analisa teknikal

Minim Katalis Positif : IHSG Tak Berdaya

Tak berdaya setelah libur panjang IHSG terjun lagi Pada perdagangan Selasa (13/9/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 66,350 poin (1,26%) ke posisi 5.215,567. investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp2,7 triliun dan penjualan saham senilai Rp3,1 triliun. Alhasil, investor asing mencatatkan penjualan saham bersih (net foreign sell) senilai Rp378,1 miliar.

Semua sektor saham kompak mendukung pelemahan tajam IHSG. Saham-saham di sektor pertambangan memimpin pelemahan 4%, disusul sektor aneka industri yang melemah 3,07%, properti 2,17%, industri dasar 1,77%, perkebunan 1,66%, perdagangan 1,09%, keuangan 0,85%, konsumer 0,67%, dan infrastruktur 0,47%.

Pandangan investor masih tertuju pada kepastian kenaikan suku bunga The Fed dan realisasi Tax Amnesty yang mengakibatkan IHSG terkoreksi kembali.

Jumlah penerimaan uang tebusan sejak pelaksanaan program amnesti pajak (Tax Amnesty) hingga hari ini, mencapai sekitar Rp9,31 triliun.

Berdasarkan data statistik amnesti pajak  pukul 16.10 WIB mencapai sekitar 5,6% dari target Rp165 triliunPerdagangan sepanjang hari ini melibatkan 6,18 miliar lot saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7,83 triliun.

Tidak ada data ekonomi yang rilis sebagai sentiment positif yang megakibatkan indeks di tutup melemah. Pelaku pasar global terus mencermati perkembangan kebijakan dari otoritas moneter Amerika Serikat mengenai kenaikan suku bunga acuannya.

Indeks ASX 200 Australia turun 0,23%, atau 11,808 poin ke level 5.207.8 dengan sektor energi menyeret penurunan 0,69% dan sektor keuangan jatuh 0,i69%. Indeks Nikkei 225 naik 0,34% atau 56,12 poin ke level 16.729,04. Kopsi Korea ditutup naik 0,4% atau 7,88 poin ke level 1.999,36. Indeks komposit Shanghai ditutup hampir flat naik 0,06%, atau 1,814 poin pada 3.023,792 dan komposit Shenzhen berakhir 0,621%, atau 12,277 poin pada 1.989,334.

Cerdaslah dalam berinvestasi… ^ ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

Outlook Teknikal Indeks Harga Saham Gabungan Jangka Pendek dan Menengah

Review IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia (IHSG) telah mengalami penguatan sebesar 763.946 poin atau 16.63% sejak akhir tahun 2015 yaitu 30 Desember 2015 sampai pada perdagangan kemarin 05 September 2016 dan Indeks LQ 45 tercatat mengalami penguatan sebesar 128.11 poin atau 16.17%.

Source : Tim Dapur Investasi

Lima sektor yang mencatat penguatan tertinggi dalam IHSG adalah :
– Sektor Pertambangan yang tercatat menguat sebesar 46.30% Ytd
– Sektor Aneka Industri yang tercatat menguat sebesar 30.07%
– Sektor Industri dasar yang telah menguat sebesar 24.70%
– Sektor Konsumsi yang telah menguat sebesar 18.87%
– Sektor Property yang telah menguat sebesar 16.03%

Source : Tim Dapur Investasi

IHSG Secara Jangka Pendek

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di tahun 2016 pada level 5,476.22 yaitu pada tanggal 9 Agustus 2016. Tetapi sejak level tertinggi itu tersentuh, IHSG mulai mengalami konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Source : Chart Nexus

Pelemahan yang terjadi pasca menyentuh level tertinggi (no : 1) cenderung tertahan pada garis MA 20 ditandai dengan (huruf : a), setelah itu penguatan kembali terjadi tetapi kembali tertahan pada level 5,470.979 ditandai dengan (no : 2). Pelemahan selanjutnya terjadi hingga kembali tertahan pada garis MA 20 ditandai dengan (huruf : b) dan lagi – lagi menguat, namun tertahan pada level 5,456.638 ditandai dengan (no : 3).

Nahh setelah tertahan pada fase no 3 IHSG terus mengalami pelemahan hingga akhirnya menembus garis MA 20 sebagai level support jangka pendek. Dengan tertembusnya  garis MA 20 maka bisa dipastikan bahwa dalam jangka pendek IHSG berada pada kondisi down trend. Setelah itu IHSG mencoba untuk rebound kembali, namun selalu tertahan resistance garis MA 20 tersebut, ditandai dengan garis biru. Hal tersebut menandakan bahwa IHSG belum mampu melawan derasnya koreksi atau aksi profit taking Investor.

Pada perdagangan 05 September 2016, IHSG mengalami penguatan, namun kembali tertahan pada garis MA 20. Dengan kuatnya level resistance MA 20 tersebut maka kami memperkirakan dalam jangka pendek IHSG akan terus mengalami pelemahan dengan target jangka pendek pada level 5,296 – 5,300.

IHSG Secara Jangka Panjang

Source : Chart Nexus

Secara jangka panjang IHSG masih berada pada trend bullis sejak periode 29 September 2015 dan saat ini memang berada pada area tertingginya. Koreksi sehat sangat mungkin terjadi mengingat saat ini belum rilis sentiment fundamental ekonomi yang positif dan Investor masih menunggu kepastian atau fakta dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Kami memperkirakan berdasarkan indicator technical, bahwa IHSG secara jangka pendek dan menengah akan mencatatkan koreksi, mengingat pergerakan IHSG saat ini cukup fluktuatif dan selalu tertahan hingga membentuk triple top. Apabila koreksi terjadi dan suppor pada area 5,296 – 5,300 berhasil ditembus, maka target pelemahan selanjutnya akan berada pada level 5,200.

Tetapi Investor tidak perlu khawatir, karena apabila berkaca pada range jangka panjang, maka bisa dipastikan saat ini IHSG berada pada kondisi bullish, pelemahan jangka pendek yang terjadi dapat dijadikan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dan tetap melakukan strategi Average Down, sehingga pada saat IHSG mencapai pelemahan terendahnya maka Investor mendapatkan nilai akumulasi yang optimal dan ketika IHSG kembali mengalami kenaikan maka keuntungan maksimal akan diperkirakan mampu diraih.

Kami menyarankan Investor agar tetap mempertahankan kemampuan keuangan perusahaan dan melakukan akumulasi saham – saham yang memiliki kondisi fundamental yang cukup baik.

Sebagai Review pada tulisan ini dirilis 06 September 2016 IHSG tercatat mengalami pelemahan -4.57 poin atau -0.09% pada level 5,352.57.

Sekian tulisan kali ini,, terima kasihhhh….

Cerdaslah dalam berinvestasi ^_^

By : Putu Wahyu Suryawan

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

ANALISA PT JASA MARGA (PERSERO) TBK, SENIN 16 MEI 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Berikut di bawah ini adalah Analisa Teknikal untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

BUY  TP 5,700

Short Term Trade (Support Confirm)

Check It Out..

ANALISA TEKNIKAL IHSG, KAMIS 25 FEBRUARI 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Berikut di bawah ini adalah Analisa Teknikal untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Check It Out..

ANALISA TEKNIKAL, KAMIS 25 FEBRUARI 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Analisa Teknikal Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) DAN PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Analisa Fundamental PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Analisa Fundamental PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR)  18 Februari 2016

LPKR pada tahun 2014 telah mencatatkan laba bersih per saham sebesar 111.86 dan kami memproyeksikan laba bersih akan tercatat sebesar 65.50 pada akhir tahun 2015. Apabila hal tersebut sesuai ekspektasi kami, maka sejak tahun 2008 sampai 2015 laba bersih LPKR telah tumbuh 17.30% pertahun berdasarkan perhitungan CAGR. Disisi lain pertumbuhan harga saham LPKR sejak tahun 2009 sampai Februari 2016 hanya sebesar 6.01% per tahun berdasarkan perhitungan CAGR, bahkan sejak Januari 2013 pergerakan harga cenderung flat dan berkonsolidasi pada level 980 – 1180. Maka dari itu trend P/E dari perusahaan mengalami penurunan sejak tahun 2009, hal tersebut mengindikasikan bahwa LPKR saat ini diperdagangkan pada level harga yang relative murah dan layak untuk dilakukan akumulasi beli.

Analisa Teknikal, Rabu 17 Februari 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Kali ini mari kita lihat PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT. Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Analisa Teknikal, Selasa 16 Februari 2016

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham.

Hari ini ayo kita mencoba untuk melihat Analisa Teknikal dari saham PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

WIKA saat ini berada pada level supportnya dengan Stochastic pada area Over sold. Potensial Upside sebesar +15.5% dan Downside sebesar -6.8%.

Buy Range : 2,700 – 2,750

Target Price I : 2,900

Target Price II : 3,100

Stop loss : 2,500

Analisa Teknikal, Kamis 10 Desember 2015

Analisa Teknikal adalah analisis harga dan volume saham. Analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume. Analisis Teknikal digunakan untuk melihat kapan waktu yang tepat untuk membeli saham atau menjual suatu saham. Hari ini ayo kita mencoba untuk melihat Analisa Teknikal dari saham PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI).

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI)

Rekomendasi       :    Buy on Breakout

Entry Level       :    IDR 2,200 – 2,210

Take Profit       :    IDR 2,295

Stop Loss         :    IDR 2,100

PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI)

Rekomendasi       :    Buy On Breakout

Entry Level       :    IDR 9100 – 9,200

Take Profit       :    IDR 9,300-9,400

Stop Loss         :    IDR 8,600