Penurunan Harga Minyak, Peluangkah?

Penurunan Harga Minyak, Peluangkah??

Penurunan Harga Minyak, Peluangkah??

Banyak rumor yang beredar bahwa Crude Oil di harga USD20?

Semakin mengkhawatirkan kah harga minyak? Merosotnya harga minyak dikarenakan produksi minyak yang berlebihan / over suplai terutama produksi dari Amerika, ditambah Perlambatan perekonomian di Tiongkok juga menjadi salah satu faktor berkurangnya permintaan minyak, Pencabutan embargo Iran menimbulkan kekuatiran tambahan akan over suplai minyak. Dan yang terakhir Rusia mengumumkan pada Selasa, 2 Februari 2016 bahwa pihaknya memproduksi minyak mentah dan kondensat pada rekor tertinggi pasca-Soviet pada Januari sekitar 18,9 juta barel per hari. Apakah kondisi tesebut bisa membuat harga minyak akan turun terus menerus?

Semakin melimpahnya cadangan minyak dunia menjadi salah satu sentimen utama yang menyeret jatuh bursa regional. Seperti yang diketahui, anjloknya harga minyak membuat produsen energi semakin kehabisan nafas.

Spekulasi banyak bermunculan, ada yang bilang bahwa untuk kembalinya harga minyak menjadi normal kembali adalah dengan adanya perang dikawasan timur tengah sehingga minyak akan sulit. Entahlah apapun itu menurut kita baiknya tetap harus di waspadai setiap kejadian yang berkembang sekarang.

Lalu apa korelasinya dengan kondisi yang ada di Indonesia?

Turunnya harga minyak juga membawa dampak pada nilai inflasi di Indonesia yang akan semakin rendah pula. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor pendorong bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunganya ke level yang lebih rendah. Jika suku bunga diturunkan maka dapat berdampak lebih positif pada pasar saham terutama pada sektor property. Koreksi harga minyak juga dapat menguntungkan sektor manufaktur, industri dan otomotif dengan asumsi pemerintah melakukannya secara konsisten, jika harga minyak turun maka akan menurunkan harga BBM.

Apakah kondisi seperti ini baik untuk mengoleksi saham saham yang berkorelasi langsung dengan turunnya harga minyak seperti ELSA dan MEDC?

Yang menarik, investor legendaris Warren Buffett melihat adanya peluang di tengah melemahnya harga minyak kali ini. Selama sepekan terakhir, Berkshire Hathaway perusahaan milik Buffett, memborong saham sektor migas yaitu Phillips 66 sebanyak 6 juta lembar saham. Buffett melalui Berkshire, memborong saham Phillips 66 dengan harga rata-rata $76.64 per lembar saham.

Untuk kondisi saham Indonesia seperti ELSA dan MEDC cukup menarik untuk di koleksi sedikit demi sedikit, dikarenakan untuk saham ELSA sendiri perusahaan masih mendapatkan untung 9M dan ada peningkatan dari tahun sebelumnya pada tahun 2013.

Sekian ulasan mengenai Penurunan Harga Minyak pada edisi kali ini, semoga bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com