Uncategorized

260916 IHSG Terkoreksi Kembali

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 36.77 poin (-0.68%) di level 5,352.14 seperti yang telah tertera pada Sruput Pagi 260916 https://goo.gl/jLgLeu bahwa potensi koreksi harian dapat terjadi dipengaruhi oleh pelemahan Bursa Wall Street, pelemahan harga minyak mentah dunia dan adanya aksi profit taking dari Investor Asing.

Total volume perdagangan sebesar 9,394.81 juta lembar saham, dengan total transaksi mencapai Rp6.37 triliun. Secara total, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp335.93 miliar.

Sebanyak 8 dari 10 sektor di tutup melemah. Sektor dengan penurunan terdalam yakni sektor misc-ind (-1.89%), disusul sektor mining (-1.26%) dan sektor consumer (-1.23%). Sedangkan sektor dengan penguatan terbesar yakni sektor infrastructure (+0.41%).

Saham yang masuk dalam jajaran top gainer hari ini yakni saham Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI, Rp4,700) +390, Solusi Tunas Pratama (SUPR, Rp7,500) +300, Multi Bintang Indonesia (MLBI, Rp275) +275. Sedangkan saham dalam jajaran, top loser yakni saham Gudang Garam (GGRM, Rp64,000) -1125, United Tractors (UNTR, Rp17,200) -725, dan Unilever Indonesia (UNVR, Rp44,850) -700.

Cerdaslah dalam berinvestasi
By : dapurinvestasi.com
Disclaimer :Analisa pasar ditulis oleh Tim Dapur Investasi. Seluruh data pada analisa ini berasal dari sumber yang terpercaya. Analisa pasar ini hanya untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pergerakan pasar sebagai dasar melakukan investasi, keputusan investasi secara penuh diputuskan oleh investor atau trader. Analisa ini bukan untuk memberikan instruksi beli maupun jual untuk suatu efek tertentu pada pihak manapun.

September Ceria Tidak Membuat IHSG Ceria dan Akan Melanjutkan Pelemahan Hari ini

Bursa Wall Street ditutup mengalami konsolidasi, Dow Jones tercatat menguat tipis +0.10% pada level 18,419.30, S&P 500 tercatat melemah tipis -0.00% pada level 2,170.86 dan Nasdaq tercatat menguat tipis +0.27% pada level 5,227.21.

Pelemahan Bursa Wall Street dipengaruhi beberapa hal, diantaranya pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tercatat tidak sesuai ekspektasi dan cenderng melemah, dengan adanya rilis data ekonomi tersebut maka diharapkan The Fed akan mempertimbangkan kembali keputusan akan menaikkan suku bunga acuan Amerika.

Data Initial Jobless Claims Amerika Serikat pada pekan ini tercatat mengalami peningkatan sebesar 2.000 menjadi 263.000 dibandingkan pekan lalu yang tercatat sebesar 261.000.

Data Markit Manufacturing PMI Final Amerika Serikat pada bulan Agustus tercatat turun pada level 52, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.9, bahkan untuk ISM Manufacturing PMI pada bulan Agustus tercatat sebesar 49.4, dibawah level 50 dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.6.

Harga minyak mentah dunia masih mengalami pelemahan, dimana minyak WTI tercatat melemah -2.73% pada level 43.48 USD/barel dan minyak Brent melemah sebesar -2.76% pada level 45.74 USD/barel. Pelemahan terjadi setelah EIA merilis data cadangan minyak Amerika yang positif sebesar 2.276 juta barel, meskipun angka tersebut masih lebih rendah dari data pekan lalu yang tercatat sebesar 2.501 juta barel.

Dari Eropa, Markit Manufacturing PMI Final pada bulan Agustus tercatat turun pada level 51.7, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 52.

Dari Jepang, Nikkei Manufacturing PMI Final pada bulan Agustus tercatat mengalami peningkatan pada level 49.5, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 49.3.

Dari China, NBS Manufacturing PMI pada bulan Agustus tercatat mengalami peningkatan menjadi 50.4, kembali berada diatas level 50 dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 49.4, tetapi Caixin Manufacturing PMI pada bulan Agustus mengalami penurunan pada level 50.0, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 50.0.

Dari dalam negeri, Nikkei Manufacturing PMI pada bulan Agustus mengalami peningkatan tajam menjadi 50.4, kembali berada pada level 50 dan tercatat lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 48.4. Angka Tourist Arrivals pada bulan juli tumbuh drastis sebesar 20.13% YoY, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya tercatat tumbuh sebesar 0.78%. Sedangkan untuk IHK bulan Agustus mengalami deflasi sebesar -0.02%, secara angka kalender tercatat sebesar 1.74% YTD dan secara tahunan tercatat sebesar 2.79% YoY, deflasi terjadi pasca lebaran, seiring kembali normalnya daya beli masyarakat. Dengan adanya rilis data tersebut, maka kami memperkirakan bahwa inflasi tahun penuh 2016 akan berada dibawah 4%.

Melihat data ekonomi yang dirilis diatas, maka kami memperkirakan IHSG pada hari ini masih mengalami pelemahan, Namun pelemahan akan bersifat terbatas, karena tertahan pada level support 5,296. Pelemahan terjadi dipengaruhi pelemahan harga minyak mentah dunia dan rilis data IHK yang mencatatkan deflasi pada bulan Agustus. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi pertumbuhan 2017 direvisi 0,1% menjadi 5,2% YoY. Di 2016 pertumbuhan diprediksi hanya 5,1% YoY.

Cerdaslah Dalam Berinvestasi ^^

By: dapurinvestasi.com

SRUPUT PAGI, MARKET REVIEW SELASA 19 JANUARI 2016

IHSG pada perdagangan Senin (18/01) diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah. Secara sentiment domestic IHSG tidak mengalami masalah. Karena data ekonomi domestic terbilang positif dari dipangkasnya suku bunga dan data neraca perdagangan yang terbilang bagus. Namun pergerakan IHSG akan terbebani oleh data ekonomi Amerika yang tercatat negatif. Indeks diperkirakan bergerak pada range 4,450 – 4,500

SRUPUT PAGI, MARKET REVIEW KAMIS 10 DESEMBER 2015

IHSG pada perdagangan Kamis (10/12) diperkirakan akan mengalami koreksi setelah menembus level support 4,500. Harga minyak yang masih melanjutkan penurunan hingga mencapai level US$ 37.50 per barrel, serta data ekonomi China yang tercatat lebih buruk dibanding ekspektasi pasar yakni Eksport Cina di November kembali tercatat turun yakni 6,8% Sementara tingkat impor turun 8,7%, menjadi katalis negatif pergerakan indeks. Indeks berpeluang menguji level support selanjutnya pada level 4,400 dan apabila level tersebut berhasil ditembus, maka Indeks akan berpeluang menutup gap pada level 4,340 – 4,380.