Sruput Pagi Selasa 04 Oktober 2016 : IHSG Mencoba Untuk Menguji Resistance 5,475

Selamat pagii Kawula Investasii,, dibaca dulu yaa sruput paginyaa,, semoga bisa menjadi panduan Investasi hari ini,,

Bursa Wall Street ditutup mengalami koreksi pada perdagangan kemarin, dimana Dow Jones tercatat melemah -0.30% pada level 18,253.85, S&P 500 tercatat melemah -0.33% pada level 2,161.20 dan Nasdaq tercatat mengalami pelemahan -0.21% pada level 5,300.88.

Pelemahan Bursa Wall Street terjadi setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan tanda – tanda ekspansi dan hal tersebut akan menguatkan spekulasi bahwa The Fed akan optimis menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada sisa bulan tahun 2016 ini.

Selain itu pelemahan Bursa Wall Street juga bertolak belakang dengan Bursa London Inggris FTSE 100 Index yang mengalami kenaikan sebesar +1.22% pada level 6,983.52 sebagai akibat dari pelemahan mata uang Inggris Pound sterling, karena Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa Inggris akan siap keluar dari Uni Eropa pada tahun depan. Melemahnya Pound sterling membuat sentiment positif bagi eksportir Inggris.

Data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat tercatat sebesar 51.5 pada bulan September dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.4.

Harga minyak mentah dunia terus mengalami penguatan, dimana minyak WTI tercatat menguat sebesar +0.91% pada level 48.68 USD/barel dan minyak Brent mengalami penguatan sebesar +3.55% pada level 50.8 USD/barel. Penguatan masih dipengaruhi oleh sentiment positif dari OPEC yang sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah sekitar 750,000 barel per hari, hingga pemangkasan mencapai 32.5 Milyar sampai 33 Milyar barel.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final bulan September tercatat 50.4 dan kembali berada pada zona ekspansi, setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebesar 49.5.

Dari dalam negeri, data ekonomi tercatat cukup positif, dimana Nikkei Manufacturing PMI bulan September tercatat mengalami penguatan menjadi 50.9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.4. Inflasi bulanan untuk bulan September tercatat sebesar +0.22%, jauh lebih baik dari bulan Agustus yang tercatat deflasi -0.02%, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3.07% YoY, lebih baik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2.79% YoY. Kami memperkirakan hingga akhir tahun 2016 Inflasi Indonesia akan berada dibawah target Bank Indonesia yan sebesar 4%. Data Tourist Arrivals juga cukup positif dan tercatat sebesar 16.14% YoY pada bulan Agustus, walaupun angka tersebut masih lebih rendah dari bulan Juli yang tercatat sebesar 20.13% YoY.

Source : IDX, Chart Nexus

Pada perdagangan kemarin Senin, 03 Oktober 2016 tercatat mengalami penguatan +99.111 poin atau +1.847% pada level 5,463.915. walaupun mengalami penguatan yang cukup tinggi, tetapi nilai transaksi cukup rendah dibandingkan perdagangan harian sebelumnya, yaitu hanya sebesar Rp 6,154 Milyar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG tidak kuat dan tidak ditopang dengan volume yang cukup kuat. Tetapi Investor Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 492.4 Milyar.

Berdasarkan data – data diatas maka pada perdagangan hari ini kami memperkirakan bahwa IHSG akan mengalami koreksi, selain karena aksi profit taking, pelemahan Bursa Wall Street juga akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG, tetapi pelemahan akan bersifat terbatas karena IHSG masih akan ditopang sektor komoditas sebagai imbas dari penguatan harga minyak mentah dunia.

IHSG akan mencoba menguji level resistance pada 5,475 dan apabila resistance tersebut tidak mampu ditembus, maka IHSG akan berbalik arah dan cenderung melemah.

IHSG diperkirakan akan bergerak pada range harga 5,360 – 5,475

Investor dapat mencermati stock pick kami : EXCL TP 2,920, BMRI TP 11,650, ELSA TP 496, PTBA TP 10,300, INCO TP 3,300.

Terima kasihh,, sekian sruputt cantik di pagi hari ini sebelum melakukan Investasi,,

Cerdaslah dalam berinvestasi,,..,, ^  ^

By : Dapur Investasi

Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.