Mengapa IHSG pada Jum’at 5 Februari 2016 Naik Signifikan?

Mengapa IHSG pada Jum’at 5 Februari 2016 Naik Signifikan?

Mengapa IHSG pada Jum’at 5 Februari 2016 Naik Signifikan?

Pada akhir pekan lalu jumat 5 Februari 2016 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif dan menguat melonjak lebih dari 2% ke level 4.798,95 dan di tutup naik signifikan sebesar 2,85% di level 4.799. Seluruh sektor menghijau menopang laju IHSG dipimpin penguatan tajam di sektor keuangan naik 3,53 persen, sektor industry lain-lain naik 4,32 persen dan sektor infrastruktur naik 2,79%. Perdagangan pada hari Jumat pekan lalu juga sangat ramai hingga menembus nilai transaksi lebih dari Rp. 9 triliun. Berdasarkan perhitungan web tradingconomics, kenaikan mengesankan IHSG ini saat penutupan akhir pekan kemarin nyaris tertinggi di seluruh kawasan Global, hanya kalah tipis dari Bursa Peru yang mencatatkan kenaikan di penutupan sebesar 2.87%.

Apa penyebab IHSG pada jumat pekan lalu naik signifikan?

Kenaikan IHSG pada jumat pekan lalu dipicu naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2015 yang berhasil melampaui estimasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tingkat Produk Domestik Bruto Indonesia tumbuh 5,04% dalam tiga bulan hingga Desember dibandingkan tahun sebelumnya, demikian rilis biro statistik di Jakarta, jumat(05/02). Badan Pusat Statistik menyatakan Ekonomi Indonesia triwulan IV-2015 bila dibandingkan triwulan IV-2014 yoy tumbuh 5,04% tertinggi dibanding triwulan-triwulan sebelumnya tahun 2015, yaitu masing-masing sebesar 4,73% (triwulan I), 4,66% (triwulan II) dan 4.74% (triwulan II) seperti terlihat di gambar berikut :

Data GDP

Data GDP

Dengan peningkatan ekonomi Indonesia ini mampu memperlihatkan usaha pemerintah yang terus menerus dengan melakukan berbagai macam upaya hingga meluncurkan paket kebijakan ekonomi oleh Presiden Joko Widodo dapat memperlihatkan hasil yang nyata dan mengesankan. Penguatan Rupiah merupakan salah satu faktor pendukung kenaikan IHSG pada jumat pekan lalu dimana Rupiah menguat 0,61% pada posisi 13,626. Dan faktor pendukung lainnya adalah terkendalinya Inflasi Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Inflasi Indonesia dimana Inflasi Januari mencatatkan hasil 0,51 persen, turun dari hasil ekspektasi sebesar 0,64 persen dan turun dari hasil sebelumnya yaitu 0,96 persen, dari hasil Inflasi ini mampu memberikan harapan pemerintah untuk berusaha mampu mengendalikan Inflasi agar Inflasi pada tingkat yang semakin rendah dan stabil.

Dengan penjabaran diatas kita mampu menganalisa bahwa penguatan ekonomi, penguatan domestik dan penguatan Rupiah mampu menopang IHSG bergerak positif dan menguat. Dan yang menjadi pendukung lainnya adalah dengan adanya pengakuan peringkat investment grade Indonesia pada posisi stabil dan layak oleh Lembaga Pemeringkat Moody’s Investors Service dan Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) sehingga mampu menarik dan memberikan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia karena Indonesia mampu menjadi negara yang layak untuk berinvestasi.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan terus tumbuh ini semua mampu tercapai dengan usaha yang maksimal dan kinerja pemerintah yang terus menerus menjalankan percepatan pembangunan, dengan dimulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, perumahan, perhubungan, transportasi, keuangan hingga pariwisata dan akan menyusul sektor-sektor lainnya. Sehingga Ekonomi Indonesia mampu bergerak positif dan stabil dengan bukti dan hasil kerja yang telah di berikan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, kitapun harus terus mendukung dan sama-sama memajukan ekonomi Indonesia dengan ikut serta menjadi investor aktif di Indonesia dan selalu mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Sekian ulasan kali ini semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Dapur Investasi.

Cerdaslah kita dalam berinvestasi ^^

By : dapurinvestasi.com