati perkembangan realisasi Tax Amnesty, dimana terlihat bahwa perkembangan Tax Amnesty terlihat cukup lambat. Tetapi data terakhir tercatat dana tebusan saat ini sudah sebesar Rp 5.28 Triliun atau 3.2% dari target pemerintah yang sebesar 165 Triliun, Jumlah Harta yang telah dilaporkan adalah sebesar Rp 245.9 Triliun dari 34,859 wajib pajak, tetapi dana repatriasi belum juga mengalami peningkatan signifikan dan masih sebesar Rp 13.9 Triliun.

Dari regional Cadangan devisa China pada Agustus merosot ke level terendah sejak 2011. Berdasarkan pernyataan People Bank of China (PBOC) pada Rabu, cadangan devisa negeri tirai bambu tersebut turun 5,9 miliar menjadi US$3,19 triliun pada Agustus. Angka ini sejalan dengan estimasi dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Negara dengan cadanga devisa terbesar di dunia ini hampir tidak berubah tahun ini setelah jatuh dari rekor US$4 triliun pada Juni 2014 menyusul intervensi pembuat kebijakan mempertahankan yuan.

Sebanyak 144 saham ditransaksikan naik, 169 saham turun, 96 saham stagnan, dan 163 saham tidak ditransaksikan sama sekali. Saham-saham di sektor pertambangan memimpin penguatan 0,93%, keuangan 0,76%, konsumer 0,43%, dan properti 0,29%. Selebihnya, saham-saham di sektor industri dasar memimpin pelemahan 0,83%, disusul infrastruktur 0,74%, perdagangan 0,27%, perkebunan 0,02%, dan aneka industri 0,01%.

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

IHSG Mampu Bertenaga di Menit Akhir

Sempat berada di zona merah IHSG akhirnya di tutup hari ini 06/9/2016 dengan kenaikan  +15,14 point  atau +0,28% menjadi 5.372,09. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar 155,2 Miliar.

Sedikit mention jumlah Harta yang telah melaporkan Tax Amnesty sampai saat ini adalah sebesar 223.9 Triliun, dengan uang tebusan sebesar 4.78 Triliun atau hanya sebesar 2.9% dari target sebesar 165 Triliun. Ada sebanyak 31,629 wajib pajak yang telah melaporkan. Repatriasi baru hanya sebesar 13.1 Triliun, deklarasi luar negeri sebesar 35.6 Triliun dan deklarasi dalam negeri sebesar 175 Triliun

Pandangan investor masih tertuju pada kepastian kenaikan suku bunga The Fed dan realisasi Tax Amnesty yang mengakibatkan IHSG berkonsolidasi di sepanjang hari ini.

Bloomberg mencatat, tiga saham utama penyumbang tenaga bagi indeks, yaitu saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan kontribusi 3,76 poin. Lalu, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar 3,25 poin, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan kontribusi 2,62 poin.

Perdagangan sepanjang hari ini melibatkan 6,18 miliar lot saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7,83 triliun.

Penguatan indeks mengekor pergerakan mayoritas bursa Asia, hari ini. Indeks Nikkei 225 berhasil naik 0,26%, lalu Hang Seng reli 0,58%. Indeks Shanghai menguat 0,61%, serta indeks Kospi naik 0,31%.

By: dapurinvestasi.com

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

IHSG Mixed Cenderung Melemah di Awal Bulan September 2016

Bursa Wall Street ditutup mengalami pelemahan, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.29% pada level 18,400.88, S&P 500 tercatat melemah -0.24% pada level 2,170.95 dan Nasdaq tercatat melemah -0.19% pada level 5,213.22.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi beberapa hal, diantaranya pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tercatat positif, hal tersebut mengindikasikan bahwa probabilitas kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat semakin besar.

Data penambahan tenaga kerja oleh sektor swasta di Amerika Serikat masih tercatat positif 177.000 pada bulan Agustus, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 194.000.

Data Pending Home Sales Amerika Serikat tercatat tumbuh 1.3% MoM pada bulan Juli, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat turun -0.8% dan secara tahunan mengalami pertumbuhan 1.4% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.00% YoY.

Harga minyak mentah dunia kembali mengalami pelemahan tajam, dimana minyak WTI tercatat melemah -3.41% pada level 44.77 USD/barel dan minyak Brent melemah sebesar -2.75% pada level 47.04 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah EIA merilis data cadangan minyak Amerika yang positif sebesar 2.276 juta barel, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dari data pekan lalu yang tercatat sebesar 2.501 juta barel.

Dari Eropa, Angka Inflasi Flash tercatat stagnan sebesar 0.2% YoY pada bulan Agustus dan Unemployment rate juga tercatat stagnan sebesar 10.1% pada bulan Juli.

Dari Asia, khususnya Jepang, Construction Orders tercatat turun dalam sebesar -10.9% YoY pada bulan Juli, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -2.4% YoY dan data pembangunan rumah baru tercatat tumbuh sebesar 8.9% YoY pada bulan Juli, jauh lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -2.5% YoY.

Dari dalam negeri, Pemerintah pemerintah berupaya untuk menenangkan kegaduhan terkait minimnya pencapaian tax amnesty, pemangkasan anggaran belanja negara dan penundaan dana alokasi umum oleh pemerintah RI. Pemerintah tetap meyakinkan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masih tetap optimis dengan target pertumbuhan 5.2% sampai akhir tahun 2016.

Pemerintah juga menegaskan bahwa penundaan dana alokasi umum untuk daerah dilakukan karena di daerah masih memiliki dana yang cukup besar untuk operasional daerah, menurut Menteri Keuangan dana yang mengendap di BPD daerah adalah sebesar Rp 224 Triliun, merupakan angka yang cukup besar, maka dari itu oleh pemerintah daerah dengan posisi saldo sangat tinggi, penyaluran DAU ditunda 50%, saldo kategori tinggi ditunda 40%, cukup tinggi 30%, dan sedang ditunda 20%.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami pelemahan, seiring melemahnya Bursa Amerika dan pelemahan harga minyak mentah dunia, selain kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat, investor juga mengkhawatirkan dampak kenaikan suku bunga acuan tersebut terhadap perekonomian dunia, namun saat ini indikator yang ditunggu adalah rilis data tenaga kerja Amerika serikat pada pekan ini, sebagai acuan meningkatnya suku bunga acuan Amerika Serikat. Indeks diperkirakan akan bergerak pada range 5,260 – 5,370.

Chart IHSG

Secara technical, pada perdagangan kemarin IHSG memang mengalami penguatan dan hanya bersifat technical rebound saja karena sebenarnya aksi jual masih melanda IHSG, hal tersebut terbukti dari pergerakan IHSG yang tidak mampu menembus level resistance MA 20 pada level 5,399.16 dan ditutup lebih rendah pada akhir sesi.

Rekomendasi Pagi ini adalah

SMRA Trading BUY Entry: 1700, TP: 1850

CTRA Trading BUY Entry: 1530, TP:1600

EXCL BOW Entry: 2100, TP: 3000

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

Bisakah Tax Amnesty Mencapai Target??

Mulai bermunculan rasa pesimistis dari pelaku pasar dengan program tax amnesty yang di buat oleh pemerintah beberapa bulan yang lalu. Tapi sampai sekarang perkembangan program tersebut cukup mengkhawatirkan.
Permasalah utama yang dihadapi adalah masih banyak petugas pajak yang belum memahami aturan tax amnesty. Padahal, mereka dituntut untuk bisa menjelaskannya kepada masyarakat mengenai program tersebut.

Ditambah adanya petugas pajak yang masih tidak sinkron mengenai penerapan tax amnesty dan bermunculan kebingungan di kalangan masyarakat yang menilai dimana pada awalnya program tax amnesty ini dibuat untuk menjaring pengusaha besar yang melarikan hartanya keluar negeri, namun pada kenyataannya sekarang masyarakat biasapun menjadi sasaran pemerintah.

Kendala lain yang muncul adalah, masih rendahnya warga negara yang memiliki aset besar ikut tax amnesty . Para konglomerat ini masih belum yakin dengan program tax amnesty dengan berbagai alasan.

Bahkan ancaman terbesar juga datang dari negara tetangga, Singapura. Dalam beberapa kesempatan sejumlah pihak dari Singapura bertemu dengan pengusaha Indonesia, mereka membujuk agar tidak merepatriasi hartanya.
Perlu diketahui sampai bulan ini uang tebusan baru mencapai Rp. 2.42 Triliun atau baru mencapai 1.5%. Dengan komposisi uang tebusan Badan UMKM Rp. 6,86 Miliar, Badan Non UMKM Rp. 235 Miliar, Orang Perseorangan Non UMKM Rp.2,04 Triliun dan Orang Perseorangan UMKM sebesar Rp. 145 Miliar.

Statistik Amnesti Pajak

Kami memprediksi apabila sampai akhir  bulan September target dari tax amnesty tidak sampai dari setengah yang telah di tentukan maka bisa berdampak negatif kepadan Pendapatan Negara. Target Pendapatan Negara dalam APBN tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp1.822,5 triliun, atau Rp25,6 triliun lebih rendah dari yang diusulkan dalam RAPBN Tahun Anggaran 2016.

realisasi penerimaan pajak hingga Senin (29/8) baru mencapai 44% dari target dalam APBN-P 2016. Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak telah mencapai sekitar Rp 596 triliun dari target penerimaan pajak  setengah dari jumlah yang ditargetkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 1.355,2 triliun.

Sebaiknya investor tetap mengikuti dinamika perkembangan tax amnesty tersebut agar selalu bisa mengambil keputusan dalam berinvestasi dengan baik dan cermat.

Cerdaslah dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com